My New Life
Namanya sisca, gadis berbadan mungil, periang, cantik, pintar dan ramah kepada semua orang. Dia tinggal di rumah sederhana. Tetapi dia tidak sedih karna hal tersebut, dia tetap riang dan sangat akrab
0
0
Vanilla Untuk Ayah
Banyak yang bilang surga kita dibawah telapak kaki ibu. Lalu bagaimana dengan Ayah? Ayah juga turut andil dan mempunyai peran untuk keluarganya, anak istrinya. Mempunyai peran yang sangat penting bahk
0
0
Sayap Sayap Patah
Enam belas tahun silam, aku ditemukan oleh seorang wanita, yang sekarang menjadi ibu angkatku, dalam keranjang bayi di pinggir jalan. Keranjang itu ditemukan bersampingan dengan seorang pria yang suda
0
0
Aku Ikhlas, Ayah
Kehilangan seseorang itu sangat berat, apalagi kehilangan salah satu dari orangtua kita. Rasanya hidup tak lagi berjalan baik dan sempurna. Tak ada rindu yang berakhir temu. Hanya cerita mengalir do’a
0
0
Menjadi Tua
Menjadi tua itu benar-benar menyebalkan, rutukku dalam hati sambil melihat lampu ruang operasi itu. Didalam sana tergeletak lelaki tua yang harusnya kudampingi sampai masuk ke ruang itu. Seseorang yan
0
0
Rinjani Dalam Tulisan
Pagi yang manis. Udara dingin bercampur dengan aroma tanah basah yang menyejukkan. Kulirik jam dinding kecilku, pukul 7 pagi. Hampir saja aku kesiangan. Aku bergegas bangun dan mengambil handuk hijau
0
0
Temanku Tak Terlihat
Ayu, Si Anak Lucu “Aduh, lucu banget anaknya”, “Sini yuk gendong Tante” Jika aku bisa berteriak tidak, tentu aku sudah melakukannya saat itu. Tetapi aku tidak sampai hati mengucapkannya. Terbawalah ak
0
0
Nek, Wulan Janji
Suara adzan subuh terdengar lantang. Alarm yang disetting setiap harinya dan di jam yang sama ikut menggugah Wulan dari tidurnya. Ia pun bergegas berdiri dari ranjangnya dan bersiap untuk shalat berja
0
0
Gaya Hidup Mutub
“Hidup kok gini gini aja ya, kayak enggak ada perubahannya sama sekali.” Ucapan itu diarahkan Mutub ke Sahat, dengan tujuan Sahat benar-benar merubah semua gaya hidup minimalisnya ke arah para selebri
0
0
Jarak (Part 1)
Haii… Namaku Alesa, aku adalah anak dari pasangan Nur dan Aditya. Aku punya satu kakak perempuan bernama Mayang. Bagiku keluarga adalah nomor 1. Apapun yang kulakukan semuanya hanya untuk membuat kelu
0
0
Segalanya (yang harus kau ketahui) tentang Aku dan Ibuku
Aku melangkahkan kaki dengan Langkah kecil. Jalan setapak yang basah mengotori sepatu kets putihku. Aroma tanah basah begitu membuatku candu. Disekelilingku, manusia-manusia terus bergerak seolah tanp
0
0
Hujan Desember
“Nduk, masuk.. sudah sore, hampir gelap, nanti kamu sakit..” Suara Bapak membangunkan lamunanku. Entah kemana pikirku mengawang-awang. Kulirik jam dinding, sudah pukul 6 sore. Suara adzan maghrib terd
0
0
Dia Ibuku
Suara jangkrik dan hembusan angin kini mendominasi pendengaranku, dingin! Hawa dingin serasa menusuk-nusuk lapisan kulitku. Tubuhku hanya terbalut kaos polos serta celana trening yang aku gunakan. Aku
0
0
Permintaan Kesekian
“Pak aku takut” kataku sambil meraba-raba dinding untuk duduk di samping bapak di atas kursi panjang di samping jendela ruang tamu beralas rumah panggung. “Sini-sini” jawab bapak lalu tertawa seakan m
0
0
Pulang
Sudah memasuki Desember akhir, suasana liburan mulai terasa, ada orang yang memilih untuk menghabiskan liburan dengan bersantai di rumah dan ada yang memutuskan jalan jalan dan berkumpul Bersama kelua
0
0
Jarak (Part 2)
Hari ini adalah jadwal penerbanganku untuk pulang. Semuanya sudah kupersiapkan dengan matang. Oleh-oleh dan lainnya. Sesampainya di rumah… Sama seperti dugaanku hanya kakak yang menunggu dan bahagia a
0
0
Mama, Aku Sayang Kamu
Brak! Aku membanting pintu dengan kesal, mama mengingkar janji untuk pergi ke taman. Alasannya cuma karena harus membuat presentasi buat kerjanya. Mamaku itu super sibuk, papaku ngga terlalu sibuk. It
0
0
Sebungkus Kepercayaan yang Terabaikan
Matahari telah menunjukkan eksistensinya, ibu bergegas menata meja di depan rumah. Meja dipenuhi sebakul nasi kuning dan berbagai lauk menggugah selera yang dimasak sedari jam tiga. Saat kebanyakan or
0
0
Kata Terakhirku (Part 2)
Jam menunjukkan waktunya pulang sekolah, semua siswa bergerombol keluar gerbang dengan tergesa-gesa. Beda dengan Selang beberapa jam akhirnya putri dan papah randy sampai di depan rumah, putri langsun
0
0
Tangis Wanita Bisu (Part 2)
Sang mentari telah timbul dengan cahayanya yang amat cerah. Anisa menggandeng lengan tangan Alisa menuju Book Store tempat Alisa bekerja. Saat di perjalanan mereka melewati kumpulan ibu-ibu yang tenga
0
0