Clarissa Anggreni, pemimpin mafia kejam yang dijuluki Queen of Damnation, tewas ditembak oleh sahabatnya sendiri, Kalina, dan kekasihnya, Rafael, karena perselingkuhan. Saat ajal menjemput, ia justru terbangun di tubuh Alisha Kirana Maharani – istri cupu korban KDRT dari konglomerat Giovan Salvatore Vizcaya, yang wajahnya persis seperti Rafael. Alisha baru saja jatuh dari lantai atas setelah ditembak orang tak dikenal. Keluarga Vizcaya mengira ia sudah mati. Tapi kini, di balik tubuh lemah Alisha, bersemayam jiwa seorang ratu maut. Di keluarga Vizcaya yang kejam, Alisha direndahkan sebagai pelayan. Giovan berselingkuh di depannya. Tapi Clarissa tidak pernah menjadi korban. Dengan kecerdikan, koneksi bawah tanah, dan haus balas dendam, Alisha (Clarissa) mulai menyusun rencana: ·Membalaskan kematian jasad aslinya kepada Rafael (Giovan) dan Kalina. · Menguasai keluarga Vizcaya dari dalam. · Menemukan siapa penembak yang hampir membunuh Alisha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Godaan Alisha
Saat acara makan malam tiba, keluarga Vizcaya menikmati makanannya dengan tenang, begitupun dengan Alisha. Giovan pun ikut serta hadir dalam makan malam bersama.
Di tengah keluarga itu sedang menikmati makanannya, tiba-tiba saja terdengar suara bising dari atas mansion-nya.
"Suara apa itu?" tanya Edward dengan bingung.
"Entah, tapi terdengar seperti suara pesawat," jawab Christian.
Alisha yang sedang mengaduk-aduk makanannya mendongak. "Suara pesawat? Jangan-jangan...."
Tanpa berlama-lama Alisha segera bangkit dari kursinya, hingga menimbulkan suara kursi terdorong dan membuat seluruh keluarga menatapnya.
"Kamu mau ke mana?" tanya Emeline.
"Aku.." belum juga Alisha menjawab pertanyaan Emeline, tiba-tiba saja datang seorang pelayan yang mendekati Alisha.
"Maaf, Nona. Di luar ada orang yang sedang mencari Anda," ucapnya kepada Alisha.
Alisha mengangguk sekilas. "Aku akan segera ke sana."
"Baik, saya permisi dulu."
Setelah pelayan tersebut pergi, Alisha mengalihkan perhatiannya kepada keluarga suaminya itu.
"Aku ke depan dulu," pamit Alisha yang langsung pergi.
"Ehh, Alisha.."
Edward yang khawatir terjadi sesuatu pada Alisha, akhirnya ikut bangkit dari kursinya dan mengikuti langkah Alisha.
Sedangkan yang lain saling tatap. Mereka juga sama-sama penasaran dan akhirnya memilih meninggalkan meja makan, hanya untuk melihat apa yang sedang Alisha lakukan.
---
"Waw, helikopterku akhirnya sampai!" pekik Alisha kegirangan.
Helikopter baru Alisha terparkir rapi di depan halaman rumah Vizcaya. Untung saja halaman itu sangat luas dan besar.
"Silakan dilihat-lihat dulu, Nona."
"Hm."
Alisha langsung mendekati helikopter yang baru saja dia beli, dan memeriksa isinya.
"Perfect," ujar Alisha.
Pria yang mengantarkan helikopter Alisha menyerahkan surat-surat untuk Alisha tanda tangani.
"Silakan, Nona. Tanda tangan di sini," ucapnya.
Alisha membawa terlebih dahulu surat itu, dan langsung menandatanganinya.
"Terima kasih banyak, Nona."
"Hm."
"Kami permisi dulu."
"Ya."
Edward berdecak kagum melihat helikopter Alisha. Dulu di keluarga Vizcanya hanya dialah yang memiliki helikopter dan sekarang Alisha pun juga memilikinya.
"Wah, Kakek sangat kagum dengan helikopter milikmu, Alisha."
Alisha cekikikan sendiri. "Ingin mencobanya bersama Kakek?" tawar Alisha.
Edward tampak terkejut dengan tawaran yang Alisha berikan. "Memangnya kau bisa bawa?"
"Bisalah! Ayo, Kakek naik."
Sedangkan keluarga Vizcaya yang lain, hanya bisa memutarkan kedua matanya saja. Iri? Tentu saja!
Mereka juga ingin seperti Alisha namun, apa daya kasih sayang Edward lebih besar kepada Alisha daripada anak dan menantunya yang lain.
---
"Alisha."
"Ya, Kakek."
"Aku kan sudah membelikan apa yang kamu mau. Jadi, boleh Kakek meminta sesuatu padamu?"
Kepala Alisha mengangguk kencang. "Ya, Kakek boleh. Kakek mau apa?"
"Kakek mau, cucu!"
Helikopter yang Alisha bawa hampir saja oleng ketika mendengar jawaban Edward.
"Kakek serius?!!"
"Tentu saja, masa Kakek bercanda."
"Tapi.."
"Sekarang tugas kamu untuk mendapatkan hati Giovan."
---
Alisha duduk gelisah di pinggir ranjang, sudah hampir satu jam lebih dia menunggu Giovan namun, pria itu tak kunjung datang juga.
"Ini Giovan ke mana sih! Bisa masuk angin nih aku," gumamnya.
Karena Alisha saat ini menggunakan lingerie seksi dengan kain yang lumayan cukup tipis.
"Astaga!"
Lelah menunggu, akhirnya Alisha bangkit dan mengambil jubah dari lingerie tersebut lalu mengikatnya.
Ceklek.
Alisha berjalan menuruni tangga dan menatap setiap ruangan yang sepi. Tampaknya semua orang memang sedang terlelap pulas.
"Ke mana sih pria itu?"
Bugh.
"Aaakh!"
Alisha memejamkan kedua matanya ketika dia merasakan dadanya yang dingin, akibat tersiram air minum.
"Ahh, maafkan, om. Alisha," seru Bram.
Mata Alisha terbuka, ia menatap sosok laki-laki tampan di hadapannya dan dia adalah suami dari Christian.
"Maaf? Tapi, bajuku sudah terlanjur basah!"
"Ya mau bagaimana lagi, om tidak sengaja."
"Hah, ya sudah!"
Alisha segera pergi dari hadapan pria itu, sambil terus menggerutu.
Jujur saja Alisha jarang sekali melihat Bram berada di rumah, karena pria itu sering kali pergi dan dinas ke luar negeri.
---
Ceklek.
Giovan yang sedang bekerja dengan laptopnya mendongak, saat pintu ruangannya terbuka.
"Kau? Untuk apa kau ke mari," tanya Giovan dengan alis yang mengerut.
Alisha memamerkan giginya yang putih lalu berjalan masuk untuk menghampiri Giovan.
"Huft, aku pasti bisa!" batin Alisha.
Kata-kata Edward berputar di ingatan Alisha. "Sekarang tugas kamu untuk mendapatkan hati Giovan."
Sedangkan Giovan sendiri justru mengerutkan keningnya bingung dengan tingkah Alisha.
"Mas," panggil Alisha yang berjalan layaknya seorang model.
Kerutan di kening Giovan semakin banyak. "Kau ini kenapa, Alisha?"
"Aku.."
Alisha berjalan ke arah belakang tubuh Giovan lalu meraba-raba pundak Giovan yang luas dan memijat kecil.
"Tidur yuk, Mas!" bisik Alisha tepat di telinga Giovan.
Giovan bergidik mendapatkan bisikan maut dari Alisha. "Apaan sih, jauh-jauh, enggak!!"
Alisha yang mendapatkan penolakan dari Giovan, tidak menyerah begitu saja.
Ia menarik kerah piyama Giovan dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Giovan.
"Giovan."
"Hm."
"Aku merindukanmu," ucap Alisha sambil membelai wajah Giovan dengan jari-jarinya yang lentik.
Tapi, Giovan justru tak mengerti dengan kode yang Alisha berikan.
"Ciih, kau modus ya! Awas," usir Giovan seraya mendorong pelan tubuh Alisha.
Alisha berdecak kesal, sekarang sepertinya dia harus sedikit bar-bar untuk mengajak Giovan bercinta.
Srekk.
Giovan melirik dari ekor matanya saat Alisha membuka jubah lingerie yang gadis itu pakai.
"Gov."
Alisha memutarkan kembali kursi putar Giovan dan mengurungnya menggunakan kedua tangannya sendiri.
Giovan sendiri mulai terkecoh, saat dia secara langsung disuguhkan dengan pemandangan yang benar-benar menguji iman.
"Alisha," panggil Giovan.
"Ya," sahut Alisha yang tahu ke mana arah mata Giovan menatapnya.
"K-kau tidak menggunakan bra?" gugup Giovan karena dia baru saja melihat sesuatu yang bulat berwarna pink.
"Hm, aku sengaja tidak memakainya," jawab Alisha sambil mengoyangkan tubuhnya sampai membuat kedua boba-nya pun ikut bergoyang.
Glek.
Jakun Giovan naik turun, pria itu segera mengalihkan perhatiannya ke arah lain.
"Alisha, stop ganggu aku," pinta Giovan.
"Siapa yang mengganggumu, hm?" tanya Alisha sambil menarik dagu Giovan.
"Tatap aku, Giovan," pinta Alisha.
"Tidak!" tolak Giovan.
"Kenapa? Kau pasti takut terpesona olehku, kan?" tanya Alisha sembari terkekeh.
Giovan berdecak kecil dan mengangkat wajahnya untuk menatap Alisha.
Deg.
Jantung Giovan tiba-tiba saja berdetak sangat kencang, saking kencangnya Giovan sendiri saja sampai bingung sendiri.
"Ada apa ini? Kenapa jantungku berdetak kencang hanya karena melihat senyuman Alisha," batinnya.
Alisha berjongkok tepat di bawah suaminya. "Aku mencintaimu, Giovan."
Deg. Deg. Deg.
Ungkapan cinta yang Alisha ucapkan membuat jantung Giovan berdegup lebih kencang lagi.
Tangan Alisha yang nakal berjalan dari paha suaminya hingga sampai di atas celana yang Giovan pakai.
"Izinkan aku untuk memuaskanmu, Giovan."
"Tapi.."
Srekk.
"WOW?!"
---
Bersambung
ini Novel baru aku👈✍️