NovelToon NovelToon
DxD : Phenex Rebirth

DxD : Phenex Rebirth

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali sebagai Riser Phenex—bangsawan iblis paling dibenci dengan reputasi sampah—bukanlah pilihan yang buruk bagi seorang pemuda dari dunia modern. Dengan sistem "Yui" yang bermulut tajam namun setia, serta kekuatan terlarang dari masa lalu yang terkubur (Meliodas), Riser memutuskan untuk berhenti mengejar wanita yang tidak menginginkannya. Di hari Rating Game yang seharusnya menjadi kehancurannya, dia justru membakar naskah takdir. Dia membatalkan pertunangan, melepaskan gelar "pecundang", dan mulai membangun "keluarga" sejatinya sendiri. Dari pedang Saeko Busujima hingga kesetiaan Yasaka, Riser tidak hanya ingin bertahan hidup; dia ingin mendominasi dunia supranatural dengan gaya yang elegan, sarkastik, dan tak terbantahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ksatria Cahaya Yang Terluka

Cahaya ungu dari lingkaran sihir pemindahan memudar saat Riser, Saeko, dan Rei mendarat di aula utama kastel Phenex. Suasana tenang dan megah kastel ini memberikan kontras yang menyakitkan bagi Rei Miyamoto, yang baru saja ditarik dari neraka dunia yang dipenuhi mayat hidup. Gadis itu masih menggenggam pipa baja berujung pisau dengan gemetar, matanya liar menyapu interior mewah yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.

"Lepaskan senjatamu, Rei. Di sini, kau tidak perlu lagi menusuk apa pun untuk tetap hidup," ucap Saeko dengan nada lembut, meletakkan tangannya di atas jemari Rei yang memutih karena tekanan.

Rei tersentak, lalu perlahan melonggarkan genggamannya. Pipa baja itu jatuh ke lantai marmer dengan bunyi denting yang nyaring. Ia limbung, tubuhnya yang sudah mencapai batas maksimal selama di Distrik Tokonosu akhirnya menyerah pada gravitasi. Sebelum lututnya menyentuh lantai, Riser sudah menangkap bahunya, menopang tubuh gadis itu dengan kekuatan yang stabil.

[ Status Subjek: Rei Miyamoto ]

[ Kondisi: Kelelahan Mental & Fisik Akut ]

[ Tingkat Sinkronisasi: 95% (Kompatibel untuk Reinkarnasi) ]

[ Rekomendasi: Inisiasi Segera ]

"Saeko, bawa dia ke ruang ritual di sayap timur," perintah Riser. "Yubelluna, siapkan bidak Ksatria. Kita tidak bisa membiarkan jiwanya mendingin dalam kondisi manusia yang rapuh ini."

Yubelluna muncul dari balik pilar, memberikan hormat singkat sebelum segera bergerak. Namun, kehadirannya—bersama dengan aroma sihir yang pekat—menarik perhatian anggota peerage lainnya yang sudah menunggu di aula.

Ayaka Kamizato melangkah maju, matanya menatap tajam ke arah Rei yang masih terengah-engah di pelukan Riser. Ada sedikit kilatan dingin di matanya, sebuah insting teritorial yang muncul secara alami. "Tuan Riser, jadi ini adalah alasan Anda pergi terburu-buru tadi? Seorang gadis manusia yang terluka?"

"Dia bukan sekadar manusia, Ayaka," jawab Riser tanpa menoleh, suaranya tetap analitis. "Dia adalah kepingan yang akan melengkapi mobilitas tempur kita. Dia adalah ksatria yang akan berdiri di samping Saeko."

Shizuka Marikawa berlari mendekat, wajahnya cemas. "Oh astaga! Dia penuh dengan luka goresan dan... apakah itu darah manusia? Riser-kun, biarkan aku memeriksanya dulu sebelum kau melakukan ritual apa pun!"

"Lakukan pemeriksaan sambil kita berjalan menuju ruang ritual, Shizuka," balas Riser.

Rombongan itu bergerak menyusuri lorong-lorong panjang kastel. Rei, yang setengah sadar, merasakan berbagai pasang mata menatapnya. Ia melihat Ayaka yang elegan namun dingin, Shizuka yang tampak ceroboh namun memiliki tangan yang sangat hangat saat memeriksa denyut nadinya, dan Yubelluna yang memancarkan aura otoritas.

"Senpai..." bisik Rei, menatap punggung Saeko yang berjalan di depan. "Tempat apa ini? Siapa orang-orang ini?"

Saeko menoleh sedikit, memberikan senyum tipis yang penuh makna. "Ini adalah rumah barumu, Rei. Dan pria yang memegangmu itu... dia adalah satu-satunya alasan kenapa aku masih memiliki tujuan untuk mengayunkan pedang. Kau akan segera mengerti."

Sesampainya di ruang ritual, udara terasa berat oleh aroma dupa sihir dan energi yang berdenyut dari lingkaran sihir di lantai. Riser membaringkan Rei di tengah lingkaran tersebut. Cahaya merah dari batu-batu sihir di sekeliling ruangan mulai berpendar, bereaksi terhadap kehadiran Riser.

[ Inisialisasi Proses Reinkarnasi ]

[ Objek: Bidak Ksatria (Knight) ]

[ Target: Rei Miyamoto ]

Riser berdiri di kepala Rei, menatap mata gadis itu yang mulai sayu karena kantuk yang tak tertahankan. "Rei Miyamoto. Jika kau menerima bidak ini, kau akan kehilangan kemanusiaanmu. Kau akan menjadi iblis, pengikutku, dan belahan jiwaku dalam pertempuran. Sebagai gantinya, aku akan memberimu kekuatan untuk melindungi apa pun yang kau hargai, dan tempat di mana kau tidak akan pernah ditinggalkan lagi."

Rei menatap langit-langit, bayangan orang tuanya yang hilang dan dunianya yang hancur terlintas cepat. Ia melihat tangan Riser yang bersinar dengan api biru yang menenangkan.

"Jika... jika itu berarti aku bisa menjadi sekuat Saeko-senpai..." Rei terbatuk kecil, namun matanya memancarkan tekad Tsundere-nya yang khas. "Maka lakukan saja, kau Iblis Sombong."

Riser tersenyum tipis. "Jawaban yang bagus."

Riser mengangkat bidak Ksatria yang bercahaya keemasan. Ia tidak langsung menanamkannya, melainkan mencampurkan sedikit mana dari Valkyrie Lineage ke dalam bidak tersebut sebelum menekannya ke dada Rei.

"Atas namaku, Riser Phenex. Bangkitlah sebagai Ksatriaku!"

Cahaya menyilaukan menelan seluruh ruangan. Rei menjerit pelan saat merasakan setiap sel di tubuhnya dibongkar dan disusun kembali. Aliran listrik yang dahsyat menyerang sarafnya, namun di tengah rasa sakit itu, ia merasakan sebuah kehangatan yang merangkul jiwanya—kehangatan milik Riser yang memastikan bahwa transisi ini berjalan sempurna.

[ Proses Reinkarnasi: Sukses ]

[ Ras: Iblis (Reinkarnasi) ]

[ Keahlian Unik: Valkyrie Lineage - Aktif ]

[ Status: Pemulihan Dimulai ]

Saat cahaya meredup, Rei terbaring pingsan dengan napas yang kini jauh lebih teratur. Di punggungnya, terlihat tato kecil berbentuk bidak ksatria yang dikelilingi oleh pola petir.

"Selamat datang di keluarga ini, Rei," gumam Riser, menyeka keringat di dahi gadis itu.

Ayaka, yang sejak tadi mengawasi, mendesah pelan. Ia mendekat dan menyelimuti Rei dengan kain sutra. "Dia memiliki potensi yang besar. Tapi Tuan, sepertinya Anda harus bersiap-siap. Menghadapi sifat keras kepalanya mungkin akan lebih sulit daripada melawan Malaikat Jatuh."

Riser hanya tertawa rendah, sebuah suara yang penuh percaya diri. "Aku sudah terbiasa menangani wanita yang sulit, Ayaka. Dan Rei... dia akan menjadi tombak yang tidak akan pernah patah."

Keheningan di ruang ritual hanya bertahan beberapa jam sebelum akhirnya pecah oleh lonjakan energi listrik yang tidak stabil. Rei Miyamoto membuka matanya dengan sentakan hebat. Hal pertama yang ia rasakan bukan lagi kelelahan, melainkan sensasi seperti ada ribuan volt listrik yang mengalir di bawah kulitnya, menuntut untuk dilepaskan.

Ia bangkit dari ranjang batu dengan gerakan yang jauh lebih cepat dari yang pernah ia miliki sebagai manusia. Rei menatap tangannya; luka-luka goresan dari dunia zombi telah hilang sepenuhnya, menyisakan kulit mulus yang terasa lebih padat dan kuat.

"Kau sudah bangun. Metabolisme iblis memang tidak pernah mengecewakan."

Rei menoleh tajam. Riser berdiri di dekat jendela besar yang memperlihatkan pemandangan malam kastel. Di sampingnya, Saeko sedang mengelap bilah Muramasa dengan kain putih.

"Apa yang kau lakukan pada tubuhku, kau... Iblis sombong?" Rei turun dari ranjang, kakinya terasa sangat ringan, seolah-olah gravitasi tidak lagi memiliki kuasa penuh atas dirinya.

"Aku memberimu kesempatan kedua," jawab Riser tenang, ia berbalik dan menatap Rei dengan mata ungu yang analitis. "Dan sebagai gantinya, kau sekarang adalah bagian dari Peerage-ku. Ksatriaku."

[ Status Subjek: Rei Miyamoto ]

[ Ras: Iblis (Reinkarnasi) ]

[ Skill Aktif: Enhanced Agility (Valkyrie Lineage) ]

[ Kondisi Mental: Defensif/Bingung ]

Rei mendengus, mencoba menutupi rasa terima kasihnya dengan sifat keras kepalanya yang khas. "Siapa yang bilang aku setuju menjadi pengikutmu selamanya? Aku hanya bilang... aku butuh kekuatan. Jangan berpikir kau bisa memerintahku semuamu hanya karena kau menyelamatkanku."

Saeko terkekeh pelan, suara tawanya terdengar seperti lonceng di ruangan itu. "Sifatmu tidak berubah, Rei. Masih suka menggonggong meski jantungmu berdetak kencang karena kagum pada pria di depanmu ini."

"Senpai! Jangan mulai!" wajah Rei memerah seketika. Ia menyambar pipa baja yang tergeletak di lantai, namun saat ia menyentuhnya, sebuah aliran petir biru kecil meloncat dari telapak tangannya, menghancurkan pipa baja itu menjadi serpihan logam.

Rei terbelalak melihat tangannya. "Apa itu tadi?"

"Itu adalah manifestasi dari Valkyrie Lineage milikmu," Riser melangkah mendekat, auranya yang dominan membuat Rei secara tidak sadar mundur satu langkah. "Tubuhmu sekarang adalah wadah untuk energi petir. Senjata manusia biasa tidak akan sanggup menahan beban kekuatanmu lagi."

Riser menjentikkan jarinya, dan sebuah lingkaran sihir muncul di lantai. Dari dalamnya, muncul sebuah tombak panjang dengan mata pisau ganda yang berkilau perak, dihiasi dengan ukiran sayap di pangkalnya.

"Gunakan ini. Ini adalah tombak yang telah kusesuaikan dengan energi barumu," Riser menyerahkan senjata itu.

Rei menerimanya. Begitu tangannya menyentuh gagang tombak, ia merasakan sinkronisasi yang sempurna. Beratnya, keseimbangannya, semuanya terasa seperti perpanjangan dari lengannya sendiri.

"Jangan pikir aku akan berterima kasih untuk ini," gumam Rei, memalingkan wajahnya agar Riser tidak melihat binar kegembiraan di matanya. "Jadi, apa sekarang? Kau ingin aku mencium kakimu?"

"Tidak," Riser tersenyum tipis, sebuah senyuman yang membuat Rei merasa tertantang. "Aku ingin kau membuktikan bahwa bidak Ksatria yang kuberikan tidak terbuang percuma. Saeko, bawa dia ke ruang latihan. Berikan dia pelajaran pertama tentang bagaimana seorang iblis bertarung."

"Dengan senang hati, Tuanku," jawab Saeko, matanya berkilat penuh semangat predator.

Di Ruang Latihan Bawah Tanah

Denting logam yang memekakkan telinga bergema berulang kali. Rei bergerak seperti kilat biru, meluncurkan serangkaian tusukan cepat ke arah Saeko. Namun, setiap serangannya berhasil ditangkis atau dihindari oleh Saeko dengan gerakan yang sangat minim dan efisien.

Ting! Ting! Crat!

"Terlalu lambat, Rei! Kau terlalu banyak membuang energi pada amarahmu, bukan pada ujung tombakmu!" teriak Saeko sambil memutar tubuhnya, memberikan tendangan rendah yang membuat Rei terjatuh.

Rei berguling di lantai, segera bangkit kembali dengan napas tersengal. "Diam! Aku masih mencoba membiasakan diri dengan tubuh aneh ini!"

Riser mengawasi dari balkon atas, tangannya bersedekap. Di sampingnya, Ayaka berdiri diam, mengamati gaya bertarung Rei dengan saksama.

"Dia kasar, tapi memiliki insting bertahan hidup yang luar biasa," komentar Ayaka pelan. "Apakah Anda yakin dia bisa bekerja sama dengan kami, Tuan?"

"Dia akan belajar, Ayaka," jawab Riser. "Sifat Tsundere-nya hanyalah mekanisme pertahanan. Di balik itu, dia adalah seseorang yang sangat takut kehilangan. Begitu dia menyadari bahwa faksi ini adalah tempat di mana dia tidak akan pernah ditinggalkan, loyalitasnya akan melampaui siapa pun."

[ Analisis Pertempuran: Rei Miyamoto ]

[ Perkembangan: 15% Adaptasi Kekuatan ]

[ Emosi terhadap MC: 30% (Tertarik tapi Menyangkal) ]

Rei tiba-tiba berhenti di tengah arena, ia menengadah menatap Riser di balkon. "Hei, kau! Iblis sombong! Jika aku bisa mendaratkan satu serangan pada Saeko-senpai, kau harus berjanji padaku satu hal!"

Riser menaikkan alisnya, merasa terhibur. "Oh? Apa itu?"

"Kau harus membawaku jalan-jalan ke dunia manusia... tanpa pengawasan ketat! Aku bosan di kastel ini!" teriak Rei dengan wajah memerah.

Riser tertawa rendah, suara yang terdengar sangat jantan dan menawan bagi telinga Rei. "Tantangan diterima, Rei Miyamoto. Tapi jika kau gagal dalam sepuluh menit ke depan, kau harus menuruti satu permintaanku tanpa bantahan selama seminggu penuh."

"Deal!"

Rei kembali menerjang, kali ini dengan petir yang lebih besar membungkus tombaknya. Ia mulai menggunakan Lightning Thrust, menciptakan bayangan-bayangan petir yang membingungkan mata. Riser mengamati dengan puas; ia telah berhasil memicu motivasi ksatria barunya.

Bagi Riser, Rei bukan hanya aset tempur. Dia adalah variabel yang akan membawa dinamika baru dalam "sarang" miliknya—sebuah tombak yang akan menusuk siapa pun yang berani mengusik kedamaian haremnya.

1
SR07
plot nya kok kaya mundur ya?
SR07
bukannya udh gabung sama rias ya? atau di episode awal gue salah baca?
SR07
esdeath kemana dah?
SR07
cemburu Ama bocah🤣
SR07
intinya cemburu
SR07
awokawokawok 🤣
SR07
ada yang cemburu nih🤣
SR07
Yui cemburu 🤣
SR07
up lagi bro
mutia
sistemnya agak serem ya😂
SR07
jir galaknya 🤣
SR07
ngobrol Ama bantal guling gak tuh wkwkwk 🤣
SR07
system nya galak amat dah🤣
Muhd Zulfitri
thor buat anime cheined Soldier /Pray/
RavMoon: saya akan mempertimbangkan nya setelah proyek ini berjalan setengahnya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!