NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:37.3k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

Lu Mingyu adalah seorang gadis muda yang bergabung di kelompok dunia bawah, tugasnya sebagai mata mata di kelompoknya, Mingyu sudah terbiasa mendapat luka tembak ataupun benda tajam di tubuhnya, bagi Mingyu itu adalah simbol dari sosoknya yang pemberani dan tidak takut pada apapun, selain itu Mingyu juga memiliki sifat yang babar dan juga suka ceplas ceplos saat berbicara, menurut Mingyu yang paling menakutkan bukanlah musuh yang ingin membunuhnya, melainkan jika tidak punya uang, karna Mingyu gadis yang sangat matrealistis.
Dan suatu hari Mingyu tidak pernah terpikirkan kalau dirinya akan masuk ke jebakan lawan, mobil Mingyu berhasil di sabotase, yang menyebabkan remnya blong dan menabrak pembatas jalan hingga meledak, dan api besar itu melalalap habis tubuh Mingyu yang terkunci di dalam mobil.
Dan saat membuka matanya Mingyu berfikir kalau dia sudah berpindah ke alam baka, karna melihat bangunan sekelilingnya di penuhi dengan warna kuning keemasan, di tambah saat dia melihat tam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Pagi itu usai sarapan, Qin Yu membawa Lu Lu keluar untuk jalan jalan, di daerah sekitar desanya saja, karna Qin Yu tidak berani jika harus membawa Lu Lu keluar jauh.

''Tuan Qin, kalau boleh tahu ini di mana?'' tanya Lu Lu sembari memainkan jarinya dan menoleh ke sana ke mari.

''Panggil aku Qin Yu saja'' sahut Qin Yu.

Lu Lu langsung menghentikan langkahnya, begitupun dengan Qin Yu dia juga ikut menghentikan langkahnya.

''Bagaimana kalau saya panggil Kak Qin Yu saja?'' tukas Lu Lu.

Seutas senyum muncul di sudut bibir Qin Yu, sejak adik kandungnya meninggal, dia sudah lama sekali tidak mendengar panggil kakak.

''Boleh''

Lu Lu tersenyum. ''Baik Kak Qin Yu''

''Ya sudah, ayo kita lanjut jalan''

'' Iya''

Dua orang itu kembali melanjutkan langkahnya mengelilingi desa tempat Qin Yu tinggal.

Mereka berdua baru kembali di rumah lagi saat hari sudah mulai terik.

Bibi Qin yang sedang menyapu halaman rumahnya, langsung tersenyum melihat Qin Yu dan Lu Lu kembali.

''Kalian sudah pulang'' tukas Bibi Qin.

Lu Lu tersenyum sembari menghampiri Bibi Qin.

''Bibi sini, biar Lu Lu saja yang membersihkan halamannya'' pinta Lu Lu.

''Tidak usah, kamu istirahat saja sana'' tolak Bibi Qin sembari mengusap bahu Lu Lu dengan lembut.

Lu Lu menganggukkan kepalanya, dan masuk ke dalam dengan patuh.

Saat Lu Lu masuk ke dalam rumah, Bibi Qin melihat putranya yang terus menatap ke arah Lu Lu.

''Qin Yu, apa kamu tertarik dengan Lu Lu?'' goda Bibi Qin membuat Qin Yu buru buru menggelengkan kepalanya.

''Ibu bicara apa sih, mana ada Qin Yu tertarik dengan wanita itu'' sanggah Qin Yu.

Bibi Qin hanya tersenyum saja.

''Iya iya, tadi kamu bawa Lu Lu jalan jalan ke mana?'' tanya Bibi Qin.

''Keliling desa saja'' jawab Qin Yu.

Satu bulan telah berlalu, hubungan Lu Lu atau Mingyu dengan keluarga Qin semakin dekat, bahkan kini Bibi Qin mengakui Lu Lu sebagai putrinya, Bibi Qin juga meminta Lu Lu agar memanggilnya dengan sebutan Ibu.

 Sedangkan Qin Yu dia biasanya hanya pulang ke rumah satu minggu sekali, namun akhir akhir ini Qin Yu sering kembali.

Seperti saat ini pagi pagi sekali Qin Yu sudah kembali ke rumahnya, padahal baru tiga hari yang lalu dia pulang, namun kini dia sudah pulang lagi.

''Qin Yu, kamu sudah pulang lagi?, apa Pangeran mengizinkanmu?'' tanya Bibi Qin.

''Iya Bu, kalau Pangeran tidak memberiku Izin, mana berani aku pulang'' jawab Qin Yu.

''Pangeran siapa?''

Bibi Qin dan Qin Yu sontak menoleh bersamaan, dan melihat Lu Lu yang berdiri di ambang pintu dapur sembari membawa keranjang belanjaan.

''Lu Lu, kamu sudah kembali''

Lu Lu tersenyum dan menghampiri Ibu angkatnya dan kakaknya, lalu meletakkan keranjang belanjanya di atas meja dapur.

''Lu Lu, kamu dari mana?'' tanya Qin Yu.

''Dari pasar, bahan bahan di dapur sudah habis, jadi Lu Lu belanja'' jawab Lu Lu.

Dan tanpa sadar Qin Yu mengusap rambut hitam Lu Lu dengan lembut. ''Saat belanja, apa ada yang menganggumu?'' tanyanya.

Lu Lu menggelengkan kepalanya. ''Tidak kok''

''Oh ya kak, barusan aku dengar Kakak sama Ibu bahas Pangeran, memang Pangeran siapa?,terus apa Kakak berteman dengan Pangeran?'' tanya Lu Lu beruntun.

''Pangeran Duan, beliau itu putra mahkota kerjaan timur ini'' ujar Qin Yu. ''Terus, Kakak bekerja sebagai pengawal pribadinya'' lanjutnya.

Lu Lu yang mendengarnya hanya tersenyum sembari mengangguk anggukkan kepalanya.

''Kakak hebat, bisa jadi pengawal pribadi putra mahkota'' ucap Lu Lu dengan bangga.

Qin Yu tersenyum. ''Bukan hanya Kakak saja, tapi masih ada satu lagi teman Kakak, dia lebih dekat dengan Pangeran di bandingkan Kakak'' ucapnya.

Malam hari di dalam kamarnya Lu Lu tidak bisa tidur, dia terus mondar mandir di depan ranjangnya, dirinya sudah satu bulan berada di kerjaan timur, dan sudah saatnya mencari keberadaan Gu Nian, dan membantunya untuk kembali ke wilayah kekaisaran.

''Oh ya, bukannya waktu itu kata Ayah, kalau Gu Nian di sukai oleh pangeran kerajaan timur, apa mungkin pangeran yang di maksud Ayah itu putra mahkota'' gumamnya menerka nerka.

''Sepertinya aku harus minta bantuan Qin Yu, agar bisa membawaku ke kerjaan'' gumam Lu Lu.

Esok harinya saat sedang sarapan, Lu Lu melahap sarapan paginya sembari menatap Qin Yu, dan itu di sadari oleh Qin Yu.

''Lu Lu, kenapa kamu terus menatapku?''

''Apa setelah ini, Kakak akan kembali ke kerajaan?'' tanya Lu Lu yang di angguki oleh Qin Yu.

''Kenapa?'' tanya Qin Yu.

Lu Lu tidak langsung menjawab, karna sedang berfikir, apakah Qin Yu akan menuruti keinginannya, jika dirinya mengatakan ingin ikut ke kerjaan.

''Kak, bolehkah aku ikut Kakak?'' tanya Lu Lu dengan sangat hati hati.

Qin Yu yang hendak mengambil ikan di atas piring seketika berhenti, lalu meletakkan sumpitnya di atas mangkuknya.

''Kakak tanyakan dulu sama Pangeran, karna Kakak tidak berani begitu saja membawamu ke sana tanpa izin dari putra mahkota'' tukas Qin Yu.

Lu Lu langsung menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.

''Lu Lu, memangnya kamu mau apa ke istana?, di sana tidak bisa sembarangan menerima orang seperti kita'' ucap Bibi Qin yang sejak tadi diam, dia kahwatir akan terjadi hal buruk yang menimpa Lu Lu, apa lagi Bibi Qin tahu bagaimana sikap para wanita yang menghuni istana, entah itu Permaisuri, para selir bahkan para pelayan wanita sekalipun, mereka tidak pernah memperlakukan rakyat bawah seperti dirinya dengan baik.

Seketika senyum Lu Lu memudar mendengar perkataan Ibu tirinya, lalu dia menundukkan kepalanya sembari melahap sarapan paginya dengan tidak semangat.

''Lu Lu hanya ingin tahu saja, Lu Lu cuma mau lihat istana dari luar saja, Lu Lu janji gak akan ikut Kakak masuk ke dalam'' tukas Lu Lu dengan kepala tertunduk.

Dan Hal itu membuat Qin Yu tidak tega. ''Bu, tidak apa apa, kalau Pangeran Duan memberi izin, biarkan Lu Lu ikut Qin Yu ke istana'' ucap Qin Yu.

Tapi Bibi Qin tetap khawatir, meskipun status Qin Yu sebagai pengawal pribadi putra mahkota, bukan berarti para wanita itu akan memperlakukan Lu Lu dengan baik.

''Baiklah, asalkan kamu bisa memastikan adikmu baik baik saja'' timpal Bibi Qin akhirnya.

Lu Lu langsung mengangkat kepalanya dengan tersenyum, lalu dia memeluk Bibi Qin dengan erat serta mengucpkan terimakasih.

''Ibu, terimakasih''

''Ibu tenang saja, Qin Yu pasti akan menjaga Lu Lu dengan baik'' tukas Qin Yu dengan yakin.

Sore itu Qin Yu yang sudah kembali ke istana putra mahkota, dia segera mengutarakan keinginan adiknya pada pangeran Duan.

''Pangeran, bolehkah besok saya bawa adik saya ke istana?'' tanya Qin Yu dengan hati hati.

Pangeran Duan yang sedang membaca buku, langsung meletakkan bukunya di atas meja.

''Bukannya adikmu sakit parah?'' tanya Pangeran Duan.

Qin Yu seketika terdiam, dia memang punya adik kandung yang sedang sakit parah, dan nama adiknya adalah Qin Ru, namun satu minggu sebelum kedatangan Lu Lu adiknya meninggal, dan tidak ada satupun orang yang tahu tentang kematiannya, karna sejak Qin Ru jatuh sakit di usianya yang baru lima tahun, Qin Ru hanya bisa berbaring di atas ranjang tanpa bisa melakukan apapun, jadi tidak ada satupun yang tahu seperti apa rupa Qin Ru ketika menginjak dewasa.

''Adik saya sudah sembuh'' ucap Qin Yu berbohong, toh pangeran tidak akan tahu pikirnya.

''Benarkah?, sejak kapan?'' tanya Pangeran Duan lagi.

''Sejak satu bulan yang lalu'' jawab Qin Yu.

Pangeran Duan terdiam sejenak lalu menganggukkan kepalanya.

''Baiklah, aku izinkan kamu bawa adikmu ke sini'' ucapnya.

''Terimakasih Pangeran''

1
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Yani
ayok Thorr, lanjut update lagi crita nya 🥰🥰🥰
Nurhayati Nurhayati
lanjut dong thor. setiap hari up nya
kaylla salsabella
lanjut
Evi 060989
up lg
Setyo Arifin
🙏🙏minal aidzin wal Faidzin juga KK ,KK kokbelum dilanjut AQ menanti kelanjutanya KK 💪💪
Evi 060989
up lg
Zakiya El fahira
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF LAHIR BATIN,


Untuk para readers sebelumnya author mohon maaf, mungkin untuk beberapa hari ini author heauts sebentar.
tinie
minal aidzin walfaizin
mohonmaaf lahir bathin
kaylla salsabella
MINAL AIDZIN WALFAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN THOR😍😍😍
kaylla salsabella
apakah selir kedua adalah GU NIAN
MataPanda?_
semangat trus kak.. minal aidin wal paidin mohon mp lahir dan batin🙏
Wahyuningsih
benar thor kasih pljrn jendral sudh punya istri kok msih mikirin cinta msa kecil
Wahyuningsih
menyebalkn...... thor buat jendral rong menyesal d buat segan matipun tk mau biar nyakho dia
Wahyuningsih
q mampir thor..... thor buat ming yu badaz abiz bla prlu dpt bonus ruang dimensi biar
mkin seru
tinie
lanjuuutt /Angry/
kaylla salsabella
lanjut thor😍😍😍😍
Nurhayati Nurhayati
lanjut thor
kaylla salsabella
wah... klu tahu istrinya tersenyum pada pria lain Jendral bisa ngamuk
Marsya
hayo istrinya ditaksir cowok lain😉😉😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!