Shanaya berdiri di tepi taman halaman rumahnya, angin malam membelai sayap-sayap keabadiannya yang tersembunyi. Bintang mendekatinya, matanya memancarkan cinta yang tak terbantahkan. "Shanaya, aku tahu kita berbeda, tapi aku tidak peduli. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu," katanya dengan suara lembut.
Shanaya menoleh, mencoba menyembunyikan air matanya "Bintang, kamu tidak tahu apa yang kamu katakan. Aku...aku bukan seperti kamu. Aku memiliki rahasia yang tidak bisa kamu terima..." Shanaya mengangkat tangan, menghentikan Bintang yang ingin mendekat. "Tolong, jangan membuat ini lebih sulit daripada yang seharusnya. Aku tidak bisa menjadi yang kamu inginkan..."
Bintang terlihat hancur, tapi dia tidak menyerah. "Aku tidak peduli dengan apa yang kamu sembunyikan, Shanaya. Aku hanya ingin kamu..."
Apakah Shanaya akan membuka hatinya untuk Bintang atau justru pergi ke langit ketujuh dan meninggalkan Bintang seorang diri di malam yang sunyi ini? Ikuti terus kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 13. "Pertandingan Balapan"
Di rumah Bintang, geng Garuda semua berkumpul di ruang tamu, siap untuk melatih Ray menjadi lebih keren. Bintang, yang menjadi pemimpin, tersenyum dengan tulus.
"Oke, Ray, sekarang kita akan melatih kamu berjalan dengan gaya cool, Fel bagian loe yang ajari ini..." ucap Bintang sembari tersenyum hangat
Ray, yang memakai pakaian baru, sedikit gugup, "Gaya cool? Apa kalian yakin aku bisa?"tanya Ray ragu
Joe tertawa, "Hahaha...Ray jangan pesimis dong, kita yakin loe pasti bisa. Nih lihat, gue tunjukkin ya..." ujarnya mulai berdiri
Joe berjalan dengan gaya cool, melenggak-lenggokkan tubuhnya, dan Ray menonton dengan mata yang melebar.
"Wow keren Joe..." ucap Ray kagum
"Tapi kayaknya aku gak bisa seperti itu..."ucapnya pesimis
Bintang tersenyum, "Santai aja, Ray. Loe bisa belajar. Sekarang, coba Fel loe yang andil soalnya loe yang paling sabar di tim kita..."
Ray mencoba berjalan dengan gaya cool, tapi hasilnya sangat lucu. Geng Garuda semua tertawa, dan Joe berkata, "Haha, Ray. Loe kayak robot yang baru belajar berjalan..." ucapnya asbun sementara Thalia menyikut perut Joe agar tidak membuat Ray pesimis dengan spontan Joe menutup mulutnya dengan telapak tangannya
Ray tersenyum kecut, "Aku tahu, aku tahu. Aku akan mencoba lagi..." jawabnya sambil terus berlatih disaat seperti itu Felix yang ditunjuk sebagai peragawan oleh Bintang mulai menuntun Ray dengan sabar
Mereka semua melatih Ray berjalan, berbicara dengan bahasa gaul, dan membuang semua kebiasaan lama Ray yang culun. Ray yang awalnya culun, perlahan-lahan berubah menjadi pemuda yang lebih keren dan percaya diri.
"Gimana, Ray? Loe udah lebih keren, kan?" ucap Thalia, sambil tersenyum hangat
Ray tersenyum bahagia, "Iya, gue udah lebih keren. Makasih, guys..."
Bintang tersenyum hangat sembari merangkul pundak Ray, "Nah sekarang loe udah siap buat menghadapi dunia, Ray. Sekarang, kita pergi ke acara balapan..."
Geng Garuda semua bersorak, dan Ray merasa seperti bagian dari keluarga baru disana. Ray pun akhirnya menelepon mommynya untuk memberinya kabar agar tidak khawatir tapi Ray berbohong pada mommynya dengan beralasan ada kerja kelompok.
Setelah pulang mengambil semua peralatan untuk balap motor, geng Garuda semua berkumpul di lokasi balapan. Ray, yang masih merasa sedikit gugup, duduk di sebelah Shanaya dan Thalia sebagai suporter.
"Wah, ini bakal seru..." ucap Shanaya, sambil memegang bendera kecil
Thalia tersenyum, "Iya, gue gak sabar ngelihat Bintang dan Joe balapan..." sahutnya bersemangat
Ray menonton dengan mata yang melebar, "Gue baru pertama kalinya lihat balapan secara langsung kayak gini, rasanya kayak mimpi..." gumam Ray masih tak percaya
Shanaya tertawa, "Jangankan loe Ray, kita berdua aja juga baru kali pertama ini lihat balapan secara langsung kayak gini..." ucapnya jujur apa adanya
Geng Garuda semua mulai bersiap, motor-motor mereka berderu-deru, siap untuk aksi balapan. Bintang dan Joe, yang menjadi pembalap utama, memberikan aba-aba kepada tim mereka.
"Siap, Joe?" tanya Bintang, sambil tersenyum
Joe mengangguk, "Siap!" jawabnya singkat dari balik helm full facenya
Bendera hijau dikibarkan, dan balapan dimulai! Motor-motor berderu-deru, dan geng Garuda semua mulai bersiap dengan kuda besinya masing-masing. Ray, yang awalnya gugup, mulai ikut berteriak dan mendukung geng Garuda.
"Geng Garuda huuuu....kalian pasti menang!" teriak Ray, sambil melompat-lompat bersama dengan Thalia dan Shanaya
Shanaya dan Thalia tersenyum hangat sembari berteriak, "Garuda buktikan ketangguhan kalian, terbanglah yang tinggi, setinggi langit..." teriak mereka bersamaan
Balapan semakin seru, dan geng Garuda semua berpacu dengan bebas dijalan malam ini dengan deru suara mesin motor masing-masing. Malam ini lawan mereka tak lain adalah geng Alaska.
Geng yang paling ditakuti dan unggul dalam segala hal, tapi geng Garuda juga tak kalah banyak dari geng Alaska, kedua geng ini adalah geng yang setara sama-sama unggul. Siapa yang akan menang malam ini diantara dua geng yang belum pernah disandingkan sebelumnya.
Pertandingan balap motor antara geng Garuda dengan geng Alaska berlangsung sengit. Kedua tim saling beradu kecepatan, dan tidak ada yang mau kalah. Ray, Shanaya, dan Thalia berteriak mendukung tim mereka, sementara penonton lain juga ikut terhipnotis dengan aksi balap yang seru.
Geng Garuda, yang dipimpin oleh Bintang, berusaha keras untuk mengalahkan geng Alaska. Namun, geng Alaska tidak mau kalah, mereka juga memiliki pembalap yang handal dan motor yang keren.
Pertandingan berlangsung sangat ketat, dan tidak ada yang bisa memprediksi siapa yang akan menang. Penonton mulai bersorak-sorak, dan penyelenggara acara juga terpukau dengan aksi balap yang seru malam ini dikarenakan dua geng yang sama-sama unggul kali ini dipertandingkan satu sama lain.
"Wow, ini luar biasa! Malam ini pertama kalinya geng Garuda dipasangkan dengan geng Alaska, siapa kira-kira yang akan memenangkan pertandingan balapan malam ini?" ucap penyelenggara acara, sambil memegang kepala tampak bingung untuk menentukan pemenangnya dikarenakan kedua geng ini sama-sama unggul
Shanaya berteriak, "Ayo, Bintang! Ayo, Joe! Ayo Felix! Ayo Nathaniel! Kalian pasti bisa huuuuuu!"
Thalia juga berteriak, "Geng Garuda, kalian pasti bisa! Jangan kalah! Joenathan semangat!"
Ray, yang awalnya tidak tahu apa-apa, juga ikut berteriak, "Ayo, geng Garuda! Kalian pasti bisa jadi pemenangnya!"
Pertandingan semakin seru, dan geng Garuda serta geng Alaska saling beradu kecepatan. Tidak ada yang mau kalah, dan pertandingan berakhir dengan hasil yang sangat ketat.
Juri pun bingung, semua dibuat histeris disaat kedua geng ini sama-sama mencapai garis finish diwaktu yang bersamaan. Geng Garuda yang dipimpin oleh Bintang, namun yang duluan mencapai garis finish tak lain adalah Joe.
Sementara geng Alaska yang dipimpin oleh Alex dan yang mencapai garis finish pertama bersama dengan Joe tak lain adalah Fernando. Semua orang tercengang dikarenakan hasil pertandingan kedua geng malam ini seri.
Shanaya dan Thalia berteriak gembira, "Wah, seri! Ini luar biasa! Keren banget..."
Ray juga ikut berteriak, "Iyeeee, geng Garuda! Kalian berhasil!"
Setelah pertandingan antara kedua geng berakhir, mereka semua pun mematikan mesin mereka dan saling berjabat tangan satu sama lain.
Bintang tersenyum yang menyusul mencapai garis finish kedua, "Gak masalah, kita seri. Geng Alaska juga kuat banget..." ucapnya santai ke seluruh timnya
Alex, pemimpin geng Alaska, tersenyum hangat, "Kita gak ada yang kalah, kita juga gak ada yang menang, kita seri. Geng Garuda tangguh juga..." ucapnya ke seluruh anggota timnya
Penyelenggara acara akhirnya mengumumkan, "Hasil pertandingan malam ini yang spektakuler karena dua geng terkuat kita pertama kalinya ditanding dan hasilnya adalah seri! Geng Garuda dan geng Alaska sama-sama mendapatkan poin penuh! Ketua geng dipersilahkan maju ke depan bersama anggotanya yang memenangkan pertandingan malam ini..."
Semua orang bersorak-sorak, dan geng Garuda serta geng Alaska saling berjabat tangan, menandakan pertandingan yang sangat seru dan adil. Tak ada persaingan maupun permusuhan antara kedua geng ini. Musuh geng Garuda adalah geng Kalajengking begitu juga dengan musuh geng Alaska.
Geng Kalajengking yang dipimpin oleh Devano memang terkenal geng paling sering membuat onar dan jarang sekali memenangkan pertandingan. Malam ini geng Kalajengking akan dipasangkan dengan geng Naga Sakti yang dipimpin oleh Arlan.
Setelah sesi pemotretan penyerahan piala dan piagam kini Bintang dan Alex saling berjabat tangan satu sama lain sebagai tanda persahabatan antar geng yang tak saling bermusuhan.
Bintang tersenyum dengan hangat untuk memberi selamat pada Alex,"Congrats yah bro..." ucapnya sembari mengulurkan jabat tangan pada Alex
Alex pun menerimanya dengan hangat, "Oh ya bro, congrats juga buat geng loe ya..." sahut Alex ramah
Mereka pun saling berpelukan satu sama lain pada akhirnya, begitu juga dengan Joe dan Fernando yang sama-sama berada di panggung yang sudah disediakan.
Ini visualnya mereka berlima tapi Felix yang paling ujung samping Joe ya guys ya tapi tulisannya ketinggalan... 🙏😅🌷🌹