NovelToon NovelToon
Genius Modern Dinegeri Kuno

Genius Modern Dinegeri Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Ruang Ajaib / Fantasi Wanita
Popularitas:478.9k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Qing Lizi, seorang yatim piatu berprofesi sebagai dokter militer genius yang menguasai banyak hal. Selain cantik, ia juga memiliki dedikasi tinggi pada tugasnya.

Gadis berusia 30 tahun yang gemar akan tantangan, memilih bergabung dengan pasukan militer negara setelah mendapat lisensi kedokterannya.

Saking geniusnya, Qing Lizi sudah meraih gelar dokter specialis diusia dua puluh empat tahun.

Kariernya berjalan mulus, bermacam misi telah ia jalani, hidup mapan, banyak teman, digandrungi puluhan pria.

Sayangnya Qing Lizi tak berumur panjang. Ia harus kehilangan nyawa saat bertugas dinegara berkonflik bersama tentara perdamaian.

Namun bukannya pergi kesurga atau neraka, jiwa Qing Lizi malah pindah keabad kuno, menempati tubuh seorang gadis berusia sepuluh tahun.

Suatu hari, Qing Lizi mendapat anugerah sebuah cicin ajaib yang memberinya banyak keutungan.

Bagaimanakah kisah perjalanan Qing Lizi dikehidupan keduanya ini..?

Apa fungsi cincin ajaib yang melingkar dijari manis Qing Lizi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya Nama Yang Sama

"Anak tidak berguna..! kau dan ibumu itu sama saja, hanya bisa menyusahkanku."

"Bedebah, tidak tahu diuntung. Aku hidup bukan untuk membesarkan anak cacat penyakitan sepertimu."

"Pembawa sial, aku tidak sudi memiliki anak sepertimu. Pergi...!"

"Kau bukan putriku, kau tidak lebih dari seonggok daging busuk tak berguna."

"Arch...!"

Kepala berdenyut nyeri, suara itu sangat tajam dan nyaris memecahkan gendang telinga.

Bang Brak

Tubuh kurus kumal itu dilempar kehalaman, disusul tendangan dipunggung, mematahkan tiga tulang rusuk.

"Bawa pergi anak terkutukmu ini..!"

Wanita lemah berderai airmata, mengenakan baju tambal sulam merangkak ditanah. Tangannya gemetar, memeluk raga sang putri yang tak berdaya.

"Katakan pada anak sialanmu itu, jangan pernah memanggilku ayah diseumur hidupnya. Kalian bukan bagian dari keluarga Kang, hidup mati kalian tak ada lagi urusannya denganku."

Nafas gadis kecil kembang-kempis, sang ibu histeris tanpa suara.

"Jangan lagi gunakan nama keluargaku yang berharga, aku tidak memiliki keturunan cacat penyakitan seperti jalang sialan ini."

Kata tajam nenek tua, setelah akta perpisahan keluarga ditanda tangani.

"Baik, sekarang putriku akan menggunakan nama keluargaku. Qing Lizi, namanya mulai sekarang Qing Lizi."

Seorang wanita lain, berusia kisaran empat puluh lima datang sembari menangis.

Wanita itu membantu, mengangkat raga sekarat sang cucu. Tetangga yang menjadi saksi seorang suami menceriakan istri dan ayah membuang putrinya, ikut menolong.

Pemuda kekar berlari gesit, wajahnya diselimuti ketakutan. Ia mengambil alih tubuh gadis kecil yang napasnya tinggal satu dua.

Akta cerai dan pemutusan hubungan keluarga bercap jari disambar, disimpan dalam lipatan baju dengan gerakan kasar terburu-buru.

"Putriku bangun nak, jangan tinggalkan ibu...!"

Kebisingan ini nyata, begitu juga dengan sakitnya. Tapi, siapa mereka..?

Siapa Qing Jia...? wanita berusia dua puluh enam tahun yang dipanggil ibu itu.

Lalu siapa juga Qing Mei, wanita lembut yang dipanggil nenek.

"Arch...!"

Sakit itu datang lagi, seiringan kilasan ingatan yang entah milik siapa. Sejak bocah itu bisa mengingat dan tahu akan dunia, semua peristiwa datang diwariskan.

Qing Lizi, berusia sepuluh tahun. Putri dari pasangan Kang Cuyan dan Qing Jia. Terlahir prematur akibat Qing Jia yang kurang mendapat asupan gizi, bekerja dari pagi buta hingga tengah malam. Membuat kondisi tubuhnya lemah dan akhirnya mempengaruhi janin yang dikandung.

Qing Lizi jadi lemah sakit-sakitan.

Satu-satunya adik lelaki, meninggal dunia dua minggu setelah terlahir kedunia. Masalahnya sama, semua karena faktor kelelahan dan gizi buruk.

"Lizi, putriku, kau sudah sadar...?" tanya Qing Jia parau karena tangis yang ia ukir sejak pagi buta.

Mata Qing Lizi bergerak halus, terbuka pelan dari cuma segaris lalu melebar. Alisnya berkerut, bukan hanya karena sakit disekujur badan, tapi juga penampakan disekitar.

"Aku hidup, tapi mana mungkin bisa..?" ucap Qing Lizi aneh.

Namanya benar Qing Lizi, seorang genius dari abad 27 berusia tiga puluh tahun. Ia sedang bertugas diperbatasan dua negara berkonflik, menjadi dokter relawan yang bergabung dengan tentara perdamaian.

Terjadi bentrokan antara tentara zionis dan warga sipil. Qing Lizi bersama dokter lain datang kelokasi setelah adanya korban.

Qing Lizi sudah mengibarkan bendera putih, ia mengenakan atribut lengkap tenaga medis. Namun tetap saja moncong peluru zionis diarahkan padanya.

Bukan cuma satu, tapi tiga.

Dada, perut dan leher. Secara naluriah, seharusnya ia sudah mati. Tapi nyatanya Qing Lizi masih hidup.

Apa mereka yang menyelamatkannya..?

Orang-orang ini, bermarga Qing juga.

Namun pakaian yang dikenakan, kenapa kuno sekali..?

Fashion seperti itu memang milik negara asalnya, tapi dizaman dulu era dinasti kekisaran awal yang berdiri ribuan tahun lalu atau malah puluhan ribu tahun silam.

"Lizi, putriku..!"

Qing Mei menghela nafas lega, ia menyeka kasar airmatanya.

"Cucuku, tahan sedikit sakitmu ya..? nenek akan mencari tabib terbaik untuk mengobatimu."

Qing Jia menggenggam tangan kurus Qing Lizi "bertahan lah nak, ibu mohon..! jangan pergi, jangan tinggalkan ibu."

Qing Lizi meringis, hatinya berdesir pilu. Ia yatim piatu sejak usia lima belas tahun. Hidup bersama sang kakak lelaki yang tewas akibat kecelakaan pesawat terbang ketika usianya dua puluh tahun.

Setelahnya Qing Lizi sendirian, hidup berbekal warisan yang ditinggalkan. Menjadi dokter special diusia muda, bekerja diHospital Internasional Beijing selama satu tahun. Sebelum akhirnya memutuskan menjadi dokter militer.

Pergi kenegara berkonflik, ikut misi pembebasan sandera mafia, menjadi relawan dalam perang genosida. Sudah pernah Qing Lizi lakoni.

Ahli beladiri, penggunaan berbagai senjata, menguasai sembilan bahasa. Kerja sampingan seorang koki, ditekuni karena hobby.

Selain itu, ia juga seorang hacker, pakar genius dibidang teknologi. Memiliki IQ diatas rata-rata dan pernah merilis obat kanker kepasar dunia.

Mana mungkin masih ada ibu...?

Terlebih, usia yang mengaku ibu ini sepertinya sebaya dengannya, atau malah lebih muda..?

"Lizi, kenapa diam saja..?"

Qing Jia panik, ia mengusap wajah putrinya dengan perasaan kalut bersama dua garis airmata yang kembali menghiasi wajah lelahnya.

Ingatan milik Qing Lizi lain kembali hadir, gadis cilik itu sudah mati satu jam lalu. ia sakit sejak dua hari kemarin, sang ayah tak mau membawanya berobat dan malah bersenang-senang dengan selirnya.

Tadi ibunya kembali menghiba, karena kondisi Qing Lizi kritis. Bukannya disambut baik, malah ibunya ditampar. Tubuh lemah Qing Lizi dilempar keluar, lalu ditendang.

Si genius Qing Lizi mengangkat tangannya. Ya, kurus kering dan pucat kusam.

"Jadi aku bereinkarnasi..?" kata Qing Lizi dalam hati.

"Ah tidak, aku bertransmigrasi seperti dinovel karya penulis favoriteku."

Gigi Qing Lizi mengerat, kilat keji melintas dipupil matanya.

"Suami dan ayah macam apa itu..? bedebah, bajingan...!" geramnya mengingat semua prilaku Kang Cuyan.

"Nenek, kakek, kalian semua keluarga Kang, tunggu saja pembalasanku."

Qing Lizi menghela nafas, memejamkan mata sesaat.

"Beristirahatlah dengan tenang, sisanya serahkan padaku. Aku akan menjaga ibu dan nenek." salam perpisahan dan janji Qing Lizi pada jiwa pemilik tubuh yang kini ia tempati.

"Lizi...!"

Qing Lizi meringis, membuka matanya redup "ibu...!"

Qing Jia melepaskan nafas beban, begitu juga Qing Mei.

"Dimana yang sakit..? apa kau menginginkan sesuatu..?"

Qing Lizi menggeleng lemah, tubuhnya benar-benar terasa remuk, tidak bisa digerakan. Tulang rusuknya patah akibat ditendang bajingan Kang Cuyan.

"Lapar...!"

"Tunggu sebentar, nenek akan membuatkanmu bubur. Sabar ya..?"

Qing Mei bergegas bangkit, berlari tergesa kedapur rumahnya.

Huang Feng, pemuda yang tadi menggendongnya pulang kerumah Qing Mei. Ia orang yang dekat dan menyayangi Qing Lizi.

Ada lagi satu sahabat Qing Lizi, Jang Jiayi. Bocah itu pasti sedang bekerja diladang membantu orangtua, makanya belum datang menjenguk.

"Lizi'er...!"

Qing Lizi tersenyum sendu "kakak Feng...!"

"Tunggu ya..? aku akan memanggil tabib terbaik diIbukota."

Qing Lizi mengangguk lemah "terimakasih..!"

Huang Feng pamit, semua tetangga bubar guna kembali bekerja diladang.

Kini tinggal ibu dan anak, Qing Lizi dan Qing Jia.

"Maafkan ibu yang tidak bisa melindungimu, ibu tidak berguna. Ibu sudah membuatmu menderita." Qing Jia tergugu pilu.

"Ibu, aku tidak apa-apa. Jangan cemas, aku pasti sembuh."

Tak lama Qing Mei datang membawa bubur nasi dan kentang dicampur bayam liar.

Itu stok makanan terakhir yang ada dirumah Qing Mei. Hasil ladangnya tahun ini tak bagus, jadi ia cuma bisa menyisakan sedikit setelah sebagian dijual.

1
Memyr 67
𝗐𝖺𝖺𝗁 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗄𝗎𝗅𝗍𝗂𝗏𝖺𝗌𝗂 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗄𝗌𝗂
Memyr 67
𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗄𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗒𝗀 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗁𝖺𝗌𝗎𝗍𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗄𝖾𝖽𝖾𝗇𝗀𝗄𝗂𝖺𝗇 𝗉𝖾𝗅𝖺𝗄𝗈𝗋 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗃𝗂𝖾 𝗑𝗂𝖾, 𝗆𝖾𝗆𝖻𝗎𝖺𝗇𝗀 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗌𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖼𝗎𝖼𝗎 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀.
@Mita🥰
🥰🥰🥰🥰🥰
Datu Zahra
berjaya dan makmur bersama 🥳🥳🥳🥳
Babe Babe
bakalan ada pesta pernikahan paman Jian 😄😄😄
Rai Gojess
semangat terus update ya thor
Atik Kiswati
lnjt....
Babe Babe
bikin ceritanya makin mantap 👍👍👍👍👍thor 😍😍😍😍😍
Babe Babe
kehangatan keluarga sangat berharga
Babe Babe
memang iyaa kalau sudah di tinggal baru terasa 🤭🤭
Lisna
👍👍🥰🥰🥰🥰
Babe Babe
wah tambah lagi ruang dimensinya dabel Untung 😄😄😄
Babe Babe
mendadak kaya awas di rampok
Babe Babe
liat bini orang mulus kepincut modalin donk Kalau pengen bini cantik ,modalin
Babe Babe
mantap bikin penasaran aja Thor lanjut 👍
Memyr 67
𝗃𝖺𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖽𝗂 𝗂𝗇𝖽𝗈𝗇𝖾𝗌𝗂𝖺 𝗄𝖾𝗃𝖺𝖽𝗂𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝗍𝗎. 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗉𝖾𝗍𝖺𝗇𝗂 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗁𝖺𝗌𝗂𝗅𝗄𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗁𝖺𝗇 𝗉𝖺𝗇𝗀𝖺𝗇, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗒𝗀 𝗁𝖺𝗋𝗎𝗌 𝖻𝖾𝗋𝗁𝖾𝗆𝖺𝗍 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 𝗆𝖺𝗄𝖺𝗇, 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗉𝖾𝗃𝖺𝖻𝖺𝗍 𝗄𝗈𝗋𝗎𝗉. 𝗌𝗂𝗄𝖺𝗍 𝗁𝖺𝖻𝗂𝗌 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺 𝗄𝗈𝗋𝗎𝗍𝗈𝗋 𝖽𝗂 𝗂𝗇𝖽𝗈𝗇𝖾𝗌𝗂𝖺.
Rhyzca Ayu
Semangaaat n succes slaluu ❤❤
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗋𝗍𝗂 𝗓𝗁𝖺𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗈𝗉𝗅𝖺𝗌 𝗒𝖺?
Delia ATA: oplas sama cangkok kulit beda kak. kalo cangkok kulit itu enggak merubah bentuk wajah
total 1 replies
Babe Babe
nikmat nya hidup liizi
Babe Babe
tidak semuanya karena uang ada yg tidak bisa di oleh uang,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!