NovelToon NovelToon
ALEA STORY

ALEA STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dokter
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Alea Winslow (22th), melanjutkan pendidikan S2-nya di salah satu kampus ternama di Belanda.

Hidupnya yang awalnya dia pikir akan bebas, malah hancur lebur karena harus berhadapan dengan Damon Alvaro. Dokter tampan 39 tahun, kadang hangat kadang dingin, yang tiba-tiba mulai terlibat dalam hidupnya.

Damon selalu menjadi saksi Alea melakukan hal-hal konyol. Bahkan mencuri di salah satu pertokoan di Belanda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Otakmu yang terbalik

"Alea, buka!"

Damon terus menggedor-gedor pintu apartemen Alea. Ia tidak tahu kenapa, tapi ia khawatir sekali sekarang. Dua dokter yang datang meminta tanda tangannya tadi saling menatap bingung. Biasanya mereka hanya melihat sisi tenang dari dokter yang biasany tenang, dingin dan cuek itu. Sekarang mereka akhirnya melihat sisinya yang lain. Penasaran juga siapa yang berteriak di dalam sana, kenapa seorang dokter seperti Damon bisa sepanik itu.

"Argghhh!"

Alea kembali berteriak. Suaranya lebih kencang dari yang tadi. Jelas Damon makin panik.

"BUKA ALEA!"

Ia menggedor makin kuat.

"Gak bisaa oom... Hwaaa... Aku takut matiii... Di sini banyak pembunuuh...

Pembunuh? Otak Damon langsung berputar keras. Suara Alea membuat kepanikannya semakin menjadi-jadi. Tanpa pikir panjang, Damon mundur beberapa langkah lalu menghantamkan bahunya ke pintu.

Brakk!

Pintu itu bergetar keras, tapi belum terbuka.

"Alea! Menjauh dari pintu!" teriaknya tegas. Di dalam terdengar suara isakan.

"Akuu takuttt… mereka banyaaak… hwaaa…"

Damon mengatupkan rahang. Tangannya mengepal kuat. Dua dokter di belakangnya kini benar-benar tegang, saling pandang.

"Dokter… perlu kami panggil keamanan?" salah satu dari mereka bertanya hati-hati.

"Tidak perlu, sudah tidak ada waktu." jawab Damon cepat, tanpa menoleh. Ia mundur lagi, lalu...

Brakk!!!

Kali ini lebih keras.

Kunci pintu mulai longgar.

"Satu kali lagi…" gumamnya rendah.

Ia menarik napas, lalu menghantam lagi dengan seluruh tenaga.

BRAKK!

Pintu terbuka paksa. Damon langsung masuk dengan langkah cepat, matanya menyapu seluruh ruangan. Sepi, tidak ada siapa-siapa. Tidak ada tanda-tanda orang lain. Hanya Alea.

Gadis itu meringkuk di atas sofa, memeluk lututnya sendiri, wajahnya tampak dramatis tapi tidak ada air mata. Damon segera ke sana, berlutut di hadapan gadis itu.

"Alea,"

Damon memanggil pelan, tapi nada suaranya tetap tegang. Tangannya sudah siap memeriksa apakah gadis itu terluka. Alea perlahan mendongak. Wajahnya pucat… tapi, tidak ada air mata.

Hanya ekspresi ketakutan yang agak berlebihan.

"Om…" suaranya lirih.

"Ada… di sana…" tangannya gemetar menunjuk ke arah dapur.

Damon langsung berdiri. Nalurinya sebagai dokter, dan refleksnya sebagai seseorang yang terbiasa menghadapi situasi genting langsung aktif. Ia berjalan cepat ke arah dapur. Langkahnya tenang, tapi waspada.

Sunyi. Damon berhenti melangkah. Matanya menyipit.

Lalu … seekor kecoa melintas cepat di lantai. Satu, kemudian satu lagi. Lalu ... beberapa. Banyak. Sangat banyak.

Damon terdiam beberapa detik.

Lama sekali. Ia bahkan tidak bergerak. Lalu perlahan… sangat perlahan, ia memejamkan matanya. Menghela napas panjang.

Ia berbalik, berjalan kembali ke ruang tamu. Langkahnya tetap tenang. Tenang sekali. Alea masih duduk di sofa, menatapnya penuh harap.

"Gimana om?" tanyanya cemas.

Damon berhenti tepat di depannya, menatapnya lama,

sangat lama dan datar sekali.

"Yang kau sebut pembunuh tadi adalah kecoa?" ia bertanya dengan suara rendah. Dan Alea menganggukkan kepalanya kuat.

Damon menutup matanya dalam-dalam, dua dokter tadi yang mengikutinya masuk ke sini menahan tawa mereka.

"ITU BUKAN PEMBUNUH ALEAA!"

Teriak Damon. Kesabarannya benar-benar di uji.

Alea langsung berdiri di atas sofa.

"Itu pembunuh om. Mereka pembunuh! Banyak semut yang mati karena mereka!" Serunya sambil berkacak pinggang. Damon menatapnya tidak percaya. Rahangnya mengeras, urat di pelipisnya bahkan terlihat sedikit menegang.

"Semut?" ulangnya pelan, seperti memastikan ia tidak salah dengar.

"Iya! Semut-semut kecil itu loh! Mereka gak salah apa-apa, tiba-tiba dimakan hidup-hidup! Semua makhluk hidup kan ciptaan Tuhan, gak boleh saling membunuh kayak mereka." Alea menunjuk ke arah dapur dengan ekspresi serius, seolah sedang membela korban kejahatan besar.

Dua dokter di belakang Damon sudah tidak tahan lagi. Salah satu dari mereka sampai menutup mulut, bahunya bergetar menahan tawa. Damon mengusap wajahnya kasar.

"Jadi … kau menjerit seperti akan dibunuh… karena kecoa makan semut?" suaranya turun satu oktaf, berbahaya. Alea langsung mengangguk mantap.

'Iya! Itu sadis banget tau! Aku trauma!"

Damon menatap langit-langit sebentar, benar-benar mengumpulkan sisa kesabarannya yang mungkin tinggal setipis tisu. Alea sialan, dia pikir pembunuh beneran tadi.

"Alea," panggilnya akhirnya.

"Apa?" sahut gadis itu cepat, masih berdiri di atas sofa seperti lantainya dipenuhi ranjau. Damon menatapnya beberapa detik, hanya diam. Lalu ...

"Turun."

"Nggak mau! Nanti mereka naik!" Alea menggeleng cepat. Damon maju satu langkah lebih dekat.

"Turun, Alea."

Nada suaranya berubah rendah.

Alea tetap keras kepala.

"Om dulu yang usir semua pembunuhnya!" Damon menghela napas panjang. Sangat panjang. Lalu wajahnya berubah. Bukan dingin lagi, tapi kesal yang sudah melewati batas.

"Baik," katanya pelan.

Alea sempat bingung.

Sampai tiba-tiba, Damon bergerak cepat.

"AAAA!" Alea langsung melompat turun dari sofa dan lari secepat kilat.

"JANGAN DEKAT-DEKAT OM!" teriaknya panik sambil kabur ke arah meja makan. Damon mengejarnya.

"Berhenti, Alea!"

"Nggak mau! Om serem kalo natap aku kayak gitu!"

Mereka berputar mengelilingi meja. Alea nyaris menabrak kursi, lalu belok lagi, hampir terpeleset tapi tetap lanjut lari.

"KAU MEMBUAT AKU MENGHANCURKAN PINTU!" suara Damon mulai naik.

"Aku nggak nyuruh tuh! Om aja terlalu inisiatif!"

Dua dokter yang tadi berdiri di dekat pintu hanya bisa terpaku. Mata mereka membesar, melihat dokter dingin yang biasanya super tenang itu… sekarang lari-lari mengejar seorang gadis muda sambil hampir kehilangan kesabaran. Alea bersembunyi di balik salah satu dokter.

"Kakak buleee! Tolong aku! Dia mau bunuh aku!" teriaknya dramatis, menggunakan bahasa yang tentu saja mereka mengerti.

Dokter itu panik, tidak enak pada atasannya.

"Eh… dok… saya… ini…"

Damon berhenti di depan mereka, napasnya sedikit berat, tatapannya tajam.

"Minggir."

Refleks, dokter itu langsung minggir.

"Pengkhianaat, hmph!" tuduh Alea.

Lalu dia kabur lagi. Damon benar-benar tidak habis pikir. Ia langsung mengejar lagi. Kali ini Alea lari ke arah kamar, tapi sebelum sempat masuk,

Brukk!

Tangannya tertangkap.

"Dapat," ucap Damon tegas.

"LEPASIN OM!" Alea meronta.

Damon menariknya kembali ke ruang tengah, menahannya di tempat.

"Kau… ia menatap Alea tajam."

tidak tahu bagaimana harus menanggapi gadis aneh ini. Akhirnya tangannya terangkat mencubit kuat pipi Alea. Ia terlalu gemas. Terlalu dongkol.

"Ih, sakit tahu. Ini namanya kekerasan!" protes Alea sambil berusaha menepis tangan Damon.

Damon tidak langsung melepas. Ia justru menekan cubitannya sedikit lebih kuat.

"Kalau kau berani membuatku panik cuma perkara kecoa lagi, kau akan merasakan apa akibatnya." ucap Damon dengan bahasa yang hanya di mengerti mereka berdua.

Alea mencebik. Sama sekali tidak takut. Paling itu cuma ancaman gak jelas.

"Dia sendiri yang datang, dia yang merusak pintu, tapi dia juga yang kesal. Aneh sekali. Harusnya yang kesal itu aku, karena aku yang paling di rugikan di sini. Astaga, dunia ini betul-betul sudah terbalik."

"Otakmu yang terbalik." balas Damon.

1
jeakawa loving❤️
ingat aku gak suka ada yang ngatain Damian itu mafia yang gak bisa d andalkan..ingat ya terong Ama timun oooo setiap masalah apapun selalu Damian yang selesaikan bahkan sekelas Arsen yang polisi pun akan kalah cepat sama Damian kalo soal tolong menolong ..baca dari awal biar tau siapa Damian!!!😡
Rika Hari
aduh ank Damian byk yg rada2aneh ya 🤔🤔🤔
olyv
om damon keren elea makin tergiang giang 😁
olyv
uncle damian tolong anakmu pleaseee
olyv
ternyata musuh keluarga dari leo
SLina
thor, cerita anthony bisa g dibuat novel sendiri 😊😀
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵
Rita
mulai peka ya Lea ma perasaan mu
Tuti Tyastuti
𝘥𝘢𝘥𝘥𝘺 𝘥𝘢𝘮𝘪𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘯𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢
Rita
Damian anakmu dlm bahaya
Rita
kan yg diincer pasti Leo,tapi salah sandera
Atik Marwati
kok bisa pengawal bayangan Alea disuruh ga ikut terus beneran ga ikut ..
harusnya tetap kerja nyusulin Alea pakai apa kek...
Mundri Astuti
😂😂😂
kiya
wahhh Alea pasti kagum sm om damon
Melia Gusnetty
biasa nya anak mafia pd jago bela diri dn megang senjata..rupa nya tdk berlaku buat alea.....🤦‍♀️🤦‍♀️
Fitria Syafei
Damon kereen 👏 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Melia Gusnetty
alea pake d larang2 segala tuu pangawal bayangan utk ikut...sll gk mikir klu bahaya bs nengincar kpn sj...untung ada om damon yg sll menjaga..
~HartiWyn_Dee_
Daddy Damian mana nih tolongin putri kesayangannya daam bahaya dad
~HartiWyn_Dee_
tuh benar kan yg mereka incar Leo
ada masalah apa Leo sampai mereka mengincar terus???
semoga ada pertolongan datang berharap sih pengawal bayangan tetap mengikuti tanpa sepengetahuan Alea
🌹🌹WINA🌷🌷
Pengawal bayangan biasanya akan muncul klo alea dalam bahaya, kali pangawal belum muncul2...mungkin akan aman bersama sama damon pengawal bayangan tidak ikut....

alea sampai disandera sama sama para penjahat, para penjahat mengincar nyawa leo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!