NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: mommy Almira

Intan harus berjuang membuktikan pada keluarga sang suami bahwa dia bukanlah pelacur walaupun dia terlahir dari rahim seorang pelacur. Namun akibat pengkhianatan sang suami yang menikah lagi tanpa sepengetahuan darinya dan tidak diperlakukan dengan adil oleh suaminya, akhirnya Intan terjerumus dalam sebuah dosa dengan kakak iparnya . Dan hal itu lah yang menjadi penyebab hancurnya rumah tangganya bersama dengan Aldy. Dan intan harus rela dibenci oleh anak kandungnya sendir hingga bertahun- tahun lamanya akibat sang anak dipengaruhi oleh keuarga Aldy jika sang ibu bukan orang baik. Apakah Intan bisa kuat menjalani kehidupannya yang dipenuhi dengan kebencian dari keluarga Aldy dan juga anak kandungnya...? Yuk baca cerita selengkapnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Pamit

Sudah enam bulan Intan perempuan berumur delapan belas tahun menjalani rumah tangganya bersama dengan lelaki pilihannya. Dan sekarang dia sedang hamil tiga bulan. Sang suami bernama Ridwan laki- laki berusia dua puluh lima tahun, lelaki sederhana berparas manis begitu bahagia mendengar sang istri hamil. Iya, walaupun kehidupan rumah tangganya bisa dibilang sederhana karena Ridwan hanyalah seorang pegawai pabrik dengan gaji UMR, namun Intan dan Ridwan terlihat bahagia menjalani kehidupan rumah tangganya.

Ridwan begitu menyayangi Intan dengan sepenuh hati. Begitu juga dengan Intan yang sangat mencintai sang suami karena ketulusan hati Ridwan yang begitu ikhlas mencintainya walaupun Ridwan tahu betul bahwa Intan lahir dari seorang ibu yang berprofesi sebagai pekerja s*ks komersial di sebuah diskotik.

"Dek... Mas pamit ya... Ade baik- baik di rumah, ade kan lagi hamil, ade tidak boleh kecapekan. Jaga diri baik- baik dan jaga calon anak kita ini ya dek..." ucap Ridwan sambil mengusap perut sang istri yang masih rata, kemudian Ridwan beralih mengecup kening Intan.

Intan pun tersenyum bahagia mendapat perhatian manis dari sang suami. Ridwan lalu memeluk erat Intan kemudian mengusap punggungnya dengan lembut.

"Mas sayang banget sama adek, walaupun mas nggak ada di rumah, ade harus jaga diri ya... Mas pamit..." ucap Ridwan.

"Iya mas... Mas kan cuma mau pergi kerja, nanti sore juga pulang. Kok pamitnya kayak orang mau ke luar negri sampai bertahun- tahun..." ucap Intan melepaskan pelukan sang suami kemudian menatap wajah tampannya.

Ridwan terkekeh mendengar jawaban sang istri.

"Abisnya mas, nggak mau jauh- jauh dari ade... Mas pengin di dekat ade terus. Soalnya istri mas yang cantik ini selalu saja bikin mas kangen...." sahut Ridwan sambil mencubit pelan pipi Intan kemudian mengecup bibir mungilnya sekilas.

"Iiihhh... Mas sejak kapan mas suka gombal begini... Awas lho ya, kalau di luar sana mas berani gombal perempuan lain... " ucap Intan menepuk pelan dada sang suami.

"Nggak lah... Cinta mas kan cuma buat ade..." sahut Ridwan sambil mencubit pelan hidung mancung Intan.

Mereka berdua pun tertawa.

"Ya udah mas pamit ya..." Ridwan kembali mencium kening Intan, kedua pipi dan terakhir mengecup bibir Intan.

Kemudian mereka berdua keluar dari kamar sambil bergandeng tangan. Dan di ruang keluarga ada bu Yuyun ibu kandung Intan yang sedang ngopi sambil makan singkong goreng. Ridwan pun pamitan pada ibu mertuanya.

"Bu, saya pamit ya..." ucap Ridwan lalu mencium punggung tangan ibu mertuanya.

"Iya..." jawab bu Yuyun dengan ketus.

Iya, bu Yuyun memang kurang menyukai Ridwan. Menurutnya Ridwan tidak cocok jadi suami Intan. Karena Ridwan bukan orang kaya. Dia hanya bekerja sebagai supervisor di sebuah pabrik air mineral kemasan.

"Dek, nanti bilang ke bapa ya, kalau mas sudah pergi ..." ucap Ridwan sambil berjalan beriringan dengan Intan menuju teras.

"Iya mas..."

Iya, ayah Intan yaitu pak Wito sakit stroke selama belasan tahun. Semakin hari kondisinya semakin menurun hingga sekarang dia hanya bisa berbaring di atas tempat tidur. Dan hanya Intan lah yang merawat pak Wito. Dari memandikan sampai dengan menyuapinya saat dia makan.

Intan mengantar sang suami sampai teras rumah. Dan Ridwan mulai menaiki sepeda motornya dan bersiap untuk berangkat ke pabrik tempat dia mencari nafkah.

"Dek... sini deh..." ucap Ridwan ketika dia sudah berada di atas motornya.

"Ada apa mas...?'' Intan menghampiri sang suami.

Ridwan menghela nafas lalu mengusap pipi sambil memandangi wajah cantik sang istri.

"Jaga diri ade baik- baik ya... Mas nggak bisa selalu ada di samping ade, adek jaga diri dan jaga calon anak kita..." ucap Ridwan mengulangi apa yang telah dia katakan saat di kamar tadi.

"Iya mas... Mas ini kenapa sih, kan adek bukan anak kecil, tentu saja ade bisa jaga diri adek dan calon bayi kita dengan baik. Mas jangan khawatir ya..." sahut Intan sambil mengusap perutnya.

"Iya... Mas tahu... Mas hanya ngingetin adek agar selalu berhati- hati dan selalu menjaga diri... Mas hanya tidak mau, terjadi sesuatu yang tidak baik sama ade. Apapun yang terjadi, ade harus jaga diri. Karena mas tidak akan selalu ada di sisi ade...." jawab Ridwan menatap inten wajah sang istri.

"Mas... Mas ridwan bicara seperti itu karena mas sering dengar omongan orang- orang di luar sana tentang ibu ya...?'' tanya intan.

Intan menghela nafas. Iya, semua orang di sekitar tempat tinggal mereka tentu sudah tahu jika bu Yuyun kerja di sebuah diskotik menjajakan dirinya kepada laki- laki hidung belang.

"Bukan itu dek... Mas hanya....

"Iya mas, Intan ngerti... Mas tidak usah khawatir, insya Alloh, Intan akan selalu menjaga diri Intan dari perbuatan yang tidak baik..." ucap Intan.

"Makasih ya dek..." sahut Ridwan sambil tersenyum.

"Iya mas..."

"Mas pergi ya dek..."ucap Ridwan lalu menghidupkan dan menjalankan sepeda motornya.

"Jaga diri adek baik- baik ya dek... Ingat pesan mas..." ucap Ridwan sambil melambaikan tangan kepada Intan.

"Hati- hati di jalan mas..." sahut Intan ikut melambaikan tangan begitu motor sang suami melaju ke jalanan.

Intan lalu kembali masuk ke dalam rumah. Sampai di ruang tengah, bu Yuyun yang masih asik minum kopi berdehem sambil menoleh ke arah sang putri.

"Suamimu itu semakin hari semakin lebay saja Intan. Cuma mau pergi kerja saya pamitannya lama banget. Pakai mesra- mesraan lagi..." ucap bu Yuyun sambil tersenyum sinis.

Iya, ternyata tadi bu Yuyun memperhatikan Ridwan saat berpamitan pada Intan.

"Ya nggak papa bu, mesra- mesraan sama istri sendiri kan nggak ada salahnya. Kecuali kalau mesra- mesraan sama istri orang, itu yang nggak boleh..." jawab intan.

"Lagi pula Mas Ridwan itu kan sayang dan cinta banget sama Intan. Intan juga sayang dan cinta sama Ridwan. Jadi nggak ada salahnya kita mesra setiap hari..." sambung Intan.

Bu Yuyun kembali tersenyum sinis.

"Cinta...cinta...buat apa cinta...? Memangnya cinta bisa dimakan...? Cinta itu nggak penting Intan... Yang penting itu duit..." sahut bu Yuyun lalu kembali menyeruput kopinya.

"Baru dikasih cinta aja bangga... Pikirin tuh masa depan kamu. Gimana caranya kamu bisa punya rumah bagus, punya mobil, punya barang- barang mewah..." sambung bu Yuyun meletakkan gelas kopinya di atas meja.

"Dasar bodoh kamu Intan... Dulu ibu menjodohkan kamu dengan Bobby anaknya teman ibu yang kaya raya itu, tapi kamu malah menolaknya mentah- mentah, malah lebih memilih Ridwan yang hanya sebagai karyawan pabrik rendahan. Apa yang bisa kamu harapkan dari dia...? Beli rumah aja nggak mampu. Nggak malu apa, sudah enam bulan menikah, tapi belum bisa membelikan rumah buat kamu...." lanjut bu Yuyun.

Mendengar perkataan sang ibu, tentu saja hati Intan sakit. Namun Intan tidak mau ambil pusing, toh hal seperti ini sudah terbiasa dia dengar dari mulut sang ibu.

"Bu, Intan sama mas Ridwan sudah ada rencana buat membeli rumah di perumahan subsidi kok. Mas Ridwan sudah menemukan lokasi yang cukup dekat dari pabrik. Tinggal nunggu tanda tangan saja..." ucap Intan yang tentu saja membela sang suami karena tidak rela jika sang ibu merendahkan harga diri Ridwan.

"Ya ampun Intan- Intan baru mau dibelikan rumah subsidi aja bangga. Dengar ya Intan, jangankan rumah subsidi, rumah mewah hingga mobil mewah,Bobby bisa membelikannya buat kamu..." sahut bu Yuyun.

"Tapi Intan tidak suka Bobby bu, Intan sukanya mas Ridwan..." jawab Intan mulai kesal pada sang ibu.

"Ya iyalah, kamu kan bodoh... Mau diajak hidup susah sama laki- laki miskin itu. Apa lagi nanti kalau kamu sudah punya anak, ibu yakin sembilan puluh persen kalau hidup kamu bakalan lebih susah lagi..." ucap bu Yuyun.

"Ya Alloh bu... Kok ibu tega bicara seperti itu sama anak ibu sendiri..." sahut Intan.

"Ya karena kamu anak yang tidak tahu balas budi. Sudah dilahirkan dan dibesarkan sama ibu, tapi setelah dewasa kamu tidak mau menurut sama ibu. Kamu berani membantah perintah ibu tidak mau menikah sama Bobby..." jawab bu Yuyun kesal.

"Bu... sudah bu... Sudah... Jangan marahi Intan terus dan jangan menghina menantu kita..." ucap pak Wito dari dalam kamar.

Iya, tentu saja sejak tadi pak Wito mendengarkan perkataan yang membuat panas telinga dari mulut sang istri. Pak Wito memang hanya bisa berbaring di tempat tidur karena tubuhnya susah digerakkan. Tapi dia masih bisa bicara dengan baik walaupun sedikit cadel karena bibirnya tidak simetris akibat stroke.

"Diam kamu pak...! Tidak usah ikut campur...! Kamu sudah tidak bisa ngapa- ngapain. Hidup juga percuma karena bisanya hanya merepotkan saya selama bertahun- tahun. Jadi kamu tidak usah banyak omong. Lebih baik diam saja. Dasar laki- laki tidak berguna...!'' sahut bu Yuyun memarahi sang suami.

Dan pak Wito pun langsung terdiam. Iya, pak Wito tentu sadar dengan kondisinya sekarang. Dia tidak bisa memberikan nafkah apapun kepada sang istri. Dan justru dia hanya menjadi beban. Dan karena keadaan pak Wito yang seperti sekarang ini lah akhirnya bu Yuyun memilih untuk kerja di diskotik melayani laki- laki hidung belang.

Bu Yuyun memilih pekerjaan hina itu karena hanya pekerjaan itulah yang bisa mendatangkan uang dalam waktu cepat. Ditambah lagi wajah bu Yuyun yang memang sudah cantik dari lahir. Dan kecantikannya itu masih terlihat di wajahnya walaupun usianya sudah lima puluh lima tahun.

Sebenarnya Intan malu karena pekerjaan sang ibu menjadi bahan omongan para tetangga. Namun apa boleh buat, setiap Intan bicara dengan sang ibu agar tidak melakukan pekerjaan tersebut, bu Yuyun justru marah dan memaki- maki Intan. Justru bu Yuyun menginginkan Intan mengikuti jejaknya bekerja di diskotik karena berkat pekerjaan itulah kini kehidupan ekonomi bu Yuyun meningkat walaupun pak Wito tidak bisa memberikan nafkah untuk keluarga selama bertahun- tahun.

"Ya ampun bu, ibu jangan ngomong seperti itu dong sama bapak, kasihan dia..." ucap Intan.

"Diam kamu Intan...! Urusi saja bapak kamu yang bau itu...!'' bentak bu Yuyun.

Intan langsung terdiam karena tidak ingin terus meladeni ucapan sang ibu. Karena jika dia terus meladeni, tidak akan ada habisnya. Sang ibu pasti akan bertambah marah.

Intan lalu masuk ke kamar sang ayah untuk menyeka tubuhnya. Kemudian Intan membawakan sarapan dan menyuapinya.

Setelah selesai mengurus sang ayah, Intan lalu menyapu lantai ruang tengah. Sedangkan bu Yuyun terlihat membaringkan tubuhnya di sofa sambil menonton acara gosip di televisi. Lama- kelamaan bu Yuyun pun ngantuk karena dia baru pulang dari diskotik jam dua pagi tadi. Bu Yuyun tertidur di sofa.

Tak lama kemudian ponsel Intan berdering. Intan pun segera mengambil ponselnya di atas meja makan dan melihat siapa yang menelponnya.

"Mas Ridwan..." ucap Intan sambil tersenyum.

"Apa mas Ridwan sudah kangen, baru tiga puluh menit jalan, sudah nelpon lagi aja. Pasti mas Ridwan mau memberitahu kalau dia sudah sampai pabrik..." sambung Intan.

Intan lalu mengangkat telpon dari sang suami.

"Assalamualaikum mas...." ucap Intan sambil tersenyum.

"A...apa...? Bukan mas Ridwan...? Anda siapa...? Kenapa ponsel mas Ridwan ada sama anda...?'' tanya Intan heran.

"Po...polisi...?'' Intan kaget dan perasaan intan pun mulai tidak enak.

Intan terdiam beberapa saat mendengarkan apa yang di sampaikan oleh polisi tersebut melalui ponsel milik sang suami.

"A...apa...! Ma...mas Ridwan kecelakaan...? Ya Alloh... Lalu bagaimana kondisi suami saya pak...?'' Intan langsung panik.

"Ba...baik pak... Baik... Saya akan segera ke rumah sakit sekarang..." jawab Intan segera masuk ke kamar mengganti pakaian dan mengambil tas.

"Ibu...ibu bangun bu..." ucap Intan menepuk- nepuk lengan sang ibu.

"Ada apa sih, Intan...! Ibu lagi tidur, ibu ngantuk...!" bu Yuyun kesal.

"Ibu..ibu bangun...mas Ridwan bu...mas Ridwan... " Intan menangis.

"Ridwan kenapa...?'' tanya bu Yuyun dengan muka mengantuknya.

"Mas Ridwan kecelakaan bu, dan sekarang dia sedang ada di rumah sakit. Ayo bu temani Intan ke rumah sakit..." jawab Intan dengan perasaan gelisah memikirkan sang suami.

"Ya ampun... ada- ada saja.. ibu ngantuk. Kamu kan tahu ibu baru pulang jam dua dan belum sempat tidur... Kamu saja sana yang ke rumah sakit, nanti ibu nyusul. Ganggu orang tidur saja...." ucap bu Yuyun kesal karena istirahatnya terganggu.

Tentu saja Intan sedih, dan dia pun akhirnya pergi ke rumah sakit seorang diri. Sampai di rumah sakit, Intan langsung pergi ke IGD di mana sang suami sedang ditangani.

"Maaf mbak pasien atas nama Ridwan sudah di pindahkan dari ruang IGD..." ucap salah satu perawat jaga di ruang IGD.

"Dipindahkan ke ruang apa sus...? saya istrinya, saya harus menemuinya sekarang juga..." jawab Intan.

Perawat itu terdiam beberapa saat sambil menatap iba ke arah Intan.

"Sus, suami saya di pindahkan ke ruangan apa...? Di lantai berapa...?'' tanya Intan yang mengira bahwa Ridwan telah dipindahkan ke ruang perawatan.

"Suami ibu...sudah meninggal... Dan sekarang sudah dipindahkan ke kamar jenazah..." jawab perawat.

"A...apa...? Me...meninggal...?" Intan kaget.

Bersambung....

1
Salsa
Playing victim banget si Fatimah 😄😄
Asmara
Keren ceritanya
Asmara
Umi sendiri yg duluan menghina Intan giliran dibalas sama Intan dia mewek merasa terzolimi ih najis bgt mertua model begitu 😡
Asmara
Pasti si Aldy punya istri lain
Asmara
Hadeh apes amat kamu Intan
Asmara
Suami nyebelin si Aldy😡
Asmara
Sungguh terlalu mertua sama iparmu Intan 😡
Salsa
Ceritanya menarik 🥰🥰🥰
Salsa
Ngeselin ya si Aldy
Salsa
Apes amat nasibmu Intan ,pynsuami nggak tegas, ibu mertua menyebalkan, adik ipar ngeselin , ibu kandung nya jg edan , lengkap SDH penderitaan kamu
Salsa
Aldy sebenarnya cinta SMA intan cuma gengsi saja dia
Salsa
Suka nya ngalahin org lain tuh si Umi.. pdhl anak sndiri jg salah
Salsa
Umi Fatimah itu ciri" orng munafik
Asmara
Akhirnya menikah jg
Asmara
Duhh intan intan kasihan amat hidupmu
Asmara
Ibunya nggak ngotak
Asmara
Hadir Thor ,.
Mommy Almira: Mksih dah mampir 😊
total 1 replies
Salsa
Lanjut Thor, ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!