NovelToon NovelToon
LUKA CINTA

LUKA CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: MartiniKeni

Dari kecil Perlita Cascata selalu di perlakukan tidak baik oleh keluarganya, dan sekarang dia juga harus merasakan sakitnya penghianatan dari kedua orang terdekatnya tepat di hari pernikahannya. Perlita harus merelakan calon suaminya menikahi kakak perempuannya yang bernama Ariana karena saat dirinya akan melaksanakan akad nikah, sang Kakak ketahuan hamil anak dari calon suaminya Perlita. Berharap mendapat simpati dari keluarganya tapi apa yang Perlita dapatkan, mereka semua malah mendukung pernikahan tersebut dan meminta Perlita untuk mengalah.

Bagaimana kehidupan Perlita selanjutnya? Apakah dia bisa melupakan pria yang sudah menyakitinya?

Ikuti terus kisahnya di sini ya!!😊
Terima kasih🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Marah-marah

"Kak, kamu kenapa sih? Sebentar lagi kita akan menikah, tapi kamu dari kemarin selalu cuek dan nggak mau ikut mengurus pernikahan kita. Aku juga sudah memakai tabungan aku sendiri untuk biaya pernikahan ini, setidaknya bantuin aku kek. Aku juga capek kak. Aku juga capek karena harus bolak-balik kesana kemari setelah pulang kerja, tapi aku coba nikmati karena ini adalah mimpi kita dari lama. Tapi kamu kenapa jadi seperti ini sih kak? Kenapa kamu seakan-akan enggan untuk mengurus pernikahan kita? Apa kakak sedang ada masalah? Kalau iya, cerita sama aku." Kata Perlita saat bertemu dengan calon suaminya yaitu Vito.

    Perlita dan Vito sudah berpacaran cukup lama. Mereka berpacaran sedari Perlita duduk di bangku SMA, sedangkan Vito adalah teman Ariana.

   Ya, semua biaya pernikahan memang di keluarkan oleh Perlita, dan itu adalah uang yang dia tabung selama lima tahun. Sedangkan Vito tidak ikut mengeluarkan uang karena pria itu ingin menggunakan uangnya untuk membeli rumah. Tadinya Perlita tidak setuju memakai uangnya sendiri, tapi Vito memaksa, jadinya Perlita terpaksa memberikannya. Sebenarnya Vito berasal dari keluarga yang cukup mampu, tapi dia tidak mau di bantu oleh keluarganya.

   Vito tidak membalas perkataan Perlita,  pria itu terus memilih diam, lalu kemudian pergi begitu saja saat Perlita menunggu jawaban yang menguras emosinya.

   Tapi tanpa Vito sadari ponselnya justru tertinggal. Deringan telepon langsung mengangetkan Perlita yang tadinya melamun. Terpampang nama Ariana di layar ponselnya.

   Perlita pun membaca nama yang tertera di layar ponsel milik Vito. Ketika dia akan menjawab panggilan telepon itu, tiba-tiba Vito datang dan langsung merebut secara paksa ponsel itu.

  "Mau ngapain kamu dengan ponselku? Jangan macem-macem yah!! Kita juga belum menikah, jadi jangan seenaknya membuka ponsel orang lain," ucap Vito marah-marah.

   Vito yang ingin segera pergi dicekal oleh Perlita dengan cekalan yang cukup kencang.

   "Sebentar kak, kenapa kak Ariana menghubungimu? Apa kamu sering berkomunikasi dengan kak Ariana?" tanya Perlita dengan raut wajah yang terlihat sangat serius.

     Vito melepaskan tangannya dari cekalan Perlita, dia menatap Perlita dengan kemarahan yang berkobar.

   "Lancang kamu Perlita, kamu telah mengganggu privasiku padahal aku nggak suka itu," ujar Vito dengan tatapan tajam.

    "Kenapa kamu marah sih kak? Padahal aku juga belum menjawab panggilan telepon itu. Kamu ini aneh banget tahu nggak," teriak Perlita terlihat emosi. Bagaimana dia tidak emosi, semuanya dia urus sendiri, sedangkan Vito kerjaannya marah-marah terus.

     Teriakan Perlita membuat beberapa orang yang sedang menikmati makanannya melihat ke arah keduanya,  tiba-tiba Vito menyeret  Perlita dari restoran itu.

    Di lobby sebuah mall perbelanjaan mereka kembali berdebat dengan sama-sama emosi.

   "Ingat yah Perlita!! Bukankah sudah berkali-kali aku katakan, jangan terlalu ikut campur dengan apa yang aku lakukan, karena kita belum menikah dan aku juga nggak suka itu, kalau kamu terus cerewet seperti ini, maka aku bisa saja membatalkan pernikahan kita."

      Perlita menutup mulutnya karena terkejut dengan apa yang keluar dari mulut calon suaminya, dia tak menyangka bahwa pernikahan yang tinggal dua minggu lagi, tapi Vito tetap menganggap Perlita sebagai orang yang tidak berhak tau mengenai kehidupan pribadi calon suaminya, dan yang lebih menyedihkan adalah ancaman pembatalan pernikahan. Padahal semuanya sudah di depan mata dengan persiapan yang hampir 95%.

    Perlita akhirnya mengalah, dia pergi begitu saja dan pergi dengan sepeda motornya. Tapi di dalam pikirannya terus memikirkan kakaknya yang menghubungi calon suaminya.

       Sedangkan di sebuah apartement, Ariana dikejutkan dengan gedoran pintu yang begitu kencang. Ariana berlari dan membuka secara perlahan pintu apartemennya.

      Terlihat Vito dengan wajah datar sekaligus dingin. Ariana mempersilahkan Vito masuk dan mereka duduk di sofa yang ada di ruang tamu dengan berhadap-hadapan. Sebenarnya apartement ini adalah milik keluarga Vito, tapi Vito dan Ariana sering menggunakan apartement ini untuk berbuat mesum.

     Ariana yang sedikit senang akhirnya berbicara apa yang menjadi keresahan hati dan pikirannya akhir-akhir ini.

   "Sayang, aku belum datang bulan. Kalau aku hamil gimana? Apalagi kita sering melakukannya tanpa pengaman. Kamu mau bertanggung jawab kan kalau aku hamil?" tanya Ariana dengan santainya.

    Vito seketika menatap Ariana dengan tajam.

    "Kamu tadi menghubungiku karena ingin mengatakan ini?" tanya Vito dengan raut wajah serius.

      "Iya sayang. Tadi aku menghubungi karena ingin memberitahumu kalau aku belum datang bulan, tapi kamu malah nggak menjawab telepon dariku. Padahal aku takut banget. Aku takut hamil," jawab Ariana tanpa rasa bersalah.

       Seketika Vito berdiri, dia mendekati Ariana yang terlihat ketakutan.

       "Kenapa? Apa aku salah ngomong?"

       Vito kembali menjauh dan duduk bersila dengan santainya.

       "Sebaiknya gugurkan kandunganmu itu jika kamu memang hamil. Aku akan menikah dengan adikmu, jadi nggak mungkin aku bertanggung jawab dengan anak itu. Lagian kita juga sudah sepakat bahwa hubungan kita hanya kesenangan semata. Jadi kalau sampai hamil yah itu risiko kamu sendiri."

      Ariana yang mendengarnya langsung marah, dia tidak terima bahwa dia yang harus menanggung sendiri, padahal Vito juga turut menikmati hubungan mereka.

    "Nggak Vit, aku nggak mau menggugurkan anak ini. Lagian aku dari dulu sangat mencintaimu. Tapi kamu malah memilih Perlita. Anak ini akan hidup walaupun kamu akan menikah sekalipun, tapi satu hal yang harus kamu tahu, keluargaku dan juga adikku berhak tahu semua ini. Kita lihat akankah dia tetap akan menikah sama kamu atau membatalkan pernikahannya? Kamu juga nanti akan melihat reaksi keluarga kita kalau mereka tahu semua ini."

     "Jangan gila Riana! Aku mencintai Perlita. Apa kamu tidak kasihan pada adik kamu? Aku akan sangat marah kalau kamu sampai melakukan itu. Kalau kamu memang ingin anak itu maka baiklah kita akan besarkan secara bersama-sama, tapi aku nggak mau Perlita dan keluarga kita tahu bahwa kamu sedang hamil anakku. Karena aku nggak mau kehilangan Perlita."

    "Sadarlah Vit! Masalah seperti ini tidak bisa disembunyikan. Perutku ini semakin hari akan semakin membesar. Dan keluargaku pasti akan menanyakan ini suatu saat nanti. Cobalah belajar mencintaiku Vit! Aku sangat mencintaimu. Apa kamu tidak kasihan pada calon bayi yang ada di perutku ini? Dia tidak salah apa-apa. Lagian kamu selalu merasa puas dengan pelayananku kan? Memangnya kamu bisa tanpa aku?" kata Ariana yang berusaha merayu Vito.

     Vito dan Perlita memang sudah berpacaran cukup lama, tapi mereka belum pernah tidur bersama, karena Perlita selalu menolaknya. Perlita hanya mau melakukannya jika mereka sudah menikah, karena itulah Vito terpaksa melampiaskan nafsunya dengan Ariana. Dan dia sudah melakukannya bersama Ariana sekitar empat tahun lebih. Bahkan hampir setiap hari mereka bertemu hanya untuk melakukan itu.

1
partini
ya elah Lita bauanyk Banggt musuh mu ,,be strong ok
Thor jangan di bikin apes mulu peran utama pls aku baru selesai baca yg peran utama dari awal Ampe ending apes mulu
Sartika Bertha
Cukup menarik menurut aku
checangel_
Begitu juga Reader yang menanti Dokter Nathan balas komentar itu🤣
checangel_
Efek media sosial, no debate, comment yes/Facepalm/
checangel_
Memang bener, lebih enak makan di gerobakan pinggir jalan, daripada di tempat yang berasa high class, kenapa bisa begitu ya?🤧
checangel_
Ikhtiar, in syaa Allah tidak mengkhianati hasil, Ibu/Smile/
checangel_
Tak ada lagi kata terucap 🙏👍
checangel_
Definisi gaji suami adalah hak milik istri, uang istri tetaplah hak miliknya sendiri 🤭
checangel_
Kapan kamu sabar (sadar) Vito?!! /Drowsy/🤧
Yuningsih Nining
dito dito sampe segitu nya ya?
checangel_
Vito!!!!/Grimace/
checangel_
Ibu Diana, kapan dirimu berulah (berubah) 🤧/Facepalm/
checangel_
Tuh, Apa kan? Ariana terjuket 🤭
checangel_
Hadeuh Ariana ini ya /Drowsy/
Rosmayanti 80
lanjut thoor yg bnyk dong update nya
checangel_
Dia seperti itu, karena dia sudah lelah dengan drama yang terus berulang itu Ibu Diana🤭
Rosmayanti 80
lanjut dong thot
Tulisan_nic
Ingin ku terbangkan segera pada orang bernama Vito🔪🔪🔪
checangel_
Apakah mertua se-mengerikan itu? /Facepalm/, segitunya kata mertua itu menggema, bahkan di realita pun banyak bayang² menantu yang tak pernah bersuara, dan semua itu kembali lagi pada niat dan langkah awal saat menyapa🤧
checangel_
Ariana kamu itu ya /Drowsy/, memanfaatkan keadaan yang ada ternyata, dan semua karena uang/Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!