NovelToon NovelToon
Ruang Ajaib Di Istana: Ratu Penguasa

Ruang Ajaib Di Istana: Ratu Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Evelyn Carter tewas dalam kecelakaan mobil di abad ke-21. Namun saat membuka mata, ia tidak berada di rumah sakit, melainkan di sebuah istana kuno.

Ia kini hidup dalam tubuh Ratu Evelyn Lancaster, ratu muda yang terkenal lemah dan sedang menunggu kematian karena racun dari para selir. Di istana, semua orang sudah bersiap menyambut kematiannya.

Selir kesayangan raja ingin merebut tahta ratu. Para menteri diam-diam mengatur kekuasaan baru. Tapi mereka tidak tahu satu hal... Ratu yang bangun hari itu, bukan lagi wanita yang sama. Di dalam tubuh itu hidup jiwa wanita modern yang cerdas dan tidak mudah diinjak.

Selain itu, Ratu memiliki Ruang Ajaib. Tempat rahasia yang menyimpan obat, pengetahuan, dan teknologi masa depan.

Kini, orang-orang yang menunggunya mati akan segera sadar. Ratu yang mereka anggap lemah… justru akan menjadi penguasa sejati di istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 1.

Aroma pahit memenuhi tenggorokan, panas dan perih. Seolah sesuatu membakar dari dalam tubuh.

Evelyn Carter membuka mata dengan susah payah. Langit-langit yang ia lihat bukanlah langit-langit apartemen modernnya, bukan pula lampu LED putih atau dinding beton minimalis.

Sebaliknya…

Di atas kepalanya terbentang ukiran kayu merah tua dengan naga emas yang melilit pilar.

Ia mengerjap pelan. “Apa?”

Suara yang keluar dari mulutnya serak dan asing.

Beberapa bayangan bergerak di samping tempat tidurnya, seorang wanita tua langsung berlutut dengan panik.

“Yang Mulia! Yang Mulia sudah bangun!”

Evelyn mengernyit.

Yang Mulia?

Kepalanya berdenyut hebat.

Kenangan yang bukan miliknya tiba-tiba membanjiri otaknya seperti gelombang besar.

Istana.

Raja.

Selir.

Racun.

Pengkhianatan.

Tubuhnya langsung menegang. “Ah…!”

Potongan ingatan lain menghantamnya, seorang wanita cantik tersenyum lembut. Secangkir teh hangat disodorkan dan suara manis berkata pelan. "Minumlah, Yang Mulia. Ini obat dari tabib istana."

Namun setelah itu, hanya ada rasa pahit. Ia kesulitan bernafas dan dunia menjadi gelap.

Evelyn terdiam.

Perlahan… ia mengangkat tangan. Tangan itu kecil, putih, dengan kuku panjang yang dihias halus. Namun bukan tangannya, itu bukan tangan seorang wanita yang terbiasa mengetik laptop dan memegang ponsel. Ini tangan seseorang yang hidup dalam kemewahan istana.

Seorang pelayan muda berlutut di samping tempat tidur sambil menangis. “Yang Mulia… kami pikir Anda tidak akan bangun lagi…”

Evelyn menatap gadis itu dengan pandangan bingung, namun sesuatu di dalam dirinya perlahan menjadi dingin. Jadi begini rupanya, ia mati di dunia modern. Dan sekarang… ia berada di tubuh seseorang yang juga baru saja mati.

Seorang Ratu.

Ratu Evelyn Lancaster, nama yang hampir sama dengannya. Seorang ratu yang terkenal lembut… terlalu lembut untuk bertahan hidup di istana penuh racun ini.

Evelyn menghela napas pelan.

“Sudah berapa lama aku tidak sadar?”

Semua orang di ruangan itu terdiam.

Pelayan tua menjawab dengan suara gemetar. “Tiga hari, Yang Mulia…”

Tiga hari, berarti racunnya cukup kuat. Namun Evelyn merasa sesuatu aneh di dalam tubuhnya. Ia masih lemah, tetapi tidak sekarat seperti seharusnya. Matanya menyipit sedikit, kenangan ratu sebelumnya kembali muncul.

Selir paling disayang raja, Selir Sophia. Wanita itulah yang memberi racun, dan semua orang di istana tahu itu. Namun tidak ada yang berani mengatakan apa pun, karena raja terlalu memanjakannya.

“Menarik.” Senyum tipis muncul di bibir Evelyn.

Pelayan di ruangan itu langsung saling berpandangan, Ratu mereka tidak pernah tersenyum seperti itu. Biasanya ia hanya diam… atau menangis.

Namun sekarang ada sesuatu yang berbeda. Tatapan ratu terasa lebih tajam, lebih… menakutkan.

Evelyn mencoba duduk. Tubuhnya masih lemah, tetapi ia memaksa diri bangkit.

Pelayan langsung panik. “Yang Mulia! Tubuh Anda belum pulih—”

“Tidak apa.” Suara Evelyn tenang.

Ia melihat sekeliling ruangan, kamar ratu sangat besar. Dengan tirai sutra merah dan perabotan kayu mahal. Dan di tengah semuanya, Ia merasakan sesuatu yang berdenyut lembut di dalam kepalanya. Seperti ruang kosong... yang memanggilnya.

Evelyn mengerutkan kening. “Apa itu…?”

Tiba-tiba dunia di sekelilingnya berubah, angin hangat menyentuh wajahnya. Rumput hijau terbentang sejauh mata memandang, langit biru cerah. Di kejauhan terdapat sebuah rumah kayu kecil… dengan sungai jernih mengalir di sampingnya.

Evelyn berdiri terpaku. “Apa ini...?”

Ia melihat tangannya, tubuhnya terasa ringan. Seolah racun yang tadi menyiksanya tidak pernah ada.

Di samping rumah kayu terdapat rak besar berisi benda-benda yang membuat napasnya tertahan.

Obat-obatan modern.

Peralatan medis.

Benih tanaman.

Buku pengetahuan.

Semua tersusun rapi seperti gudang rahasia.

Evelyn berjalan perlahan, tangannya menyentuh meja kayu. Nyata, Itu bukan mimpi. Lalu sebuah pemahaman tiba-tiba muncul di kepalanya. Ruang ini… adalah miliknya. Ruangan pribadi, ruang yang tidak bisa dimasuki siapa pun.

Senyum perlahan muncul di wajahnya, senyuman seorang pemburu yang baru saja menemukan senjata.

“Jadi… ini hadiah setelah transmigrasi?” Ia tertawa kecil.

Jika para selir di istana tahu ratu yang mereka racuni justru mendapat hal seperti ini, mereka pasti akan muntah darah. Evelyn menatap langit ruang ajaib itu, tatapannya berubah dingin.

“Baiklah, kalau takdir memberiku hidup kedua… aku tidak akan hidup seperti ratu bodoh yang sebelumnya.”

Ia menutup mata sebentar, lalu berbisik pelan. “Selir Sophia… kita lihat siapa yang akan mati lebih dulu.”

Ketika Evelyn membuka mata lagi, ia kembali ke kamar istana. Para pelayan masih berlutut, semua tampak sama seperti tadi. Namun satu hal telah berubah. Ratu yang terbaring lemah tiga hari lalu… telah menghilang. Yang bangkit dari tempat tidur itu sekarang adalah seseorang yang jauh lebih berbahaya.

Evelyn berdiri perlahan. “Siapkan air mandi.”

Para pelayan terkejut.

“Yang Mulia?”

Evelyn menatap mereka, senyum tipis muncul lagi. “Setelah tiga hari mati suri… bukankah wajar jika aku ingin bertemu para selir?”

Ruangan langsung menjadi sunyi, semua orang tahu arti pertemuan itu. Dan entah kenapa… hari ini, ratu mereka terasa seperti sebuah badai yang baru saja terbangun.

.

.

.

Bersambung.

1
Tiara Bella
waduh pinter bngt author ceritanya saling menyambung ya
Wanita Tangguh🧩🌠: Kurang tau kak, mungkin beberapa ada yg gk lanjut baca 🤭 pas beberapa bab gak sesuai ekspektasi mereka, jd gk lanjut baca. Gpp, nulis ini aku santai aja kak bt selingan karya Leya😁
total 3 replies
Surianto Tiwoel
wah,, pasti ibu suri yg bunuh,, ibunya Alexander
Miss Typo
Raja dan Ratu bikin perasaan campur aduk, harusnya formal aja eh romantis bgt lagi 🤣
Tiara Bella
so sweet bngt ya raja Alexander sm ratu Evelyn.....😍
Rita
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
😅😅😅😅😅
Rita
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
😅😂😂😂😂😂
Rita
wah siap2 evelyn ngambek😅😂😂
Rita
waahhhh👍👍👍👍
Nyonya Gunawan
Kirain alex beneran koma..😄😄
Tpi bgus jg sich biar di lihat kala ma wili
Rita
ceritanya bagus,seru,tegang g betele2
Rita
berani macam2 tunggu pembalasan ku😅😂pov evelyn
Rita
bangun̈in singa betina
Rita
ikut panik
Rita
waspada yg bs dilakukan plus bersiap
Rita
peka
Rita
waspada
Rita
tuh 🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!