Misi penyelamatan pembunuh bayaran terhadap anak anak itu gagal mengakibatkan dia memasuki tubuh seorang gadis yang keluarganya baru saja di muasnahkan oleh musuh kerajaannya, dirinya dijadikan pelayan dan kakaknya dijadikan selir.
dan parahnya dia harus menjadi pelayan jendral kejam!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Vuspita sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
buruk
.”pas…” gumam nya serius.. menatap empat buat pisau yang ia bikin dengan sempurna… lalu mengarahkna pisua ke depan, menariknya lalu menggerakkannya serus… hazel melihat cicak yang berjalan di dinding segera mengerahkan pisau ditangannya.
Srap.. ciciak itu terbela dan jatuh ke lantai di Tengah antara pisau dan juga dinding. Ia menyeringai melihat pisaunya yang benar benar tajam… sempurna..
....
Suara riiuh di Tengah lapangan terdengar… Ayumi diam menatap ke kaca perungguh kaca, wajahnya yang Sudah dirias begitu indah oleh pelayan. Ia sama sekali tidak hidup bahkan mengenakan pakaian pernikahan yang berwarna putih..
mengapa putih? Sebab ia tak bisa mengenakan baju pernikahan berwarna merah milik istri sah pertama dari kekaisaran. Lihatlah siapa yang tidak mimisan melihat ayumi sekarang?? Hidung pelayan bahkan mimmisan saking cantiknya Ayumi.!!
Ayumi menghela nafas pelan.’ Aku harap hazel Datang..’ gumamnya pelan. Setidaknya ia bisa melihat hazel dan memastikan dia hidup dengan baik. Itu jauh lebih dari cukup ditengah kehidupan yang tidak dia harapkan sekarang.
Di sisi lain hazel sudah siap dengan pakaian yang Jinju berikan.. hazel memang sangat berbeda dari Ayumi. Ayumi memiliki rambut perakk sangat indah dengan kulitnya yang begitu putih dan menawan sedangkan dirinya memiliki kulit putih pucat dengan rambut berwarna amber sama debgan matanya, hidungnya mancung dan bibirnya tipis.. tak banyak orang yakin mereka saudara sebab Ayumi jauh lebih cantik dibandingkan hazel yang terkesan cantik biasa bukan cantik luar biasa
“ mau kemana kau???” tanya penjaga menahan hazel yang hendak memasuki istana mengenakan tubuh yang terlihat penuh luka.. bahkan lengannya masih diperbanm dan pipi wajah terlihat banyak goresan luka. Apalagi pakaiannya yang murah berbeda dengan tamu lainnya.
Hazel memebrikan undnagan dari istana dengan tangan yang di telapak tangan masih ada kain kasahnya penjaga melihat undangan serius menatap hazel. Lalu memberikan jalan
Hazel berdehem sejenak. Memasuki istana.
Istana yang luasnya sangat megah dan besar.. Hazel bahkan kesulitan untuk mencari tau Dimana tempat pernikahan.. ia melirik sekeliling Dimana orang orang mengenakan pakaian megah dan mewah. Bahkan tak jarang juga terkesan sangat gelamor.. hiasan rambut yang indah dan hiasan wajah.
Sial dirinya bahkan kalah dari pelayan.. pelayan di sini jauh lebih cantik dan bersih ketimbang dirinya.
Karena tak tau mau kemana. Hazeld Engan teenang mengikuti satu rombongan yang dibawah oleh penjaga. Sepertinya mereka juga akan ketempat acara pernikahan…sembari melihat sekeliling ia terdiam saat melewati ruangan besar di sebelahnya. Hazel menatap ruangan itu menyipit Dimana ia seperti merasa kenal dengan ruangan itu.. itu kediaman?
Tapi tidak mungkin!! Tapi mengapa rasanya ia benar benar tertarik ke sana.
Apa??? Hazel melebarkan mata saat melihat ada seseorang yang memasuki pintu tapi tembus.
Hazel mendekati kediaman dengan gugup.. sat aitu lupa mnegikuti rombongan.. ia menatap pintu kediaman yang tetutup rapat dan memegangnya… karena rasa penasaran yang tinggi pintu terbuka lebar saat hazel bahkan menyentuhnya saja.
Hazel kaget tersungkur di lantai saat pintu terbuka dengan cara riba tiba, dengan cara tiba tiba juga pintu tertutup. Hazel meringis menatap telapak tangannya yang berdarah lagi karena jatuh bahkan lututnya juga.
“Dimana ini.” Gumam hazel kesal melihat sekeliling, ruangan penuh senjuata… hazel melihat itu segera berdiri hendak keluar. Tapi pintu itu sama sekali tidak terbuka.
Hazel membuka pintu lagi tapi tidak bisa membuat ia kesal. Ia berbalik melihat ruangan.
Ada banyak senjata diruangan ini.. ia melangkah menekati senjuata senjata yang ada di ruangan ini, dimulai dari panahan, ada pedang dengan berbagai ukuran.. sampa matanya terhenti di satu kotak besar ditengah Tengah ruangan. Terlihat teruka sedikit cela mengeluarkan warna keemasan. Hazel berjalan pelan menuju kotak dan tersenyum.
”jangan jangan emas ”gumanya dengan semangat segera ke sana dan membuka kotak petih tersebut… ia kaget sampai tersungkur lagi…. Saat Dimana Cahaya menyilaukan matanya keluar, ia mundur segera berdiri menatap tangannya yang di kain kasah berdarah lebih banyak.
Ia melepaskan kain kasah ditelapak tangannya itu dan menatap kedalam petih.. mendekati petih ia diam menatap satu pedang berwarna keemasan namun sedikit kebiruan.. di sana hazel sedikit pusing dan juga kagum pada pedang tersebut
Pedang yang berukir naga dan phoenik yang beradu di atas goresna pedabg… ia sedikit mengulurkan tangannya menyentuh pedang yang ada di sana..
Hazel meringis kesakitan nyaris berteriak saat darah ditangannya tiba tiba menempel di pedang menjadi tubuhnya seolah tersedot. Hazel ingin melepaskan pedang itu tapi tidak bisa lepas.. hazel tak bisa melepaskannya hingga ia mengangkatnya..
Hazel terdiam menatap pedang itu ditangannya dan ruangan itunaeperti bergetar. pedang mengeluarkan cahaya keemasan dan kebiruan melingkari tubuh hazel dan tangannya.
Darah ditangan hazel terserap habis oleh pedang sampai tubuh hazel melayang. Hazel tak bisa bicara, tenggorokannya seperti terkecik, nafasnya tertahan. Wajahnya memerah dengan seluruh barang diruangan mulai berjatuhan dan hancur dilantai. Saat pedang itu hilang ditangannya… hazel tidak tau bagaimana pedang itu hilang.
Semua tenaga hazel seperti diserap habis di sana tapi hazel berusaha untuk memegang pedang itu lebih kuat hingga tubuhnya terjatuh. Hazel meringis kesakkitan merasakan tubuhnya yang jatuh sangat keras.. merasa ruangan ini wemakin bergetar hazel buru buru mencari jendela dna keluar dari sana buru buru sebeum ada yang tau dia ada di sana…
Rasanya tubuh hazl nyaris kaku saat keluar dari ruangan itu, ia buru buru berlari menuju sebuah ruangan yang tidak ia kenali.. sebab penjaga mulai berhamburan keruangan itu, hazel terdiam melihat ruangan yang ia masukan tadi runtuh di sudut kediaman lain. Benar benar runtuh bahkan tanah yang ia injak sekarang juga bergetar hebat..
Saat semua orang sedang panik hazel segera berbalik hendak kabur. Tapi tubuhnya malah menabrak aesuatu yang sangat kokoh didepannya…
hazel nyaris terjatuh tapi ia menarik kain didepannya. Hazel tidak tau tapi ia berusaha menahan dirinya.. mata hazel melebar menatap siapa yang ia tabrak..
rupanya dia Adalah laki laki yang bertubuh tinggi dan tegap. Tangannya menggenggam erat baju pria itu dibagian dadanya sampai keduanya sekarang saling tatap.
Tangannya...
Hazel terdiam, jarakk wajah keduanya 2 kilan, dan hazel merasakan aura pria ini sangat kelam, apalagi matanya yang dingin dan alis yang nyaris menyatu… seolah merasakan aura buruk pria itu hazel memutuskan tatapan yang terkunci selama beberapa detik.
Hazel segera berdiri dan membungkuk sejenak.”maaf.” jelas hazel kepada pria itu dan segera pergi dari sana dengan keadaan pincang.
Pria itu menaiki alisnya menatap hazel yang pergi begitu saja bahkan setelah melihat wajahnya. Ia melirik hazel yang berlari dengan kaki pincangnya dingin… Wanita itu?? Sama sekali tidak menoleh untuk melihatnya?
” tuaan….” Panggil tangan kananya dengan cepat menyambutnya.
Zeyn menatap David yang mendekatinya dengan tatapan serius… David melihat Zeyn yang di sana menaiki alisnya, sejenak menatap kera baju Zeyn yang sedikit bercak darah menaiki alis.
”Tuan anda terluka?” tanya David kepada Zeyn. Zeyn terdiam menatap tennag David. Ia diam melihat cerdak darah tepat Dimana gadis tadi menyentuhnya. Baju yang berwarna putih biru itu kentara ada darah sehingga ia mengusapnya pelan.
“ tuan apa yang terjadi pada anda? “tanya David kepada zeyn panik..
” gawattttt tuan tuan.” Keduanya melihat kepada penjaga yang mendekati mereka.
” Tuan… tuan..” penjaga panik kepada zeyn dan David.
” Katakana dengan jelas.. “tegas David pada penjaga penjaga jatuh di tanah.
”tuan… pusaka Pedang Naga putih milik leluhur kekaisaran Hilang..!” tegas penjaga.
Sontak zeyn dan David melebarkan mata. Zeyn segera berlari menjauh dari sana menuju tempat penyimpanan barang… tapi saat itu juga ia terdiam melihat bangunan Sudah hancur lebur..