Sinopsis Novel – Kelas Penyihir IX B
Rifky adalah seorang anak manusia biasa yang tiba-tiba terjebak di dunia sihir dan masuk ke sebuah sekolah misterius bernama Sekolah Sihir IX B. Di sana ia bertemu dengan Wida, seorang penyihir baik hati yang kemudian menjadi sahabatnya. Bersama Zahira, Oliv, Deni, Rais, Gofirr, dan teman-teman lainnya, Rifky mulai menjalani kehidupan baru penuh keajaiban, latihan sihir, dan petualangan yang tak terduga.
Namun kehidupan di sekolah itu tidak selalu aman. Tiga murid berbahaya, Mila, Diva, dan Eva, diam-diam merencanakan sesuatu yang gelap. Ketika Rifky tanpa sengaja menyentuh sebuah kristal sihir kuno, kekuatan misterius bangkit di dalam dirinya. Kekuatan itu membuat banyak orang terkejut, bahkan kepala sekolah sihir, Nenek Misel.
Kini Rifky harus belajar mengendalikan kekuatan yang tidak ia mengerti, sambil menghadapi ujian sihir, rahasia masa lalu, dan ancaman dari musuh yang ingin merebut kekuatannya. Petualangan, persahabatan, dan misteri besar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifky Hemuto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4: Makhluk dari Celah Dunia
KELAS PENYIHIR IX B – SEASON 2
Bab 4: Makhluk dari Celah Dunia
Suasana kelas IX B masih dipenuhi ketegangan setelah Mila, Diva, dan Eva mengatakan bahwa sesuatu akan keluar dari gerbang misterius. Tidak ada satu pun siswa yang berbicara selama beberapa detik. Bahkan Candra yang biasanya tidak pernah bisa diam kini hanya menelan ludah sambil melihat ke arah pintu.
Mila tersenyum tipis.
“Apa? Kalian terlihat takut,” katanya pelan.
Diva tertawa kecil. “Padahal ini baru permulaan.”
Eva menatap langsung ke arah Rifky. Tatapannya tajam dan dingin.
“Anak manusia seperti kamu seharusnya tidak berada di dunia ini.”
Rifky mengepalkan tangannya. Ia tidak suka cara mereka berbicara.
“Aku tidak peduli dengan permainan kalian,” kata Rifky tegas. “Kalau kalian mencoba menghancurkan sekolah ini, kami akan menghentikannya.”
Mila tertawa kecil mendengar itu.
“Kami?” katanya mengejek. “Kalian bahkan belum tahu apa yang sedang kalian hadapi.”
Fauzan melangkah maju.
“Cukup,” katanya tegas.
Aura sihir dari tongkat di tangannya langsung terasa kuat di dalam kelas.
“Kalian bertiga kembali ke tempat duduk kalian.”
Mila hanya tersenyum lalu berjalan santai ke kursinya. Diva dan Eva mengikuti tanpa berkata apa-apa lagi.
Namun sebelum duduk, Mila menoleh lagi ke arah Rifky.
“Bersiaplah,” katanya pelan. “Malam ini akan sangat menarik.”
Kata-kata itu membuat Rifky merasa tidak nyaman.
Pelajaran hari itu berjalan dengan suasana yang sangat aneh. Tidak ada yang benar-benar fokus. Semua siswa terus memikirkan gerbang misterius dan lingkaran hitam yang muncul di halaman sekolah.
Saat jam pelajaran selesai, kelompok Rifky langsung berkumpul di belakang kelas.
Wida berbicara lebih dulu.
“Aku tidak suka ini.”
“Siapa juga yang suka,” kata Zahira.
Oliv menyilangkan tangan.
“Mila pasti tahu sesuatu.”
Gofirr mengangguk pelan.
“Dan kemungkinan besar mereka terlibat dengan gerbang itu.”
Deni terlihat gugup.
“Kalau memang ada sesuatu yang keluar dari sana… apa kita bisa melawannya?”
Rais yang sejak tadi diam akhirnya berbicara.
“Kalau makhluk itu besar, biar aku yang urus.”
Semua orang menoleh ke arahnya.
Rais memang bukan penyihir, tapi kekuatannya bisa membuat tubuhnya berubah menjadi sangat besar seperti raksasa.
Candra tiba-tiba berdiri.
“Kalau ada monster, aku siap!”
“Untuk apa?” tanya Oliv.
Candra mengangkat sapu.
“Aku akan menyapunya keluar dari sekolah!”
Semua orang langsung menatapnya dengan wajah datar.
Velop yang duduk di pojok terlihat sangat gugup.
“Aku… aku takut,” katanya pelan.
Wida mendekatinya.
“Kami akan melindungimu.”
Velop mengangguk pelan, meskipun wajahnya masih terlihat cemas.
Tiba-tiba terdengar suara lonceng sekolah.
Namun suara lonceng itu berbeda dari biasanya.
Suaranya lebih berat dan panjang.
GONG... GONG... GONG...
Semua siswa langsung melihat ke luar jendela.
Langit kembali menjadi gelap.
Angin bertiup kencang di halaman sekolah.
Rifky merasakan sesuatu yang aneh.
“Ada yang terjadi,” katanya.
Saat itu juga pintu kelas terbuka keras.
Riski masuk dengan wajah tegang.
“Semua siswa tetap di kelas!” teriaknya.
Namun sebelum ada yang sempat bertanya, terdengar suara gemuruh dari arah hutan belakang sekolah.
BOOOOM!
Gedung sekolah bergetar.
Beberapa siswa berteriak panik.
Candra langsung bersembunyi di bawah meja.
“MONSTER DATANG!”
Fauzan muncul di pintu kelas.
“Semua siswa kelas IX B ikut saya sekarang.”
“Cepat!”
Tanpa menunggu lagi, Rifky dan teman-temannya langsung mengikuti Fauzan keluar kelas.
Mereka berlari menuju halaman belakang sekolah.
Saat sampai di sana, mereka langsung berhenti.
Di kejauhan, di dekat hutan, sesuatu yang sangat besar berdiri di antara pepohonan.
Makhluk itu tinggi hampir seperti menara.
Tubuhnya gelap seperti bayangan.
Matanya menyala merah.
Dan di dadanya terdapat simbol yang sama seperti simbol di gerbang misterius.
Beberapa siswa langsung mundur ketakutan.
“Apa itu…?” bisik Zahira.
Gofirr terlihat terkejut.
“Itu bukan makhluk biasa.”
Rifky merasakan udara di sekitarnya menjadi dingin.
Makhluk itu melangkah keluar dari hutan.
Setiap langkahnya membuat tanah bergetar.
BOOM… BOOM…
Riski berdiri di depan para siswa sambil mengangkat tongkatnya.
“Semua mundur!”
Namun makhluk itu mengeluarkan suara raungan yang sangat keras.
RAAAAAAARRR!
Gelombang energi hitam langsung menyebar ke segala arah.
Beberapa pohon tumbang.
Tanah retak.
Para siswa hampir terjatuh karena getarannya.
Rifky mencoba berdiri tegak.
“Kita harus melakukan sesuatu!”
Deni mencoba mengangkat tongkatnya.
Namun tangannya gemetar.
“Aku… aku tidak bisa fokus…”
Wida mengangkat tongkatnya.
Cahaya biru muncul di ujungnya.
“Aku akan mencoba menahannya!”
Ia melemparkan sihir ke arah makhluk itu.
Namun saat cahaya mengenai tubuh makhluk tersebut…
Cahaya itu langsung menghilang.
“Tidak mempan!” kata Wida kaget.
Makhluk itu menoleh ke arah mereka.
Matanya menyala semakin terang.
Dan kemudian…
Ia mulai berjalan menuju sekolah.
Langkahnya lambat, tapi sangat berat.
BOOM… BOOM…
Jika makhluk itu sampai ke gedung sekolah, semuanya bisa hancur.
Saat itu Rais maju ke depan.
“Aku akan menghentikannya.”
Rifky menoleh.
“Kamu yakin?”
Rais hanya tersenyum.
Kemudian tubuhnya mulai berubah.
Otot-ototnya membesar.
Tubuhnya tumbuh semakin tinggi.
Dalam beberapa detik Rais berubah menjadi raksasa besar seperti Hulk.
Para siswa langsung tercengang.
Candra bahkan sampai lupa takut.
“WOAH! INI KEREN!”
Rais menggeram lalu berlari menuju makhluk bayangan itu.
Tanah bergetar setiap kali ia melangkah.
Saat makhluk itu mengangkat tangannya untuk menyerang, Rais langsung melompat.
BRAAAK!
Pukulan keras mengenai tubuh makhluk itu.
Makhluk bayangan itu terdorong mundur beberapa meter.
Para siswa bersorak.
“Rais berhasil!”
Namun tiba-tiba tubuh makhluk itu berubah menjadi kabut hitam.
Kabut itu bergerak cepat lalu kembali membentuk tubuhnya.
Sekarang ia terlihat lebih marah.
Matanya menyala sangat terang.
Rifky merasakan sesuatu yang aneh di dalam tubuhnya.
Energi hangat mulai muncul dari dalam dirinya.
Seperti kekuatan yang sedang bangkit.
Ia mengepalkan tangannya.
Cahaya putih mulai muncul di sekeliling tubuhnya.
Wida melihat itu.
“Rifky… kekuatanmu…”
Rifky sendiri terlihat terkejut.
Ia tidak pernah merasakan kekuatan sebesar ini sebelumnya.
Makhluk bayangan itu menatap langsung ke arahnya.
Seolah-olah ia mengenali kekuatan tersebut.
Kemudian makhluk itu mengeluarkan raungan yang lebih keras dari sebelumnya.
RAAAAAAARRR!
Langit menjadi semakin gelap.
Angin bertiup semakin kencang.
Dan di kejauhan…
Gerbang batu misterius di hutan mulai terbuka sedikit lagi.
Seolah-olah makhluk itu bukan satu-satunya yang akan keluar.
Dan jika gerbang itu benar-benar terbuka…
Mungkin akan ada sesuatu yang jauh lebih mengerikan yang datang ke dunia mereka.