NovelToon NovelToon
SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Genta, pemuda udik dari gunung dengan kemampuan medis legendaris, turun ke kota metropolitan untuk menikahi Kiara Prameswari, CEO cantik dan dingin dari keluarga konglomerat, sesuai wasiat gurunya. Alih-alih sambutan hangat, Genta justru dihina dan dianggap benalu oleh Kiara dan keluarganya yang tidak tahu bahwa di balik penampilannya yang lusuh, Genta didampingi oleh "Sistem Pewaris Tabib Sakti" yang memungkinkannya menyembuhkan penyakit mustahil. Terjebak dalam pernikahan politik yang dingin, Genta harus menggunakan ilmu medis magis dan bantuan sistemnya untuk menampar balik semua orang yang meremehkannya, menyelamatkan nyawa, dan membangun kekuasaannya sendiri di rimba kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Suara Kakek Baskoro Prameswari menggema keras di dalam ruang ICU yang mendadak terasa sempit.

Paman Hermawan bersujud di lantai dengan tubuh gemetar hebat, tidak berani menatap wajah ayahnya yang baru saja lolos dari maut.

"Ayah, tolong maafkan aku, aku sama sekali tidak bermaksud merebut harta keluarga kita," rengek Hermawan dengan air mata buaya yang menjijikkan.

"Aku hanya panik dan ingin menyelamatkan perusahaan dari kehancuran jika Ayah benar-benar pergi meninggalkan kami."

Kakek Baskoro mendengus kasar, tangannya yang masih terpasang selang infus menunjuk tepat ke wajah anak sulungnya itu.

"Simpan omong kosongmu itu untuk anak kecil Hermawan, aku belum pikun dan telingaku belum tuli."

"Mulai detik ini, aku mencabut seluruh jabatanmu di dewan direksi Prameswari Group dan membekukan semua akses keuanganmu."

Hukuman telak itu membuat wajah Hermawan berubah sepucat kertas HVS.

"Ayah tidak bisa melakukan ini padaku, aku ini darah dagingmu sendiri!" jerit Hermawan tidak terima.

"Keluar dari ruanganku sekarang juga sebelum aku menyuruh satpam menyeretmu seperti anjing liar!" usir Kakek Baskoro dengan napas memburu.

Hermawan menatap ayahnya dengan tatapan penuh kebencian, lalu melirik tajam ke arah Kiara dan Genta sebelum akhirnya bangkit berdiri.

Pria buncit itu berlari keluar dari ruang ICU dengan perasaan hancur lebur dan dendam yang mulai mengakar di hatinya.

Setelah pengacau itu pergi, Kakek Baskoro kembali menatap cucunya dan pemuda lusuh di sampingnya dengan pandangan lembut.

"Kiara, kemarilah Nak, mendekatlah pada kakek tua yang menyusahkan ini," panggil Kakek Baskoro sambil tersenyum.

Kiara segera melangkah maju dan menggenggam erat tangan keriput kakeknya, sisa air mata masih membekas di pipinya yang mulus.

"Kakek jangan banyak bicara dulu, Kakek masih butuh banyak istirahat untuk memulihkan tenaga," ucap Kiara dengan nada khawatir yang tulus.

Kakek Baskoro menggeleng pelan, dia kemudian meraih tangan Genta dan meletakkannya tepat di atas punggung tangan Kiara.

Tubuh Kiara sedikit menegang saat merasakan kehangatan dari telapak tangan Genta yang kasar, namun dia tidak menarik tangannya sedikitpun.

"Kalian berdua dengarkan kakek baik-baik, karena ini adalah wasiat utamaku yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun."

"Pernikahan kalian berdua bukan lagi sekadar janji di atas kertas atau alat politik keluarga semata."

"Mulai hari ini, Genta adalah suami sahmu secara penuh, dan dia adalah pelindung utama keluarga Prameswari dari segala ancaman."

Kakek menatap tajam ke dalam mata Genta seolah menitipkan seluruh nyawa dan hartanya pada pemuda gunung itu.

"Tolong jaga cucu kesayanganku ini ya Genta, dia memang terlihat seperti es di luar tapi hatinya sangat rapuh."

Genta tersenyum santai, genggamannya pada tangan Kiara sedikit mengerat membuat wanita itu menundukkan wajahnya yang mendadak memerah.

"Tenang saja Kakek, selama aku masih bernapas, tidak ada seorang pun di kota ini yang bisa menyentuh sehelai rambutnya," jawab Genta penuh percaya diri.

Janji arogan namun menenangkan itu membuat beban berat di pundak Kiara seakan menguap begitu saja.

Setelah memastikan kakeknya tertidur pulas akibat pengaruh obat pemulihan, Kiara dan Genta akhirnya melangkah keluar dari rumah sakit.

Hari sudah gelap saat mereka berjalan beriringan menuju pelataran parkir VIP yang sepi.

"Genta, besok pagi kau tidak perlu lagi datang ke kantor untuk mengepel lantai dan membersihkan toilet," ucap Kiara memecah keheningan malam.

"Lalu apa tugasku sekarang Nona Kiara? Menjadi pajangan hidup di rumah besarmu itu?" balas Genta dengan nada bercanda.

Kiara menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya menghadap Genta secara penuh.

"Tugasmu sekarang adalah menjadi suamiku yang pantas, dan langkah pertamanya adalah membuang seragam jelekmu itu ke tempat sampah."

Tanpa aba-aba, Kiara langsung menarik lengan baju Genta dan memaksanya masuk ke dalam mobil mewahnya.

"Kita akan pergi ke pusat perbelanjaan elit sekarang juga, aku tidak mau suamiku terlihat seperti gembel saat pesta perayaan kakek besok malam."

Genta hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah membiarkan dirinya diculik oleh CEO cantik yang mulai menunjukkan sikap bossynya kembali.

Satu jam kemudian, mereka tiba di sebuah butik pakaian pria paling mahal di jantung kota Jakarta.

Para pelayan butik awalnya menatap Genta dengan pandangan jijik karena penampilannya yang sangat lusuh dan berbau keringat.

Namun saat mereka melihat Kiara Prameswari yang mengeluarkan kartu hitam tanpa batas, sikap mereka mendadak berubah seratus delapan puluh derajat.

"Bawakan semua kemeja dan jas terbaik ukuran pria ini, jangan pedulikan harganya," perintah Kiara dingin kepada manajer butik.

Genta dipaksa masuk ke dalam ruang ganti berulang kali, mencoba berbagai macam pakaian mahal yang rasanya sangat mencekik leher.

"Nona, baju ini terlalu ketat, rasanya aku tidak bisa bernapas apalagi memukul orang dengan leluasa," protes Genta dari balik tirai.

Kiara yang sedang duduk di sofa beludru sambil menyesap teh langsung menyilangkan kakinya dengan elegan.

"Jangan banyak mengeluh Genta, kau harus membiasakan dirimu hidup di dunia orang-orang beradab mulai sekarang."

Saat tirai ruang ganti akhirnya ditarik terbuka, Kiara mendadak terdiam kaku hingga cangkir tehnya nyaris terjatuh.

Genta berdiri di sana mengenakan setelan jas hitam pekat berpotongan Italia yang pas menempel di tubuh atletisnya.

Rambutnya yang tadinya lepek kini sudah disisir rapi ke belakang oleh penata rias butik, memperlihatkan rahangnya yang sangat maskulin dan tegas.

1
yani
💕💞💕
pricilia
🥰🥰
Anton barly
🥰🥰🥳🥳
fitri
/Gift//Gift//Gift//Gift//Gift/
Antoni gergio
💞💞💞💞💞
Angel
🌹🌹🌹🥰🥰🥰
Shinta geol
❤❤❤❤
clara
andai di dunia nyata ada🥹
Jamrud Khatulistiwa
sistem sangat pelit, setiap misi tdk sda hadiah
Jamrud Khatulistiwa
sistim tdk pernah memberi tahu hadiah yg diberikan
Jamrud Khatulistiwa
murid orang sakti mendapat sistem
Gege
katanya diawal sudah belajar banyak di gunung Rinjani.. nyatanya masih bergantung sama sistem...tapi gpp biar lebih op laah MC nyaaaah .pesen 10 hareem yaa Thor...jangan lembek..🤭
Cherlly: iya kaka,judul nya aja sistem kaka,next crita ya kaka saya lagi mikir lgi biar menarik 😊😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!