NovelToon NovelToon
Harga Diri Yang Tergadaikan

Harga Diri Yang Tergadaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: dewidewie

Seorang gadis yang memiliki kelainan jantung sejak lahir, harus bertahan hidup sendiri membesarkan kedua adiknya.

Kerja keras dan banting tulang sanggup dia lakukan demi masa depan adik adiknya. Bahkan masa depannya sendiri tak pernah dia pikirkan.

Hingga suatu ketika keadaan memaksanya untuk menggadaikan harga diri serta hidupnya.

Dan dengan terpaksa harus menikah dengan orang yang tak pernah mencintainya.

Nah, untuk mengetahui kisah selanjutnya? Simak saja di karyaku yang terbaru berjudul
" Harga Diri Yang Tergadaikan ".

Selamat membaca, jangan lupa subscribe, like, vote, dan semua dukungan. 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewidewie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

Pengenalan tokoh dan karakter.

Namanya adalah Nabila Erika ( 24 tahun).

Seorang gadis sederhana yang bekerja di sebuah perusahaan besar yang paling bergengsi saat ini sebagai staf karyawan biasa.

Nabila bekerja untuk membiayai sekolah kedua adiknya.

Felisa Rahma (21 tahun), yang saat ini berada di bangku kuliah semester 5.

Si bungsu Kania Kenza(17 tahun) yang masih duduk di bangku SMA.

 Selain berjuang membiayai adik adiknya, Nabila juga harus berjuang melawan penyakit jantung bawaan yang dia derita.

Pagi itu Nabila mulai aktivitas paginya dengan olah raga kaki, tangan dan mulut. Bagaimana tidak di saat kakaknya sudah berkeringat memasak untuk membuat sarapan, kedua adiknya masih terlelap.

"Felisa! Kania!"

Teng teng teng

Nabila memukul panci untuk membangunkan mereka.

Felisa menggeliat dan menimpuk nimpuk pundak Kania.

" Kaina, ayo bangun nanti kak Nabila marah marah lagi bisa bisa gak dapat uang jajan kita".

" Ehmchhhh aduh masih ngantuk kak, bentar lagi dong".

"Eh eh eh ayo buruan bangun! Sudah jam berapa ini! Felisa, Kania kalau gak buru buru bangun kakak siram pakai air seember! Ayo buruan! " Teriak Nabila sambil bersungut-sungut.

Felisa dan Kania terkesiap kemudian berlari untuk berebut ke kamar mandi membuat sang kakak geleng kepala sambil berkacak pinggang " Aduh kalian nih gak bisa apa gantian, kayak anak kecil saja semua pakai berebut. Kania kamu mandi di kamar kakak!".

" Baik kak " Jawab Kania sambil memanyunkan bibirnya dan berjalan keluar dari kamar nya menuju kamar sang kakak pertama.

Begitulah kegiatan pagi (rutinitas pagi) di keluarga kecil yang bahagia dan hangat itu.

Nabila sebagai pengganti ayah dan ibu bagi kedua adiknya sangat bertanggungjawab dan memastikan masa depan untuk adik adiknya, bahkan masa depannya sendiri saja tak pernah dia pikirkan.

Setelah semua beres dan berdandan rapi, mereka pun melanjutkan aktivitasnya di meja makan.

Nabila menyiapkan bekal untuk adik adiknya kemudian menyiapkan bekal untuk dirinya sendiri. Baru kemudian ikut duduk bersama kedua adiknya dan menyantap sarapan pagi yang sangat sederhana ( Mie instan rasa soto ayam ) .

"Kak, hari ini Felisa ke kampus jalan kaki saja ya, jadi kak Nabila gak perlu kasih uang transport" Ucap Felisa yang merasa kasihan terhadap kakaknya yang sudah bekerja keras hingga tak memikirkan dirinya sendiri.

Kania mendengus kesal dan meletakkan kembali sendoknya di atas meja dengan wajah masam dan cemberut " Kak, aku tuh pengennya makan soto beneran bukan mie instan rasa soto! "

Nabila tersenyum sambil menyeka air matanya karena sebenarnya uangnya juga sudah habis untuk membayar tagihan air dan listrik.

" Kaina, maafkan kakak ya uang kakak habis untuk membayar tagihan listrik dan air bersih. Kakak janji nanti kalau sudah gajian kakak akan masakin soto ayam beneran yang enaaak banget" Nabila mencoba untuk bersabar dengan sikap adiknya yang memang keterlaluan.

" Kania! Apa begitu cara ngomong sama orang yang lebih tua! Dia itu kakak kita sudah seperti ibu bagi kita. Tak pantas kamu bersikap seperti itu!" Gertak Felisa pada adiknya.

Kania menunduk dan mengangguk.

Nabila mengusap matanya kemudian tersenyum menatap kedua adiknya terutama si bungsu yang akhirnya mau menelan sarapannya" Kalau sudah selesai sarapan, sekarang sudah siang lo sana berangkat! awas telat! ".

Ucap Nabila sambil memegangi dadanya yang mulai berdetak cepat.

Keduanya mengangguk dan beranjak.

Setelah beberapa saat mereka semua pun berangkat.

Nabila juga bersiap untuk segera berangkat bekerja.Dia bekerja sebagai staf di perusahaan Mondelez group yang dipimpin oleh Erlando Mondelez, seorang pemuda tampan yang masih lajang di usianya 32 tahun.

Seperti biasa Nabila berangkat bekerja menggunakan taksi atau ojek langganannya.

Setibanya di depan gerbang, dia pun berjalan bersama karyawan lainnya.

Tiba tiba seseorang memanggilnya dan mengagetkan semua orang yang ada di sana. Karena yang memanggil bukanlah orang sembarangan melainkan pemilik perusahaan itu sendiri.

Semua karyawan yang melihatnya hanya berbisik dan tak berani mengatakan apapun.

" Nabila! "

Nabila pun berhenti melangkah dan menoleh ke arah sumber suara " Pak Erlan ada apa bapak memanggil saya?".

" Bil, kamu ada waktu siang ini? ".

Nabila tersenyum tipis " Memangnya kenapa ya pak? ".

"Aku ingin mengajakmu makan siang, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama kamu".

Sejenak Nabila terkesiap dan kembali tersenyum tipis " Em memangnya penting banget ya pak, kenapa saya? "

Erlan ikut tersenyum dan memasukkan kedua tangannya di kedua saku celananya " Aku rasa hanya kamu yang mampu melaksanakan tugas ini".

Nabila nampak berpikir sejenak " Ya udah pak saya bersedia asalkan tugasnya gak macam macam".

Erlan terkekeh " Astaga Nabila, aneh aneh bagaimana? Ya enggak lah. Apakah aku terlihat sejahat itu? ".

Nabila tersenyum tipis sambil menggeleng.

Dret

Tiba tiba sebuah panggilan masuk ke ponsel Erlan.

Erlan menjawabnya dan seketika raut mukanya berubah suram membuat Nabila ikut penasaran apa yang terjadi dengan bosnya.

" Pak, anda baik baik saja? " Tanya Nabila sedikit ragu ragu.

Erlan tersenyum tipis " Bil, maaf ya sepertinya kita gak jadi makan siang karena ada urusan yang sangat mendesak, kamu gak apa apa kan? ".

Nabila pun mengangguk kemudian pamit untuk segera masuk kerja.

Erlan mendengus dengan kasar dan bergegas masuk ke dalam ruangannya.

tok tok tok

Seorang sekertaris cantik dan seksi membuka pintu ruangan Erland.

" Pak, boleh aku masuk? "

" Sejak kapan kamu minta ijin dulu sebelum masuk, sini" Jawab Erland sambil merentangkan kedua tangannya.

Revi melangkah sambil tersenyum dan menjatuhkan dirinya di dalam pelukan bosnya" Sayang, aku kangen sama kamu? Kapan kamu ada waktu untuk kita berdua? ".

Erland mengedarkan pelukannya dan mencubit hidung mancung kekasihnya itu yang juga sekertarisnya di kantor " Memangnya sudah kangen banget ya? ".

Revi mengangguk manja sambil memanyunkan bibirnya.

Cup

Tiba tiba Erland mendaratkan ciumannya di bibir kekasihnya. Dan mereka pun saling berpagutan, saling menyesap dan bertukar saliva.

Erland terus menekan dan memperdalam ciumannya hingga tanpa sadar mengangkat tubuh Revi ke dalam gendongannya sambil terus memagutnya.

Revi pun reflek melingkarkan kedua kakinya di pinggang Erlan tanpa melepaskan pagutannya.

Erlan meletakkan tubuh kekasihnya di atas meja kerjanya kemudian melepaskan kancing baju milik kekasihnya agar lebih mudah menjelajahi leher jenjang dan putihnya, dan sedikit memberikan tanda merah di sana.

Revi pun tak keberatan justru membuka lagi kancing bajunya agar lebih mudah menjangkau dada putih dan mulus miliknya untuk dihisap oleh sang kekasih.

Dan di saat Erland sudah mulai menyesap dada Revi dengan penuh gairah, tiba tiba pintu dibuka dari luar.

Ceklekkk

" Hahhh " Tentu saja Revi dan Erland terperanjat dan segera merapikan baju masing masing.

" Oh sial, apa sih yang kalian lakukan! " Gumam seorang pemuda (27 tahun) yang tidak kalah tampan tapi lebih muda dari Erland sambil mengusap kasar wajahnya.

Erlan merapikan kembali Jaz kerjanya kemudian mengacak rambutnya " Heh anak bandel, apa gak bisa ketuk pintu dulu sebelum masuk! ".

Erick terkekeh dan berjalan mendekati kakaknya yang mukanya sudah merah padam menahan amarah dan gejolak birahinya.

" Ye salahnya sendiri kenapa gak kunci pintu" Jawab Erick terkekeh.

Erland menghela nafasnya " Hh kapan kamu pulang dari luar negeri?".

" Baru saja kak, aduh papa gak asik masa aku disuruh kerja di sini tapi gak dikasih fasilitas apa apa".

Erlan membuka pesan dari papanya di layar ponselnya kemudian tersenyum tipis " Hmm, besok saja kamu bekerja, aku akan carikan posisi yang pas untukmu".

" Oke kalau begitu aku pergi dulu" Ucap Erick sambil memainkan matanya pada Revi.

Erlan yang melihatnya memicingkan matanya kemudian meraih kalender duduk dan melemparkannya ke punggung adiknya.

Bruaks

Erick terkekeh tanpa menoleh.

"Buruan sana pergi anak gak tau diri!" Gertak Erlan pada adiknya yang membuat Revi semakin menunduk karena sangat malu.

Frederick Erlando Mondelez.

Ericko Frederick Mondelez.

Revi

( Ini hanyalah visual versi author ya)

🌺🌺🌺

1
Widia Ningsih
konyol yaa ....masa di tangga/Facepalm/
dewidewie: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nazefa
lanjut dong kak../Smile/
Nazefa
wah, Wiliam kebablasan ini../Joyful//Joyful/
Nazefa
pasti hati Erick sangat hancur sekarang../Sob//Sob/
Nazefa
ya ampun, berarti selama ini Rima tidak benar-benar ikhlas../Grimace/
F.T Zira
ish..ini sih modusss😏😏😏
F.T Zira
ngakak aku bacanya/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
F.T Zira
sepertinya ada kata yg kurang/CoolGuy//CoolGuy/
dewidewie: heeh kak, kurang nya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Zhu Yun💫
Selalu pas adegan begini pasti dipertontonkan 🙈🙈🙈🙈
Zhu Yun💫
Waduh apanya yang mengunci nih, atasnya apa bawahnya 🙈🙈🙈🙈
dewidewie: jiahhhhhh/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Mamah dini
cari kes
Nazefa
Si Erland, situasi lagi tegang dan serius gitu malah menegangkan sesuatu yang lain😭
dewidewie: apaan tuh/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nazefa
semakin menegangkan.. lanjut thor.../Determined/
Nazefa
pas ini Nabila sakit jantungnya.. sayang nggak ada Erick../Curse//Curse/
Nazefa
waduh... kenapa bisa tiba-tiba kecelakaan terus meninggal. apa aku melewatkan satu bab tentang mereka?
dewidewie: enggak kak nanti penjelasan di bab selanjutnya ada flashback nya
total 1 replies
Nazefa
sayang sekali, Kania yang masih SMA harus melakukan semua ini../Cry//Cry/
dewidewie: itulah kenakalan remaja kak yang perlu diwaspadai
total 1 replies
Nazefa
Udah, nggak usah pura-pura.. /Joyful//Joyful/
Nazefa
wah, sudah terlihat ini alurnya ke mana... pasti itu anu anu../Smirk//Smirk/
Nazefa
jadi curiga../Chuckle/
Nazefa
nah kan, kena batunya sendiri..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!