NovelToon NovelToon
Sistem Misi Polisi

Sistem Misi Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Time Travel
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Nathan, seorang polisi yang gagal menjalankan tugasnya, menemui akhir yang tragis. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dengan mengirimnya kembali ke masa ketika ia baru memulai karier sebagai polisi.

Kali ini, Nathan bertekad mengubah nasibnya. Dengan bantuan sebuah sistem misterius yang memberinya hadiah setiap kali berhasil menangkap penjahat, ia akan memburu para kriminal satu per satu dan memperbaiki semua penyesalan di kehidupan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Kesempatan kembali?

​Seorang pria usia 40 tahun berdiri di depan sebuah penjara. Hari ini dia keluar dari sana.

​Dulu dia adalah seorang polisi, namun ditangkap karena mengeksekusi seorang penjahat yang membunuh keluarga di panti asuhan tempatnya dibesarkan.

​Dia menghela napas. Matanya menunjukkan kelelahan yang dalam. "Entah ke mana aku harus kembali. Aku tidak memiliki tempat untuk pulang."

​Perlahan, dia melangkahkan kaki dari sana. Pergi tanpa tahu tujuan. Kota Bintang sekarang sudah banyak berubah.

​Teknologi semakin canggih dan Nathan tertinggal banyak hal karena dipenjara. Bahkan saat ia ingin mulai hidup baru, diskriminasi terjadi padanya. Tentu saja, itulah realita hidup.

​Dia sudah menyewa sebuah rumah sederhana di distrik kumuh, tempat yang biasa terjadi kejahatan.

​Nathan sekarang bekerja sebagai kasir supermarket. Saat dia sedang berjaga, dia mendengar sebuah teriakan.

​"Kebakaran! Kebakaran!"

​Matanya terbuka lebar, lalu dengan cepat berlari keluar. "Apa?! Kebakaran!" Benar saja, saat dia berlari menuju sumber suara, sudah ada beberapa orang yang berkumpul.

​"Katanya masih ada anak kecil di dalam sana, bagaimana ini?"

​"Semoga pemadam kebakarannya cepat sampai," bisik mereka.

​Nathan menatap kobaran api tersebut. Dia teringat saat kecil orang tuanya meninggal karena kebakaran hingga ia berakhir di panti asuhan.

​Ada rasa takut, tapi di sisi lain ada rasa iba. Dengan berani, Nathan berlari masuk ke dalam.

​Dia membuka pakaiannya lalu membasahinya dengan air. Setidaknya dengan itu dia bisa bertahan lebih lama.

​Orang-orang berteriak.

​"Eh? Mau ngapain kamu?!"

​"Itu berbahaya!"

​Nathan mendobrak pintunya, lalu berlari masuk berusaha menghindari api.

​Rasanya benar-benar panas. Pandangannya menyapu segala arah.

​Dia mencari cukup lama. Saat sampai di sebuah kamar, dia melihat seorang ibu dan anak yang pingsan.

​Nathan dengan cepat merobek kain basahnya dan memberikan kepada mereka berdua, lalu memanggul mereka.

​Beberapa kayu mulai berjatuhan. Saat sudah dekat dengan pintu keluar, Nathan melihat tiang atas akan roboh.

​Jika tidak cepat, mereka bisa terjebak. Dengan sekuat tenaga, dia melemparkan mereka berdua ke luar. Saat mereka berhasil selamat, tiang tadi runtuh dan menindih Nathan.

​Orang-orang di luar terkejut dan berlari mendekat.

​"Ke mana orang tadi?!"

​"Istri dan anakku!"

​Nathan merasa sakit, tapi entah kenapa dia merasa tenang. Matanya tertutup dan ia meninggal dalam rasa lega.

​[Sistem diaktifkan!]

​[Hiduplah dengan lebih baik, tolong orang lain, dan semoga beruntung.]

​Suara asing menggema di kepalanya. Nathan heran. Perlahan dia membuka mata dan mendengar suara samar.

​Dia merasa aneh. "Di mana... aku? Bukannya aku tadi tertimpa ya?"

​Di sekitar terdengar suara berisik. "Senior, silakan makan daging ini. Katanya ini enak sekali lho."

​"Ah, benarkah? Kalau begitu aku coba."

​Suara-suara yang tidak asing ini... Nathan seperti pernah mengalaminya.

​Seseorang menepuk tubuhnya. "Nathan, kenapa kamu malah tidur?"

​"Hah? Niko...?" gumam Nathan bingung. Orang dengan wajah biasa saja dan mata sipit ini adalah Niko, temannya di kepolisian.

​Tapi kenapa dia bisa berada di sini? Ini kenyataan atau mimpi?

​"Apa ini ingatan orang yang akan mati?" pikirnya.

​Di depannya, sudah ada anggota kepolisian lainnya yang sedang berkumpul makan-makan.

​Kalau tidak salah ingat, acara ini untuk merayakan kenaikan pangkat seorang polisi tampan bernama Gavin menjadi komandan tim. Dia berhasil menangani kasus pembunuhan.

​"Makan saja sepuasnya, hari ini aku yang traktir," ucap Gavin.

​"Wah, Senior baik sekali."

​"Terima kasih, Senior."

​Gavin tampak senang menerima pujian itu. Nathan tidak terlalu peduli. Orang ini dulu pernah satu tim dengannya, dan dia terlalu egois serta haus validasi.

​Karena orang ini juga Niko mati. Nathan berdiri. Niko terkejut. "H-hei, kamu mau ke mana? Tidak sopan sama mere—"

​"Makan saja. Ini juga hanya ingatan sebelum aku mati. Ternyata mati tidak seburuk itu."

​Gavin dan belasan polisi di sana menatapnya heran.

​"Siapa dia? Arogan sekali."

​"Dia polisi junior baru kalau tidak salah."

​"Wajahnya lumayan, tapi sikapnya tidak sopan sekali."

​Gavin membelalak, lalu tertawa canggung. "Ah, hei. Namamu Nathan, kan? Ayolah, kenapa kamu mau pergi? Acaranya baru saja akan dimulai."

​Nathan menepis tangannya. "Jangan ganggu aku!"

​Gavin melotot. Baru kali ini dia diperlakukan seperti ini. Dia cukup kesal, tapi di hadapan yang lain dia menahannya.

​Niko menggeleng. "Ada apa dengannya hari ini?"

​"Cih, benar-benar tidak memiliki sopan santun. Apa dia tidak punya orang tua?"

​"Aku dengar dia yatim piatu dan tinggal di panti asuhan."

​"Pantas saja sikapnya seperti itu. Tidak punya kasih sayang."

​Nathan tidak peduli, dia sudah merasakan pahit manisnya hidup.

​Saat dia keluar dari restoran tersebut, dia menghirup udara luar. "Ini terlalu nyata untuk disebut sebagai ingatan sebelum mati."

​"Pencuri! Tolong, ada pencuri!"

​Seorang pria berlari panik ke arahnya. Saat menyenggol bahunya, Nathan merasa sakit. Dia menjadi ragu jika ini cuma ingatan.

​Di kejauhan, seorang wanita paruh baya berusaha mengejar. "Tolong tangkap dia!"

​Nathan berbalik dan berlari mengejar pencuri tersebut.

​Si pencuri melotot. "Sial! Aku tidak sadar dia polisi."

​Nathan dengan cepat menangkap pencuri tersebut. "Kena juga kamu!"

​Pencuri tersebut tidak bisa bergerak. "T-tolong lepaskan saya, Pak. Saya terpaksa, saya dan anak saya belum makan."

​"Itu tidak bisa dijadikan alasan. Anda harus ikut saya ke kantor polisi untuk memberikan keterangan lebih detail."

​Tidak lama kemudian, wanita paruh baya tadi sampai dengan napas memburu. "T-terima kasih sudah menangkap orang ini."

​Dia mengambil paksa tasnya. "Dasar pencuri bodoh! Kamu pikir saya orang kaya?! Sama-sama susah malah menyusahkan!"

​Dia memukul-mukul pencuri itu dengan tasnya. Pencuri tersebut berteriak. "Aduh, aduh! Berhenti, maafkan saya."

​"Sudah, Bu. Saya yang akan urus. Ibu bisa ikut saya ke kantor."

​Wanita tersebut mengangguk. Mereka pun berjalan bersama. Sesampainya di kantor polisi distrik 1, Nathan menyerahkan pencuri tersebut.

​Karena kasusnya tidak terlalu parah, pencuri itu hanya diberi hukuman satu bulan penjara.

​"Entah bohong atau tidak? Setelah kubaca, rumahnya berada di distrik 1 juga."

​Nathan berjalan, ia ingin membantu kondisi orang tadi. "Anaknya umur berapa ya?"

​Saat sampai di sebuah rumah kumuh dan jelek, Nathan berdiri mematung. "Apa yang ini?"

​Dia mengetuk pintunya. "Permisi..."

​"Sebentar...!"

​Tidak lama kemudian pintu terbuka. Seorang gadis muda kisaran usia 18 tahun muncul. Dia tampak kurus dan tidak terawat. "Ada apa ya?"

​"Saya dari kepolisian. Ayah Anda ditangkap."

​"A-apa?!"

1
Kaisar surgawi
sorry ini gw skip , karna apa ? sistemnya cuman memberikan uang, tidak kemampuan
Maul: gapapa kak. terima kasih sudah baca /Pray/
total 1 replies
Dragonovic
up👍👍👍
Dragonovic
up👍
Jonatan Revan
novel yang sangat baguss
Maul: terima kasih banyak atas ulasannya. yuhuh🍜/Determined/
total 1 replies
Jonatan Revan
saran yah thor bab nya bisa di kasih panjang lagi gak terlalu pendek
Maul: di usahakan ya hehe/Smile/
total 1 replies
Maul
🍝
Maul
🍜
Maul
/Coffee//Rice/
Maul
/Coffee/
Maul
🍜/Coffee/
Maul
🍝🥘
Maul
🍔🍹
Maul
/Rice/🍜
Maul
/Coffee//Watermalon/
Maul
/Cake/
Maul
/Rice/
Maul
/Coffee/
Maul
𝙃𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙛𝙞𝙠𝙨𝙞 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙠𝙖. 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙨𝙪𝙠𝙖
Maul
...
Maul
𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!