Rara terpaksa tinggal dirumah kakaknya untuk sementara waktu. Ia terpaksa karena ada masalah financial yang menimpanya.
Ia adalah wanita yang manis, menarik dan menggoda. Tak ada satu pun pria yang bisa memalingkan wajah saat melihatnya.
Sejak Rara melihat malam yang penuh gairah dikamar kakaknya. Ia perlahan mulai ada ketertarikan dengan suami dari kakaknya. lambat laun perasaan yang seharusnya tak ia selami terlalu dalam, berubah menjadi keinginan untuk memikat pria yang atletis itu.
Lalu gimana dengan perjalanan rumah tangga kakaknya ?. Ikuti kisahnya disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.E.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PROLOG
Nadia Karina Paramitha
Usianya 27 tahun. Ia wanita yang baik hati, ramah, sopan, dan lemah lembut. Ia memiliki usaha kue yang dulu toko itu dikelola oleh ibunya, sebelum ia jatuh sakit.
Awalnya ibunya merasa pusing. Ia pikir, itu hanya pusing biasa karena kelelahan namun nyatanya lebih parah. Beberapa hari kemudian, Ia menyadari fakta yang mengejutkan kalau Ia menderita kanker.
Kabar tentang penyakit ibunya benar-benar membuatnya terkejut dan ada perasaan khawatir dengan perkembangan penyakitnya hari demi hari. Ia berharap ibunya bisa sembuh dengan sepenuhnya, karena ia menginginkan ibunya dapat melihat dirinya mempunyai anak.
Dibalik masalah kesehatan ibunya, toko kue yang mereka kelola mulai terbengkalai dan beberapa hari tidak dibuka karena Nadia masih fokus pada penyembuhan ibunya. Satu hari, satu kalimat muncul dimulut ibunya yang terbaring lemah di kasur rumah sakit. Ia mengatakan untuk membuka kembali toko kue dan yang mengurusnya dirumah sakit biarlah perawat disini.
Akhirnya setelah beberapa hari bergelut dengan keraguan untuk membuka toko, ia pun mengambil keputusan untuk mengoperasikan kembali toko kue. Nadia juga mepekerjakan 2 karyawan disana.
1 bulan kemudian takdir yang sesungguhnya menemui ibunya. Nadia harus rela kehilangan sang ibu yang telah membesarkan dan mengajarinya mengelola toko kue.
Rio Mahendra
Usianya 30 tahun. Ia seorang yang lemah lembut, perhatian, ramah dan sopan. Ia berprofesi sebagai dokter. Selisih usianya dengan istrinya terpaut 3 tahun. Ia merupakan sosok dokter yang terkenal dengan kebaikannya. Ada 1 peristiwa dimana Rio menolong orang sakit tanpa meminta imbalan sepeser pun.
Ia pernah menolong anak kecil yang kecelakaan dijalan. Mengetahui anak itu tergeletak dijalan dengan luka yang cukup parah dan segera diobati, ia langsung berhentikan mobilnya dan membawa anak itu kerumah sakit.
Dari perawatan hingga anak itu sadar dibiayai oleh Rio. Setelah anak itu sadar, ia bertanya darimana asalnya dan dimana keluarganya. Anak itu mengatakan kalau ia anak yatim piatu yang selama ini tinggal di panti asuhan. Ia mengalami kecelakaan setelah merasa melihat ibunya yang sedang menyebrang dijalan. Sontak hal itu membuat anak itu berlari mengejar ibunya tanpa menghiraukan bahaya dijalan raya.
Setelah masalah kecelakaan dijalan selesai, Rio mengantarkan anak itu kembali ke panti asuhan. Ia memberikan nasihat untuk hati-hati dimanapun berada dan kemanapun pergi. Senyuman Rio diakhir nasihatnya dapat menenangkan anak itu. Setelah itu, ia kembali ke rumah sakit.
Rara Anindya Cahyani
Usianya 26 tahun. Usianya dengan sang kakak hanya terpaut 1 tahun. Rara merupakan perempuan yang keras kepala dan menggoda. Lelaki manapun yang kenal dengan dirinya pasti ingin dekat dan ingin mengenal lebih jauh. Namun, Rara hanya memilih seorang pria yang cocok dengan dirinya.
Hubungannya dengan kakaknya cukup renggang. Ada 1 masalah yang membuat mereka berdua jarang berkomunikasi atau sekadar cerita soal masalah hidup. Ia merasa ibunya memperlakukan kakaknya sangat baik sementara menurutnya ia diperlakukan berbeda.
Saat acara ulang tahunnya yang ke 6 tahun. Ia diberikan kado boneka oleh ibunya sementara saat kakaknya yang ulang tahun ke 7 tahun, diberikan beberapa boneka bahkan juga dibelikan sepeda. Dari sinilah perasaan pilih kasih muncul dihati Rara.
Akhirnya Rara masuk ke lingkungan pertemanan yang gelap. Setelah lulus kuliah Ia memilih masuk ke dalam dunia hiburan malam. Memang bisa dikatakan Ia mendapat penghasilan lebih besar dalam sebulan dibandingkan gaji sebulan pekerja kantoran. Semakin lama hal itu semakin menggiurkan.
Kakaknya sudah berulang kali menasihatinya untuk berhenti tapi karena dasarnya anak ini merupakan anak yang keras kepala, akhirnya kata-kata penuntun kebaikan yang keluar dari kakaknya hanya meluncur bebas keluar dari telinga.