Diana, harus menelan pil pahit, saat ia di keluarkan dari sekolah,akibat kesalahan yang tidak pernah ia buat. hampir setiap hari ia di buly oleh teman-teman sekolahnya, terutama Rehan. lelaki Tampan yang kerap kali membuly Diana, hingga muncul kebencian di dalam hati Diana untuk pria itu.
Akibat ulah Rehan, kehidupan Diana hancur, bahkan ia harus kehilangan ibunya. dan di usir dari rumah kontrakannya, kebencian Dian semakin mendalam sampai ke tulang. hingga ia memutuskan pergi merantau dengan adiknya.
suatu hari Diana dan Rehan ketemu secara tidak sengaja.....
bagaimana kelanjutan kisah mereka.
yuk Baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeiNova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semakin penasaran
Sementara,rehan penasaran sama istri Juna, mau tidak mau ia memerintahkan seseorang Untuk menyelidikinya.. Hanya untuk sebuah data yang tercatat di kantor urusan agama, Rehan rela merogoh kocek yang lumayan besar.
menjelang siang, barulah, rehan mendapatkan laporan tentang siapa istri Juna. Hanya sebuah nama Tampa foto. Setidaknya rehan bisa nebak siapa perempuan itu.
" Vera Alaya, bukankah dia adik Diana?" ujar Rehan yang ternyata mengenali nama itu.
" Ah, masa sih?" Tanya Kevin yang merasa tidak percaya. " Apa kau ada fotonya?"
" Tidak ada, tapi aku yakin jika Vera Alaya adalah adik Diana. Mustahil jika Juna menikah dengan Vera, Dari mana mereka kenal? Apakah ini rahasia yang selama ini, Juna sembunyikan dari kita? Apakah Vera perempuan yang selama ini di tunggu Juna?"
" jika benar Vera yang di nikahi Juna, itu artinya selama ini Juna tau di mana keberadaan Diana, Juna pasti dekat dengan Diana. Sejak kapan mereka dekat?
" Aku, setuju dengan pertanyaan mu, bisa jadi Juna menyembunyikan semua ini untuk menghindarimu." ucap Kevin semakin menambah keyakinan Rehan.
Rehan tidak tinggal diam, sekali lagi ia pergi ke kantor Juna. tapi, pria itu tidak ada di kantornya. Rehan yang menggebu-gebu ingin mengetahui semua ini, memutuskan untuk datang langsung ke rumah Juna demi mendapatkan kepastian.
Juna, pria ini menghembuskan nafas panjang, saat ia melihat Rehan, yang sedang berdiri di ruang tamu rumahnya. Dalam benaknya sudah pasti Rehan kembali membahas tentang istrinya.
" istri, yang kau sembunyikan adalah Vera, adiknya Diana. Iya kan?" tanya rehan langsung pada intinya Tampa basa basi.
" Siapapun istriku, tidak ada sangkut pautnya denganmu. Jangan ikut campur!" jawab Juna dengan raut wajah dingin.
" kali ini, aku akan ikut campur. Juna, apa kau tidak kasihan padaku? Yang selama ini selalu menunggu Diana?"
" Menunggu Tampa mencari, begitu maksudmu? Antara kau dan istriku tidak ada hubungannya." ucap Juna tegas.
" Oh, ayolah Juna. Mengakulah."
" Pergilah, aku sibuk." usir Juna.
Tampa menghiraukan Rehan, Juna berlalu begitu saja. Dalam hati Rehan semakin yakin bahwa yang di nikahi oleh Juna adalah adiknya Diana.
" Harus, ku mulai dari mana dulu,?" ucap Rehan yang ingin sekali bertemu dengan Diana.
Rehan pun memutuskan untuk pergi dari rumah Juna. Sementara Juna bisa bernafas lega, karena rehan sudah pergi.
" Kalau ku tau dia akan ke rumah, lebih baik kita pergi jalan-jalan sampai sore saja." ucap Juna pada Vera.
" Entahlah, aku pusing." seru Vera.
********
Untuk yang kedua kalinya Vera harus bersembunyi, karena pagi ini rehan kembali ke rumah Juna. Untuk memastikan bahwa istrinya benar adalah Vera. Untuk kedua kalinya juga Juna mengusir Rehan,bahkan pria ini sama sekali tidak perduli, jika Rehan adalah sahabatnya.
" Membantuku sekali saja, apa kau tidak mau?" ujar Rehan pada Juna.
" Apa yang harus aku bantu? Rumah tanggaku bukan urusanmu, kau sama sekali tidak punya urusan dengan istriku." sahut Juna tegas.
" Jelas aku melihat Vera kemarin, penglihatan ku tidak salah. Juna, jangan bilang selama ini kau menyembunyikan sesuatu dariku?" tebak Rehan.
" Sudah ku bilang, tidak ada urusannya denganmu," ucap Juna kemudian berlalu begitu saja.
Rehan berdecak kesal. Sekali lagi ia meminta orang untuk memantau kegiatan Juna, pikiran Rehan kembali gelisah. Bayangan wajah Diana yang membenci dirinya, kembali terlihat jelas dari ingatan. Diana memang cantik, ia juga baik hanya saja nasibnya yang kurang baik.
Seharian di ruang kerja Rehan tidak melakukan apapun selain melamunkan tentang Diana. Perempuan yang selama ini ia tunggu selama bertahun-tahun. Pintu ruangan di buka Tampa permisi, tentu saja hal ini membuat Rehan kaget.
" Kau, mau apa kau ke kantorku?," bentak Rehan dengan raut wajah yang menahan emosi.
" Mamamu yang menyuruh aku datang." ucap Eka yang sama sekali tidak memiliki rasa malu.
" Perempuan gila! Di mana letak sopan santunmu ha? Di mana letak harga dirimu? Padahal selama ini aku sudah menolakmu?"
" Apapun yang kau lakukan aku tidak perduli, yang penting kita menikah. Lagipula mamamu akan mempersiapkan pernikahan kita dalam waktu dekat.
" Dasar sinting." berang Rehan kemudian pergi begitu saja.
Setiap kali Brata tidak ada di perusahaan, Lina sering kali meminta Eka untuk datang menemui Rehan. Padahal sudah berulang kali Rehan menolaknya.
Dan ternyata di lobi ada Lina yang menunggu Eka, melihat sang ibu yang ada di sana membuat darah rehan mendidih sementara di belakang Rehan ada Eka yang mengejarnya.
" Ma, minimal buat perempuan ini punya harga diri, biar Tidka kelihatan murahan." ucap Rehan pada mamanya.
Lina tercengang mendengarnya, bagaimana bisa Rehan mengatakan kata menyakitkan ini tepat di hadapan Eka.
" Dan kau! Jangan pernah bermimpi aku akan menikahi mu, aku sudah memiliki pilihan hati sendiri." ucap Rehan sembari menunjuk ke arah Eka.
Terdengar begitu menyakitkan, rehan meminta kepada kedua orang sekuriti. Untuk mengusir Eka, jika perempuan ini datang ke perusahaan. Tampa menghiraukan Eka dan mamanya, pria ini pergi begitu saja.
Baru saja Rehan masuk kedalam mobil, pria ini sudah mendapatkan laporan tentang Juna, sebuah foto yang benar adanya jika perempuan yang menjadi istri Juna adalah Vera.
" Tidak mungkin mereka hanya satu atau dua bulan. Itu artinya Juna sudah mengenal Vera sangat lama apalagi saat itu dia pernah mengatakan, jika ia sedang menunggu calon istrinya yang sedang kuliah. Juna ternyata kau menyembunyikannya dariku selama ini." ucap Rehan yang merasa kecewa.
Rehan yang merasa di bohongi kembali menemui Juna di perusahaannya. Datang seorang diri, untung saja saat itu vera tidak ada di ruangan suaminya.
" Apa lagi? Bukankah kau sudah menyuruh orang untuk mengawasi ku selama ini?" tebak Arjuna.
" Bisa-bisanya kau diam dan menyembunyikan Diana dariku, padahal kau tau sendiri selama ini aku sudah menunggu dia. Juna... Kau keterlaluan!"
" Aku tidak keterlaluan Rehan, aku hanya menuruti kemauan Diana. Apa aku salah?"
Rehan hanya diam saja.
" Ketahuilah sampai saat ini Diana masih sangat membencimu. Benar jika selama ini aku tau tentang Diana, selama ini aku yang sudah membantu dia dan membiayai kuliah adiknya. Lagi pula semua itu tidak ada urusannya sama dirimu," ucap juna dengan raut wajah santai.
" Katakan padaku di mana Diana tinggal sekarang?" tanya Rehan yang berharap jika Juna Sudi memberitahunya.
" Maafkan aku, Rehan. Tampa izin Diana, aku tidak akan memberitahu mu di mana dia tinggal sekarang," ucap Juna menolak.
" Juna, kita sudah bersahabat sedari kecil. Kenapa kau tidak ingin membantu ku, hah?"
" Jika kau, bertemu dengan kakak iparku itu, apa yang akan kau lakukan? Membully dia lagi seperti dulu? lupa kah jika kau penyebab ibunya dulu meninggal dunia?"
Sekali lagi Rehan terdiam, ia menatap wajah Juna yang begitu keras kepala yang tidak ingin memberitahu dirinya.
" Aku ingin, meminta maaf padanya," ucap Rehan dengan pelan.
" Bahkan sampai kau bersujud pun, tidak akan merubah kebencian Diana padamu. Berkat kau, pendidikannya putus di tengah jalan, ibunya meninggal dunia bahkan ayahnya memukulnya sampai babak belur. Rehan, kurang lebih sepuluh tahun kejadian itu. Dan asal kau tau sampai saat ini Diana tidak bisa melupakannya, selama dua tahun dia sekolah di sekolah yang sama dengan kita. Selama itu juga kau menghina, memakai dan menyakiti dia," tutur Juna yang kembali mengingatkan Rehan.
Selain diam, Rehan Tidak mengatakan sepatah katapun, apa yang di ucapkan Juna adalah kebenaran.
" Jika kau, berniat meminta maaf. Kau cari saja sendiri, jangan meminta bantuanku apalagi sampai mengejar Vera. Dia sama terlukanya akibat ulahmu dulu,"
Rehan mengangguk, pria ini tidak ingin memaksa Juna lagi. Ia memutuskan untuk pergi, entah harus dari mana ia memulai mencari Diana.
Tak berapa lama Rehan pergi, datanglah Vera ke ruangan Juna.
" Rehan baru saja pergi," ucap Juna memberitahu Vera.
" Jangan bilang,dia sudah tahu tentang kita? Aku tidak sengaja melihat wajah lesu nya,"
" percaya padaku, jika Rehan telah jatuh cinta pada Diana," ucap Juna membuat Vera tertawa.
" Sekali pun, iya kakak tidak akan mau menerimanya,"
nanti bener bener diwujudkan omongan Pak Brata.