NovelToon NovelToon
Gairah Musuhku

Gairah Musuhku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Teen / Nikahmuda / Enemy to Lovers
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: HyMaira

Emily, Ratu Jalanan sekaligus ketua geng Sport Queen, dipaksa memilih antara masuk pesantren atau menikah setelah terus membuat orang tuanya khawatir. Tak disangka, pria yang dijodohkan dengannya adalah Reyze, ketua geng rival Black Lion Riders sekaligus musuh bebuyutannya.

Meski saling membenci, mereka terpaksa menikah diam-diam dan merahasiakan status mereka. Di depan publik mereka tetap rival, tetapi di balik pintu rumah harus belajar hidup sebagai suami istri.

Saat Emily masih terikat dengan pacarnya dan persaingan di dunia balap berubah menjadi ancaman mematikan, Emily dan Rey harus memilih: mempertahankan permusuhan atau memperjuangkan cinta yang perlahan tumbuh di antara mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HyMaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Keesokan harinya di kampus, Emily tampak terus menekuk wajahnya padahal Alex sudah berkali-kali menggodanya. Mereka saat ini sedang di kantin, bahkan Caca terus memberikan ledekan kepada Emily, tapi Emily tak kunjung tersenyum.

“Lo sebenarnya kenapa sih, Ily?” tanya Ziva penasaran.

“Tau lu ah, nggak asik! Ily jemberut bae, kenapa, neng..” timpal Nara.

“Gorengan lo abis loh, Li, semuanya masuk di mulut gue,” ucap Caca sambil tertawa.

“k pada kenapa sih, tahu cewek gue lagi bad mood, lagi nggak mau ditanya, dia sudahlah, biarkan saja,” ucap Alex datar.

“Awas ya, Lex, kalau semua ini gara-gara lo!” ucap Dion marah.

“Apaan sih kalian, ribet bener. Nggak ada, nggak ada ama siapa-siapa, gue cuman lagi bad mood, lagi nggak mau ngomong. Udah, nggak kenapa-napa,” ucap Emily, tapi tatapannya beralih pada Rey yang baru saja memasuki kantin bersama printilannya: Gio, Tama, Ezra, dan Bara. Mereka datang ke kantin dengan gaya cool sebagai cowok pamos di fakultas itu.

“Wis, ketua geng BLR memasuki wilayah kantin, woi!” ucap salah satu dari mereka.

“Cruss, gue sih Bara ganteng banget,” ucap Caca dengan kagum.

“Tapi nggak kalah ganteng dari Rei, kan?” ucap Nara.

“Menurut gue sih Gio sih yang paling dingin itu,” ucap Dion menimpali.

“Yaelah, Yon, lo cowok, jangan ikut-ikutan nge-crush,” timpal Ziva.

Sedangkan Emily masih saja bad mood, memikirkan bagaimana bisa dia harus menikah dengan musuhnya sendiri. Meski teman-temannya kecintaan pada geng itu, tetap saja ini yang namanya ketua geng sama ketua geng, mustahil bisa akur.

“Gue mau ke toilet dulu, jangan ada yang ngikutin,” ucap Emily tegas.

“Beb, gue ikut!” Alex meneriaki.

“Enggak, ngapain lo ikut? Gue mau ke toilet, mau gue tonjok,” balas Emily kesal.

“Ppthhhh hhhha, kena juga loh,” Caca tertawa lepas.

“Lagian, Lex, cewek lu mau ke toilet, lu mau ngapain ngikutin? Mau ngintip loh..” ucap Nara sinis.

“Gue takut aja dia kenapa-napa,” alex menjelaskan.

“alah lebay lu, orang balapan aja lo yang serahin, masa cuman ke kamar mandi lo harus khawatir,” sindir Dion.

Tanpa mereka sadari, ternyata Rey juga keluar dari kantin itu diam-diam. Dia mengikuti ke mana Emily pergi, dan melihat bahwa Emily masuk ke kamar mandi. Betapa terkejutnya Emily saat dia keluar dari toilet; tiba-tiba lengannya ditarik menuju belakang toilet yang sangat sepi.

“Goblok sialan! Lo mau ngapain, anj—pake tarik-tarik gue segala.. HaAAAH!” Emily teriak panik.

“Mulut lo, Emily! Mau gue robek lo, jadi cewek nggak ada kalem-kalemnya,” ucap Rey sinis.

“Iya, lagian lo ngapain narik-narik gue ke tempat sepi, mau mesum lo ya, anjir! Belum juga jadi loh..” Emily menolak dengan kesal.

“Pede loh! Lo pikir gue selera sama lo?” Rey mengejek.

“Lagian lo kenapa narik narik gue, hah bego..” Emily semakin kesal.

“Kemarin gue belum sempat ngomong sama lo, gue mau nanya kenapa lo terima perjodohan ini..” Rey mencoba menjelaskan.

“Heeh, sialan! Harusnya gue yang tanya balik, kenapa lo tiba-tiba datang ngelamar gue. Udah tau gue punya cowok!” Emily kesal.

“Lo pikir gue tahu kalau cewek yang bakal gue lamar itu loh? Kalau gue tahu, ya gue juga nggak mau, ogah..” Rey membela diri.

“Lah, terus mau ngapain pasang cincin di jari gue? Sok-sokan, gue udah prolotin lo, lo tetep aja nggak ngerti maksud gue..” Emily marah.

“Lo pikir gue bisa nolak ya? Kalau bisa nolak, lo aja yang nolak. Gue juga ogah hidup sama lo..” ucap Rey tegas.

“Semua gara-gara lo ya.. awas aja lo kalau berani macam-macam. Ingat ya, pernikahan ini, kalaupun jadi, harus tetap menjadi rahasia sesuai kesepakatan..” Emily memperingatkan.

“Lo pikir gue mau publik gitu  punya cewek kayak modelan  kayak lo gini? Udah ma, krempeng, sok kecakepan lagi..” Rey sinis.

“Gue emang cakep, kenapa? Iri lo? Kalo Nggak mungkin  punya pacar,” sinis Emily.

“Pokoknya sebelum hari H itu terjadi, lo harus cari cara buat batalin semua ini,” Emily menantang.

“Lo pikir mudah ya? Kalau bisa lo aja, gue mah ogah ambil resiko,” timpal Rey.

“Ahhhh dasar lo! Awas ya, pokoknya status kita jangan pernah sampai ada yang tahu, dan lo nggak boleh ngelarang-larang gue pacaran sama cowok gue..” Emily kesal.

“Sinting lu..”

"Lu yang gila!!!!!!!!

Emily langsung meninggalkan Rey begitu saja.

“Beb, kenapasih?” tanya Alex lagi cemas.

“Gpp, mau datang bulan kayaknya, makanya mood gue ancur.. Jangan cari gara-gara gue, lagi nggak mau berdebat,” jawab Emily lemas.

“Oke lahh, beb..” Alex menyerah sambil menghela napas.

Di tempat Emily, suasana masih sama, penuh dengan candaan. Tapi Emily tidak menghiraukan mereka; kepalanya sudah pening, pusing memikirkan bagaimana caranya membatalkan pernikahan itu..

Tetap tidak habis pikir, bagaimana mungkin dia harus menikah dengan musuhnya itu

Sedangkan di meja Rey…

“Dari mana lu, bos?” ucap Tama penasaran.

“Toilett..” jawab Rey singkat.

“Habis ngapain..?” tanya Tama lagi.

“Bokerr, masa abis makan..” balas Rey datar.

“Ya kali habis cipokan..” timpal Gio menggoda.

“Cipokan sama tembok toilet, bos!” ledek Ezra sambil tertawa.

“Lagian, bos, cewek yang ngantri lu itu banyak. Kenapa sih nggak ada satupun yang lo tanggapi? Lumayan kan obat gabut,” ucap Bara nyengir.

“Lo pikir gue cari cewek buat bahan gabut doang..?” timpal Rey sinis.

“Tapi kalo Lea kan cocok buat partner lo main, buat ngisiin jok kosong lo, bos. Cocok banget..” timpal Ezra.

“Ambil aja, kalau kalian mau, silakan..” Rey mengangkat bahu.

“Ceilahhhh… cewek modelan mana sih, bos, yang bisa ngetuk hati lo..?” Bara berseru.

“Rahasiaaa…” jawab Rey santai.

“Jangan-jangan lo terpesona sama ketua Sport Queen ya, bos?” ledek Gio.

“Bacot lu ahhh!” Rey

kesal sambil menepuk meja.

Tapi matanya menatap ke arah meja Emily, di mana Emily sedang duduk sambil nyender di bahu Alex. Rey juga tahu kalau Emily itu sudah lama pacaran sama Alex, tapi setelah tunangan, rasanya tidak enak sekali melihat Emily bersama pria itu… seolah sedang memanasi Rey. Emily sengaja meminta makan disuapi oleh Alex, dan Rey hanya menatapnya, sinis lalu memberi side eyes.

Iya,  langsung mengambil minuman yang ada di mejanya, meneguknya sampai habis dengan cepat.

“Bos, lo kalau haus minum, minuman lo dong, bos! Itu gue baru saja refill ke ibu kantin, bos,” ucap Tama panik.

“Bacot lu, pelit! Cuma minuman doang, gue ganti 10 cup..” Rey kesal.

“Bukan itu masalahnya, bos. Rasa itu sudah nggak ada lagi, limited edition itu, bos..” rengek Tama gemulai.

“Lo pikir tas Hermes limited edition?” ejek Bara sambil tertawa.

“Tapi ini serius..” ucap Tama dengan nada gemulai.

“Tama gila loh, gue jijik kalau udah lihat lu yang kayak gitu,” ucap Gio geli.

“Gio nggak boleh gitu sama Tama..”

“Hhhha, Tama anj, lo beneran mau jadi tante-tante..” Ezra menimpali sambil tertawa.

“Idiww,” jawab Tama sambil mengesampingkan rambutnya. Semua yang ada di situ tertawa ngakak, sedangkan Rey seperti tidak tersentuh dengan gurauan itu, menatap kosong ke arah meja Emily.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!