NovelToon NovelToon
Talak Tiga Di Malam Pertama

Talak Tiga Di Malam Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

Salwa Azzahra, gadis berusia 22 tahun, menikah dengan orang yang sangat dia cintai , dan berharap Salwa bisa keluar dari rumah yang membuathya terluka . namun harapannya hancur seketika di malam pertama pernikahan .

Baru saja akad dilaksanakan, Yogie, suaminya, langsung menjatuhkan talak tiga tepat di malam itu juga, tanpa penjelasan yang masuk akal. Ia mengembalikan Salwa ke rumah orang tuanya seolah gadis itu barang yang tidak berguna. Salwa hancur, merasa harga dirinya diinjak-injak, dan kini harus menanggung malu serta fitnah masyarakat yang menuduhnya bersalah hingga diceraikan secepat itu.

Di balik sikap dingin Yogie, ternyata ada rahasia besar dan alasan tersembunyi yang membuatnya terpaksa melakukan hal menyakitkan itu, meski sebenarnya ia menyimpan rasa peduli. Takdir mempertemukan mereka kembali bertahun-tahun kemudian, saat luka keduanya belum sembuh , apakah Salwa akan kembali pada Yogie?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Ardiansyah menggeleng pelan sambil tersenyum misterius. "Sabar ya. Kau akan segera tahu besok. Percayalah, kehadiran orang itu akan sangat membantumu. Dia akan membantumu mengubah segala kekuranganmu, mengajarkanmu banyak hal yang belum kau ketahui, dan membantumu menjadi wanita tangguh, berwibawa, dan disegani wanita yang jauh lebih hebat dibandingkan Sania, dibandingkan ibumu, atau bahkan dibandingkan siapa pun yang pernah meremehkanmu."

Ia lalu memberi isyarat dengan tangan agar Salwa berjalan menuju pintu.

"Sudah, sekarang kembalilah ke kamarmu. Bersihkan sisa kelelahanmu, tidurlah yang nyenyak. Di sini kau aman, Nak. Tidak ada lagi hujan, tidak ada lagi rasa dingin, tidak ada lagi ketakutan. Mulai malam ini, kamarmu adalah istanamu, dan rumah ini adalah bentengmu. Istirahatlah dengan tenang, karena besok akan menjadi awal dari hidup barumu yang sebenarnya."

Salwa menatap ayahnya dengan mata yang berbinar penuh rasa percaya dan harapan. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa memiliki sandaran yang begitu kokoh. Ia mengangguk mantap, lalu membungkuk sedikit sebagai tanda hormat dan terima kasih.

"Baik, Ayah. Saya akan menuruti perkataan Ayah. Saya akan istirahat. Dan saya akan menunggu besok datang... menunggu saat di mana saya akan mulai mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi hak saya, dan menuntut balas atas semua rasa sakit itu."

"Bagus. Itu putri Ayah," ucap Ardiansyah bangga. Ia lalu memanggil pelan, "Rini..."

Pintu terbuka sedikit, dan Rini yang rupanya sudah menunggu di luar seperti perintah muncul dengan sopan.

"Antarkan Nona Salwa kembali ke kamarnya. Pastikan dia nyaman dan tidak kekurangan apa pun," perintah Ardiansyah kepada pembantu setianya itu.

"Baik, Tuan," jawab Rini patuh, lalu menoleh pada Salwa dengan senyum lembut. "Ayo, Nona Salwa. Mari saya antar kembali."

Salwa melangkah mundur perlahan, tidak mau memalingkan wajah dari ayahnya seolah takut bayangan itu hilang. "Selamat malam, Ayah."

"Selamat malam, Nak. Sampai jumpa besok pagi," jawab Ardiansyah lembut, matanya menatap penuh kasih sayang hingga putrinya itu benar-benar keluar dari ruangan dan pintu tertutup kembali.

Di luar ruangan, Rini berjalan di samping Salwa menuju tangga. Hati Salwa terasa damai, meski rasa penasaran tentang sosok yang akan diperkenalkan ayahnya besok masih mengganjal di benak. Namun, ia tidak lagi cemas. Ia tahu, apa pun yang terjadi ke depannya, ia tidak lagi berjalan sendirian.

Sementara itu, di dalam ruangan kerja yang kembali sunyi itu, Ardiansyah duduk kembali di kursi kebesarannya. Ia menatap foto lama yang terbingkai di atas mejanya foto dirinya dan Ratih bertahun-tahun yang lalu. Senyumnya hilang, digantikan oleh sorot mata yang tajam dan dingin penuh tekad.

" Tunggulah kami, Joko... Ratih... dan kau juga, Yogie Pratama... "batinnya bergemuruh. Salwa sudah kembali ke pelukan Ayahnya. Dan sebentar lagi, kalian akan tahu betapa besar kesalahan yang pernah kalian buat telah menyakiti darah dagingku.

*****

Sementara di rumah mewah milik Ardiansyah suasana penuh haru dan kehangatan kasih sayang baru saja terjalin, di tempat lain di rumah yang dulu sempat disebut Salwa sebagai tempat tinggalnya suasana terasa berat, dingin, dan penuh kepura-puraan. Di ruang tengah yang cukup luas itu, Bu Ratna, Pak Joko, dan Sania putri kesayangan mereka sedang duduk mengelilingi meja kopi. Wajah mereka tidak menampakkan sedikit pun rasa bersalah atau kekhawatiran atas nasib Salwa yang mereka usir malam itu. Yang ada hanyalah rasa kesal karena rencana mereka belum selesai sepenuhnya, dan ambisi yang terus berkobar.

Pak Joko duduk bersandar di kursi goyangnya, wajahnya berkerut serius sambil menghembuskan asap rokoknya kasar ke udara. Di sebelahnya, Bu Ratna tampak gelisah, sesekali melirik ke arah suaminya dengan pandangan takut-takut, seolah masih merasa bersalah dalam lubuk hatinya namun tak berani bersuara. Sedangkan Sania, gadis muda yang cantik dan selalu berpakaian rapi serta mewah itu, duduk dengan santai sambil memainkan ujung rambutnya, wajahnya menampakkan ekspresi jijik setiap kali nama kakaknya itu disebut.

"Dasar anak tidak tahu diri," geram Pak Joko memecah keheningan, suaranya berat dan penuh kebencian. "Sudah diberi jalan hidup enak, malah jadi aib. Siapa yang tidak tahu kalau diceraikan di malam pertama itu berarti ada yang salah pada wanitanya. Untung saja kita sudah membuangnya dari sini. Kalau dia masih ada di rumah ini, bisa-bisa nama baik kita ikut tercoreng terus."

"Iya, Yah. Aku kan sudah bilang dari dulu," sahut Sania dengan nada suara yang manja namun tajam. "Kak Salwa itu memang pembawa sial. Mulai dari kejadian buruk yang menimpanya dulu, sampai sekarang diceraikan begitu saja. Untung aku tidak seperti dia. Kalau aku, mana mungkin ada laki-laki yang berani membuang ku. Mereka pasti berebut ingin memilikiku."

Bu Ratna menghela napas panjang, berusaha menyembunyikan kegelisahannya. "Tapi, Yah... apa tidak berlebihan kita memperlakukan dia begitu? Dia kan tetap anakku... dan kalau sampai ada yang tahu kalau kita mengusirnya, nanti bagaimana?"

Pak Joko langsung menoleh tajam ke arah istrinya, tatapannya mengancam. "Diam kau, Ratna ! Jangan kau mulai bersikap lembut sekarang. Kau lupa apa rencana kita selama ini? Kau lupa kalau gadis itu hanya beban? Dan kau lupa siapa ayah kandungnya? Kalau dia tetap di sini, justru bahaya yang datang. Lebih baik dia mati di luar sana daripada dia kembali dan menuntut hak-hak yang bukan haknya."

Bu Ratna menunduk takut, tidak berani membantah lagi. Ia tahu betul sifat suaminya yang kejam dan serakah itu. Ia hanya boneka yang sudah terlanjur terperangkap dalam kebohongan bertahun-tahun lamanya.

Pak Joko lalu membuang puntung rokoknya ke asbak, lalu memindahkan tatapannya ke arah Sania. Wajahnya yang bengis perlahan berubah menjadi lembut saat menatap putri kesayangannya itu putri kandungnya sendiri, gadis yang selalu ia banggakan dan ia berikan segala kemewahan.

"Sania, Nak," panggil Pak Joko dengan nada yang lebih halus namun penuh perhitungan. "Kau dengar Ayah tadi bicara soal keluarga Pratama, kan? Keluarga Yogie itu. Mereka bukan keluarga sembarangan. Mereka orang kaya raya, punya banyak usaha, koneksi di mana-mana, dan sangat dihormati di kota ini."

Sania mengangguk malas. "Iya, Ayah tahu. Terus kenapa? Memangnya ada hubungannya sama aku?"

Pak Joko tersenyum licik, lalu mendekatkan tubuhnya ke arah putrinya. "Dengar baik-baik, Nak. Dulu, kita menjodohkan Salwa dengan Yogie bukan semata-mata karena ingin dia bahagia atau hidup enak. Tidak. Tujuan utama kita ada dua hal. Pertama, kita ingin menyakiti dan mempermalukan Salwa sampai ke akar-akarnya. Kita ingin dia hancur, dihina, dan tidak punya harga diri lagi, supaya dia tidak pernah berani bermimpi tinggi atau menuntut apa pun dari kita. Dan kedua... sebenarnya, kita mengincar kekayaan dan kedudukan keluarga Pratama itu."

Sania menyimak dengan seksama, matanya mulai berbinar tertarik. Ambisi yang sama persis seperti ayahnya mulai terlihat di sorot matanya.

"Awalnya, rencananya begini: Yogie akan menikahi Salwa, lalu menceraikannya dengan cara yang sangat memalukan seperti yang sudah terjadi malam ini. Itu sudah berhasil. Salwa sudah hancur. Tapi sayang, kita belum bisa merasakan keuntungan apa pun dari keluarga itu. Karena Salwa yang jadi istrinya, bukan kau."

Pak Joko menepuk-nepuk punggung tangan putrinya. "Nah, sekarang kesempatan itu terbuka lebar, Nak. Yogie Pratama sekarang kembali menjadi laki-laki lajang, dan dia baru saja menceraikan kakakmu itu. Ini waktu yang tepat. Ayah ingin kau mendekati Yogie."

"Mendekati Mas Yogie?" ulang Sania sambil tersenyum miring. "Tapi Ayah, kan dia sudah tahu keluarga kita. Nanti kalau dia ingat aku adik tirinya istrinya yang baru dia ceraikan, bagaimana?"

"Justru itu kelebihannya," potong Pak Joko cepat. "Kau jelaskan saja padanya bahwa kau sangat berbeda jauh dengan kakakmu. Bilang saja kau malu punya kakak seperti Salwa, bilang saja kau tidak ada hubungannya dengan aib itu. Kau cantik, pintar, berpendidikan, dan sopan. Jelas kau jauh lebih unggul dibandingkan Salwa yang kasar, polos, dan 'rusak' itu. Yogie pasti akan tertarik padamu. Laki-laki seperti dia pasti suka wanita yang berkelas sepertimu, bukan sampah seperti Salwa."

Pak Joko menatap Sania dengan pandangan penuh harap dan ambisi.

"Kalau kau bisa mendapatkan hati Yogie, kalau kau bisa menjadi istri pengganti Salwa... bayangkan saja, Nak. Segala kekayaan, kemewahan, dan kekuasaan keluarga Pratama itu akan menjadi milik kita semua. Kita akan jadi keluarga paling terpandang di sini. Dan rencana kita akan sempurna: Salwa sudah hancur binasa, sementara kau justru naik ke puncak kesuksesan. Itu akan menjadi pukulan paling telak buat Salwa kalau dia masih hidup dan tahu kau yang menggantikannya."

 bersambung ,,,

1
Alit Liet
ceritanya bagus tidak berbelit2
Alit Liet
bab 23 nya mana
Jetva
Yogie..kamu sayang tp kamu talak 3...jelas kamu tak bisa lagi kembali padanya...lelaki koq otaknya kecil..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!