NovelToon NovelToon
Asrama Hati

Asrama Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: indah Mayaddah f

Sinopsis

Zain Arvendra Atmaja, seorang remaja yang seakan tak pernah lelah terlibat masalah di sekolahnya. Setelah berbagai kejadian yang menumpuk, ayahnya akhirnya mengambil keputusan Zain harus pindah ke sebuah SMA berbasis asrama yang dikenal mampu membimbing anak-anak yang sedang kehilangan arah.

Awalnya Zain menolak keras. Namun seiring berjalannya waktu, ia perlahan mulai menerima kenyataan itu. Di asrama inilah ia bertemu dengan Vanya, seorang gadis ceroboh yang dengan polosnya kerap menyeret Zain ke dalam berbagai situasi baru yang tak terduga.

Cerita terasa semakin rumit ketika Keira Cattleya Wiratama, kekasihnya yang selama ini jauh dari sana, tiba-tiba memutuskan untuk pindah ke asrama yang sama pula.

Tiga orang, satu atap, dan hati-hati yang mulai saling bersilang. Bagaimana kelanjutan cerita mereka ? Baca selengkapnya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 RAHASIA DI BALIK SENYUM

Hari-hari berlalu dengan ritme yang perlahan berubah, Keira semakin terbiasa dengan kehidupan di asrama dan bagi banyak orang, kehadirannya terasa seperti pelengkap yang sempurna. Karena sikapnya yang tenang, sopan, dan selalu tahu apa yang harus dikatakan. Namun Zain mulai menyadari sesuatu yang membuat hatinya terasa berdebar campur aduk, Keira seakan selalu tahu di mana ia berada. Saat ia selesai berolahraga, Keira sudah menunggu dengan handuk dan air minum. Saat ia sedang belajar di perpustakaan, Keira tiba-tiba muncul dengan senyum lembut yang tak pernah berubah.

"Aku hanya kebetulan lewat" Ucap Keyra selalu begitu, meski kebetulan itu terjadi setiap hari, pada jam yang hampir sama persis.

Suatu sore, Zain berjalan menuju perpustakaan untuk mengambil buku yang dipinjam Dimas. Saat ia berjalan melewati koridor yang agak sepi, ia mendengar suara percakapan dari balik dinding ruang tata usaha yang pintunya sedikit terbuka. Langkahnya terhenti seketika saat mendengar namanya disebut.

"Ya, aku tahu jadwalnya. Dia biasanya ke perpustakaan pukul empat sore" Suara itu terdengar sangat jelas dan itu suara Keira.

"Iya, aku sudah catat. Dia selalu duduk di meja nomor tujuh, temannya yang bernama Vanya biasanya datang sepuluh menit kemudian. Aku tahu bu, aku hanya memastikan semuanya berjalan lancar. Terima kasih sudah membantu memberi tahu jadwal hariannya"

Zain menahan napas, jantungnya berdetak kencang bukan karena senang, melainkan karena ada rasa tidak nyaman yang menjalar perlahan di dadanya. Keira meminta informasi jadwal hariannya kepada petugas asrama ? Untuk apa ? Bukankah itu hal yang terlalu berlebihan ?

Belum sempat ia berpikir lebih jauh, pintu itu terbuka. Keira terkejut melihat Zain berdiri di sana dengan wajah yang pucat.

"Zain ? Kamu... sejak kapan ada di sini ?" Suaranya sedikit bergetar, meski ia berusaha tetap terlihat tenang.

"Sedari tadi" Jawab Zain singkat.

"Kenapa kamu mencatat jadwalku, Leya ? Bukankah itu hal yang sedikit berlebihan ?" Tanya Zain

Wajah Keira berubah sejenak lalu ia tersenyum lembut, senyum yang biasanya menenangkan Zain tapi kali ini justru terasa asing.

"Aku hanya ingin memastikan kita bisa bertemu lebih sering, Zain. Kita kan jarang punya waktu berdua, aku tidak mau kita makin jauh. Aku lakukan ini karena aku sayang padamu, bukan karena hal yang buruk" Jawab Keyra

Zain menghela napas panjang, menatapnya lekat-lekat.

"Sayang itu bukan berarti harus tahu setiap langkahku, Leya. Itu terasa seperti aku tidak punya ruang untuk diriku sendiri" Ujar Zain

Keira menunduk, air mata tiba-tiba menetes di pipinya.

"Maaf... aku hanya takut kehilanganmu. Setelah semua yang terjadi di masa lalu, aku takut kamu akan pergi dariku. Tolong jangan marah ya ?" Balas Keira

Melihat air matanya, kemarahan di hati Zain perlahan mereda digantikan oleh rasa bingung yang dalam. Ia tidak tega melihatnya bersedih, namun kata-katanya tadi tetap terasa berat di hatinya.

"Aku tidak marah, aku hanya butuh waktu untuk memahaminya. Jangan lakukan itu lagi ya, Keira" Ucap Zain pelan, lalu berjalan pergi meninggalkan Keira yang masih berdiri di sana sendirian.

Zain berjalan tanpa tujuan yang jelas, kakinya membawanya ke taman belakang sekolah yang sepi. Ia duduk di bangku kayu sambil memijat pelipisnya yang terasa pening. Pikiran-pikirannya berkecamuk, di satu sisi, Keira tulus menyayanginya ia yakin akan hal itu. Tapi caranya menunjukkan rasa sayang itu mulai terasa seperti tembok yang perlahan mengurungnya.

Belum lama ia duduk, suara langkah kaki yang ringan terdengar mendekat. Zain tidak perlu menoleh untuk tahu siapa itu, langkah kaki yang selalu terdengar sedikit terburu-buru namun tetap hangat itu hanya milik satu orang.

Vanya berhenti tidak jauh darinya, memegang dua bungkus roti hangat di tangannya.

"Aku lihat kamu belum makan sore, kebetulan ada yang jual roti baru di depan asrama jadi aku beli dua. Kalau kamu mau, ini buat kamu. Kalau tidak mau juga tidak apa-apa, aku tidak memaksa kok" Ucap Vanya sambil menyulurkan roti

Zain tersenyum tipis, rasa lelahnya seakan sedikit berkurang.

"Kamu selalu datang di waktu yang tepat ya, Vanya" Ujar Zain

Vanya duduk di ujung bangku, menjaga jarak yang nyaman.

"Aku tidak tanya ada apa-apa, tapi kalau kamu mau cerita, aku dengar. Kalau tidak mau cerita, kita bisa diam saja sambil makan roti ini. Pilihannya ada di kamu" Kata Vanya

Mereka makan dalam keheningan yang menenangkan, tidak ada pertanyaan yang menekan, tidak ada permintaan penjelasan. Hanya angin sore yang berhembus lembut dan aroma tanah basah setelah hujan ringan, saat Zain menoleh ke arah Vanya, gadis itu sedang menatap langit sambil mengunyah rotinya perlahan.

"Vanya" Panggil Zain pelan.

"Hmm ?" Vanya menoleh, mulutnya masih penuh roti.

"Kalau seseorang terlalu ingin tahu tentangmu, bahkan mencatat setiap gerak-gerikmu. Apa kamu akan merasa senang atau justru takut ?" Tanya Zain hati-hati.

Vanya menelan rotinya, berpikir sejenak.

"Kalau dia melakukannya karena dia tidak percaya padaku, aku akan takut. Tapi kalau dia melakukannya karena dia tidak percaya pada dirinya sendiri, aku akan merasa kasihan. Dia pasti merasa kesepian sekali sampai harus memegang erat-erat sesuatu yang sebenarnya sudah ada di tangannya" Jawab Vanya

Jawaban sederhana itu menembus langsung ke hati Zain, ia menatap Vanya lekat-lekat dan untuk pertama kalinya Zain menyadari sesuatu yang mungkin selama ini ia abaikan. Vanya tidak pernah menuntut apa pun darinya, dia ada di sana saat dibutuhkan dan mundur perlahan saat Zain butuh ruang sendiri.

"Terima kasih, Vanya. Kamu sering kali melihat hal yang sederhana tapi aku lupa melihatnya" Ucap Zain tulus.

Vanya tersenyum lebar, matanya berbinar.

"Sama-sama, sekarang mukamu sudah tidak terlihat mendung tadi. Ayo kita kembali, nanti ibu asrama marah kalau kita pulang terlambat" Jawab Vanya

Saat mereka berjalan berdampingan kembali ke arah gedung asrama, di kejauhan ada sosok yang berdiri di balik tiang koridor. Keira menatap mereka berdua berjalan tertawa bersama, dan senyum di wajahnya perlahan lenyap, digantikan oleh bayangan gelap yang tak seorang pun tahu apa yang sedang ia pikirkan saat itu.

1
Miu.Nuha
betul. keputusan apapun yg kamu ambil akan mempengaruhi hidupmu nanti.
😏 jdi jalanin seadanya aja, gk usah milih
hehe pis ya mas Zain...
Luneya
dua figura hadir dalam masa yang sama..yang mana satu Zain akan memilih..tapi Aku sama Vanya..🌹
Hamzah [Hiatus]
waduh.. akankah balikan sama mantan. gak mungkinlah gak mungkin😁
Hamzah [Hiatus]
loh kenapa ditutup🤔
Myz Pena
keira.. kamu harus sadar dan tahundiri sepertinya zain nggak nyaman dekat dengan mu sekaligus segala perhatian mu padanya.. jadi stop
Myz Pena
jadi bagaiaman zain ,, apa kaira sikapnya itu membuatmu sangat tidak nyaman kah ?
aefpe fp
ah kalau gini ceritanya jadi bestie sahabat aja ndak si...kayaknya lebih seru daripada pacaran pacaran🤣
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ya Allah akhirnya Zain bisa dapetin kawan yang pas sejauh ini... Ya Semoga semakin berubah juga Zain... 💪💪💪
Maya 摩耶
kenapa tidak keduanya saja? 👀 ahik ahik ahik kwkwkw
Siti Aisyah
Gimana nih membuat hati zain jadi bimbang antara memilih vanya atau keira😆
Maya 摩耶
naah she is just wanna impress you 🤭
Pencari Cerita
pikirin matang matang zain sebelum memilih ya
ginevra
pantas saja Zain merasa nyaman di dekat vanya. karna vanya tidak pernah memaksa dan menekan Zain.
aefpe fp
bakal banyak drama kehidupan yang akan menantimu bersiaplah dan itu tidak akan sesederhana yang kau kira💪
Hamzah [Hiatus]
kamu menemukan seseorang yang berharga di masa depan nanti Zain, jangan lupakan itu 🗿
Myz Pena
ia memang banyak suka dan dukanya.. intinya kamu akan belajar banyak hal lagi.. jadi kuatlah
Luneya
Mereka benar-benar sama geng. Mereka saling membantu. bagus sekali jika ada teman satu komplotan.☺️
Myz Pena
berarti zain sekarang kamu dah nyaman ya di asrma berkat vanya hari hari mu lebih ceria dan bwrwarna 😂👍
Maya 摩耶
emang matanya kenapa? ada saringgannya kah? 🤭
Maya 摩耶
mo balikan kah kamu? 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!