NovelToon NovelToon
Salah Balas Dendam

Salah Balas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Dea, alias Althea Twina Darmawan, tumbuh sebagai anak angkat yang kehilangan kasih sayang setelah ibu angkatnya melahirkan anak kandung. Terbiasa disalahkan, ia memilih mengabdikan hidupnya sebagai dokter.

Namun, hidupnya berubah ketika Linjaryani, calon istri Elden Zarreti, seorang tuan tanah kaya raya yang dingin dan berkuasa, meninggal secara misterius. Dea dijadikan kambing hitam, sementara Elden, dibutakan dendam, menghukumnya tanpa mencari kebenaran.

Pernikahan paksa dan perlakuan kejam Elden meninggalkan luka mendalam dalam diri Dea. Ketika bukti baru mengungkap pengkhianatan di balik kematian Linjaryani, Elden menyadari kesalahannya.

Mampukah ia menebus kehancuran yang diciptakannya, atau kebencian Dea telah menutup pintu maaf selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5. Luka yang Tak Terlihat

Tepat ketika ia kehilangan pegangan pada harapan, suara langkah cepat memecah keheningan.

“Dea!”

Sebuah tangan menariknya menjauh dari pembatas.

Dea terhuyung dan jatuh ke dalam pelukan seorang pria.

“Dea, lihat aku! Kamu dengar suaraku?”

Ia mengenali suara itu.

“Kak Adityo....” Nama itu keluar begitu lirih hingga hampir tertelan angin.

Adityo memeluknya dengan napas memburu. Wajahnya pucat ketika menyadari keadaan perempuan yang baru saja mengucapkan 'putus' padanya, kemarin.

“Apa yang kamu lakukan di sini? Ya Tuhan, Dea, apa yang terjadi padamu?”

Untuk sesaat, Dea hanya menatapnya.

Lalu tangisnya pecah.

Ia menangis karena telah menahan seluruh rasa sakitnya sendirian selama bertahun-tahun. Bahunya berguncang, napasnya tersengal, dan jemarinya mencengkeram pakaian Adityo.

Dulu, pelukan pria itu adalah tempat yang membuatnya merasa aman.

Dulu, ia pernah berharap bisa kembali ke pelukan itu setiap kali dunia terasa terlalu berat.

Namun, malam ini berbeda.

Tubuh Dea mendadak menegang.

Aroma tubuh seorang pria. Sentuhan tangan di bahunya. Dada yang bersentuhan dengan tubuhnya.

Seketika, ingatannya kembali ke kamar hotel. Suara Elden. Cengkeraman tangannya. Ancaman dan penghinaan yang masih terlalu lekat terulang di telinganya.

Dea merasa seolah kembali pada kejadian itu. “Jangan sentuh aku!”

Ia menjerit dan mendorong dada Adityo dengan kedua tangan. “Jangan! Jangan sentuh aku!”

Adityo langsung melepaskan pelukannya. “Dea? Aku Adityo. Lihat aku, Dea. Aku tidak akan menyakitimu.”

Namun, Dea tak mampu memahami kata-katanya.

Tubuhnya bergetar hebat. Napasnya memburu, matanya membelalak, tubuhnya dilipat, kedua tangannya bergerak memeluk lututnya sendiri.

“Jangan... aku mohon.... Aku tidak mau....”

“Baik. Aku tidak akan menyentuhmu.” Adityo mengangkat kedua tangannya, menunjukkan bahwa ia akan menjaga jarak.

“Aku di sini, Dea. Kamu sudah aman. Aku tidak akan mendekat.”

Ia berjongkok beberapa langkah darinya, menahan keinginan untuk tidak memeluk perempuan itu kembali.

“Coba ikuti aku! Kamu harus bisa mengendalikan dirimu."

Adityo memberi aba-aba yang seharusnya tak perlu diajarkan lagi terhadap seorang yang sedang menempuh pendidikan profesional kedokteran ini. Namun, melihat kondisi Dea yang begitu sulit, nalurinya yang bergerak untuk menuntun perempuan itu.

"Tarik napas perlahan. Tidak apa-apa....”

Dea berusaha mengikuti suaranya, tetapi napasnya semakin tak beraturan. Wajahnya kehilangan warna, dan tubuhnya perlahan kehilangan kekuatan.

“Dea?”

Adityo bergerak sedikit ketika tubuh perempuan itu mulai limbung, tetapi ia menahan diri agar tidak meraih Dea secara tiba-tiba.

“Dea, aku di sini!”

Namun, tubuh Dea mulai menyerah. Ia jatuh kehilangan kesadaran.

Adityo segera meminta bantuan petugas hotel. Dengan bantuan mereka, Dea dibawa turun dan mendapatkan pertolongan medis.

.

.

Beberapa waktu kemudian, di sebuah klinik terdekat, Adityo duduk di kursi lorong dengan kedua tangan bertaut erat.

Kemejanya kusut. Wajahnya pucat. Sejak membawa Dea ke klinik, ia belum berhenti memikirkan perempuan yang ditemukannya di rooftop itu.

Ia mengenal Dea sebagai seseorang yang selalu berusaha terlihat kuat.

Bahkan ketika lelah, Dea masih bisa tersenyum. Tak hanya itu, di saat ia merasa sedih, Dea lebih memilih diam memendam semuanya sendiri dibanding menceritakan semua masalahnya.

Namun, perempuan yang tadi ditemukannya bukanlah Dea yang ia kenal. Pintu ruang pemeriksaan akhirnya terbuka. Seorang dokter keluar sambil membawa catatan pemeriksaan.

“Bagaimana keadaannya?” Adityo langsung berdiri.

“Kondisinya sudah lebih stabil, tetapi ia mengalami tekanan psikologis yang berat. Reaksi panik yang muncul tadi bisa berkaitan dengan pengalaman traumatis yang mungkin baru saja ia alami.”

Adityo menelan ludah. “Apakah dia akan baik-baik saja?”

“Kami belum bisa memastikan semuanya dari satu pemeriksaan. Ia akan membutuhkan pendampingan, pemeriksaan lanjutan, dan lingkungan yang aman. Jika memang mengalami trauma akibat kekerasan, pemulihannya mungkin membutuhkan waktu yang cukup panjang.”

Adityo menarik napas. "Meskipun dia seorang yang sedang menempuh pendidikan dokter sekalipun, Dok?"

Sang dokter tersentak dan memutar kepala ke arah Dea. Ia teringat penampilan Dea yang cukup berantakan. Lalu membuka kaca mata dan menundukkan kepala. Lalu mengangguk berat.

"Meskipun dia seorang dokter sekalipun," jawabnya. Dokter itu mengangkat kepala dan mencoba memikirkan pertanyaan dengan hati-hati.

“Apakah Anda tahu sesuatu yang mungkin baru saja dialaminya?”

Adityo terdiam. Bayangan Dea yang menjerit ketika disentuh kembali memenuhi pikirannya.

"Jangan sentuh aku."

Kalimat itu terus terngiang.

Ia menunduk, mengepalkan tangan, berusaha menahan amarah yang mulai tumbuh di dadanya.

“Aku tidak tahu bagaimana ceritanya, Dok,” jawabnya akhirnya. “Tapi aku akan memastikan, setelah ini dia tidak akan menghadapi masalah ini sendirian.”

Dokter mengangguk sebelum kembali ke ruang pemeriksaan.

Adityo berdiri seorang diri di lorong yang sunyi. Ia belum tahu siapa yang telah menyakiti Dea. Ia belum tahu apa yang terjadi di hotel itu.

Namun, satu hal mulai ia pahami: perempuan yang pernah dikenalnya itu sedang menanggung sesuatu yang terlalu berat untuk dipikulnya sendirian.

Dan semenjak malam itu, Adityo sadar setelah ini perjalanan Dea untuk kembali menemukan dirinya sendiri tidak akan mudah.

Sebab Dea memiliki luka yang tidak terlihat dari luar. Ada ketakutan yang tak bisa dihilangkan hanya dengan kata-kata.

Dan ia tak menyadari sebuah nama yang telah meninggalkan kehancuran besar pada perempuan yang meminta hubungan mereka berakhir secara tiba-tiba.

*bersambung*

1
mimief
Thor...jangan kejam kejam Ama Dea. kasiaaan🥹🥹🥹
mimief
thooor aku datang...wah sumpah nyesek nya Ampe nembus layar ini 🥹🥹
Aku Rajin Membaca
mereka udah tertangkap🤭🤭🤭
Dini Anggraini
Alhamdulillah kak ini yang saya maksud alvara dan Althea jadi pembaca bisa bedakan mana yang sedang di bicarakan sekarang. 👍🥰
SoVay: owalah, aq pikir knp ya? klo alvara, ttp menganggap dea itu althea. tp mungkin kdang lupa gara2 kbiasaan jd ttp trtulis dea 🙈
total 1 replies
Mia Camelia
lanjut thor😁
MomyWa
udah aku kasih thor ttp smngay
Safira Aurora
ellea ttp lah membuat elden pusing 😂
Aku Rajin Membaca: karena kepusingan elden adalah hiburan buat kita 🤭
total 1 replies
Safira Aurora
oke, nanti aku tontonin
Safira Aurora
dipikir2 dulu yah
MomyWa
pusing kan elden, mau bersama dia aja terasa sulit
Aku Rajin Membaca
walah, syukurlaaah
Aku Rajin Membaca
hmmmm gimana ni aksi anak buah alvara
Sri Widiyarti
dah dkasih vote semangat up-nya...
Aku Rajin Membaca
nah loh, gak bisa mereka
Dini Anggraini
Kakak tolong jangan buat pembaca bingung dea bilang dea bila alvara bilang alvara jadi bisa di bedakan kenapa dea gak langsung di ajak alvara kembali ke rumahnya ya takutnya Stella nanti operasi plastik wajahnya semirip mungkin dea dan ngaku2 anak orang kaya kembaran alvara q gak suka kak kasihan dari kecil dea sudah menderita sejak ortu angkatnya punya anak kandung dea di telantarkan. 😡
SoVay: maksudnya kak? 🤣
total 1 replies
Esther
Ayo Elden selamatkan Dea.
Ingat Dea sedang mengandung anakmu
mery harwati
Alvara tidak menyediakan bodyguard bayangan bwt saudara kembarnya kah?
Aneh klo tidak dipantau & dilindungi bodyguard bayangan keluarga, ceroboh !!
Aku Rajin Membaca: harusnya biarin authornya dulu, kan suka2 author mau nulis
total 1 replies
Esther
Ternyata Stella keponakan Josep.
Dan Josep berusaha melindungi Stella.
Yang pasti...kali ini Dea tidak akan tinggal diam.
Esther
lho lho....mencurigakan nih direktur Josep.
Jangan2 ada main dia dengan Stella
MomyWa
kalau bagian ini kangen sama naga dan bonar eta teh 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!