NovelToon NovelToon
Not Our Time

Not Our Time

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyesalan Keluarga
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Aku lahir dari puncak sebuah ego yang membara, Tapi aku dikunci rapat oleh darah dan rahasia maut di malam badai.
Aku membuat dua orang yang saling mencintai menatap dengan tatapan es,
Dan aku terukir abadi sebagai garis pucat di perut sang wanita. Siapakah aku?"

Enam tahun lalu, ego memisahkan mereka.
Sebuah kecelakaan maut yang merenggut nyawa Amara, sahabat dari Vexana Valerio Dan Landon Dasmon—mengubah cinta membara menjadi kebencian pekat yang saling menyalahkan.

Kini, takdir memaksa Vexana dan Landon kembali berhadapan di koridor kampus yang sama.

Di antara dendam yang membakar dan penyesalan yang terlambat, mampukah mereka mengungkap kebenaran malam badai itu, atau justru hancur bersama puing-puing masa lalu?

~~~~~~
Happy reading 🦋🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#26

Tiga hari berlalu dalam keheningan yang melelahkan. Bagi Landon Desmon, waktu seolah kehilangan maknanya, hanya berputar di antara deretan angka digital, layar monitor komputer, dan komponen laboratorium robotika miliknya.

Kampus UCLA tetap berjalan seperti biasa, namun sejak insiden berpapasan di Gedung Administrasi itu, sosok Vexana Valerio benar-benar lenyap dari radarnya. Wanita itu seolah ditelan bumi, meninggalkan ruang hampa yang semakin menganga di dalam dada Landon.

Sore itu, bias cahaya matahari musim panas yang mulai meredup menembus jendela kaca ruang kerja pribadi Landon. Pria itu baru saja menyelesaikan sesi bimbingan jurnal pascasarjana ketika ponsel pintarnya di atas meja bergetar nyaring. Layarnya menampilkan sebuah nama yang sudah cukup lama tidak menghubunginya: Julian.

Julian adalah salah satu sahabat terdekat Landon sejak masa high school, tipe pria yang selalu tahu segala rumor dan tidak pernah absen dari lingkaran sosial pergaulan elit Los Angeles.

Landon mengembuskan napas pendek, lalu menggeser layar untuk menerima panggilan tersebut. Ia menyandarkan punggungnya pada kursi kerja, menempelkan ponsel ke telinganya.

"Ya, Julian. Ada apa?" tanya Landon, suaranya terdengar berat dan datar khas dosen muda yang kelelahan.

"Hey, Don! Apa kau benar-benar tidak ikut lagi untuk tahun ini?" Suara Julian terdengar berisik di seberang sana, disusul latar belakang suara musik samar yang menandakan pria itu sedang berada di luar rumah.

Landon memijit pangkal hidungnya yang terasa pening. Ia langsung tahu ke mana arah pembicaraan ini.

Setiap tahun, alumni angkatan mereka dari sekolah menengah atas elit tempat mereka menimba ilmu selalu mengadakan reuni besar-besaran.

Dan selama beberapa tahun terakhir, Landon selalu mengabaikan undangan tersebut.

"Tidak, Julian," jawab Landon dingin. "Aku benar-benar sibuk dengan proyek penelitianku. Banyak draf jurnal yang harus kuperiksa sebelum semester ini berakhir."

Di seberang sana, Julian tertawa hambar, tidak terkejut dengan penolakan tersebut.

"Wah, Profesor memang beda. Kata-katamu selalu penuh dengan istilah akademis yang membuatku pusing. Kau memang tidak pernah punya waktu untuk ikut berkumpul bersama kami. Padahal anak-anak yang lain sangat ingin melihat si genius Desmon."

"Mungkin tahun depan aku bisa ikut. Sampaikan maafku untuk teman-teman yang lain," ucap Landon, bersiap untuk memutus sambungan telepon secara sepihak karena merasa obrolan ini tidak produktif.

"Baik, baik. Aku mengerti kesibukanmu," potong Julian cepat sebelum Landon menjauhkan ponselnya. "Tapi... kudengar anak kelas 12-D kali ini ikut bergabung dengan kelas kita."

Deg.

Tangan Landon yang memegang ponsel seketika membeku di udara. Otot-otot di rahangnya menegang secara otomatis.

Kelas 12-D. Tiga karakter itu laksana kode sandi yang langsung membuka kotak pandora yang selama ini ia kunci rapat di dasar otaknya.

Kelas 12-D adalah kelas tempat di mana Vexana Valerio, Andriana, dan mendiang Amara menghabiskan tahun terakhir mereka di sekolah.

Landon menegakkan posisi duduknya, matanya yang semula redup kini menajam.

"Alumni kelas 12-D ikut bergabung?" tanya Landon, mencoba memastikan bahwa pendengarannya tidak salah akibat efek kelelahan.

"Ya, dan kudengar Andrianalah yang meminta bergabung dengan kelas kita untuk reuni akhir pekan ini," jawab Julian dengan nada santai, tidak menyadari perubahan drastis pada atmosfer di sekitar Landon. "Kau ingat Andriana? Gadis pirang yang modis itu? Ah, ya, kau pasti tidak mengingatnya. Kau kan hanya peduli pada rumus dan mesin."

Andriana.

Landon tentu saja mengingat gadis itu. Sebuah senyuman getir yang sangat tipis melintas di bibir Landon saat ingatan masa mudanya kembali berputar.

Berkat Andriana dan kecerobohannya, hubungan backstreet yang sempat Landon dan Vexana jalani secara rahasia selama seminggu penuh di high school akhirnya terbongkar luas.

Saat itu, mereka berdua sengaja menyembunyikan hubungan mereka dari publik. Namun, Andriana yang ternyata terobsesi dengan Landon, Berakhir Memergoki Landon yang sedang bersama Vexana di taman kota. Kejadian itu sempat memicu keributan besar, namun juga menjadi momen di mana Landon akhirnya memeluk dan menggandeng tangan Vexana dengan bangga di depan seluruh sekolah.

Suara Julian di telepon kembali memecah lamunan Landon, menjatuhkan sebuah bom informasi yang sesungguhnya.

"Dan yang paling mengejutkan, ku dengar Vexana juga ikut. Si ratu Valerio itu akhirnya keluar dari perasingannya."

Deg.

Jantung Landon berdegup kencang, menghantam rongga dadanya dengan pukulan yang telak.

Kepalanya mendadak kosong. Nama itu... nama yang seminggu ini ia coba hapus saat mereka berpapasan sebagai orang asing di koridor kampus, kini kembali meruntuhkan seluruh pertahanannya hanya dalam satu kalimat.

Vexana akan datang. Wanita itu akan berada di sana, di tempat yang sama, di antara teman-teman masa muda mereka.

Landon terdiam selama beberapa detik, mengabaikan panggilan Julian yang berulang kali memanggil namanya di seberang telepon.

Pria itu mengepalkan tangan kirinya di atas meja hingga persendian jarinya memutih. Rasa sesak yang familier kembali merayap naik ke lehernya.

"Don? Hei, Landon? Kau masih di sana?" panggil Julian, bingung karena sahabatnya mendadak membisu.

Landon menarik napas dalam-dalam, mengendalikan getar di tenggorokannya agar suaranya terdengar setenang mungkin.

"Pesta apa yang kalian buat?" tanya Landon perlahan.

"Oh, konsepnya santai kali ini. Hanya kumpul di lounge privat milik keluarga Miller di pusat kota. Pesta wiski seperti biasa, bernostalgia tentang masa-masa kita sebelum dunia kerja merusak kita," jawab Julian terdengar bersemangat. "Jadi, bagaimana? Kau tetap tidak ikut?"

Landon memejamkan matanya rapat-rapat. Bayangan tatapan mata Vexana yang begitu dingin dan asing saat di koridor kampus kembali terbayang.

Wanita itu mencoba memotong semua hubungan di antara mereka. Vexana ingin mereka menjadi orang asing yang mati rasa.

Namun, ego purba di dalam diri Landon menolak untuk menyerah begitu saja. Pria itu ingin melihat, sejauh mana Vexana bisa mempertahankan topeng esnya saat mereka berada di dalam lingkungan yang penuh dengan kenangan cinta masa lalu mereka.

Landon membuka matanya, sorot matanya berkilat penuh keputusan yang berbahaya.

"Aku ikut..." ucap Landon final.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di sisi lain kota, di dalam kamar tidur utamanya yang bernuansa monokrom, Vexana sedang berdiri di depan lemari pakaian besar yang terbuka.

Di atas ranjangnya, terletak sebuah gaun malam berbahan sutra hitam dengan potongan sederhana namun elegan yang memamerkan lekuk bahunya dengan sempurna.

Sore itu, Andriana berulang kali mengiriminya pesan teks, memastikan bahwa sahabatnya itu tidak akan mundur dari janji yang telah mereka buat kemarin.

Setelah bertahun-tahun menarik diri dari lingkungan sosial akibat kecelakaan maut dan masa komanya yang dirahasiakan, Vexana akhirnya setuju untuk menghadiri reuni angkatan high school mereka.

Andriana berargumen bahwa Vexana perlu keluar dari mansion, perlu melupakan sejenak tekanan dari Ayahnya, Maximilian Valerio, dan mulai membangun kembali hidupnya sebagai sosialita muda Los Angeles.

Vexana menyetujuinya, mengira bahwa pesta reuni ini hanya akan dihadiri oleh anak-anak kelas 12-D yang sebagian besar adalah teman-teman wanitanya. Ia sama sekali tidak tahu bahwa Andriana telah mengambil inisiatif gila untuk menggabungkan acara mereka dengan kelas 12A, kelas Landon Desmon demi mencairkan suasana lama.

Vexana berjalan mendekati meja riasnya, menatap pantulan dirinya di cermin.

Jemarinya bergerak perlahan, menyentuh kalung perak tipis yang melingkar di lehernya.

Kalung itu kosong, tidak ada liontin di sana. Liontin berbentuk huruf 'L' yang dulu selalu ia kenakan telah ia buang ke dalam dasar laci terdalam sejak dua tahun lalu.

"Reuni..." bisik Vexana pada dirinya sendiri, suaranya terdengar datar namun menyimpan kepahitan yang mendalam.

Setiap kali kata 'high school' disebut, otaknya secara otomatis akan memunculkan memori tentang ring tinju, tentang tawa lepas Amara yang kini telah tiada, dan tentang seorang remaja pria genius Yang selalu tampil Sempurna dan Rapi menunggunya di depan Kelas.

Landon Desmon adalah bagian terbesar dari masa mudanya. Menghadiri reuni sekolah berarti bersiap untuk mengorek kembali luka lama yang belum sepenuhnya kering.

Namun Vexana meyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Pria itu adalah seorang profesor muda yang sibuk di UCLA, dosen genius yang angkuh dan cuek yang tidak pernah sudi menghadiri acara-acara sosial yang dianggapnya membuang waktu.

Landon tidak akan ada di sana. Itulah keyakinan yang membuat Vexana berani mengambil gaun hitam di atas ranjangnya dan mulai bersiap untuk menghadapi malam yang akan mengubah seluruh skenario pelariannya.

1
Mei TResna Rahmatika
ngakak bangett🤣dady maximilian ada aja idenya ngerjain landon🤣
Ros 🍂: susuai reques pembaca 🤭😭😭😭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
satu kata buat pak Desmon"MAMPUSSS" ketawa jahat dulu aku Thor hahahahaha aduh sampai kering ini gigi ketawa Mulu dari tadi🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: huhuhu terharu loh aku kak, Kalo Cerita bikin ketawa 🤭🤣🤣🤣
btw ini kenapa pada musuhan sama bapak Desmon 😭
total 1 replies
nayla tsaqif
Baru bogem daddy max nihh,,, mana nih grandpa kensingtone,, gk mau kasih salam bogem jg,, 😌
Ros 🍂: entah kenapa Saya sulit menghadirkan para Tetua kak 🤭🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
belum puas cuma tiga kali doang harusnya sampai masuk UGD🤭🤣🤣
Ros 🍂: kak astagaaa 🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Vibesnya kayak ketemu musuh bebuyutan waktu masa kcil lihat mommy Eleanor dan daddy max,, 🤣
Ros 🍂: Udahlah kak Author nggak tanggung-jawab sama mereka 🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Hukumannya ringan itu,, harusnya larinya pake baju balet warna pink,,,!!
Ros 🍂: kak😭 ngakak aku kak🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
aaah cuma sepuluh kali doang harusnya hukumannya yg lebih berat misal nyapu halaman mansion,nyabutin rumput mansion🤭🤣🤣🤣🤣🤣 itu terlalu ringan Thor mohon tambahkan hukuman pak Desmon🤭🤣
Ros 🍂: hahaha sesuai request para Reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
emaknya Mr. Desmon kocak asli🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: Reader suka nggak ?🤭😅
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
akhirnya😍 gak sia" perjuangan landon🤣
Ros 🍂: Wkwkw 🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Nunggu daddy max ngasih bogem dan khotbah sama landon,, 😌
Ros 🍂: wah ide bagus itu kak🤭 sesuai request 🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh landon siap bertarung ngadepin daddy max
Ros 🍂: semangatin kak🤭🤣
total 1 replies
Agus Hidayat
jreng jreenngggg akhirnya pak Desmon bisa liat jagoannya juga😍😍😍
Ros 🍂: Yahoooo🤭🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
akhirnya bomnya meledak juga
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
Yunie
akhirnya mulai terungkap
Ros 🍂: iya kak🫶
total 1 replies
Yunie
ada apa selama 2 tahun?
Vanni Sr: ohh Aj ank ny vexa dn london , tp daddy ny nutupin seolah itu makam ank mereka , mkny london benci vexa.
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
pliss thorr abis ini bkin mereka sama" mengakui masih cinta😭 nyesek bangett baca dr bab 1 nangisin mereka mulu
Ros 🍂: huhuhu Maafkan author yaa kak 🤭🙏🏻 nanti dibuat sesuai request 😅
total 1 replies
N I S
kak ceritamu bagus banget😍
Ros 🍂: ma'aciww ya Kak 🫶🥰
total 1 replies
Thee-na Tooth
ayoo kak up maraton 🤭
Ros 🍂: siap ya kak🫶
total 1 replies
Kristina NellaWara
semngt up thorrr
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Kristina NellaWara
lnjut thor
Ros 🍂: siap kak 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!