NovelToon NovelToon
Pedang Abu Nirwana

Pedang Abu Nirwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Setelah akar spiritual emasnya dirampas secara paksa oleh sepupunya sendiri dan tubuhnya dibuang ke Jurang Abu Api, Lin Xuan—seorang pemuda klan cabang yang sekarat—justru menyatu dengan Tungku Abu Takdir peninggalan zaman purba. Dari abu kehancuran, ia menempuh jalur kultivasi terlarang yang mampu melebur kutukan, meracik pil dari racun mematikan, dan menebas tatanan langit yang korup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Penyergapan di Jembatan Kabut

Tengah malam selepas berakhirnya Lelang Agung, kabut sungai yang dingin menyelimuti Jembatan Kabut Batu—satu-satunya jalur keluar dari distrik selatan menuju kawasan perbukitan Kota Awan Merah.

Lin Xuan melangkah seorang diri di atas jembatan batu yang sepi. Di dalam kantong penyimpanannya kini tersimpan Rumput Jantung Teratai Api berusia seratus tahun beserta lebih dari lima ribu Batu Roh hasil bersih penjualan pil di lelang malam ini.

Ketika langkah kakinya tiba tepat di tengah jembatan, angin malam mendadak berhenti berhembus.

Tap! Tap! Tap!

Dari kedua ujung jembatan di balik kabut tebal, muncul enam belas sosok berpakaian hitam lengkap dengan busur silang pemburu roh dan pedang panjang. Di barisan depan mereka, berdiri Tetua Kedua Klan Utama, Lin Bao—seorang kultivator kejam yang berada di Alam Pembukaan Meridian Lapis Tiga!

Sementara tidak jauh di belakang barisan itu, tampak Lin Tianhao yang berdiri dengan tangan terlipat di dada sambil menyeringai penuh kemenangan.

"Heh, Alkemis Agung Tuan Xuan, kita bertemu lagi lebih cepat dari dugaanku!" seru Lin Tianhao dengan tawa sinis yang menggema di atas sungai berkabut. "Di dalam Paviliun Harta Seribu Bintang tadi kau begitu sombong membuang ribuan batu roh untuk mempermalukan Klan Lin kami. Sekarang, di Jembatan Kabut tanpa penjaga paviliun ini, coba kulihat siapa yang bisa menyelamatkan nyawamu!"

Lin Bao melangkah maju sambil memutar tombak besinya yang memancarkan tiga lingkaran aura Qi kuning pekat tanda kultivator Alam Pembukaan Meridian Lapis Tiga.

"Serahkan Rumput Jantung Teratai Api, seluruh batu roh hasil lelang, serta resep pil tanpa ampas milikmu sekarang juga," ujar Lin Bao dengan suara sedingin besi. "Jika kau patuh dan bersedia menjadi budak peracik pil di ruang bawah tanah Klan Lin kami, aku mungkin akan menyisakan nyawamu malam ini."

Di tengah kepungan enam belas kultivator elit tersebut, Lin Xuan berhenti melangkah.

Perlahan-lahan, tangan kirinya terangkat ke wajahnya—dan melepas topeng kayu polos yang menutupi wajahnya.

Di bawah sinar bulan yang menembus celah kabut, wajah tenang seorang pemuda berusia enam belas tahun yang sangat mereka kenal tampak jelas di hadapan semua orang!

"Lin... LIN XUAN?!"

Mata Lin Tianhao hampir copot dari rongganya. Tubuhnya mundur dua langkah secara refleks dengan wajah sepucat mayat!

"M-mustahil! Kau adalah Tuan Xuan sang alkemis misterius itu?! Pil dengan kemurnian seratus persen di lelang tadi... dan empat ribu dua ratus batu roh milik klan kami... semuanya jatuh ke tanganmu?!" jerit Lin Tianhao dengan suara pecah karena syok luar biasa dan rasa dipermalukan yang membakar dada.

Bahkan Lin Bao pun tertegun hebat selama beberapa detik sebelum matanya berubah merah darah.

"Ternyata kau sendiri yang mengantar nyawa malam ini, bocah sialan!" raung Lin Bao murka. "Pasukan panah, tembak mati dia sekarang!"

Syuut! Syuut! Syuut!

Dua belas anak panah baja yang dilapisi Qi melesat bersamaan dari kedua sisi jembatan, mengincar seluruh titik vital di tubuh Lin Xuan!

Namun Lin Xuan bahkan tidak bergeming dari tempatnya berdiri.

Wuuuung!

Gelombang Qi Abu Nirwana dari Alam Pembukaan Meridian menyembur keluar dari tubuhnya, membentuk tirai badai kelabu yang memutar balik seluruh anak panah baja tersebut ke arah para pemanah dengan kecepatan dua kali lipat!

"Aaaargh!"

Jeritan kematian langsung pecah di kedua ujung jembatan saat delapan orang pemanah roboh tertembus anak panah mereka sendiri!

"Pembukaan Meridian?! Kau sudah menembus Alam Pembukaan Meridian?!" Lin Tianhao menjerit ngeri melihat pancaran Qi luar di sekeliling tubuh sepupunya yang seharusnya sudah menjadi orang cacat sepuluh hari lalu. "Tetua Bao, cepat bunuh dia! Jangan beri dia kesempatan bernapas!"

"Jangan sombong kau, bocah! Aku berada di Pembukaan Meridian Lapis Tiga, dua lapisan penuh di atasmu!"

Lin Bao melompat tinggi ke udara, mengerahkan seluruh kekuatan dari tiga meridian terbukanya ke ujung tombak besinya. Bayangan tombak raksasa berwarna kuning tanah menghujam turun bagaikan meteor yang hendak meruntuhkan jembatan batu!

"Tombak Penghancur Bukit!"

Menghadapi serangan mematikan dari kultivator Lapis Tiga itu, mata Lin Xuan justru memancarkan ketenangan mutlak. Di dalam meridiannya, tiga tetes Embun Es Yin dan sari Api Bumi berpadu di dalam Tungku Abu Takdir, mengalir ke bilah Pedang Abu Hitam di tangan kanannya.

"Lapis Tiga yang dibangun dari pil rongsokan penuh racun... berani dibandingkan dengan fondasi Abu milikku?"

Lin Xuan melangkah maju satu tindak—hingga ubin batu jembatan di bawah kakinya retak menyebar—lalu mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas dalam satu tebasan vertikal yang membelah kabut malam!

"Jurus Ketiga Pedang Abu: Hujan Abu Pemutus Takdir!"

CRAAANGGG!

Kilatan pedang berwarna abu-abu kehitaman beradu telak dengan ujung tombak besi Lin Bao!

Tidak ada pertarungan seimbang seperti yang dibayangkan Lin Bao. Begitu Qi Abu menyentuh tombak besinya, senjata roh tingkat satu itu langsung retak dan hancur berkeping-keping menjadi besi rongsokan! Gelombang tebasan pedang Lin Xuan terus melesat tanpa terbendung, membelah bahu hingga dada Lin Bao dalam satu garis miring yang mengerikan!

"Uhuk—!"

Lin Bao memuntahkan darah segar bercampur serpihan organ dalam. Tubuh tuanya jatuh menghantam pagar jembatan sebelum berguling tak bernyawa di atas batu yang basah oleh darah!

Satu tebasan! Seorang Tetua Klan Utama di Alam Pembukaan Meridian Lapis Tiga tewas seketika hanya dalam satu tebasan!

Sisa penjaga yang masih hidup langsung menjatuhkan senjata mereka dan lari tunggang-langgang dalam kepanikan luar biasa. Sementara di ujung jembatan, kedua kaki Lin Tianhao gemetar begitu hebat hingga celananya basah oleh keringat dingin.

Tanpa berpikir dua kali, Lin Tianhao langsung menghancurkan Jimat Pelarian Angin tingkat tinggi pemberian kakeknya—benda penyelamat nyawa yang harganya setara seribu batu roh!

Wussshhh!

Angin puyuh hijau membungkus tubuh Lin Tianhao dan membawanya terbang melesat ratusan tombak kembali ke arah gerbang Kota Awan Merah, tepat sebelum tebasan pedang jarak jauh Lin Xuan menggores punggungnya hingga menyisakan luka berdarah yang cukup dalam.

"Sayang sekali dia punya jimat pelarian tingkat dua," gumam Tetua Gu dari dalam pedang.

Lin Xuan menyarungkan Pedang Abu Hitamnya dengan tenang, menatap jejak darah Lin Tianhao yang tercecer menuju arah kediaman Klan Lin.

"Tidak masalah," ucap Lin Xuan dingin di tengah hembusan angin sungai. "Biarkan dia lari kembali ke pelukan kakeknya malam ini. Besok adalah hari Upacara Leluhur dan kedatangan Utusan Sekte Awan Biru... aku ingin menghancurkan kebanggaan mereka berdua tepat di hadapan seluruh penduduk Kota Awan Merah!"

1
Ozzy aljokery
mantappp ..,lanjutkan
Ozzy aljokery
korban pertama dari pedang Abu Hitam
Ozzy aljokery
semoga tidak Hiatus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!