NovelToon NovelToon
RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.4M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer

Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.

Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.

Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.

Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau sudah di sentuh?

Pintu tertutup pelan, ruangan kamar berubah hening sekali. Suara langkah kaki Bima yang perlahan menjauh seolah membawa separuh beban di dada Dami, namun separuh sisanya justru terasa makin berat menimpanya.

Dami terdiam di sana, memeluk lutut yang yang di tutupi selimut tebal. Air matanya masih menetes, namun isaknya tertahan di tenggorokan. Kata-kata yang baru saja ia ucapkan, tentang paksaan, tentang obat, tentang cinta, terngiang kembali di telinganya. Ia tahu betul kalimat itu sangat tajam, ia melihat sendiri bagaimana sorot mata Bima yang tadinya penuh harap dan cinta perlahan meredup, digantikan rasa sakit yang dalam.

Namun apa daya? Rasa takut, bingung, dan rasa bersalahnya pada Jeremy membuatnya tak mampu berpikir jernih. Ia butuh seseorang untuk disalahkan, dan sayangnya, Bima lah yang ada di hadapannya saat itu.

Pikirannya melayang kembali ke kejadian kemarin, saat ia berada di tangan Jeremy. Sentuhan kasar, cengkeraman kuat, dan tatapan menguasai pria itu masih terasa jelas di ingatannya. Jeremy memperlakukan tubuhnya penuh dominasi, menyentuh setiap inci kulitnya dengan nafsu yang membara namun tanpa sedikit pun kelembutan.

Jeremy menginginkan tubuhnya, ingin memilikinya, tapi tak pernah benar-benar menghargainya. Dan meskipun kesuciannya masih terselamatkan saat itu, rasa kotor dan terhina yang ia rasakan jauh lebih menyiksa dibandingkan apa yang ia rasakan semalam bersama Bima.

Sedangkan semalam ... di bawah sentuhan Bima, meski awalnya dipicu oleh obat dan rasa marah, ada sesuatu yang berbeda. Ada kehangatan, ada perhatian, dan ada rasa ingin melindungi yang terselip di balik setiap usapan dan ciuman itu. Bima tidak hanya menginginkan tubuhnya, Bima menginginkan dirinya, seutuhnya. Dan hal itulah yang membuat Dami makin benci pada dirinya sendiri. Kenyataan bahwa ia merasa lebih aman dan lebih dihargai di pelukan suaminya sendiri, dibandingkan di dekat pria yang masih bersarang dalam hatinya.

"Mengapa semuanya jadi rumit seperti ini ..." gumamnya lirih,

Perlahan, Dami melirik nampan sarapan yang diletakkan Bima di meja samping tempat tidur. Aroma nasi hangat dan sup ayam yang menggugah selera masuk ke hidungnya, jelas-jelas disiapkan dengan penuh perhatian. Di samping piring itu, terlihat pula obat pereda nyeri dan segelas air putih. Perhatian kecil itu membuat dada Dami terasa perih lagi. Pria yang baru saja ia tolak dan lukai hatinya dengan kata-kata pedas itu, masih sempat memikirkan kenyamanan dan kesehatannya sebelum pergi.

Tangannya gemetar saat ia meraih sendok. Tubuhnya memang terasa remuk, terutama di bagian bawah yang terasa perih dan nyeri bekas penyatuan semalam. Kenangan tentang bagaimana Bima merobek penghalang terakhirnya, bagaimana rasa sakit itu perlahan berubah menjadi kenikmatan yang meledak-ledak, dan bagaimana ia sendiri yang melingkarkan kaki serta tangannya memohon lebih banyak, semuanya memutar kembali seperti film di kepalanya.

Wajahnya memerah padam karena malu. Bagaimana mungkin ia bisa mengatakan itu semua di luar kehendaknya semata, saat ingatan jelas berkata sebaliknya? Tubuhnya merespons Bima semalam, dan sadar betul akan itu.

Setelah memakan sedikit sarapan dan menelan obat itu, Dami memaksakan dirinya turun dari kasur. Kakinya terasa lemas sedikit terhuyung saat melangkah menuju kamar mandi. Di sana, saat ia bercermin, napasnya tertahan. Di leher, bahu, dan bagian dadanya, terlihat jelas bercak-bercak merah keunguan, bekas gigitan dan hisapan Bima semalam. Tanda-tanda kepemilikan yang jelas, bukti nyata bahwa ia bukan lagi wanita yang sama seperti kemarin. Ia milik Bima sekarang, secara fisik dan secara hukum.

Dami membasuh wajahnya dengan air dingin, berusaha menenangkan gejolak di dalam dadanya. Ia tak bisa terus-menerus lari dari kenyataan. Jeremy yang ia cintai ternyata adalah pria posesif dan kejam, sementara Bima yang selama ini ia anggap hanya sebagai dokter, kakak atau suami kontrak, ternyata diam-diam mencintainya begitu dalam selama delapan tahun.

Apakah mungkin cinta bisa tumbuh dari rasa sakit dan rasa bersalah ini? Apakah ia bisa melupakan Jeremy dan membuka hatinya untuk Bima yang begitu tulus mencintainya?

Dami menatap pantulan dirinya di cermin dengan tatapan bingung. Hari ini, segalanya telah berubah. Tak ada lagi jalan kembali ke masa lalu. Dan untuk pertama kalinya, saat ia teringat wajah Bima yang terluka saat pergi tadi, ada rasa sakit yang menjalar di hatinya, rasa sakit yang bukan karena paksaan, tapi karena ia telah menyakiti pria yang tulus mencintainya.

"Maafkan aku, kak Bima..." bisiknya lirih pada bayangan dirinya sendiri.

"Aku butuh waktu... untuk mengerti perasaan ini."

Hari itu Dami menghabiskan waktunya di dalam kamar, tidak keluar sedikit pun seperti pesan Bima. Namun pikirannya tak henti memikirkan pria itu, memikirkan apakah Bima sudah makan, apakah Bima baik-baik saja setelah pertengkaran mereka tadi pagi.

Dia ingin marah, ingin memaki, tapi sudah tidak ada tenaga untuk itu. Agar lebih bertenaga, dia mandi. Membersihkan seluruh tubuhnya dari sisa-sisa percintaan yang terjadi semalam antara dia dan Bima.

Selesai mandi, Dami merapikan kamar. Pada saat ia hendak ke dapur untuk memasak sesuatu buat makan siangnya, ia merasakan seperti ada sosok yang sedang mengamatinya dari bagian yang lain. Dan ketika ia berbalik, sosok laki-laki yang terus ia pikirkan sepanjang hari ini karena perasaan bersalahnya, sedang duduk disofa di sudut kamar, menatapnya lekat-lekat. Bukan Bima, melainkan Jeremy.

Jantung Dami seakan berhenti berdetak. Darahnya terasa membeku seketika. Bagaimana mungkin dia bisa masuk? Pintu terkunci rapat, pagar rumah pun berlapis pengaman. Namun di sana, pria yang paling ia takuti sekaligus ingin ia lupakan itu duduk santai seolah di rumah sendiri, senyum miring yang menakutkan terukir di bibirnya.

"Ka-kau... bagaimana bisa...?" suara Dami tercekat, tubuhnya mundur perlahan hingga punggungnya menabrak dinding. Harusnya dia bisa melawan dengan kekuatannya, tapi perasaan bersalah itu seakan membuatnya lupa kalau dia pandai berkelahi.

Jeremy bangkit berdiri perlahan, langkah kakinya berat namun penuh ancaman mendekat ke arahnya. Mata tajamnya menelusuri setiap inci tubuh Dami, dari wajah pucatnya hingga leher yang terekspos jelas. Dan saat pandangannya jatuh pada bercak-bercak keunguan di kulit putih itu, sorot matanya berubah merah padam menahan amarah yang meledak-ledak.

"Kau ... Sudah di sentuh? Kau biarkan pria itu menyentuhmu?" suara Jeremy rendah dan bergetar, penuh kemarahan yang tertahan.

"Kau memberikannya pada pria lain?"

Dami buru-buru menutupi lehernya dengan tangan, matanya berkaca-kaca menatap Jeremy yang kian mendekat.

"Jangan mendekat! Ini rumahku! Aku istri orang lain!" serunya berusaha terlihat berani, meski suaranya gemetar hebat dan penuh rasa bersalah.

"Dan kau pikir aku akan mendengarmu setelah kau kabur dariku semalam?"

Dami menelan ludah.

1
Rizky Manik
thor buat molly kenak karma dong🤭
kalau tobat lebih bagus🤣
Oma Gavin
kupikir langit lebih dewasa dan bisa ngayomi ternyata sama saja masih bocah labil ngga sesuai dgn predikat pembuat obat biang rusuh ngadepin fitnah molly gitu aja langsung baper ngga dicari kebenarannya
Nurul
lanjut Thor....... paling suka crita langit dan Naya 👍👍
Ari Nuryanti
naya kamu jujur saja sama langit..abaikan mason
Anisa Dwi riona
lanjutkan Thor.makin seru...💪
Anisa Dwi riona
bicarakan baek2 langit.apa yang mengganjal di hati kamu.jangan marah2 gitu.salah paham jadinya kan.semuanya gara2 si bimolly (bibirnya molly). hahaha
Beni Kayla
jangan bikin Naya Dan Langit lama2 Salah faham ya author..tidak sanggup saya..Si molly ni bagus dilempar ke kandang buaya..bikin masalah saja..
Arin
Beneran ikhlas Naya dengan siapapun? Tapi hati Naya sudah terpaud dengan mu Langit. Bagaimana dong??
Lis mania
Hmm .... Langit & Naya jd korban salah paham deh 🤦
Ita rahmawati
apa sih langit,, jutek amat nyesel nti 🤣
Al Fatih
Kalian berdua tidak akan baik2 saja kalo kayak gini terus langit. Sampe kapan kau pendam rasa mu itu,, smpe kapan kau pelihara kesalah fahaman itu Langit. Jangan smpe kau menyesal langit....,, Naya bener2 sayang sama kamu,, yaa maaf kalo kmrn2 dia sempat bingung...,, Krn kalian berdua sama2 cogan sih🤭.
Tapi,, skrg Naya sudah mantap hatinya sama kamu,, tapi kalo sikapmu kayak gini terus,, mqkn Naya akan benar2 menjauh dari jangkauan mu😭😭😭
🍒WINA🍒
Langit dim-diam selalu melihat naya dari jauh, semenjak menjaga jarak langit menahan perasaaan rindunya ke naya.
langit kamu hanya salahpaham, kenapa lebih percaya kata-kata ular berbisa seperti molly itu. langit sangat tersiksa jauh dari naya yg selalu membuatnya nyaman dan aman. apalagi Alvin tidak bisa jauh dari naya sangat sayang sama naya...

langit dan naya dibicarakan baik-baik ngomong hati ke hati, molly merasa seneng berhasil membuat langit menjauhi naya.
langit hanya bisa melihat naya diam-diam dari jarak jauh, asal kamu langit mason mendekati naya terus tapi cintanya naya hanya sama kamu. naya selalu bertanya dalam hati apa salahnya sampai kak langit menjauhinya. perasaan naya gak pernah perbuat salah sama langit, semoga kesalahan berakhir langit tahu kebenarannya itu semua biangkeroknya siular berbisa molly, mulut jahat molly suka mengadu domba.

cinta mason hanya bertemu sebelah tangan, mason harus berbesar hati naya hanya mencintai langit....
🍒WINA🍒: karena marah dan cemburu naya berciuman sama mason, langit tidak rela naya berciuman mason kak🤭
total 4 replies
Riska Baelah
pendam aj langit rasa mu sampai mendung sampai gelap lah/Smug//Smug//Smug//Smug/
Riska Baelah
langit naya sudahi kesalahpahaman kalian iy,,, alvin sayng ayo dong, alvin harus bisa jd penengah buat kk2 kmu itu ,yg sama2 suka tp pda gengsi🤭
🍒WINA🍒
Langit masih salahpaham dan sengaja menjauhi naya, padahal langit dan naya saling memendam rindu. rasanya naya ingin mendekati langit dan memeluknya melepas rindu tapi ditahannya🤭

ada perasaan lega dihati naya, langit menolak perempuan yg menyatakan cinta padanya...
hanya naya dihati langit perempuan yg disukainya, gara-gara siiblis molly yg mengadu domba langit dan naya menjauh...
🍒WINA🍒: Keduanya itu menahan rindu kak tersiksa, biasa ketemu becanda garau sama alvin juga. lagian langit bisa-bisa termakan perkataan siular berbisa seperti molly itu🤭
total 4 replies
Eun
tapi kenapa ya lebih suka mason sama naya
Ita rahmawati
beneran nay kamu CV intanya SM langit GK cuma nge prank kan,, tau tau berubah lg 🤭
kalo bener berarti GK sia sia kamu menjauhi nanya langit 🤣
Oma Gavin
kejar langit dan jujurlah dgn perasaan kalian jgn lagi menyakiti diri sendiri saling rindu ngga ngaku, awas langit kalau kamu berani lagi usir naya yg ada naya beneran pergi jauh dari hidup mu
Fitria Syafei
ooh ma langit yaa yaa Mason ga di anggap dong 🙄 KK cantik kereen 😍 kereen 😘
Cristella Tella
moga mereka kmbali lgi...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!