NovelToon NovelToon
Nyonya, Tuan Tidak Mau Bercerai!

Nyonya, Tuan Tidak Mau Bercerai!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Hezlin terjebak dalam pernikahan bisnis dengan Garra Xaverius Kingston, menggantikan Felicia—wanita yang meninggalkannya demi karier. Selama empat tahun, Hezlin perlahan jatuh cinta, meski tahu dirinya hanya pengganti.
Saat Felicia kembali, Hezlin memilih pergi. Ia meminta cerai, yakin Garra akan kembali pada cinta lamanya. Namun keputusan itu justru mengguncang Garra, yang baru menyadari bahwa kehilangan Hezlin lebih menyakitkan dari yang ia kira.
Di antara masa lalu dan perasaan yang tak terucap, keduanya dihadapkan pada satu pilihan: berpisah… atau memperjuangkan cinta yang terlambat disadari.

"Aku ingin kita bercerai," -Hezlin Rayla Iyzebelle.

"Apa yang selama ini tidak cukup membuatmu tetap berada di sisiku?" -Garra Xaverius Kingston.

"Nyonya, Tuan tidak mau berceri!" -Ervan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1 ~ Aku Ingin Kita Bercerai

Ting!

Suara pesan masuk berbunyi dari ponsel. Hezlin yang baru selesai mandi dan masih terbalut handuk di tubuhnya segera berjalan mendekat, meraih ponsel yang tergeletak di atas ranjang.

Sebuah pesan bergambar dari sahabatnya, Rachel, tertera jelas di layar.

["Felicia sudah kembali. Aku melihatnya sendiri, Garra yang menjemputnya di bandara."]

Gambar itu memperlihatkan punggung suaminya, sedang dipeluk erat oleh seorang wanita dari depan.

Tangan Hezlin bergetar hebat, matanya berkaca-kaca seolah ada cambuk tajam yang menyayat hatinya.

Empat tahun menjalani pernikahan dengan Garra Xaverius Kingston, akhirnya hari yang ditakutkannya pun tiba.

Felicia Atanica telah pulang. Aktris model papan atas yang dulunya seharusnya menjadi istri Garra, namun memilih pergi ke luar negeri demi karir tepat sebelum hari pernikahan mereka. Demi menjaga nama baik keluarga, orang tua Garra lalu mengatur pernikahan ini dengan Hezlin, sebagai kesepakatan bisnis untuk menyelamatkan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut.

Hezlin menerima saat itu demi keluarganya. Namun empat tahun bukan waktu singkat, di balik sikap dingin Garra, hatinya perlahan jatuh cinta pada pria itu.

Cklek.

Pintu kamar terbuka. Garra masuk dengan pakaian kerja yang masih rapi. Tanpa banyak bicara, ia melangkah mendekat dan menarik pinggang Hezlin hingga tubuh mereka saling menempel.

Hezlin berusaha memegang handuknya agar tak terlepas, sementara jari‑jari Garra menyelip di sela rambut basahnya.

"Kau terlihat sangat seksi," bisiknya parau, penuh gairah.

Napasnya memburu, wajahnya semakin mendekat namun Hezlin menahan dadanya.

"Mas, aku ingin bicara dulu." ucapnya.

Garra terdiam sejenak, menatap manik mata itu begitu dalam. Kedua tangannya meremas erat pinggang ramping Hezlin dibalik handuk yang ia kenakan.

"Katakan."

"Mas, aku ingin.... Emh,"

Belum sempat kata‑kata itu selesai terucap, Garra mencium bibirnya dengan tiba‑tiba, dalam, penuh hasrat, dan seolah tak ingin memberi jeda sedikit pun. Ciumannya mendesak, membuat napas Hezlin tercekat dan pikirannya perlahan kabur.

Tanpa sadar, tangannya yang tadinya bersiap menolak perlahan melunak, lalu naik memeluk leher Garra. Pria itu memanfaatkan kesempatan itu, tangannya mulai bergerak, dan dengan satu tarikan cepat, handuk yang membalut tubuh Hezlin terlepas begitu saja, jatuh tergeletak di lantai.

Garra melepaskan ciuman sebentar, hanya untuk berbisik parau di samping telinganya.

"Nanti saja bicara. Sekarang kau milikku."

Ia kembali mencium leher Hezlin, meninggalkan jejak hangat yang membuat wanita itu menggigil dan melupakan sejenak niatnya.

Dengan lembut, Garra membaringkan tubuh Hezlin perlahan di atas ranjang yang empuk, sementara tangannya dengan cekatan melepaskan sisa pakaiannya sendiri. Kedua lututnya menumpu di samping tubuh istrinya, menatap wajah yang kini memerah, sebelum akhirnya ia merapatkan tubuhnya sepenuhnya.

Satu gerakan mantap namun penuh perhatian, dan mereka pun bersatu.

"Arrkh—!" pekik tertahan lolos dari bibir Hezlin, matanya terpejam erat saat mera-sakan kehadiran pria itu begitu dalam dan penuh. Tubuhnya menegang sesaat sebelum perlahan melunak, menyambut setiap gerakan yang dip*cu dengan irama yang semakin men-desak.

"Kau begitu nikmat, Hezlin..." gumam Garra parau, suaranya bergetar di samping telinga wanita itu. Ia memper-cepat gerakannya, men-desak lebih dallam setiap kali, membuat Hezlin hanya mampu mende-sah panjang dan mere-mas kuat bahu bidang suaminya.

"Akh... Mas... Mmph—!" des*han-des*han lembut terus mengalir, berc*mpur dengan napas keduanya yang terengah-engah. Tubuh Hezlin menggeliat mengikuti setiap hentakan, punggungnya melengkung naik seolah ingin merapatkan diri lebih erat lagi. Rambut panjangnya yang b*sah kini berantakan berserakan di atas bantal, sementara keringat tipis mulai memba*sahi ku-lit keduanya.

Garra tidak berhenti, ia terus mem-buru pun-cak kenikm*tan itu, tangannya menggenggam pinggang ramping Hezlin agar tidak bergeser, sementara bibirnya kembali mencium setiap lekukan leher dan bahu wanita itu, meninggalkan jejak hangat yang membuat Hezlin semakin lem*s dan terbawa perasaan.

Detik-detik berlalu, hingga akhirnya tekanan di dada Hezlin meledak menjadi sensasi yang menyebar ke seluruh penjuru tubuhnya.

"Akh—!" ia mer*cau pelan, tubuhnya meneg*ng kaku sejenak sebelum berguncang lembut, mata terpejam erat merasakan kepuasan yang meluap.

Tak lama kemudian, Garra pun mengikuti, mendesah panjang di ceruk leher istrinya saat melepaskan beban itu sepenuhnya. Tubuhnya jatuh lembut di atas Hezlin, napasnya terengah-engah sama seperti wanita itu, sebelum akhirnya ia menopang dirinya agar tidak menindih terlalu berat.

Keheningan pun kembali menyelimuti ruangan, hanya terdengar suara napas keduanya yang perlahan berusaha tenang kembali. Tubuh Hezlin terasa lemas sepenuhnya, seluruh ototnya rileks namun terasa nyaman, meski di sudut hatinya masih terpatri tekad yang sudah ia susun matang-matang.

'Ini yang terakhir kalinya, Mas.. Setelah itu kita harus berpisah!' batin Hezlin getir.

Garra bergerak mundur perlahan, lalu berbaring di sampingnya, mengusap lembut keringat di dahi Hezlin dengan punggung tangannya.

Setelah beberapa menit menenangkan diri, Garra akhirnya bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sepuluh menit kemudian ia keluar dengan mengenakan jubah mandi hitam, lalu duduk kembali di sisi ranjang.

"Kau tadi bilang ingin bicara. Sekarang katakanlah," ucapnya dengan suara yang sudah kembali tenang namun masih sedikit parau.

Hezlin menelan ludah, menarik selimut menutupi tubuhnya lebih rapat, lalu menatap lurus ke mata Garra berusaha mempertahankan topeng dinginnya meski hatinya terasa diremas kuat.

"Aku ingin kita bercerai," ucapnya akhirnya, tegas dan jelas.

Garra terdiam seketika, rahangnya mengeras perlahan. Tatapannya yang tadinya lembut seketika berubah tajam, menatap lekat wajah istrinya seolah tak percaya mendengarnya.

"Apa maksudmu?" tanyanya, nadanya rendah dan sarat curiga.

Hezlin mengangkat dagunya sedikit, memaksakan senyum tipis yang terlihat penuh perhitungan.

"Kita sama-sama tahu dasar pernikahan ini sejak awal, hanya kesepakatan bisnis. Aku menikahimu agar perusahaan ayahku terselamatkan dari kebangkrutan, dan kau menerima aku demi menjaga nama baik keluarga agar tidak terkena malu."

Ia berhenti sejenak, menatap lurus ke depan tanpa berani terlalu lama menatap mata Garra.

"Sekarang tujuanku sudah tercapai. Perusahaan sudah kembali kokoh, keuangan keluargaku stabil, dan aku tidak lagi membutuhkan apa pun darimu. Tidak ada gunanya lagi kita terus berpura-pura di depan orang banyak. Lebih baik akhiri saja semuanya, agar masing-masing bebas tanpa ada ikatan yang membebani."

Garra berdiri perlahan, membelakangi Hezlin dan menatap ke arah jendela yang tertutup tirai. Punggungnya terlihat tegang, dan genggaman tangannya di sisi tubuh mengepal erat.

"Jadi begitu," desisnya pelan, penuh rasa kecewa yang perlahan berubah dingin. "Selama empat tahun ini, kau memang hanya menunggu sampai mendapatkan apa yang kau inginkan, lalu membuangku begitu saja seolah aku tidak berarti apa-apa?"

Ia berbalik menatap Hezlin, matanya kini dipenuhi kekecewaan tajam.

"Lalu apa yang baru saja kita lakukan tadi? Seks perpisahan?"

-

-

❤️

1
Zhao_Xena
bagi yang sudah membaca, author minta maaf ada revisi sedikit didalamnya yakk... tidak banyak tapi cukup mempengaruhi ceritanya.. terimakasih 💋
Siti Amalia
ceritanya bagus banget thor, jgn digantung ceritanya ya ...plisss
Siti Amalia
Novel nya bagusss banget thor ..jgn digantung ceritanya. plisss
Zhao_Xena: terimakasih banyak, selalu author usahakan sampai selesai ya... 🥰
total 1 replies
Emi Sudiarni
krang suka dgn sikat nya hezlin, kok cpat ambil kesimpulan klw garra mau kmbalidgn felicia
Alya Bau
up lagi kak, ceritanya seru😍
Zhao_Xena: di tunggu ya kak../Smile/
total 1 replies
Siti M Akil
lanjut thor
Zhao_Xena: Siap kak 🫡
total 1 replies
You `ka
lanjut 💪
Zhao_Xena: siap!🫡
total 1 replies
You `ka
semoga saja hamil, biar Felicia nggak ada kesempatan ganggu lagi
You `ka
🤣🤣🤣 kode itu.. butuh yang anget-anget
You `ka
jih! dasar ulat bulu. ada aja akalnya si Felicia.
You `ka
mendingan mundur deh, Felicia.. hati Garra udah bukan buat kamu 🤣🤣
N. Siti 12mplb_ukk
lnjut thor💪
Zhao_Xena: siap🫡
total 1 replies
🥀
laki kayak garra ni perlu dibuang kelaut
Zhao_Xena: buang aja kak.... biar dimakan paus 🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Kalau memang Hezlin beneran hamil, lebih baik tidak bercerai, dan Garra harus memperbaiki diri, jangan terus bersama Felicia..😤😤
Zhao_Xena: Garra harus belajar menjadi lebih romantis dan tidak kaku mungkin ya kak?🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Garra mulai posesif...😝😝😝
Brown choco
Lemah banget cewe nya
You `ka
sampai muak Garra... sampai gumooh...🤣🤣🤣. jangan² Hezlin hamil itu..
You `ka
wahh.. seru ini.../Joyful/
You `ka
mampus! kena mental kan dengan jawaban Hezlin?🤣🤣
You `ka
wahh.. kael, jangan terlalu berharap dulu pada Hezlin.. takutnya nanti patah hati..🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!