NovelToon NovelToon
Baby Genius Sang Pilot

Baby Genius Sang Pilot

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / Anak Kembar / Tamat
Popularitas:206.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: oktiyan

Mila Miranda telah memendam perasaan kecewanya pada sang kekasih setelah dua tahun mereka saling berjanji akan menikah, Lalu tanpa sengaja ia mendapati Kabar jika Kenan akan menikah oleh pilihan orangtuanya.

Ingin memberitahu jika Mila telah hamil, maka Mila urungkan untuk tidak memberi tahu Kenan, dan pergi selamanya dari kehidupan Kenan.

Akan tetapi setelah lima tahun kemudian, Bayi kembar Mila membawa dirinya pada masa lalunya. Apa yang terjadi setelah Kenan tahu, bayi kembar itu miliknya? dan kepergian Mila karena ibunya sendiri.




Dukung Author Ya! masuk Rak dan jejaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktiyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIDAK BISA MENOLAK

Semalaman Mila masih bingung untuk menemui Kenan, terlebih alasan dirinya yang masih terus saja takut, takut ketika satu pria bisa bisanya mengancam dengan bicara tidak menyentuhnya.

'Sebenarnya dia itu siapa ya? kok bisa bisanya awasi kediaman aku. Kalau aku pergi, apa tidak bahaya bagi kedua anak anakku.' batin Mila bergumam.

Tredeth!

[ Bu Mila, kami sudah membawakan mobil untuk anda pakai! anggap saja tanda terima kasih jika, bu Mila ingin bertemu tuan Kenan. ]

'Hah, tidak asisten tidak Kenan. Benar benar membuatku rumit.' ujarnya Mila, menutup email.

"Bunda aku mengantuk, apa bunda mau pergi?" tanya Kanya. Di ikuti Bima yang menghampiri, kala Mila tengah menengok jendela dan kembali menutupnya.

"Ayo, kita ke atas sayang!"

"Bunda kata bibi mau pergi ya?" mendapat pertanyaan, membuat Mila menggeleng kepala.

Mila terdiam dan bertumpu menatap wajah kedua anaknya. "Ayo sayang, sudah malam besok kita bicarakan lagi ya. Karena bunda belum mendapat balasan! tapi kalau Bunda jadi pergi, bunda pasti pamit sama anak anak bunda yang cantik dan ganteng, kalau bunda pergi jangan keluar rumah dan buka pintu ya!"

"Oke bunda." serentak.

Mila telah bersandar dan menidurkan kedua anaknya, ia meminta mobil baru itu tetap ditutupi dan tak akan pernah memakainya tanpa kejelasan. Mila takut akan hal terjadi kesalahpahaman. Ia pun segera ikut tidur dan terlelap. Tapi baru beberapa menit dering ponsel bergetar, Mila mematikan nama yang terpampang siapa yang menghubungi.

"Dasar asisten gila, lihat jam sebelas malam. Apa dia mau menyuruhku ke rumah sakit!"

Mila pun membalikan ponselnya dan otomatis menolak panggilan, sejujurnya ia masih takut keluar rumah akan kejadian tadi sore yang ia lihat sendiri, bahkan jika bertemu Shela atau inggrid, ia tidak ingin kedua anak anaknya terlibat di celakai, hanya karena menemui Kenan.

Sementara Di Rumah Sakit.

"Bagaimana di angkat?"

Heru menggeleng, ia meletakan ponsel dan melemparnya ke sofa. Heru ingin menahan tawa melihat bosnya itu yang sadar meminta Mila segera datang. Rupanya wanita yang membuat hatinya gundah wanita keras kepala yang sulit menerima cinta itu benar adanya.

Heru sebagai sahabat dan asisten yang sudah berpuluh tahun mengenal, baru kali ini ia selalu mendapat penolakan apalagi mendapat reject dari seorang wanita, sungguh sangat mustahil.

"Tutup mulutmu, Jika tidak ku potong gaji mu selama setahun!"

"Tapi kenapa anda harus berpura pura amnesia, Kenan?" tawa Herman.

"Diamlah! kepalaku memang sakit, aku hanya ingin membuat Drama, dimana aku ingin menjebak seseorang dan mengungkap kejadian yang aku tahu." jelas Kenan saat itu.

Heru terdiam dan menutup rapat tak menertawakan. Tapi setelah Kenan menghilang mungkin ke toilet. Ia kembali membuka mulutnya untuk menertawakan. Tapi sebuah bantal kecil menyambar ke wajahnya.

Plaaagh.... Deal. Setahun tidak digaji!

Heru terdiam, ia membungkuk dan menoleh berkata, "Tapi itu perjanjian tidak seperti tadi Ken, lagi pula aku masih bisa mendapat gaji dari tuan Saputra." ledek Heru.

"No. sudah sepakat perjanjian berubah berapa detik lalu." balas Kenan meninggalkan ruangan, melewati Heru dengan gaya cool.

"Kembali berubah menjadi iblis pemotong Gaji," ketus Heru.

"Eh, kau mau kemana Kenan?" tambah Heru yang melihat Kenan keluar pintu.

"Mencari pop mie, di kantin dan cari makanan enak lainnya. Di rumah sakit ini apa tidak ada?"

"Jangan bodoh! jika Mila benar datang, dan kau berjalan jalan bagaimana?"

Gleuk.

"Benar juga, ya sudah belikan aku hot pot spesial. Burger dan kentang! rasanya makanan rumah sakit ini sangat pahit!"

"Kenapa jadi aneh, bukannya tadi popmie?"

"Sudah berubah dua detik lalu." seringai jahil Kenan.

"Baiklah, akan aku beli sepahit perjalanan cintamu kan." ledek Heru, lagi lagi. Membuat Kenan menatap tajam.

"Oke! aku belikan." teriak Heru melambai tangan.

***

Esok Harinya.

Mila saat ini dan kedua anak anaknya sedang berada di taman, membawa satu paperbag yang entah apa isinya. Karena kedua anaknya mengajak dan katanya kejutan, sehingga Mila mengangguk tak menolak.

"Mau kemana sih sayang, bunda mau di ajak kemani nih?" tanya Mila saat itu, mengejar kedua anak anaknya di taman.

"Tunggu sebentar bunda, kita menunggu seseorang lagi sedang dalam perjalanan."

Sontak membuat Mila menaikan alis, lalu menggelitik Bima. Dan bergantian Kanya.

"Memang masih menunggu siapa sih, bunda cuma ajak kalian main aja loh, kenapa harus surprise segala. Mau tunggu bibi ya dari pasar, Bima dan Kanya mau bantuin kantong plastiknya ya?"

"Hihihi .. enggak dong Bunda salah deh, Bunda tutup matanya sebentar!"

Mila menuruti kedua anak anaknya, sebenarnya ia juga bingung kenapa kedua anak anaknya bisa seperti ini.

'Apa Deva udah kembali, dari Singapore?' batin Mila saat itu.

"Tuh dia kak, mobilnya udah dateng. Kak Bima enggak lupa bawa hadiah kita kan, buat dikasihin." bisik Kanya, yang masih ditutup matanya oleh tangan mungil Kanya.

1 ..

2 ..

3 ...

"Surprise .. Bun! itu Om Heru, dah dateng jemput, Om ... Om, paman Kenan nya dimana?" teriak riang Bima.

Hah!

Mila terkesiap kaget, dimana kedua anak anaknya mulai dilibatkan masalah orang dewasa, padahal Mila sendiri belum menerima jawaban untuk datang ke rumah sakit.

"Maafkan saya bu Mila! saya menghubungi nomor rumah, dan Bima yang angkat. Lalu saya mencoba menjelaskan, apa bu Mila akan ikut ke rumah sakit sekarang?" tanya Heru, yang kala itu Bima dan Kanya sudah di depan mobil.

"Ayo bunda .." teriak Kanya.

Menarik nafas, apa yang sebenarnya terjadi, kala kedua anak anak Mila benar benar sudah akrab dengan Kenan.

TBC.

1
Omha Achun
Luar biasa
Miss GH: Thanks
total 1 replies
Evy
anaknya pak putra dong si Mila... pas ketemu udah punya cucu.
Evy
sudah besar kok anak2 masih pake pempers.usia 2 th sudah bisa lepas kecuali pas tidur malam..
Miss GH: Yuka mampir judul New.

Transmigrasi Dewi Juwita Terkuat
total 1 replies
Evy
orang kaya Nerima juga ganti rugi... harusnya diikhlaskan saja...
Sativa Kyu
👍
Bunda Hana
Luar biasa
Maryana Fiqa
oohh,,jadi Shella itu anak bibi roh Yg di bawa psk Saputra,,anak sebenarnya pak Saputra pasti Mila
Miss GH: Terimakasih 😇
total 1 replies
Novaz Yanti
Lumayan
Siti Nurjanah
masih bingung
Enung Samsiah
iiiiiihhhh sereemm ibunya kenan,,,
Jumi Atin
ko aq jengkel ama bu Ingrid ya, ampe segitunya ama darah daging sendiri 🤦‍♀️🤦‍♀️
Miss GH: 🤣🤣🙏 Iya ..
total 1 replies
Warni Reza
op
Miss GH
Terimakasih atas dukungannya ya All 🙏😘 happy reading and happy ending
Mr Azusi
happy ending kelak ini musuh Mila kena karena, kasian sekali. Semoga lancar up kakak.
Miss GH
Wkwkwk mata Author ngantuk namanya jadi kepelitek, Alex mah nama dari Menantu Ke 2 🤣🙏 maaf ya udah otor revisi pas baca ulang
Nani Mardiani
Wah kembar bakalan punya adik nih.
Mr Azusi
rip bibi roh yang baik napa musibah sama orang baik
Miss GH
Hello All .. Author minta maaf banyak typo menyebar, semalam Up taunya aneh ya, hahaha .. untuk di hari ini Up masih review😇🙏
Nani Mardiani
Betul Mila itu bu Inggrid yg culik Bima ditaman dan ditolong nenek Rina.
Miss GH: Terimakasih 😉
total 1 replies
Rita rose
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!