NovelToon NovelToon
Revenge Abandoned Princess

Revenge Abandoned Princess

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:184.1k
Nilai: 5
Nama Author: Reyarui

Arinsa, sorang dokter residen tahun ke-4 meninggal karena kelelahan. Tapi dia tiba-tiba membuka matanya dan melihat suasana yang jauh berbeda dengan kehidupan sebelumnya.

" Weeeh dimana ini, bukannya aku sudah mati? Beeeuh diiiingiiin."

Awalnya Arinsa tidak bisa mengetahui situasi nya hingga dia mendapatkan semua ingatan dari tubuh ini.

" Putri terbuang, dasar bajingan. Mereka yang tidak bisa mengendalikan kelaminnya tapi anak yang jadi korban. Tenang saja Arinsa, nama kita sama-sama Arinsa. Aku akan membalas semua rasa sakit hatimu. Dan kamu bisa istirahat dengan tenang. Kerajaan ini, akan aku hancurkan dengan tanganku."

Bagaimana cara Arinsa bertahan hidup dengan status barunya sebagai Putri Arinsa De Rouglas?

Dan bagaimana cara dia membalas dendam pemilik tubuh asli yang sudah diabaikan oleh keluarganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyarui, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAP 001

Druduk gruduk gruduk

" Minggir, semuanya minggir! Beri jalan!"

Seorang dokter muda berada di atas brankar sedang menekan tangannya pada luka seorang pasien. Pendarahan yang terjadi begitu banyak dan dia langsung membawa pasien itu ke ruang operasi.

" Dokter?"

" Panggil dokter utama dan juga dokter anestesi. Pasien ini harus segera di operasi."

" Baik!"

 Arinsa Gramel, dia adalah dokter residen tahun ke-4 yang bekerja di Emergency Room sebuah rumah sakit terkenal dan tersibuk di kota itu. Padahal seharusnya residen tahun ke-4 seperti dia sudah harus menyiapkan tesis. Tapi Arinsa tetap masih sibuk di bagian ER karena kesibukan di bagian itu yang begitu luar biasa.

Drap drap drap

" Dok?"

" Kerja bagus Arinsa, sekarang kau bisa istirahat."

" Baik."

Arinsa menghembuskan nafasnya penuh dengan kelegaan, dia pun kembali ke ER dan siap untuk menerima pasien lagi. Namun tiba-tiba matanya teraa berkunang-kunang, kepalanya juga terasa berat. Dan tanpa dia sadari sendiri dirinya sudah terjatuh. Namun dia masih mendengar semua orang yang memanggilnya dengan begitu keras.

" Rinsa ... Arinsa ... Apa kau masih mendengar ku!"

" Sial, dia mengalami serangan jantung. Arinsa! Arinsa!

" 180 Joule, Clear!

Degub

" 200 joule, Clear!"

Degub

Tuuuuuuuut

Suara monitor panjang menandakan bahwa pasien sudah tidak lagi bernyawa. Semua orang yang ada di sana tampak sedih. Bagaimana tidak, Arinsa adalah seorang dokter yang sangat rajin dan humble. Dia juga dengan senang hati menggantikan rekan kerjanya yang sedang ada keperluan. Para rekan Arinsa sungguh merasa begitu kehilangan.

" Waktu kematian pukul 15.30, Arinsa Gramel sudah tidak ada lagi bersama kita."

Nguuuuuuung

Sraaaas

Kreek kreeeek

Jegleeeer

Suara gemuruh disertai petir menyambar. Udara yang sangat dingin membuat tubuh seolah membeku. Dan suara ranting pohon saling bergesek semakin menambah suasana sepi semakin mencekam.

Eughhhh

Dia menggeliat di kasur yang dingin itu, matanya mengerjap dan perlahan terbuka. Yang pertama kali dilihat adalah tangannya, dua tangan yang berwarna putih pucat itu seolah bukan tangannya.

Brrrrr

" Di-dingin, gila nih tidak ada penghangat ruangan apa ya di sini. Sebentar, tunggu, aku kan tadi di rumah sakit. Dan ... ."

Nguuuung

Telinganya berdengung. Semua ingatan saling bertumpuk berada dalam kepalanya. Arinsa mengingat bahwa dirinya sudah mati karena kelelahan dan serangan jantung. Tapi saat ini jelas-jelas dia bisa melihat tangan dan juga ruangan yang ia tempati.

Namun yang jelas, Arinsa tahu bahwa tempat yang ia lihat sekarang ini bukanlah kamarnya ataupun rumahnya. Ini terllau luas untuk disebut sebuah kamar.

Jegleeeer

" Apa aku hidup lagi di dimensi yang berbeda? Hmmm, mari kita cari tahu dulu. Tapi ini aneh, kamar ini tampak lebih luas bahkan dari pada kamar VVIP kamar rumah sakit tempatku bekerja dulu."

Sreet

Tap tap tap

Arinsa menyibakkan selimutnya lalu berjalan menuju ke cermin. Dia membulatkan bola matanya saat melihat tampilan dirinya. Rambut berwana coklat dan warna bola mata yang senada dengan rambutnya, ditambah kulit putih pucat.

" Cantik, ini perempuan cantik banget. Tunggu, ini aku? Apa ini sungguh aku,?"

Arinsa menggerakkan tangannya sendiri dan memutar badannya, ia juga menepuk pipinya. Ya, bayangan yang terpantul di kaca itu merupakan dirinya.

" Waah ini benar-benar aku, sebentar."

Telinga Arinsa kembali berdengung, satu persatu ingatan dari pemilik tubuh asli mulai meresap kedalam kepalanya. Dan yang membuat Arinsa sedikit terkejut adalah nama depan yang sama dengan dirinya, namum usia Arinsa yang sekarang jauh lebih muda dari pada Arinsa yang sudah mati.

" Arinsa De Rouglas, seorang putri kerajaan Rou berusia 18 tahun. Sudah memasuki usia dewasa namun karena dia putri yang dibuang, putri yang tidak diinginkan, dan putri yang lahir dari seorang pelayan sehingga dia tidak mengadakan acara kedewasaan. Haah dasar bangsat. Kelaminnya yang bermasalah kenapa anaknya yang jadi salah. Kalau emang tidak mau punya anak dari seorang pelayan kenapa harus menggauli pelayannya. Dasar Raja bejat!"

Mendapat semua ingatan itu, membuat Arinsa merasa sangat geram. Di kehidupannya yang dulu, dia juga merupakan anak yatim piatu yang dibesarkan dalam sebuah panti asuhan. Beruntung dia memiliki otak yang cerdas dan panti asuhan yang ditempatinya juga baik sehingga dia mampu menempuh pendidikan dan menjadi dokter.

Pernah mencari orangtuanya yang ternyata ayahnya adalah orang yang memiliki pangkat. Awalnya Arinsa ingin menemuinya, namun ia urung karena ternyata dia hasil dari sebuah pelecehan pria itu terhadap gadis muda.

Ibunya yang masih muda meninggalkannya di panti asuhan karena jelas tidak mampu merawatnya. Beruntung ibunya masih memiliki belas kasih, Arinsa tidak digugurkan.

Dan sekarang dia masuk ke kehidupan putri yang terbuang. " Hahaha lucu, hidup ini benar-benar lucu bagiku. Takdir yang lucu dan kehidupan seperti lelucon. Arghhhhh!"

" Tuan Putri, Tuan Putri Arinsa! Apa Anda tidak apa-apa?"

Mendengar suaranya, otak Arinsa memberi sinyal dan kemudian mengingat, bahwa orang yang sekarang ada di depan pintu kamarnya itu merupakan pelayan pribadinya. Dimana pelayan tersebut pun sebenarnya enggan melayani Arinsa. Bagi seorang pelayan, siapa majikan yang dilayani menjadi nilai tersendiri. Jika dia melayani seseorang yang berpengaruh maka dia pun akan ikut menikmati kepopuleran itu. Tapi jika yang dilayani seorang yang tidak berguna maka dia pun akan direndahkan.

" Aku tidak apa-apa. Kembalilah ke kamarmu."

" Baik Tuan Putri."

Kotak klotak klotak

Suara langkah kaki sudah menjauh, Arinsa pun yakin bahwa pelayannya itu pasti juga sudah pergi.

" Sekarang, apa yang harus aku lakukan. Tapi aku berjanji Arinsa, aku akan menghancurkan kerajaan ini. Ya, aku akan membumihanguskan kerajaan ini termasuk orang-orang yang ada di dalamnya. Tapi dari amna aku harus memulainya, ughhhh."

Arinsa mengusap wajahnya kasar. Dia memang sudah bertekad akan membalaskan dendam pemilik tubuh asli, namun dia juga bingung. Saat ini Arinsa baru saja datang kemari dan tidak tahu sama sekali tentang apapun yang ada di dunia ini. Jadi dia pun tidak tahu bagaimana harus bergerak.

" Haaah entahlah, mari tidur dulu. Pas sekali. Sudah berapa hari akau tidak tidur. Jadi sekarang mari tidur, siapa tahu ada petunjuk saat aku tidur nanti."

Arinsa kembali berjalan menuju ke tempat tidur. Dia lalu menjatuhkan tubuhnya di sana. Meskipun istana ini begitu sepi namun tempat tidur yang saat ini ia gunakan sangat empuk dibanding tempat tidurnya di kehidupan sebelumnya.

" Besok pikir besok, sekarang aku akan tidur. Tapi aku sungguh berjanji Arinsa, kita memiliki nama yang sama. Aku akan membuat kepergianmu tenang. Aku sungguh akan menghancurkan kerajaan ini hingga rata dengan tanah."

TBC

Hay hay Readers, ini karya ketiga aku. Semoga kalian suka ya. Dan selamat menjalankan puasa bagi yang menjalankannya.

Mohon dukungannya dengan memberi like dan komen. Jangan lupa di subscribe ya biar langsung dapat notif kalau up.

Terimakasih banyak. Selamat membaca

1
Choirun Nisa
Bagus2
bakpao
/Good//Good/
Nuraishah❤💚
👍🏻
cheng phong
mungkin saja arin jadi orang sombong dan angkuh seandainya di satu atap dgn raja dan ratu krn tdk mendapat didikan yg bagus dia jadi baik krn dia jauh dari kata kaya
cheng phong
calon istri😃
cheng phong
lanjut
Lee 0893
akhirnya happy ending ,,
suka banget sama semua cerita yg kak author buat ,,
meski semua alur ny sama yaitu kesempatan ke Dua ,,
entah untuk memperbaiki diri , membalas ketidak adilan atau pun merubah takdir ,,
semua itu ttaap Satu tujuan yaitu kebaikan ,,
waah suka banget pokokny ,,
tinggal mampir di cerita yg 1 lgi ,,
semangat kak author ,,
sehat2 selalu ,,
Lee 0893
puas banget si Carlo ,,
selamat Glen anda skrang mengikuti jejak Carlo skrang ,,
Lee 0893
senjata makan tuan yx baginda ratu ,,
selamat menikmati kerajaan rou ,,
👍😄
Lee 0893
sekarang siapa yg bodoh ,,
arinsa atau ariga ,,
🤭🤣🤣
lihat laaa anak kebanggaan mu tu baginda ratu ,,
Lee 0893
nah kn bnr tu naga es ,,
waah wah rou ,,
apa lagi yg mau kau banggakn ,,
Lee 0893
tu pasti naga es ,,
Lee 0893
naaah kn mbah naga ny muncul ,,
feeling mh gx pernh Salah ,, semangat arinsa ,,
selamat datang kehancuran rou ,,
Lee 0893
aaakh kilian ,, dingin dingin empuk ,,
Lee 0893
ibu Dan ayah mu yg lebih paham Glen ,, jgn ikutan berfikir nnti lekas tua ,,🤭😄
Lee 0893
gx bapa ,, gx ank keren 22nya ,, klo ad di dunia nyata ,, udh ku bungkus Salah Satu ny ,, 🤭🤣
Lee 0893
sebenarny yg bodoh ank anda baginda ratu ,,
bbaru sadar and skrng know ,, 🤭🤣
Lee 0893
Dan anda laa tempat sampah nya baginda ratu ,, uuuppsss ,, 🤭🤣
Lee 0893
waah lawan mu bukan yg dlu baginda ratu yg ter doeng doeng ,,
hati2 nanti di jadiin barberque sama si arinsa ,,
🤣🤭
Lee 0893
keserakaha beranak pinak ,,
seperti ny Glen anak rubia dn Theodore trtarik dn arinsa ,,
semoga mereka bisaa membantu putri tsb ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!