Merasa kesal karena ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan laku bahkan akan terus menjomblo seumur hidup, tidak ada satu pun pria yang tertarik padanya.
"Enak aja dia bilang begitu padaku! Awas saja kau! Akan aku buktikan diriku ini bisa memiliki seorang kekasih dan layak untuk dicintai!" geramnya wanita cantik itu.
Ia bersumpah pada dirinya sendiri, setelah mendapatkan kekasih justru ia akan langsung memamerkan kemesraannya terhadap orang yang telah berani berkata seperti itu.
"Tapi tunggu! Dari mana aku akan mendapatkan seorang kekasih!?" ia gelisah dan mondar-mandir.
"Astaga..." dirinya mengusap wajah dengan kasar.
"Hah, semoga dapat ya?" batinnya berdoa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode Satu
Langit mulai menampakkan jati dirinya, dan kicauan burung terdengar sangat dekat.
"Mm, berisik sekali" wanita itu terusik akan suara burung yang terus bersuara tepat di telinganya, ia kesal karena tidurnya diganggu lalu dengan cepat membalikkan badan menjadi tengkurap dan menutup kepala dengan bantal sehingga wajahnya terbenam ke kasur.
Justru itu tak membuat suara berhenti malah burung tersebut bertambah kicauannya semakin kencang.
"Aaa, stop! Berhenti!" ia menggerutu dimana kedua kakinya menendang-nendang di atas tempat tidur sehingga selimut terjatuh ke lantai tanpa dirinya sadari.
Dirasa kicauan sudah berhenti, di balik tertutupinya oleh bantal, raut wajah wanita itu tampak ceria dan tersenyum tipis.
"Ahaha, akhirnya burung itu berhenti bersuara" batinnya berkata.
Namun tak sampai disitu kini dugaannya salah, burung itu kembali berkicau dan terus membangunkannya agar dirinya tersadar.
Tangannya menyingkirkan bantal yang menutupi kepalanya, lantas ia bangkit dari tengkurapnya itu, dan dengan wajah masamnya ia menatap tajam burung beo kecil.
"Sedari tadi kau terus mengeluarkan kicauan itu! Membuatku kesal saja! Dan lihatlah majikanmu ini sudah bangun, apakah kau puas, hm?"
Seakan mengerti akan perkataan sang majikan, burung beo kecil itu berkicau dengan riangnya.
"Huh! Sepertinya ia senang, ya? Setelah majikannya sudah bangun dari tidurnya" batin wanita itu.
Wajahnya yang tadinya kesal kini menjadi tersenyum hangat pada burung beo kecil peliharaannya itu.
"Ada gunanya juga ya memelihara burung ini" wanita itu bergumam pelan dengan jari-jari tangannya mengelus lembut burung kesayangannya tersebut.
"Oh iya, sekarang pukul berapa?"
Pandangannya beralih menatap jam dinding, seketika ia terdiam membisu dan kedua mata sedikit melotot setelah mengetahui ini pukul berapa.
"Astaga! Pukul 9 pagi?" lantas ia beranjak dari kasur kemudian berlari menuju kamar mandi.
***
"Telat nih! Pasti para pelangganku sudah menungguku!"
Dengan cepat wanita itu membersihkan diri dan tampak sangat terburu-buru ketika gerakan menggosokkan punggungnya menggunakan alat khusus.
"Tunggu sebentar pelangganku, aku akan mempercepat kegiatan mandi ini"
Sekitar 15 menit selama di kamar mandi, bathrobe diambilnya yang langsung ia pakai ke badannya, kemudian wanita itu perlahan mulai keluar dari sana.
Berjalan ke arah lemari pakaian seraya menggosokkan rambut panjangnya yang telah dikeramas menggunakan handuk kecil.
"Hm, pakai baju apa, ya?" wanita itu berpikir dengan kedua mata menatap bergilir ke bagian bawah dan atas guna mencari baju yang cocok untuk ia pakai hari ini.
"Yang ini saja deh" setelah memilih pakaian, ia memutuskan untuk memakai dress putih dengan corak bunga.
"Selesai" celetuknya wanita itu sambil bergaya di depan cermin besar, tidak sampai disitu kegiatannya belum selesai lalu tangan kanannya mengambil make up.
"Saatnya aku untuk merias diri" ia memoleskan hanya tipis tak terlalu tebal, dan terlihat natural.
Selesai merias diri wanita itu beranjak dari duduknya, berjalan ke arah meja dimana yang terdapat tas kecil lalu ia mengambilnya, tidak lupa memasukkan dompet, ponsel berlogo apple, dan sapu tangan.
Sebelum pergi ia menyempatkan terlebih dahulu untuk memberi makan burung beo peliharaannya.
"Cuw..cit..." dengan asal wanita itu tiru suara burung.
"Cuw..cit.." burung peliharaannya menirukan suara majikannya.
Senyum tipis terlihat pada wajah cantiknya wanita itu saat mendengar kicauan burung peliharaan miliknya meniru suaranya tadi.
"Burungku ini semakin pintar, ya?"