NovelToon NovelToon
Dikira Musibah, Nyatanya Berkah.

Dikira Musibah, Nyatanya Berkah.

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Cinta setelah menikah
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: cucu@suliani

Mutiara mengira kalau dikhianati oleh kekasihnya adalah hal yang terburuk di dalam hidupnya, musibah yang akan membuat di hidupnya terpuruk. Namun, ternyata hal itu merupakan berkah di dalam hidupnya.

"Kenapa kamu tega, Fajar? Kenapa aku hanya dijadikan lelucon saja di dalam hubungan kita ini?"

Bagaimana kehidupan Mutiara selanjutnya?

Kuy baca, jangan lupa kasih komen yang baik jika suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DMNB 5

Mutiara memekik kesakitan karena bokongnya terkena pinggir ranjang, lalu dia mengusap bokongnya itu sambil menatap wajah Arkan dengan bibir yang mengerucut.

"Om, elus. Ininya sakit," ujar Mutiara dengan tangannya yang terus mengusap bokongnya.

Arkan memperhatikan tingkah Mutiara yang begitu lucu, wajahnya juga terlihat begitu menggemaskan. Matanya yang bulat, pipinya yang tirus itu nampak memerah, hidungnya yang mancung dan bibirnya yang mengerucut membuat Arkan semakin tergoda.

"Sial! Selama ini aku tak pernah tergoda dengan wanita manapun, kenapa hanya dengan melihat wajahnya aku sangat tergoda? Bahkan, punyaku yang selama ini tidak pernah bangun bisa bangun dan berdiri tegak," keluh Arkan.

"Om, sini. Sakit," ujar Mutiara yang terus saja meracau tidak jelas.

Dia bahkan dengan tubuhnya yang sempoyongan turun dari tempat tidur, lalu tanpa diduga dia melompat ke dalam pelukan Arkan.

Kini gadis itu sudah seperti anak koala, Arkan yang tak ingin wanita itu jatuh langsung memeluk pinggang Mutiara. Mutiara langsung menatap wajah Arkan, wajah mereka sangat dekat sekali.

"Om sangat tampan, jauh sekali dengan si kunyuk penipu itu."

Mutiara mengusap pipi Arkan dengan jari telunjuknya, lalu jari telunjuk itu mengusap hidung, bibir sampai rahang Arkan. Pria itu semakin tak tahan, tetapi dia masih berusaha untuk menjaga kewarasannya.

"Jangan macam-macam," ujarnya sambil mendesahh karena Mutiara mengusap rahang sampai dada pria itu. Lalu mengusap ujung dada pria itu.

"Jangan pelit-pelit, Om."

Mutiara yang mabuk tidak sadar dengan apa yang dia katakan dan apa yang dia lakukan, dia berkali-kali melakukan hal yang tidak terduga. Arkan tentunya merasa kaget, dia lebih kaget lagi ketika Mutiara tiba-tiba saja menggigit lehernya.

"Shiiit! Kamu sudah keterlaluan, jangan salahkan aku."

Arkan yang sudah tidak tahan langsung menyatukan bibirnya dengan bibir wanita itu, dia memagut bibir itu dengan penuh gelora. Mutiara sampai kehabisan napas dan memukul pundak pria itu.

Arkan cepat-cepat melepaskan tautan bibir mereka, lalu menurunkan Mutiara dengan sangat hati-hati.

"Bentar dulu, Om. Aku bisa mati," ujar Mutiara.

Arkan tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Mutiara, keinginannya sudah di ubun-ubun. Pria itu malah melepaskan semua kain yang melekat di tubuhnya, lalu dia mendekat ke arah Mutiara.

"Om mau apa?" tanya Mutiara sambil menatap wajah pria itu dengan waspada.

"Mau makan," ujar Arkan yang langsung melepaskan pakaian yang dikenakan oleh Mutiara.

Lalu, dia melemparkannya secara sembarang. Awalnya Mutiara ingin protes, tetapi ketika Arkan menggendongnya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dia malah diam sambil memperhatikan wajah tampan pria itu.

"Semuanya karena kamu yang mulai, sekarang terimalah akibatnya."

Arkan langsung mencium bibir Mutiara sambil mengusap area sensitifnya, malam ini mereka melakukan hal yang tidak seharusnya. Walaupun pada awalnya Mutiara berteriak kesakitan, tetapi ujung-ujungnya dia terus mengerang penuh nikmat dengan apa yang dilakukan Arkan kepada wanita itu.

"Dasar rubah kecil," ujar Arkan sambil menarik Mutiara ke dalam pelukannya setelah mereka selesai berpeluh.

**

Cahaya matahari pagi menyelinap paksa melalui celah gorden kamar hotel mewah itu, menyinari kekacauan pakaian yang berserakan di lantai. Mutiara terbangun dengan kepala yang terasa seperti dipukul godam.

Namun, rasa sakit di kepalanya tak sebanding dengan rasa sesak di dadanya, saat ia menoleh ke samping, di sana ada pria asing. Pria yang terlihat lebih dewasa dan pria yang tidak dia kenal sama sekali.

Pria itu sedang tertidur dengan pulas di sampingnya, menggunakan selimut yang sama dengan dirinya, pria itu terlihat bertelanjang dada.

"Ya Tuhan, siapa pria itu? Kenapa bisa tidur di atas kasur yang sama denganku? Lalu, ini di mana?" tanya Mutiara sambil mengedarkan pandangannya.

Setelah menyadari itu merupakan tempat asing, ia berusaha untuk bangun, tetapi badannya sakit semua. Inti tubuhnya bahkan terasa begitu sakit sekali.

Ketika dia berusaha bangun, tentu saja selimut yang menutupi tubuhnya langsung melorot ke bawah. Saat dia memperhatikan, ternyata dia dalam keadaan polos. ​

Bukan hanya itu saja, di dadanya ada beberapa tanda biru keunguan, terasa ngilu dan juga sakit. Mutiara semakin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Wanita itu cepat-cepat menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang sudah aku dan dia lakukan?"

Walaupun selama pacaran dia belum pernah melakukan hubungan intim dengan Fajar, tetapi dia sudah dewasa. Umurnya sudah dua puluh lima tahun, kini dia sudah mulai paham dengan situasi seperti ini.

"Jangan-jangan tadi malam aku melakukannya dengan pria asing itu, jangan-jangan tadi malam aku diperkosa," ujar Mutiara.

Dia mulai mengingat dirinya yang tadi malam pergi ke kafe dan meminum minuman dengan kadar alkohol tinggi.

"Pasti tadi malam aku mabuk, terus pria asing ini memanfaatkan aku di saat mabuk. Dasar sialan!"

Mutiara menendang pria yang ada di sampingnya dengan sangat kencang, pria yang sedang tertidur pulas itu sampai jatuh tersungkur ke atas lantai yang begitu dingin.

"Aduh! Sakit sekali," ujarnya sambil berusaha untuk bangun.

Saat pria itu bangun, Mutiara begitu kaget karena dia bisa melihat benda yang menggelantung di antara kedua paha pria itu.

Dalam keadaan tidur pulas saja terlihat sangat besar, bagaimana kalau dalam keadaan bangun, pasti lebih besar lagi, pikir Mutiara. Wanita itu berteriak dengan begitu histeris.

"Argh! Ada pria mesumm! Tolong!"

1
stela aza
itu pas lagi ngmng di rekam g tue ,,, bisa jadi bukti akurat kalau di rekam
isnaini naini
nah kan ...fjr yg mnghrp kmatian arkan...
stela aza
kenapa g ngawasin si anak pungut udh tau curiga aturan harus bisa lebih hati2 lagi sama si pungut itu ,,, gemes bgt deh ,,, gunakan uangmu biar tau pelaku sebenarnya,,, kurang keren si Arkan ,,,, g kaya CEO2 lain yg tokcer ,, ceritanya trus pinter ya g ketulungan
stela aza
bodoh bgt sie Arkan masa g inget abis di kasih makan sama anak pungut langsung begitu keadaannya masa g g curiga sie ,,, bodohnya g ketulungan,,,🤦
stela aza
kayanya anak pungut yg hilang kendali
isnaini naini
siapa dlng nya thor...fajar ta...emang dsr anak pungut tk tau diri
stela aza
emang di rumah s Arkan g ada cctv lama2 s fajar nggilani ,,, aturan mutiara ngmng sama Arkan kalau dia mau di lecehin sama anak pungutnya biar fajar di kasih pelajaran syukuy2 kasih tau kalau dia cuma anak pungut biar stok terapi 🤦
Wiwi Sukaesih
tenang Arkan it bapak mertua kamu 😁
stela aza
akhirnya bentar lagi ketemu keluarganya
stela aza
dasar bodoh
isnaini naini
nah itu tau...baru nyadar pak..yg km pilih batu kali...
isnaini naini
ksihn amat alice..preman aj gak doyan ...
isnaini naini
jngn2 alice main sm porter kereta...krna gk thn...
Anita Rahayu
Buat alice di penjara da di siksa di sel yg penghuninya korban pelakor thor pasti kena mental👍👍👍👍
isnaini naini
telat pak nyeselnya....
evi solina
pernikahan kok di buat mainan dosa loh
evi solina
move on itu harus elegan bikin goyang perusahaan nya, bukan dgn cara mabok
evi solina
mundu mut harga diri injak kok mau aja, laki pengecut begitu
evi solina
laki pecundang jgn di percaya
sakura
....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!