Indira berprofesi sebagai pengacara, ia dijuluki pendekar ulung karena selalu memenangkan kasus yang dia tangani. karena kesibukannya dia lupa akan statusnya sebagai kaum jomblo sejati hingga membuat mamanya turun tangan untuk mencarikannya jodoh. hingga akhirnya dia dijodohkan dengan anak temannya yang bernama Gibran (pemilik PT Murni alam) yang berstatus duda anak 3. setelah menikah Indira dihadapkan dengan konflik keluarga hingga akhirnya dia menemukan titik kebahagian nya dengan suaminya Gibran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pengacara Indira, istri baru papaku
...“Aku telfon Maya sekretarisku untuk jemput, atau gak aku suruh Maya sama Teddy buat jemput anak kita” ucap Indira memainkan ponselnya....
...“sayang kamu tau gak kalau sekertaris ku dengan asisten mu sedang kasmaran” sahut Indira menggosip ria di dalam mobil....
...“Kamu ini sekarang jadi ibu-ibu yang hobinya gosip” ledek Gibran....
...“Gosip itu adalah bakat terpendam ku sayang” Indira tertawa....
...Dirumah Radit, Sinta mengantarkan secangkir kopi untuk suaminya diruang kerja. Ketika didepan pintu ruang kerja Sinta tak sengaja mendengar percakapan suaminya dengan seseorang lewat telfon. Sinta mendengar bahwa orang tersebut meminta uang lagi sebagai uang tutup mulut, “lu udah gue kasih uang 200 juta apa masih kurang”....
...Sinta yang terkejut mendengar obrolan suaminya hanya bisa terdiam membisu menutup mulutnya dengan satu tangannya. Radit yang emosi menutup telfon lalu membanting ponselnya hingga pecah....
...Sinta mengetuk pintu masuk kedalam untuk menaruh kopi untuk suaminya diatas meja, “hehhh kamu dengar aku tadi ngomong apa” ucap Radit dengan nada judes di hadapan Sinta....
...“Gak mas, aku aja baru datang” ucap Sinta gugup....
...Radit menjambak rambut Sinta mengancam apabila dia tidak bisa mengurus Farhan dengan benar maka dia tidak segan-segan memukulnya lagi lebih parah dari kemarin....
...“Iya mas aku paham” Sinta pergi menahan rasa sakit....
...Radit mengeluarkan ponselnya satu lagi di laci, dia menelepon bang jali untuk memberikan nya tugas yaitu menghabisi orang yang sedang memerasnya....
...“Sudah salah sasaran masih berani meras gue” ucap Radit dalam hati sambil tersenyum sinis....
...Keesokan harinya, nyonya Sarah menelpon Indira sambil mengantarkan segelas susu untuk Sasha yang sedang duduk manis menikmati sarapan paginya di meja makan....
...“Hallo ma” ucap Indira masih tertidur diatas ranjang dengan dipeluk Gibran dari belakang....
...“Kamu ini punya anak tapi gak diurus, kamu ada dimana sih? Gibran juga gak ada dirumah dari semalam. Brilia semalam nelpon mama karena dirumah gak ada orang makanya mama nemenin mereka dari semalam”....
...“ooo aku lagi di hotel ma”....
...“Kamu dihotel sama siapa? Ngapain? Kamu jangan aneh-aneh deh ndi, kamu kan sekarang udah jadi milik Gibran”....
...“Sayang siapa sih masih pagi gini ngomel ngomel” ucap Gibran masih mengantuk....
...“Mamaku sayang” ucap Indira santai sambil duduk....
...“Kamu sama Gibran lagi dihotel?” Ucap nyonya Sarah nyengir....
...“Hmm”...
...“Oke dilanjut aja, anak-anak biar mama yang urus” nyonya Sarah mematikan telfon sambil senyum-senyum sendiri....
...“Akhirnya aku bakalan nimang cucu” ucapnya dalam hati....
...Saat berjalan di lorong sekolah Brilia dihadang oleh Mia dengan rasa marah menunjuk nunjuk muka Brilia, “gara-gara kamu aku ditangkap sama polisi dan gara-gara kamu juga aku dikeluarkan dari sekolah” teriak Mia yang membuat suasana menjadi ricuh....
...Beberapa murid yang mendengar memberitahu guru karena ada keributan di depan halaman sekolah, saat Mia ingin menampar Brilia datang Kevin mencegahnya “kenapa kamu menampar Brilia?”....
...“Karena dia udah buat aku dikeluarkan dari sekolah”...
...Guru lestari datang menyangga yang diucapkan Mia, “kamu itu sudah dikeluarkan dari sekolah masih membuat kegaduhan, kamu yang buat salah tapi malah melempar kesalahan ke Brilia. Brilia korban dan kamu pembuat masalah, memang siswa dan guru disini gak tau kelakuan kamu Mia!! Seharusnya dengan kejadian ini kamu bisa sadar bukannya malah menjadi jadi. Sudah ayo semua bubar” ucap guru lestari....
...Mia menatap sinis Brilia sambil mengepalkan tangannya, “kita musuh selamanya bril” ucapnya dalam hati....
...Kevin mendekati Brilia, “kamu..”....
...“Aku gak apa-apa” ucap brilia menundukkan kepala sambil pergi menghindari Kevin....
...“Susah banget deketin kamu bril” ucap Kevin dalam hati sambil melihat Brilia berjalan pergi menjauh darinya....
...Indira dan Gibran datang ke kantor polisi bersama karena sebelumnya mereka dihubungi oleh pihak kepolisian apabila hasil pengecekan sudah keluar, “bagaimana hasilnya?” Ucap Indira....