NovelToon NovelToon
Veterinary Love

Veterinary Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:542
Nilai: 5
Nama Author: Inayusrina

Farra dan Barra adalah murid kelas 3 SMK Kesehatan Hewan dari dua keluarga penguasa industri kesehatan hewan Indonesia—keluarga Barra pemilik Saputra Pet Hospitals (rumah sakit hewan terbesar), sedangkan keluarga Farra pemilik Aurelie Vet Medicine (produsen obat hewan terbesar).

​Dua bulan sebelum Ujian Nasional, hidup mereka berubah total saat dipaksa menikah demi memenuhi janji masa lalu Opa dan Oma mereka. Enggan memicu skandal dan demi fokus lulus UN, keduanya sepakat menikah diam-diam dengan dua aturan ketat: menjadi suami-istri di rumah, tetapi berpura-pura asing saat di sekolah.

​Tinggal serumah sambil menyembunyikan status pernikahan dari teman-teman sekolah ternyata memicu berbagai canggung, kecemburuan, dan drama praktik lapangan. Di tengah tekanan Ujian Nasional dan ego masing-masing, persaingan dingin di antara mereka perlahan berganti menjadi benih cinta yang tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inayusrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Hari syukuran atas kesembuhan Barra sekaligus acara gender reveal berlangsung meriah di ballroom hotel megah milik Saputra Corp. Ruangan dipenuhi oleh dekoraasi nuansa pastel yang hangat, dihadiri oleh keluarga besar serta sahabat-sahabat terdekat mereka.

​Acara dibuka dengan sambutan emosional dari Farra dan Barra. Barra, dengan ketegasan yang berbalut rasa haru, menyampaikan rasa terima kasihnya atas doa dan keajaiban yang membawanya pulih total dari koma. Sementara Farra yang menggandeng erat lengan suaminya tak mampu menahan air mata bahagia saat menceritakan perjuangan mereka melewati masa-masa kelam.

Momen puncak yang dinanti-nanti pun tiba. Barra dan Farra berdiri bergandengan tangan di tengah panggung utama, siap memicu tombol kejutan yang terhubung dengan instalasi pico pyrotechnics di belakang panggung.

Sebelum tombol pemicu warna ditekan, Ben dan Gabriella mengambil alih panggung menggunakan mikrofoni untuk membuka sesi tebak-tebakan jenis kelamin si kembar.

​"Oke, perhatian semuanya!" seru Gabriella bersemangat, memancing perhatian para tamu. "Sebelum kita lihat warna apa yang keluar, kita mau dengar dulu tebakan dari keluarga dan teman-teman terdekat. Siapa yang tebakannya paling tepat hari ini!"

​Ben melangkah mendekati deretan kursi keluarga besar. "Pertama, kita minta pendapat dari Papi Fendi dulu. Papi, tebakannya apa nih buat calon cucu kembar?"

​Fendi Aurelie mendaratkan senyum bangga sambil menatap perut buncit Farra di panggung. "Papi yakin dua-duanya laki-laki! Biar nanti bisa jagain Mamanya dan jadi jagoan seperti Papanya."

​"Wah, Papi Fendi mantap pilih tim cowok!" timpal Ben. "Kalau Om Byan gimana?"

​Byan Saputra terkekeh pelan dari samping istrinya. "Saya sependapat sama Fendi. Firasat saya kuat bilang kembar laki-laki. Penerus keluarga Saputra harus tangguh."

​Gabriella beralih menghampiri meja para sahabat dengan mata berbinar. "Nah, sekarang giliran sahabat-sahabat seperjuangan! Mel, menurut kamu gimana?"

​Amelia yang sengaja datang jauh-jauh dari Jogja melambaikan tangannya. "Kalau aku tim sepasang! Satu cewek, satu cowok! Biar adil, Farra punya teman dandan dan Barra punya teman main bola!"

​"Setuju banget sama Amelia!" sahut Farraz antusias dari sampingnya. "Kembar sepasang itu paling pas, lengkap banget kebahagiaannya."

​Gabriella tertawa lalu menunjuk dirinya sendiri dan Ben. "Kalau aku sama Ben tetap bertahan di tim cewek ganda! Pokoknya harus dua-duanya cewek biar bisa bikin Barra makin pusing dan makin protektif!"

​Gelak tawa kompak menggema di seluruh ballroom mendengar ucapan Gabriella. Barra yang berdiri di panggung hanya menyunggingkan senyum tipis sambil menggelengkan kepala, sementara Farra tertawa renyah sembari merangkul lengan suaminya.

​"Oke, karena tebakan sudah terkumpul, langsung saja kita buktikan!" panggil Ben kembali mengarahkan fokus ke panggung utama.

​Barra dan Farra meletakkan tangan mereka di atas tombol pemicu pico pyrotechnics di belakang panggung.

​"Satu... dua... tiga!" seru seluruh tamu undangan serentak.

​BLAST!

​Petasan panggung menyala menggelegar diiringi letusan asap beraroma manis. Di saat yang sama, kejutan besar menyembur tinggi ke udara—taburan asap dan confetti melayang indah menyelimuti panggung dengan warna biru cerah.

​"Tuh kan, bener! Cowok dua-duanya!" teriakan kegirangan Papi Fendi dan Om Byan seketika memecah suasana, disambut tepuk tangan riuh dari seluruh ruangan.

​Warna biru ganda itu memastikan bahwa calon buah hati kembar mereka adalah dua bayi laki-laki. Farra menutupi wajahnya dengan mata berbinar haru, sementara Barra langsung merangkul dan mengecup kening istrinya penuh rasa syukur di tengah sorak-sorai bahagia para tamu.

Setelah ketegangan momen gender reveal usai, acara berlanjut ke sesi games yang dipandu heboh oleh Ben dan Gabriella. Gelak tawa menggema saat para sahabat bertaruh dan berlomba dalam berbagai kuis seru mengenai keseharian Farra dan Barra, menutup pesta dengan keceriaan yang menghangatkan suasana.

Begitu seluruh rangkaian pesta dan sesi games usai serta para tamu telah pulang, Farra dan Barra memilih untuk tidak langsung pulang ke apartemen. Mereka menginap di penthouse suite lantai paling atas hotel tersebut untuk melepaskan seluruh rasa lelah.

​Suasana kamar penthouse terasa begitu hening dan intim. Usai membersihkan diri dan mengenakan gaun tidur tipis, Farra berdiri di dekat jendela besar yang memperlihatkan pendar lampu kota malam hari.

​Tiba-tiba, sepasang lengan kekar melingkar erat di pinggangnya dari belakang. Barra membenamkan wajahnya di ceruk leher Farra, menghirup aroma tubuh istrinya yang sangat ia rindukan.

​"Terima kasih sudah bertahan sampai sejauh ini, Farra..." bisik Barra dengan suara berat dan serak.

​Farra memutar tubuhnya di dalam dekapan Barra, mengusap rahang tegas suaminya yang kini sudah kembali bugar. "Aku yang harusnya terima kasih... Kamu udah bangun dan kembali ke aku dan anak-anak."

​Sudah terlalu lama mereka tidak saling menyentuh. Masa kehamilan muda Farra yang penuh kehati-hatian, ditambah tragedi kecelakaan yang membuat Barra koma selama sebulan, memendam gairah dan kerinduan yang amat sangat mendalam di antara keduanya.

​Tanpa kata-kata lagi, Barra menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang sarat akan lapar dan rasa kepemilikan. Ia menggendong Farra dengan lembut menuju ranjang king-size, memperlakukan istrinya bagaikan barang paling berharga di dunia. Malam itu, di bawah keremangan lampu kamar, Barra memuja setiap jengkal tubuh Farra dengan sentuhan-sentuhan hangat, berhati-hati namun penuh gairah yang membara.

​Gempuran cinta dan penyatuan rasa kerinduan itu berlangsung begitu intens. Desahan napas yang memburu dan bisikan cinta saling menyahut di antara mereka. Tidak henti-hentinya pasangan suami istri itu saling membawa satu sama lain mencapai puncak kenikmatan bersama berulang kali, menumpahkan seluruh rindu yang terpendam, hingga pendar fajar di ufuk timur perlahan menyapa jendela kamar mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!