Sebuah kisah cinta yang berakhir sia-sia, dimana ketulusan cinta Reina yang awalnya begitu penuh kebahagiaan bersama dengan Kevin yang diawali dari kisah LDR hingga pada tahun ketiga, tiba-tiba Kevin lost contact yang membuat Reina begitu kecewa dan sakit hati sehingga tak lagi bisa membuka hati untuk siapapun. Cinta Reina serasa habis dikisah cinta yang dia anggap akan berakhir bahagia. Apakah Reina bisa melupakan Kevin? Apakah Reina bisa membuka hati lagi? atau cintanya benar-benar habis dikisah 3 tahun yang sia-sia itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kuliah Perdana Setelah Libur
Hari yang begitu cerah dengan hembusan angin pagi yang menyejukkan. Reina yang kini sudah tiba di kampus dengan semangatnya yang menggebu-gebu karena hari ini adalah hari yang ia tunggu-tunggu setalah libur kemarin. Reina bertemu dengan Dea dan Wiwi yang merupakan sahabat Reina sejak awal masuk kuliah. Reina, Dea dan Wiwi adalah tiga sahabat yang tak akan pernah terpisahkan. Dimana ada Reina disitu ada Dea dan Wiwi.
"Hay gaesss...". Sapah Reina.
"Eeeee Reinaaa...Apa kabar?". Balas Dea dan Wiwi serentak.
"Baik. Kalian gimana liburannya, seruh nggak?". Tanya Reina.
"Huufff...Aku mah selama libur di rumah terus nggak kemana-mana". Ucap Wiwi dengan wajah cemberut.
"Kamu De? kegiatan selama libur apa?". Tanya Reina.
"Kalau aku sih jalan-jalan ke rumah nenek aku di kampung. Kamu sendiri liburannya dimana Reina?". Tanya Dea.
"Aku sih sama kayak Wiwi nggak kemana-mana". Jawab Reina sambil merangkul kedua temannya menuju kelas.
...***...
Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00. Mata kuliah jam pertama sedang berlangsung, dimana Bu Nia sedang menjelaskan Materi yang dibawakan dengan penuh semangat. Semua mahasiswa pun turut bersemangat menerima materi yang dibawakan oleh dosen cantik tersebut.
Bu Nia adalah salah satu Dosen di kampus mereka yang paling populer dan banyak disukai oleh semua mahasiswa, bukan hanya parasnya yang cantik, tapi juga orangnya begitu baik kepada mahasiswanya ditambah lagi ketika membawakan sebuah materi perkuliahan penyampaiannya begitu sangat jelas dan mudah dipahami oleh parah mahasiswa.
"Baik adik-adik sekalian, Materi hari ini saya rasa sudah cukup, dan adik-adik juga sudah paham materi yang saya sampaikan, tolong tugasnya diselesaikan dan kumpul di meja saya". Ucap Bu Nia sambil menutup perkuliahan hari ini.
"Baik Bu". Ucap Mahasiswa serentak sambil membereskan buku pelajarannya.
Sebagian mahasiswa sudah meninggalkan ruang kelas, ada yang memilih untuk jajan di kantin, ada juga yang memilih untuk kembali ke kosan. Sementara Reina, Dea dan Wiwi lebih memilih ke perpustakaan untuk membaca buku sambil mencari-cari Skripsi senior untuk dijadikan referensi buat penelitiannya disemester akhir nanti. Meskipun semester akhir masih kurang lebih tiga tahun lagi, tapi mereka mulai mencari referensi penelitian dari sekarang.
"Reina, gimana hubungan kamu dengan Devan?". Tanya Dea tiba-tiba.
"Kok tiba-tiba banget kamu nanya soal Devan". Ucap Reina.
"Soalnya akhir-akhir ini kalau aku lihat-lihat sih kamu nggak seperti biasanya. apa kalian baik-baik aja?." Tanya Dea kembali.
"Iya Reina, hubungan kalian aman-aman saja kan?". Susul Wiwi.
"Aku sama Devan udah nggak ada hubungan apa-apa lagi". Jawab Reina sembari mengerjakan tugas dari Bu Nia tadi.
"Haaaa....Kok bisa? Padahal Depan tulus loh sama kamu Reina, kok malah putus segalah sih". Ucap Dea.
"Iya aku tahu kalau Devan itu memang tulus cinta sama aku tapi aku nggak bisa ngelanjutin hubungan kami lagi, aku kasihan sama Devan kalau hubungan ini terus berlanjut. Karena semakin aku mencoba buat cinta sama dia tapi rasanya seperti nggak ada perasaan apapun ke dia. Jadi lebih baik aku dan Devan cukup sampai disini aja". Jelas Reina.
"Ya ampunnm". Ucap Wiwi sambil mengangguk-angguk.
"Udah ahhh jangan bahas Devan lagi. Ayo ke ruangannya Bu Nia, tugas aku dah selesai nih". Ajak Dea.
Ketiga sahabat itu berjalan menuju ruangan dosen yang tepatnya berada di lantai bawah kelas mereka. Kebetulan didalam ruangan ada banyak senior-senior yang sedang melakukan bimbingan.
"Gaess,,,didalam banyak senior tuh, nanti aja deh". Ucap Wiwi nggak jadi masuk ke ruangan dosen.
"Udah sini bukunya biar aku yang bawa masuk". Ucap Dea sambil meraih buku Wiwi dan Reina, lalu membawanya masuk ke meja Bu Nia.
Reina dan Wiwi menunggu di Gasebo yang letaknya tepat berada di depan Jurusan Mereka. Dea yang sudah mengumpulkan tugas, kini berjalan keluar dari arah kantor dan menuju ke tempat dimana kedua sahabatnya itu sedang duduk dan bersantai.
"Dea, ada Cowok ganteng nggak tadi?". Tanya Reina sambil senyum-senyum.
"Ampun dah, nih anak mulai lagi. Untung saja kamu udah putus dari Devan. Kasihan Devan kalau dia tau kelakuan kamu kayak begini". Ucap Wiwi sambil nepuk-nepuk jidat.
"Nggak ada cowok ganteng nggak ada". Jawab Dea sambil geleng-geleng.
"Bercanda kok,,serius amat sih". Ucap Reina tersenyum.
...***...
Mata kuliah selanjutnya telah berlangsung, semua mahasiswa seperti biasa menerima materi dengan begitu serius, apalagi dosen kali ini adalah dosen yang terkenal ditakuti oleh para mahasiswa. Dosen yang dikenal dengan ketegasannya terhadap mahasiswa. Dimana semua mahasiswa harus disiplin dan harus mematuhi aturan yang berlaku di kampus.
Dosen killer itu adalah Pak Toni. Pak Toni adalah Dosen sekaligus Ketua Jurusan Mereka. Tidak ada satupun mahasiswa yang berani membantah dosen tersebut.
"Reina, Coba kamu bagi teman-temanmu kedalam 4 kelompok, Tulis dan bacakan didepan". Perintah pak Toni.
"Baik Pak". Ucap Reina sambil menulis pembagian kelompok yang diperintahkan pak Toni tadi.
Sementara itu, Pak Toni menulis tugas untuk masing-masing kelompok. Setiap kali pertemuan, Pak Toni tidak lepas dari yang namanya memberikan tugas kepada mahasiswanya, tujuannya agar Mahasiswa kelak nantinya bisa menjadi lulusan yang terbaik, bukan hanya sekedar lulus saja tanpa pengetahuan apapun.
"Sudah selesai Pak". Ucap Reina.
"Tolong kamu ke depan bacakan pembagian kelompoknya". Balas pak Toni.
Reina melangkah ke depan dan membacakan pembagian kelompok yang sudah ia tulis. Lagi-lagi ketiga sahabat itu Reina, Dea dan Wiwi kini menjadi satu kelompok.
...***...
Mata kuliah Jam terakhir telah selesai, semua mahasiswa kembali kerumah masing-masing, ada juga yang kembali ke kosan. Begitupun dengan Reina, Dea dan Wiwi. Mereka berjalan menuju parkiran yang berada tepat di depan Aula Kampus.
Hari ini Mereka pulangnya lebih awal karena ada pertemuan UKM. Reina, Dea dan Wiwi bergabung dalam UKM Belah diri, yang setiap 2 kali dalam seminggu mereka harus datang untuk latihan. UKM ini adalah UKM yang paling diimpikan Reina sejak masih duduk di bangku SMA. Reina ingin sekali belajar yang namanya Seni Belah diri.
"Gaesss gimana kalau kita ganti baju di rumahku saja, supaya nanti latihannya nggak telat". Ajak Wiwi
"Boleh juga". Ucap Dea.
"Ayo..!?". Disusul Reina.
Mereka bertiga akhirnya menujuh kerumah Wiwi untuk mengganti pakaian. selama perjalanan Reina dan Wiwi tidak henti-hentinya berbincang-bincang, entah apa yang mereka perbincangkan, tapi kelihatannya seruh banget sampai-sampai Wiwi sesekali memukul pundak Reina sambil tertawa. Sedangkan Dea mengamati dari belakang sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat kedua temannya itu.
...***...