NovelToon NovelToon
Demi Anakku, Aku Akan Merebut Cinta Suamiku

Demi Anakku, Aku Akan Merebut Cinta Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Romansa Fantasi
Popularitas:24k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Nadine, seorang gadis belia harus menikah muda karena sebuah insiden, kehidupan yang sederhana dengan sang suami membuatnya bahagia , Nadine tidak mau tahu tentang kehidupan suaminya, yang ternyata seorang CEO yang kabur dari keluarga nya karena akan di jodohkan. namun kejadian tragis menimpanya, pasangan suami istri itu kecelakaan, sang suami di bawa pergi oleh mata-mata dari keluarga nya, lalu Amnesia, sedangkan Nadine koma saat melahirkan putra pertama mereka sampai usia putranya empat tahun,

Assalamualaikum....
Yuh... ikuti kisah selanjutnya....
Nadine yang sudah sadar dan berusaha mencari sang suami yang ternyata Amnesia

mohon dukungannya para pembaca...
terimakasih 🥰🥰🥰🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 1

Nadine bukan sekadar gadis biasa. Di Pesantren Gus Azmi, ia dikenal sebagai Permata Tersembunyi. Suaranya saat melantunkan ayat suci begitu jernih, hingga seringkali membuat santri lain terhenti hanya untuk mendengarkan. Pada usia 18 tahun, ia menggenapkan hafalan 30 Juz-nya. Sebuah pencapaian yang membuat Gus Azmi dan Ning Laila menitikkan air mata bangga.

"Nadine, ilmu adalah mahkota. Tetaplah rendah hati," pesan Gus Azmi saat prosesi wisuda tahfidz-nya.

" Terimakasih... Gus, berkat bimbingan Ning Laila,saya bisa menjadi seperti sekarang" balas Nadine dengan sopan.

Namun, takdir memiliki rencana lain. Saat teman-teman sebayanya sibuk mendaftar ke perguruan tinggi bergengsi dengan beasiswa, Nadine justru pulang ke rumah membawa kabar duka. Ayahnya lumpuh akibat kecelakaan kerja, dan ibunya mulai kehilangan penglihatan karena katarak yang parah.

" Nadine... setelah lulus, Nadine ingin melanjutkan kuliah di mana?" tanya Ning Laila lembut.

Nadine tersenyum, senyum yang terlihat sangat manis , namun tertutup oleh cadarnya..., Nadine hanya memakai cadar kalau ada acara besar, seperti saat ini...acara wisuda... karena banyak para orang tua wali murid yang hadir.

" Nadine belum kepikiran Ning, Nadine ingin bekerja saja untuk membantu bapak yang saat ini sudah tidak bisa bekerja lagi" sahut Nadine dengan sendu.

Ning Laila memeluk Nadine dengan sayang, baginya, Nadine sudah seperti adik kandungnya sendiri, karena semenjak ia baru menikah dengan Gus Azmi ,saat itu,Nadine masih kecil. Ning Laila akan membantu Nadine untuk kuliah di Kairo seperti ke dua adiknya dulu, Yusuf dan Rukayyah yang sebentar lagi akan lulus namun Nadine menolak, karena tidak ingin meninggalkan ke dua orang tuanya yang sudah sepuh.

Namun Tanpa sepengetahuan Nadine juga, Laila dan Gus Azmi yang membantu untuk keseharian orang tua Nadine namun ibunya menolak untuk di operasi.

"Baiklah..itu keputusan mu, kalau butuh bantuan apapun, jangan ragu untuk kesini" ucap Ning Laila mengusap bahu Nadine yang bergetar menahan tangis.

____

Nadine menatap ijazah paket C dan sertifikat hafizh-nya dengan mata berkaca-kaca. Ia melipatnya rapi, menyimpannya di dasar peti kayu.

"Ya Allah, jika jalanku untuk menjaga orang tuaku adalah dengan berhenti menuntut ilmu formal, maka jadikanlah setiap peluhku sebagai ibadah," bisiknya dalam sujud malam.

Beberapa hari berlalu setelah Nadine keluar dari pesantren, ia langsung bekerja di toko Kue ,atas rekomendasi Ning Laila.

Pagi harinya, sebelum berangkat ke Toko Kue Melati , Nadine mendekati ayahnya yang terduduk kaku di kursi roda, lalu beralih ke ibunya yang sedang meraba-raba dinding.

"Bapak, Ibu... Nadine berangkat kerja dulu ya," pamitnya lembut sambil mencium tangan keduanya.

"Nadine," suara ayahnya serak, penuh beban. "Harusnya kamu di universitas sekarang. Bukan mencuci loyang. Bapak merasa gagal jadi laki-laki."

Nadine berlutut di depan ayahnya, menggenggam tangan yang kini tak lagi bertenaga itu. "Pak, jangan bicara begitu. Di pesantren, Gus Azmi ajarkan kalau pintu surga yang paling tengah itu orang tua. Nadine tidak sedang kehilangan masa depan, Nadine sedang menjemput surga. Bukankah itu tujuan kita belajar agama?"

Ibunya mengusap kepala Nadine dengan gemetar, matanya yang mulai memutih karena katarak menatap kosong ke arah suara. "Tapi tanganmu, Nak... Ibu tahu tanganmu mulai kasar. Kamu biasanya pegang kitab, sekarang pegang spatula panas."

Nadine tersenyum, meski dadanya sesak. "Tangan ini saksi ibadah, Bu. Rasanya sama saja seperti memegang mushaf kalau niatnya karena Allah. Sudah ya, Nadine berangkat... Assalamualaikum!"

"Waalaikumussalam... hati-hati nak, semoga Allah senantiasa melindungi mu di setiap langkah mu.

Nadine berangkat dengan berjalan kaki, jaraknya lumayan jauh dari rumah, ia Melawati jalan pintas agar cepat sampai ke jalan besar dimana toko kue itu berdiri tegak.

Pekerjaan itu berat. Nadine harus bangun pukul tiga pagi , lalu berangkat setelah sholat subuh setelah menyiapkan sarapan untuk orang tuanya.... , Nadine membantu mengadon roti, lalu berdiri selama sepuluh jam melayani pelanggan yang beragam wataknya.

"Lama sekali sih! Saya cuma pesan roti sisir dua, masa harus nunggu sepuluh menit?" bentak seorang pelanggan wanita yang tampak terburu-buru.

Nadine menunduk sopan sambil mengemas roti dengan cepat...."Mohon maaf yang sebesar-besarnya, Ibu. Tadi rotinya baru saja keluar dari oven agar tetap hangat saat Ibu nikmati. Ini pesanannya, terima kasih sudah bersabar."

Pelanggan itu mendengus, "Cantik-cantik kok cuma jadi pelayan toko. Sayang banget wajahmu."

Nadine hanya tersenyum tipis. "Semua pekerjaan itu mulia selama jujur, Bu. Mari, silakan datang kembali."

Di sela-sela kesibukan, seorang pelanggan tetap, Pak Haji mulyono, memperhatikan cara kerja Nadine yang berbeda dari pelayan biasanya. Nadine seringkali terlihat berkomat-kamit pelan saat mengelap meja atau menata kue.

"Nduk, saya perhatikan kamu selalu sibuk bibirnya. Lagi zikir ya?" tanya Pak Haji suatu sore.

Nadine sedikit tersipu, ia tertangkap basah sedang mengulang hafalannya (murojaah). "Hanya sedang menjaga apa yang pernah dititipkan pada saya, Pak."

"Apa itu? Hafalan?"

Nadine mengangguk kecil. "Iya, Pak. Biar tidak hilang tergerus bau ragi dan asap oven."

Pak Haji menghela napas kagum. "Luar biasa. Jarang ada anak muda yang mau turun ke dapur seperti ini padahal punya mahkota di kepalanya. Teruslah sabar, Nduk. Gusti Allah tidak tidur."

Nadine tersenyum mengangguk "Bismillah...Pak, semua yang terjadi , atas kehendak Allah " .

___

Malam harinya, Nadine pulang dengan kaki yang bengkak. Namun, begitu masuk ke rumah, ia langsung menuju dapur untuk menyuapi ibunya.

"Gajimu jangan dipakai beli obat terus, Din. Pakai buat kamu beli baju atau daftar kuliah lagi," ucap Ibunya lirih.

Nadine menyuapkan sesendok bubur, lalu berbisik, "Nadine sudah punya baju banyak, Bu. Dan kuliah? Nadine sedang kuliah di Universitas Kehidupan sekarang. Dosennya langsung dari Allah, pelajarannya tentang kesabaran. Nilainya? Semoga nanti di akhirat bagus."

Ia tersenyum, meski tubuhnya menjerit minta istirahat. Di balik celemek usangnya, cahaya Permata Tersembunyi itu tidak meredup, justru makin berkilau karena tempaan nasib.

Setelah memastikan orang tuanya beristirahat di kamarnya, barulah Nadine bersih-bersih lalu melakukan salat sunnah sebelum tidur, tak lupa ia selalu murojaah agar tidak lupa dengan hafalannya...

Nadine menatap langit-langit kamarnya, ia masih belum mengerti, padahal Ia belum pernah mendapatkan gaji namun kulkas 1 pintu di rumahnya penuh dengan sayuran dan lauk pauk mentah serta ada buah-buahan juga... beberapa saat kemudian ia tersenyum saat mengingat, siapa yang akan membantunya saat sedang sulit.

"Ning Laila,Gus Azmi... Aku tahu ini perbuatan kalian... Terima kasih atas bantuannya selama ini, semoga Allah memberi balasan yang berlipat-lipat atas kebaikan kalian berdua" kemudian Nadine mulai memejamkan matanya.

"bismika.........".

____

Assalamualaikum....

Alhamdulillah, cerita baru sudah launching lagi... Terima kasih ya yang sudah selalu setia membaca karyaku... semoga suka dan bisa menghibur...

sebelum baca cerita ini, diharapkan membaca cerita sebelumnya ,...agar tidak gagal paham... untuk lebih jelasnya, bisa klik profil author.

1
@Mita🥰
Noah mau di bikin kan adik🤭🤭
Rosna Marleni
syukur Alhamdulillah akhirnya mereka kembali bersatu , semoga mereka mampu menyingkirkan parasit dari kehidupan mereka...dan Noah menjadi anak yang paling bahagia...
Sri Supriatin
alhamdullilah n sukses utk selanjutjya ms Adit n Nadine 😍😍😍
Indriani Kartini
Alhamdulillah, mulailah berjuang bersama2
nunik rahyuni
syukurlah..mudah mudahn g ada lg yg mengganggu...buat ortu mu tak bisa bekutik adit klo tidak mereka akan betingkah lg memisahkan kalian
Sukarti Wijaya
alhamdulillah sdh menyatu🤭👍
Meiny Gunawan
lanjuuttt....💪
@Mita🥰
wah Ardan ketemu noah
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 syukur in kamu Aurel 🤣🤣🤣
Rosna Marleni
kapan lah para lampir itu tobatnya ya....gak sabaran nunggu mereka bertobat dan menjadi orang baik....kasihan Nadin penderitaannya masih belum berakhir...semangat Nadin semoga perjuanganmu tidak sia sia...
Dewi kunti
Adelia dan Ardan sedang mendatangi pesta kerabatnya,sedangkan Adelia berpura-pura menjadi gadis polos,ini benar gak nulis nya,trus belum ada pergerakan mungkin ya bukan pergelangan 🤭
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻: 🙏🙏🙏🥰, terimakasih koreksinya
total 1 replies
Rosna Marleni
kenapa gak jujur aja Adit supaya Nadin bahagia....
Sukarti Wijaya
masih diulur2 ya thor, bikin penisirin😄
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻
terimakasih untuk hari ini 🥰🥰🥰
Sri Supriatin
tks upnya yg buanyaak 👍💪💪💪
Sri Supriatin
Thor bikin readers penasaran dulu 🤭🤭😍😍
@Mita🥰
la kirain langsung jujur sama Nadine adit
Sri Supriatin
sy ikut seneng thor perjalanan bertahun...tahun slmt berpieran Amnesia Adit semoga membuahkan hasil...bertemu abang Asep membangun desa bersama 🙏🙏🙏
nunik rahyuni
sedikit sandiwara dlu..hancurkn ego kelg mu...mereka hidup diatas derita ank istrimu..ingat kekejaman mereka..pindh kn smua aset kerja keras mu buat mereka miskin biar bisa merasakn bagaimn jd org miskin biar g terus memandang rendah org
Rosna Marleni
syukur Alhamdulillah akhirnya ingatan Aditya kembali lagi....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!