NovelToon NovelToon
Dunia Terlalu Kejam Untuk Aku Yang Sendirian

Dunia Terlalu Kejam Untuk Aku Yang Sendirian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:438
Nilai: 5
Nama Author: Agnura

karya ini aku buat atas pemikiran aku sendiri,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SERA DAN MAMAHNYA MENJENGUK KEY KE RUMAH SAKIT

Pagi itu suasana kamar rumah sakit terasa tenang, hanya suara alat medis yang berdetak pelan menemani keheningan. Cahaya matahari masuk melalui jendela, menerangi wajah pucat Key yang masih terbaring lemah. Lia duduk di sampingnya, matanya sembab karena semalaman tak tidur, tetap setia menjaga sahabatnya.

Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar dari luar. Tidak lama kemudian, pintu kamar terbuka tanpa ketukan.

Dua sosok masuk dengan langkah penuh percaya diri—Sera dan mamah tirinya.

Lia langsung menoleh, alisnya berkerut melihat kedatangan mereka yang terasa tidak membawa niat baik. Sera berdiri dengan senyum tipis, sementara mamah tirinya memandang Key dengan tatapan dingin, penuh kebencian yang seolah sudah lama tersimpan.

“Wah… masih hidup juga ternyata,” ucap mamah tiri dengan nada sinis.

Lia langsung berdiri. “Kalau datang cuma buat ngomong begitu, lebih baik keluar.”

Namun mamah tiri hanya tertawa kecil, mengabaikan Lia sepenuhnya. Ia melangkah mendekat ke ranjang Key, menatapnya dari atas seolah Key hanyalah sesuatu yang hina.

Key yang mulai sadar perlahan membuka matanya. Pandangannya masih kabur, tapi suara itu… ia sangat mengenalnya.

“Mamah…” gumamnya lemah.

Bukan kehangatan yang ia dapat, melainkan tatapan tajam penuh kebencian.

“Jangan panggil aku mamah,” balas wanita itu dingin. “Kamu nggak pantas.”

Kata-kata itu menusuk lebih dalam dari luka fisik yang Key rasakan.

Sera melangkah mendekat, berdiri di samping mamahnya. Ia menatap Key dengan ekspresi puas, seolah menikmati keadaan ini.

“Lihat kan sekarang?” ucap Sera pelan. “Ini akibatnya kalau kamu terlalu berani.”

Lia tak tahan lagi. “Cukup! Kalian keterlaluan!”

Namun Sera hanya melirik sekilas, lalu kembali fokus pada Key.

“Aku cuma mau mengingatkan,” lanjut Sera, suaranya lembut tapi penuh racun. “Ken itu milikku. Sepenuhnya.”

Key terdiam. Jantungnya terasa nyeri mendengar nama itu.

Mamah tiri kemudian menyambung dengan nada yang lebih keras. “Dari dulu kamu memang nggak pernah tahu tempatmu. Kamu itu sama saja seperti ibumu!”

Ucapan itu membuat tubuh Key menegang.

“Ibumu dulu punya segalanya,” lanjutnya, matanya menyipit penuh kebencian. “Dan sekarang aku nggak akan biarin kamu hidup enak seperti dia!”

Air mata mulai mengalir dari sudut mata Key.

“Hidup kamu akan sengsara,” kata mamah tiri tanpa ragu. “Dan ini baru awal.”

Lia menggenggam tangan Key erat, berusaha memberi kekuatan.

Namun kata-kata itu terus berlanjut, semakin menyakitkan.

Mamah tiri kemudian menoleh ke Sera, wajahnya langsung berubah lembut. “Tenang saja ya, Sera,” ucapnya penuh kasih yang kontras dengan sikapnya pada Key. “Sebentar lagi kamu akan menikah dengan Ken. Hidup kamu akan bahagia.”

Sera tersenyum manis, pura-pura malu, tapi matanya tetap memandang Key dengan kemenangan yang jelas.

Mendengar itu, hati Key seolah runtuh sepenuhnya.

Menikah…

Jadi semuanya benar-benar akan terjadi.

Ken… memilih Sera.

Dan dirinya? Hanya akan terus menjadi bayangan yang dihancurkan.

“Ken nggak akan pernah melihat kamu lagi,” tambah Sera pelan. “Jadi lebih baik kamu tahu diri.”

Air mata Key jatuh tanpa henti. Tubuhnya terlalu lemah untuk melawan, tapi hatinya berteriak dalam diam.

Lia berdiri di depan mereka, wajahnya penuh amarah. “Keluar. Sekarang.”

Nada suaranya tegas, tak memberi ruang untuk bantahan.

Mamah tiri mendengus pelan. “Kami juga nggak betah di tempat seperti ini.”

Sera tersenyum tipis untuk terakhir kalinya pada Key, lalu berbalik pergi bersama mamahnya. Pintu tertutup kembali, meninggalkan suasana yang jauh lebih dingin dari sebelumnya.

Keheningan kembali menyelimuti ruangan.

Tangis Key pecah.

Bukan karena rasa sakit di tubuhnya, tapi karena luka di hatinya yang terasa jauh lebih dalam.

Lia kembali duduk di sampingnya, memeluknya perlahan. “Udah… mereka nggak pantas bikin kamu nangis…”

Namun Key hanya bisa menangis.

Semua kata-kata itu terus terngiang di kepalanya.

Tentang ibunya.

Tentang dirinya.

Tentang Ken… dan Sera.

Dan untuk pertama kalinya, Key benar-benar merasa sendirian, meskipun Lia ada di sampingnya.

Karena luka yang satu ini…

Tak bisa disembuhkan hanya dengan kehadiran seseorang.

Itu adalah luka yang berasal dari orang-orang yang seharusnya menjadi keluarga.

1
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu, Semangat Ya Berkarya.
😉🤍
Agnura Lestari 🍑
siap say otw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!