Akibat fitnah kakak sepupunya, Sierra Moore dibuang keluarganya keluar kota Cragstone yang sangat jauh dan terpencil tanpa dibekali uang sepeserpun di usia 15 tahun. Tiga tahun kemudian, Tobias Moore, kakek Sierra yang baru mengetahui kalau Sierra telah didepak dari keluarga Moore sangat marah dan meminta anak dan menantunya untuk membawa Sierra kembali atau dia akan melongsorkan anaknya itu dari posisi CEO Moore Company. Sepupu Sierra, Nora Moore tentunya tidak senang dengan hal ini dan mengupayakan segala cara untuk bisa menyingkirkan Sierra dari keluarga Moore.
Apa yang membuat Nora tidak menyukai Sierra?
Hanya dengan dukungan kakeknya, akankah Sierra bisa bertahan dan mengambil kembali posisinya di keluarga Moore?
Akankah Sierra balas dendam pada orang-orang yang sudah menyakitinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 Ketahuan (2)
Adrian Blackwood melipat tangan di depan dada, menatap Mr. Jonas dengan tatapan yang menuntut ketegasan.
"Sudah cukup jelas, kan?" suara Adrian berat dan mengintimidasi. "Sierra dan Eugene tidak melakukan apa pun yang mencoreng nama baik sekolah. Foto itu murni rekayasa. Jadi, sekarang bagaimana pihak sekolah akan menghukum orang yang bertanggung jawab atas fitnah ini?"
Mr. Jonas berkali-kali menyeka keringat di dahinya dengan sapu tangan. "Tentu, Mr. Blackwood. Kami akan bertindak tegas."
"Baiklah, aku percaya Anda akan memberikan hukuman yang layak", ucap Adrian dingin.
Adrian menggandeng tangan Sierra dan menuntunnya pergi meninggalkan ruangan kepala sekolah. James mengekori mereka.
Eugene menatap tangan Sierra yang digandeng Adrian. Sierra biasanya menolak kontak fisik dan selalu menjaga jarak dengan lawan jenis. Melihat Sierra tidak keberatan disentuh Adrian, membuat Eugene cemburu. Tapi dia sadar dia bukan siapa-siapa jika dibandingkan dengan Adrian Blackwood, dia sadar tidak akan bisa menang bersaing dengan Adrian.
Eugene menyadari cara Adrian menatap Sierra sama seperti dirinya. Eugene seketika tahu mereka adalah rival, tapi dia merasa kalah duluan sebelum berperang.
Sierra mengajak Adrian dan James berjalan-jalan ke sekeliling sekolah bahkan mentraktir mereka di kantin sebelum akhirnya mereka berpisah. Sierra harus kembali ke kelas sedangkan Adrian dan James akan kembali ke Blackwood Group.
Mrs. Kartein, yang tadinya menyerang Sierra, kini berbalik arah. Rasa malunya berubah menjadi amarah yang meledak-ledak. Ia merasa dipermalukan di depan Adrian Blackwood. "Siapa anak yang sudah berani menjebakmu? Apa kau mengenal anak ini? Ada masalah apa antara kau dan anak ini? Kau bukan tipe yang mencari musuh, pasti anak ini yang mencari gara-gara duluan! Biar aku beri pelajaran anak ini!" tanya Mrs. Kartein tajam pada Eugene.
"Namanya Nora, Mom. Dia teman sekelas kami juga. Soal kenapa dia melakukan ini, aku juga tidak tahu tapi dia selalu mencari masalah dengan Sierra" jawab Eugene pelan.
"Jadi targetnya adalah Sierra?! Lalu kenapa menyeret namamu juga?! Kenapa dia, seorang gadis muda melakukan hal menjijikkan seperti ini?! Kali ini hanya mengedit foto ciuman, bagaimana dengan selanjutnya?! Kalau dia dilepaskan begitu saja, dia pasti akna semakin menjadi-jadi! Aku mau anak ini dikeluarkan! Aku tidak mau anak semacam ini berada di dekat Eugene! Panggil dia ke sini sekarang!" teriak Mrs. Kartein. Mrs Kartein kembali berapi-api setelah kepergian Adrian dan James.
Mrs Kartein sangat kesal pada Nora, hampir saja dirinya terlibat masalah dengan Adrian Blackwood gara-gara ulahnya. Dia sangat ingin menghajar Nora.
Mr. Jonas segera menekan tombol pada interkom di mejanya, menghubungkan suaranya ke seluruh penjuru sekolah melalui pengeras suara. "Panggilan kepada siswi bernama Nora Moore dari kelas 12-A. Segera menuju ruang kepala sekolah sekarang juga. Sekali lagi, Nora Moore kelas 12-A, segera ke ruang kepala sekolah."
Di koridor kelas, Nora yang sedang berkumpul dengan teman-temannya tersentak. Alih-alih takut, ia justru tersenyum tipis. Dalam pikirannya, ini adalah momen kemenangan. Ia mengira dirinya dipanggil karena pihak sekolah sudah memutuskan untuk mengeluarkan Sierra, dan sebagai saudara Sierra, ia mungkin diminta untuk menginformasikan hal tersebut kepada keluarga mereka.
Dengan percaya diri, Nora menjauh sebentar untuk menelepon ibunya, Samantha.
"Halo, Ma? Uhm... Apa mama sudah melihat forum sekolah? Ada postingan tentang Sierra... Walaupun sekarang sudah dihapus tapi banyak orang sudah melihatnya. Itu... Sierra berulah lagi." bisik Nora. "Aku baru saja dipanggil ke kantor kepala sekolah. Sepertinya Sierra akan dikeluarkan kali ini. Mama harus segera ke sini, jangan sampai Sierra membuat malu keluarga Moore lebih jauh di depan umum."
Nora menjelaskan secara singkat soal apa yang terjadi di telpon saat tahu Samantha belum sempat membuka website forum sekolah sebelum berita Sierra ditake down.
Di seberang telepon, Samantha meledak dalam amarah. Ia memaki Sierra panjang lebar dan berjanji akan segera ke sekolah.
Setelah puas mengompori Samantha, Nora menutup telponnya dengan senyum tipis dan bergegas menuju ruang kepala sekolah.
Namun, saat Nora berjalan menuju kantor kepala sekolah dengan langkah ringan, suasana di kelas 12-A berubah drastis. Seorang siswa tiba-tiba berteriak sambil menunjuk layar ponselnya.
"Woi! Lihat forum! Ada update terbaru!"
Sontak, seluruh siswa termasuk Anastasia, Gwen, bahkan Tamara dan teman-temannya membuka ponsel mereka. Postingan anonim yang tadi muncul kini menyajikan berita yang lebih menghebohkan. Nora terbukti sebagai pemesan jasa hacker dan dalang utama atas fitnah yang ditujukan pada Eugene dan Sierra. Bukti transfer uang dan alamat IP yang terlacak mengarah langsung pada perangkat pribadinya.
Sebenarnya hacker yang disewa Nora sudah diminta untuk menutupi semua jejak transaksi di antara mereka tapi hal itu bukanlah masalah besar untuk Sierra.
"Gila... jadi selama ini Nora...? Ternyata wajah polosnya itu benar-benar palsu." gumam seorang siswa.
Anastasia dan Gwen langsung berdiri. "Tuh kan! Apa aku bilang! Sierra jelas dijebak!" seru Anastasia lantang. "Ternyata Nora pelakunya! Dasar muka dua! Pura-pura prihatin dan polos tapi hatinya busuk. Tapi nyatanya... Semua berita buruk tentang Sierra sejak dia kembali ke Metropolia selalu saja berasal dari mulut Nora!"
"Jangan-jangan...," timpal siswa lain yang mulai bergosip. "Rumor buruk Sierra tiga tahun lalu juga ulah dia? Ingat foto-foto yang beredar dulu? Kalau sekarang dia bisa manipulasi foto Eugene dan Sierra, mungkin saja kan dulu dia juga melakukan hal yang sama soal foto Sierra dengan beberapa pria?."
"Ckckkck. Nora benar-benar kejam, padahal mereka masih keluarga," tambah Gwen. "Dia tega menghancurkan reputasi saudaranya sendiri. Bagaimana bisa dia selicik itu di usia semuda ini? Akan jadi orang macam apa dia di masa depan? Lebih baik kalian menjauh darinya dari sekarang, siapa tahu siapa yang akan jadi target selanjutnya!"
Tamara dan kelompoknya hanya bisa terdiam. Mereka ingin membela Nora, tapi bukti digital yang terpampang di forum itu terlalu nyata untuk dibantah. Mereka hanya bisa berharap ada penjelasan masuk akal saat Nora kembali nanti. Mereka masih menolak percaya jika Nora yang bertanggung jawab atas masalah ini.
Pintu ruang kepala sekolah terbuka. Nora melangkah masuk dengan wajah yang dikondisikan sedemikian rupa agar tampak lugu dan prihatin.
"Permisi, Mr. Jonas? Anda memanggil saya? Ada apa dengan Sierra?" tanya Nora lembut, matanya melirik Sierra seolah-olah ia merasa kasihan.
Namun, belum sempat Mr. Jonas membuka mulut, sebuah bayangan melesat ke arahnya.
PLAK! PLAK!
Dua tamparan keras mendarat di pipi Nora hingga kepalanya tertoleh ke samping. Sebelum Nora sempat bereaksi, Mrs. Kartein sudah mencengkeram rambutnya, menjambaknya dengan penuh emosi.
"Aww! Sakit! Apa-apaan ini?!" teriak Nora histeris.
"Menurutmu kenapa, hah?!" Mrs. Kartein mengumpat, wajahnya sangat dekat dengan wajah Nora. "Dasar jalang kecil! Beraninya kau menyeret putraku ke dalam rencana busukmu! Kalau kau ingin menyerang Sierra, jangan bawa-bawa anakku! Apa maksudmu melakukan ini pada Eugene??!"
"Lepaskan! Tolong! Apa yang Anda katakan?! Aku tidak tahu apa maksud Anda!" Nora meronta, air matanya mulai tumpah karena rasa sakit di kulit kepalanya.
Mr. Jonas, Mr. Lawson, dan Mrs. Lauren segera bangkit dan mencoba melerai. Mereka bersusah payah menarik Mrs. Kartein agar melepaskan jambakannya pada Nora. Setelah terlepas, Nora jatuh terduduk di lantai, napasnya tersengal-sengal dengan rambut yang berantakan.
"Nora," suara Mr. Jonas kini terdengar sangat dingin, berbeda dari biasanya. "Jelaskan pada kami tentang bukti transaksi dengan hacker ini. Dan jelaskan kenapa alamat IP pengunggah foto itu berasal dari ponselmu?"
Nora membeku. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Ia menatap ke arah laptop Mr Jonas yang terbuka dimana di layarnya tampak postingan terbaru di forum sekolah. Dan postingan itu menampilkan bukti-bukti yang sangat ia kenali, percakapan rahasianya di dark web dengan seorang hacker.
"Bagaimana bisa? Secepat ini?" batin Nora dalam kepanikan yang luar biasa. "Aku sudah menggunakan VPN, hacker itu juga sudah menghapus jejak transaksi di antara kami... Bagaimana mungkin mereka bisa menemukannya secepat ini?"