Saat si badboy jatuh cinta pada kebaikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aarav Rafandra01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Langit sore dibalik jendela kelas
Pagi selalu dimulai dengan rutinitas yang sama bagi Faisal ( 18 tahun, seorang pelajar yang lebih suka bermain daripada belajar ), jam 06.20 dia selalu sudah ada di depan gerbang sekolah, bukan karena rajin dan bersemangat sekolah, tapi karena ia sedang menunggu teman temannya datang menjemput. Untuk sekedar nongkrong dan merokok di warung belakang sekolah sampai bel masuk berbunyi.
Rutinitasnya pun rusak disini.
Pagi hari itu Faisal melihatnya untuk yang pertama kali. Faisal sedang bersandar di pagar sekolah depan pos satpam, bersama sahabatnya Yadi ( teman seperjuangan Faisal ), memandang ke kejauhan, Ia melihat gadis yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Faisal menjulukinya " Bulan " karena dia selalu bersinar terang bahkan disaat sinar sinar lainnya mendekat, mereka seakan redup karena ikut takjub dengan parasnya, menurutku.
Faisal tidak tahu namanya, kelasnya, atau bahkan suara tertawanya. Yang dia tahu adalah, dia selalu memakai jaket tanpa sleting. Dia selalu tiba 30 menit sebelum bel masuk berbunyi. Dia selalu abai terhadap orang orang disekelilingnya, seperti pemalu. Hari itu dia memakai kebaya berwarna putih, tampak elegan. Tangannya yang ramping memegang tali tas, berjalan sedikit terburu buru, menciptakan sesuatu yang Faisal hanya bisa menebak.
- Aku jatuh cinta pada misteri yang kau ciptakan diantara kita.
Faisal menatap lalu bergegas mendekati gadis itu, Faisal ingin menyapa. Tapi, setiap kali dia ingin melakukannya, keberaniannya menciut. Dia takut menghancurkan Keindahan yang tersembunyi dalam kesunyian ini, takut dibalas dengan tatapan yang dingin atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian.
Libur pertengahan semester tiba, hari hari berjalan begitu lambat, tak tahu mengapa. Biasanya Faisal selalu menyambut hari libur dengan penuh semangat, tapi semuanya seakan berubah sejak pertemuan tak disengaja itu. Faisal menghabiskan waktu liburnya dengan perasaan campur aduk, mencoba memaksa dirinya untuk fokus menikmati hari liburnya, tapi ketika fokus bayangan gadis itu selalu datang.
Kekecewaan kecil selalu menyentak nya. Faisal bergegas, bersiap untuk menghabiskan waktu bersama teman temannya.
__________
Sebuah pertemuan kecil saat istirahat.
Jantung Faisal berdebar, ia melihat ke arah koridor menuju perpustakaan. Dalam pikirannya ia ingin sekali mendekat, mengajaknya berkenalan, tapi semua itu seakan akan runtuh, rasa gugupnya mengalahkan keinginannya. Faisal hanya berani menatap tanpa berkata apa apa, Gadis itu pun melewatinya begitu saja.
Dalam keheningan, Faisal tahu dia tak bisa melewatkan kesempatan ini untuk mengajaknya berkenalan, Faisal tak bisa menundanya lagi.
Faisal mengajak sahabatnya (Yadi) untuk menemaninya berkenalan, tapi suasana didepan perpustakaan terlalu ramai, terlalu banyak orang. Suasana sangat riuh dan Faisal tak menemukan gadis itu. Tanpa ada niatan untuk menyerah, Faisal terus mencari hingga bel berbunyi, tanda semua siswa harus masuk dan memulai kembali pelajaran. Faisal hanya bisa mengumpat kesal.
Keesokan harinya, Faisal tak melihatnya di gerbang sekolah, hingga pada jam istirahat. Ia mencari tau tentang gadis itu. Faisal memberanikan diri untuk bertanya pada siswa & siswi yang tak Faisal kenal. Karena menurutnya Gadis itu tak mungkin satu angkatan dengannya. Dikantin, Faisal melihat adik kelas yang sedang berkumpul, tanpa pikir panjang Faisal memberanikan diri untuk bertanya.
Salah satu dari mereka menjawab " Aruna ". Faisal tersenyum dan kembali bertanya untuk memastikan.
" Gadis yang selalu memakai jaket rajut / jaket tanpa sleting kan ? ". Mereka semua mengangguk mengiyakan.
Gadis itu adalah Aruna (16 tahun), Aruna selalu suka buku dan aroma debu lantai dalam ruangan kelas, ia selalu konsisten menjadi murid paling berprestasi dan disukai oleh banyak guru pada saat SMP, Ia bertekad melakukan yang sama di sekolahnya yang baru. Perpustakaan adalah tempat yang paling sering ia kunjungi,Mungkin disanalah ia merasa paling tenang, jauh dari hiruk pikuk seragam putih abu abu yang berteriak di koridor SMA. Kepribadiannya berbanding terbalik dengan Faisal.
Faisal kembali ke kelasnya dengan perasaan senang.
Faisal duduk dibangkunya dan menulis dihalaman paling akhir di buku catatannya.
- Aku telah mengetahui namamu, tanpa merasa ragu. Aku akan mendapatkanmu entah bagaimana caranya, dan aku butuh kepastian. Bahwa kau bukanlah bidadari yang hanya ada dalam bayanganku, tetapi kau nyata adanya.
Keesokan paginya, pukul 07:00 Faisal duduk dibangkunya. Tampak murung, karena hari ini ia tak melihat gadis pujaannya di gerbang.
Faisal menggerutu. " Tak ada sosoknya, Tidak ada tanda tanda kedatangannya, hanya ada kerinduan yang menggigit." Faisal menghela napas, Siap untuk melawan kesedihan ini. Dia meraih tasnya untuk mengambil pulpen dan buku catatannya. Hari itu pun Faisal lalui dengan penuh kekecewaan.
___________________________
Satu minggu kemudian, saat jam istirahat. Aruna berjalan keluar kelas dan tertabrak oleh Faisal yang sedang bermain kejar kejaran dengan temannya.
" Aduh, Maaf gua ga liat, maaf ! " seru Faisal sambil menepuk nepuk celananya yang kotor karena terjatuh.
Aruna hanya menganggukkan kepala. Dan kembali melanjutkan langkahnya.
Faisal hanya terpatung kaku, jantungnya berdebar, bukan karena lelah habis berlari, tapi karena sentuhan kecil yang ia terima.
Sejak saat itu, Faisal mulai memperhatikan Aruna, Faisal selalu memperhatikan bagaimana Aruna disekolah, Bagaimana cara ia tersenyum, dan bagaimana ia tetap elegan dengan sifat dinginnya ditengah obrolan heboh teman temannya. Bagi Faisal, Aruna adalah badai yang tenang.