Terbangun sebagai Zhu Xuan, Kepala Keluarga Klan Kucing Roh Nether yang dingin, seorang pria modern membawa jiwa baru yang hangat dan protektif ke Benua Douluo. Menyadari dirinya memiliki istri yang setia dan empat putri jenius—termasuk si bungsu yang dingin, Zhu Zhuqing—Zhu Xuan bersumpah untuk mengubah nasib tragis keluarga mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melampaui Logika — Penaklukan Kucing Panther Seribu Tahun
Keputusan Zhu Xuan untuk memberikan cincin roh seribu tahun kepada Zhuyun bukanlah sebuah perjudian buta. Ia telah menghitung segalanya dengan presisi analitis:
* Seni Dunia Bawah: Teknik ini memberikan kapasitas energi yang jauh melampaui metode kultivasi standar.
* Fondasi Fisik: Sepuluh hari pembaptisan dengan cairan obat kelas atas telah memperkuat meridian dan tulang Zhuyun.
* Item Perlindungan System: Hadiah tersembunyi dari System yang menjamin stabilitas mental saat penyerapan energi.
Zhu Xuan tahu bahwa di era ini, cincin pertama seribu tahun akan mengguncang daratan. Tanpa ragu, ia memimpin rombongan masuk lebih dalam ke area yang dipenuhi bunga-bunga eksotis dan aura kegelapan yang kental.
"Patriark, di depan ada sekelompok Panther Cat. Dua di antaranya adalah pemimpin berusia sekitar 1.100 tahun," lapor Zhu Xiaowu, sang Kapten, dengan suara tertahan.
"Tangkap satu yang terbaik. Biarkan yang lainnya pergi," perintah Zhu Xuan singkat.
Dalam sekejap, tim elit keluarga Zhu beraksi. Sebagai veteran, kerja sama mereka sangat mulus. Sang Master Roh tipe kontrol melepaskan tanaman merambat yang menjalar seperti ular di tanah, sementara tipe penyerang jarak jauh menyiapkan busur energinya.
Wush! Wush!
Anak panah energi melesat, memecah kesunyian hutan. Panther Cat yang lincah segera berpencar, namun Zhu Xiaowu dengan kecepatan Hell Civet-nya sudah memotong jalur pelarian sang target utama. Dengan satu serangan cakar yang presisi, kucing besar itu terjerembap, hanya untuk langsung dililit oleh sangkar tanaman merambat yang kuat.
Keributan itu membangunkan Zhuyun yang tertidur di pelukan ayahnya. Ia mengusap matanya, menatap pemandangan di depannya dengan rasa ingin tahu yang besar.
"Zhuyun, lihat," ucap Zhu Xuan lembut namun penuh instruksi. "Itulah kekuatan kerja sama. Kelak, kau dan adik-adikmu harus seperti mereka—saling menopang dan tidak terkalahkan. Tidak ada musuh yang terlalu kuat jika kalian berdiri bersama."
Zhuyun mengangguk mantap, meskipun wajahnya sedikit tegang melihat binatang buas yang sedang meronta-ronta di dalam sangkar itu. "Aku mengerti, Ayah. Aku akan menjadi kakak yang bisa diandalkan!"
Zhu Xiaowu mendekat setelah memastikan binatang itu cukup lemah. "Patriark, mangsanya sudah siap. Nona Muda hanya perlu memberikan serangan terakhir."
Zhu Xuan menurunkan Zhuyun dari gendongannya dan menyerahkan sebuah belati perak kecil. "Zhuyun, ini adalah langkah pertamamu menjadi Master Roh sejati. Di dunia ini, jika kau tidak memiliki ketegasan untuk menarik pelatuk, kau akan menjadi orang yang ditarik pelatuknya. Binatang ini tidak akan mati sia-sia; ia akan menjadi bagian dari kekuatanmu."
Zhu Xuan tidak meminta Zhuyun memejamkan mata. Di klan Zhu, kelembutan hati yang berlebihan adalah racun. Meskipun pendidikan klan sering menggunakan cara ekstrem—seperti memaksa anak-anak menyembelih hewan imut untuk mematikan rasa iba—Zhu Xuan memilih pendekatan yang lebih manusiawi namun tetap tegas: tanggung jawab atas kekuatan.
Zhuyun menatap belati itu, lalu menatap ayahnya. Dengan tangan yang sedikit gemetar namun mata yang penuh tekad, ia melangkah maju. Ia ingat janjinya untuk melindungi adik-adiknya. Keinginan itu membakar rasa takutnya.
Jleb!
Serangan itu tepat sasaran. Tak lama kemudian, titik-titik cahaya ungu mulai mengembun dari tubuh Panther Cat, membentuk sebuah lingkaran cahaya ungu yang pekat dan berdenyut—Cincin Roh Seribu Tahun.
Seluruh pengawal menahan napas. Lingkaran ungu itu tampak sangat mengintimidasi untuk anak seusia Zhuyun.
"Duduklah, Zhuyun. Fokus pada Netherworld Art. Ayah ada di sini," bisik Zhu Xuan sambil menempelkan tangannya di punggung putrinya, menyalurkan ketenangan melalui kontak fisik.