NovelToon NovelToon
Saniya, Ibu Tiri Luar Biasa

Saniya, Ibu Tiri Luar Biasa

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Orang Disabilitas / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Saniya Syamira, tak memiliki pilihan lain selain menerima perjodohan amanah dari almarhum kakeknya.

Terlebih sang ibu mengkhawatirkan dirinya jadi perawan tua dikarenakan memiliki kekurangan. Saniya penyandang disabilitas fisik, kaki kanannya diamputasi sedari dia berumur 8 tahun.

Mampukah Saniya menjalani biduk rumah tangga bersama pria berstatus duda yang pernah gagal menikah sampai dua kali dengan wanita sama yakni, cinta pertamanya?

Lantas, bagaimana dengan sepasang anak tirinya, bisakah mereka menerima wanita lain selain ibu kandung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sama-sama terluka : 29

Pria berkulit eksotis efek paparan sinar matahari, melangkah lebar mengikis jarak. Sepasang bola mata beriris coklat gelap memandang penuh kerinduan gadisnya yang telah menjadi istri dari pria sama sekali tidak ia kenal.

Fahmi Basya, menyapa kelima murid menggunakan bahasa isyarat yang dikuasai berkat belajar dari sang kekasih. “Selamat siang adik-adik cantik dan tampan.”

Para malaikat kecil yang apabila bertemu dengan orang asing, dan bisa memahami cara berkomunikasi dengan mereka, menyambut antusias — membalas sapaan disertai senyum dan binar indah.

Saniya gugup, bertemu dengan seseorang masih dicintai disaat statusnya telah menjadi istri dari pria lain adalah hal sangat dihindarinya.

“Kenalkan, Paman ini temanya Miss,” ucapnya canggung.

Pria berhidung mancung, alis lurus memberi kesan tegas, kulit wajah bersih dari bulu jambang maupun kumis, menahan diri untuk tidak protes atas perkenalan tak sesuai status mereka yang belum ada kata putus.

Fahmi menyambut hangat jabat tangan dengan jemari lebih kecil itu.

“Niya, Mas tunggu di mobil kita,” ia sengaja menyebutkan makna kedekatan mereka karena Saniya masih kepunyaannya.

Saniya mengangguk ragu, lalu dia mengantarkan anak-anak ke aula sekolah yang mana para orang tua murid telah menunggu.

“Saniya!” Sherlin berlari kecil memanggil sahabatnya, ia baru saja keluar dari kantor guru.

“Ada apa, Erlin?” Saniya tampak senang karena memang tengah mengulur-ulur waktu.

Erlin mengatur napas sebelum mengatakan maksudnya. Mereka masih di aula tempat penjemputan murid yang sudah kosong. “Tadi aku ketemu mas Fahmi.”

“Dia sedang menunggu di mobil,” jawabnya lesu.

“Sudah waktunya kalian berbicara empat mata. Selesaikan apa yang memang mesti dituntaskan.” Erlin merangkul pundak wanita berbaju terusan warna baby blue.

“Aku gak bisa memberi nasehat apapun, karena kalian berdua sudah dewasa dan sama-sama bijaksana. Disini diriku juga nggak memihak kepadamu maupun dia — tak ada yang salah, cuma memang gak berjodoh saja,” urainya pengertian.

Saniya menghembuskan napas lelah, sudut matanya basah. “Jujur, aku belum siap bertemu dengannya. Melihat kesakitan di mata polos itu, senyum getir, dan pancaran kerinduan namun terhalang takdir tidak berpihak ke kami, hatiku ikutan nyeri.”

Sherlin mengusap lembut punggung sahabatnya, memberi dukungan. Ia saksi hidup perjalanan cinta dua insan yang terus saling mempertahankan meski ditentang kedua orang tuanya si pria, dan diremehkan keluarga Saniya.

“Sekarang sudah seperti ini — jurang penghalang bukan lagi restu tak kunjung datang, namun lebih berat dari itu. Ada batas tak boleh dilewati yakni, statusmu yang sudah menjadi seorang istri.”

“Saniya ….” Erlin berdiri di depan wanita yang manik indahnya basah dan apabila dia mengedip, maka air mata langsung tumpah.

“Aku paham mengapa kamu menyetujui perjodohan, meski pernikahan kalian tidak dilandasi cinta, tetapi Yarash sudah bersedia berbagi tempat tinggal, bertanggung jawab, berarti dia sosok yang pantas dijadikan pria masa depan, tempat ternyaman untuk pulang,” sambungnya.

“Mas Fahmi memang pria yang tulus menyayangimu, pribadinya juga humoris, dan setia. Akan tetapi, tak cukup untuk dijadikan jaminan seandainya kalian nekat menikah tanpa restu,” jedanya sebentar.

“Tiga tahun kamu menunggunya berjuang meluluhkan hati kedua orang tuanya sampai sehari sebelum akadmu bersama Yarash, dia tetap belum berhasil. Entah usahanya kurang gigih, atau memang karakter mama papanya yang terlalu keras hati. Dari sana kamu bisa mengambil kesimpulan, akan selalu ada benturan jika memaksakan kehendak disatu sisi hubungan kalian ditentang,” katanya jujur.

“Aku paham, Erlin. Makasih,” Saniya tidak menampik, memang seperti itu adanya.

“Sana temui dia!” Erlin menyemangati. “Aku percaya kalau kamu bisa menyelesaikan masalah hati dengan baik.”

Saniya tertawa getir, lalu dia melangkah ke pelataran parkiran mobil.

***

Pria berpostur tegap tersebut, tengah menunggu sambil bersandar pada bodi depan sebuah kendaraan sedan yang dibeli dengan mempertimbangkan fisik tak sempurna kekasihnya.

Daripada mengendari mobil SUV yang memiliki jarak dari bodi ke tanah lumayan tinggi, Fahmi lebih memilih sedan, sebab memudahkan Saniya saat naik maupun turun karena berlantai rendah.

Ketika melihat sang kekasih mendekat, dia langsung berdiri tegap, memamerkan senyum dibuat ceria padahal hatinya nelangsa. ‘Jika berbicara tentang ikhlas, aku jelas tak bisa menerima semua ini. Kamu kekasihku, dan terus begitu Sayang.’

Fahmi membukakan pintu mobil bagian penumpang tepat di sebelah jok pengemudi.

“Terima kasih, Mas.” Saniya meluruhkan bokong, menarik kaki palsunya, barulah dia duduk sempurna.

“Ya,” andai keadaan masih sama, biasanya dia akan menjawab dengan kata-kata menggoda yang selalu berhasil membuat pipi Saniya merona.

Pria berkemeja lengan panjang digulung sampai siku, memutari mobil bagian depan, lalu masuk dan duduk di belakang setir. Fahmi belum berniat mengajak ngobrol, mereka perlu tempat lebih privasi.

Saniya pun tidak berinisiatif membuka pembicaraan, dia diam seraya melihat ke jalanan. Sabuk pengaman sudah dipasang, tetapi tidak ampuh membuat duduknya nyaman sebab hatinya tengah menahan lara.

Roda mobil melaju keluar dari area parkir, lalu memasuki jalanan raya tak terlalu padat kendaraan lalu lintas.

Selama perjalanan, hanya ada kebisuan, dengung lembut suara pendingin ruangan. Fahmi enggan menyalakan audio, sedangkan Saniya — memori otaknya menayangkan ulang momen manis tinggal kenangan.

Empat puluh menit kemudian, kendaraan yang dikemudikan oleh pria berwajah cukup tampan, tiba di area parkir mobil sebuah restoran seafood, terletak di seberang tepian laut dekat dengan pantai.

“Mas sudah lama tidak makan hidangan laut, sengaja menunda dan menahan, karena selalu ingat kamu yang begitu menyukai olahan seafood. Sekarang syukurlah bisa terlaksana meski terasa berbeda sebab kamu lebih memilih dia — sosok asing baru dirimu kenal,” ucapnya pelan, sorot mata hampa memandang lautan lepas.

Hatinya ngilu tertohok kalimat pilu yang keluar dari bibir pria menatap sendu. Saniya tak kuasa membendung laju air mata, ia cepat-cepat memalingkan wajah menoleh ke samping.

“Maaf, Mas,” suaranya melirih.

Dari arah samping — Fahmi masih senantiasa menatap penuh damba seraya menelan pil pahit kenyataan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Maaf,” katanya diiringi suara tawa parau. “Empat tahun lebih 27 hari, selama itu kita saling menjaga, belajar memahami, bersama-sama mencari solusi setiap diterpa masalah, apa sama sekali tidak berarti bagimu, Niya?”

.

.

Bersambung.

1
Nancy Nurwezia
terima kasih author atas ceritanya yang menarik... yah nggak ketemu sama bg ardan yang ganteng lagi..
Aisyah 🐾
Basir Hadi apa itu suaminya nelly thor
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
ChikoRamadani
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ Sangat menarik
Alur ceritanya bagus dan konfliknya tidak begitu terlalu rumit...
pemilihan kosakata sangat baik dan mudah untuk dipahami...

terimakasih buat kk othor,
semoga sukses ❤️
tuti raniati
Novelnya selalu bagus Thor 👍🏻
Neng Tuti
hai kk author salam kenal dari aku,aku sudah baca beberapa cerita kamu aku suka banget banyak hal baik yang bisa aku ambil dari ceritamu tentang kehidupan,kesabaran,dll sukses terus kk author🙏🙏🙏
Cublik: Salam kenal juga, Kak.
Terima kasih banyak sudah berkenan membaca karya aku, Kak 🙏
total 1 replies
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus ,, terimakasih KK author 🙏
Cublik: Terima kasih, Kak 🙏
total 1 replies
Achie Asmara
Makasih ya,,karya yg indah ♥️♥️
Cublik: Terima kasih, Kak 🙏
total 1 replies
Hanima
Aamin Yra
Cublik: /Rose/
total 1 replies
cici cici
yaaaah...tamaaat... 🤭🤭
ada lanjutan nya abang aldan ganteng dan pala cucu cucu nya ga ini kak cublik🤭🤭... aku pada mu lah pokok ee... apa pun itu aku selalu setiaaaa padaaa muuuuuuuu💃💃💃💃
cici cici: request bole ya kak... karya berikut nya holol holol gitu yak🤭...aku syuuukaaaaaaaaaa🥳🥳🥳
total 2 replies
Syalum
🥰🥰🥰🥰🥰
Cublik: Kakak, terima kasih 🙏
total 1 replies
Afternoon Honey
terima kasih untuk cerita bersambung ini yang sudah menemani hari hari saya 💐💖
Cublik: Kembali kasih, Kak 🙏
total 1 replies
Siti Mamahe Kaila Izana
Aamiin Allahumma Aamiin.
Maturnuwun kak Otor dgn semua kaya indahnya 🙏🏻
Doa baik yg sm buat Kak Otor Sehat selalu dalam lindungan Allah SWT 🤲🏻.
di tunggu selalu Karya selanjutnya 💪💪🥰🥰
Siti Mamahe Kaila Izana: love Sekebun kak 😍😘. 💪🏻💪🏻
total 2 replies
Dcy Sukma
ceritanya selalu bisa menghibur,ada tangis,kesal dan bahagia ..semoga othor selalu diberi kesehatan dimanapun berada,selalu semangat berkarya..makasih kak cublik ditunggu karya2 selanjutnya😊😊😊
Cublik: Aamiin.

Terima kasih banyak, Kak 🙏
total 1 replies
Rahmat
endingx wow keren keren extrax partx thor
Cublik: Terima kasih, Kak 🙏
total 1 replies
Inarrr Ulfah
yah pisah sama bang ardan,, sedih deh belum puas rasa nya,,
Cublik: Nanti kalau memungkinkan kita buat season ke 3 nya ya, Kak 😊
total 1 replies
Nabila hasir
ahhhhhh trima kasih banyak KK cublik
untuk karya tulisnya yg penuh warna.
ahhhhh tak rela berpisah ma Ardan yg tantrum.
tak bisakah menunggu saniya hamil punya anak dulu KK cublik.
tak sabar kepo baca nya Ardan menghadapi adeknya
Cublik: Kembali kasih, Kak 🙏

Semoga suatu saat nanti bisa di buat season ke 2 nya 😊
total 1 replies
Sumìni Manju Maja
terima kasih kak cublik , ceritamu bagus banget
Cublik: Terima kasih banyak juga, Kak 🙏
total 1 replies
Roroh Rohimah
yaa kok taman? padahal lagi nunggu momen Ardan cemburu dengan adik bayinya
Cublik: Nanti semisal memungkinkan kita buat lagi ya, Kak 😊
total 1 replies
Andriani
love you ardan... 😍😍😍😍
Cublik: Yuhuuuuu 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!