NovelToon NovelToon
Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Sebuah senyuman lebar, tulus, dan penuh kelegaaan perlahan terbit di bibir Kinara yang masih basah. Air mata yang keluar kali ini bukan lagi karena rasa sakit atau penolakan, melainkan rasa syukur yang teramat besar. Ia diberikan kesempatan untuk memperbaiki semuanya, merajut kembali benang takdirnya yang sempat kusut dan hampa.

​Tanpa memedulikan tatapan heran seisi kelas, Kinara langsung menyambar tasnya. Ia bangkit berdiri, lalu berlari kencang keluar dari ruang kelas.

​"Kinara! Mau ke mana kamu?! Kembali ke kelas!" teriakan melengking sang dosen menggema, disusul riuh tawa mengejek dari teman-teman kuliahnya yang mengira Kinara sudah gila karena nekat membolos setelah disiram.

​Kinara tidak peduli. Ia terus berlari menyusuri koridor kampus, menaiki anak tangga satu demi satu menuju lantai paling atas gedung fakultas. Begitu pintu besi rooftop terbuka, embusan angin siang yang sejuk langsung menerpa wajahnya, menerbangkan beberapa helai rambutnya yang setengah basah.

​Kinara memejamkan mata, menghirup udara kampus dalam-dalam. Udara yang bebas, tanpa tekanan, dan tanpa rasa sesak dari dinginnya dinding rumah mewah berlantai tiga milik Zergan.

​'Kali ini, aku akan membuat akhir yang bahagia,' ucap Kinara mantap di dalam hatinya. Ia menatap hamparan pemandangan kota dari ketinggian rooftop dengan binar mata yang baru. 'Untukku, dan untuk Zergan. Kali ini... kita akan berjalan di jalan kita masing-masing. Aku tidak akan mengikatmu dalam pernikahan sepi itu lagi, Mas.'

​Setelah menenangkan diri dan merapikan bajunya yang sempat basah, Kinara memutuskan untuk turun. Namun, baru saja ia melangkah keluar dari area tangga menuju koridor lantai utama yang dekat dengan lapangan indoor, langkah kakinya mendadak terkunci rapat.

​Di ujung koridor, dekat pembatas kaca, berdiri seorang gadis yang sangat familier. Gadis itu memiliki paras yang teramat cantik, kulit putih bersih, dan proporsi tubuh proporsional khas seorang model papan atas. Dia adalah Haura, idola kampus sekaligus... wanita yang fotonya selalu disimpan rapat oleh Zergan di dalam laci nakasnya.

​Di kehidupan lalunya, Haura dinyatakan meninggal karena diculik dan dibunuh oleh musuh bisnis keluarga Airlangga sebelum mereka sempat menikah, kejadian yang membuat Zergan menutup hatinya selamanya. Namun sekarang, di tahun 2026 ini, Haura masih hidup, berdiri nyata, dan sedang sibuk merapikan penampilannya di depan cermin kecil.

​Kinara menatap Haura cukup lama. Dada Kinara berdenyut ngilu mengingat betapa hancurnya Zergan saat kehilangan gadis ini dulu. 'Kalau tidak salah ingat... beberapa bulan lagi adalah waktu di mana Haura diculik,' batin Kinara. 'Aku harus memperingatkannya. Dia harus tetap hidup agar Zergan bisa bahagia.'

​Kinara memantapkan hatinya. Baru saja ia mengambil dua langkah untuk mendekati Haura, sebuah suara berat yang teramat ia kenal memecah keheningan koridor.

​"Sayang!"

​Waktu seolah-olah melambat di mata Kinara. Kepalanya menoleh perlahan ke arah sumber suara. Dari arah lapangan basket, berjalan seorang pemuda dengan jersi basket hitam bernomor punggung 07 yang sedikit basah oleh keringat. Handuk kecil tersampir di lehernya, dan beberapa anak rambutnya yang basah berantakan dengan sangat tampan.

​Zergan Airlangga.

​Kinara terpaku membeku. Jantungnya mencelos, bukan karena takut, melainkan karena pemandangan di depan matanya saat ini. Zergan sedang berjalan lebar dengan sebuah senyuman yang teramat cerah dan lepas—senyuman tulus yang selama enam tahun pernikahan di kehidupan lalunya tak pernah sekalipun mampu Kinara miliki.

​Zergan berjalan melewati Kinara begitu saja, seolah Kinara hanyalah angin lalu yang tak kasatmata, langsung menuju ke arah Haura.

​"Hei, sudah lama menunggunya?" tanya Zergan, suaranya terdengar begitu renyah dan penuh kehangatan yang asing di telinga Kinara. Tangan Zergan yang besar bergerak gemas, mengacak-acak rambut Haura yang sengaja dikucir kuda.

​"Ih, Zergan! Berantakan tau!" Haura mengerucutkan bibirnya kesal, namun pipinya merona merah. Ia memukul pelan dada bidang Zergan yang masih terasa hangat setelah berolahraga. "Lagian kamu lama banget sih main basketnya. Capek tau nunggunya dari tadi."

​Zergan terkekeh pelan suara kekehan yang membuat dada Kinara bergetar hebat. Pria dingin itu ternyata bisa tertawa sehidup ini jika bersama orang yang tepat.

​"Maaf, ya? Tadi tanggung, tim lawan ngajak tambah satu kuarter lagi," ucap Zergan lembut, tangannya kini beralih mengusap pucuk kepala Haura dengan penuh kasih sayang. "Sebagai gantinya, mau makan siang di mana sekarang? Aku yang traktir. Mau sushi kesukaanmu?"

​"Mau! Tapi kamu ganti baju dulu sana, bau keringat tahu!" goda Haura sambil menutup hidungnya, meski matanya memancarkan binar kebahagiaan yang sempurna.

​"Siap, Tuan Putri. Tunggu sebentar, ya," balas Zergan dengan kedipan mata yang jail, sebelum berbalik menuju ruang ganti.

​Kinara menyaksikan seluruh interaksi manis itu dari jarak beberapa meter dengan tubuh yang kaku. Rasa perih sempat menyengat hatinya, melihat kenyataan bahwa tempatnya di kehidupan lalu memang benar-benar sebuah paksaan. Namun, melihat senyuman Zergan yang begitu hidup, Kinara tersenyum tipis dengan tulus.

​Kini ia sadar sepenuhnya. Tugasnya di kehidupan kali ini bukan untuk merebut hati Zergan, melainkan menjaga agar senyuman pria itu tidak pernah padam bersama kematian Haura. Ia harus menyelamatkan Haura, demi kebahagiaan Zergan, dan demi kebebasan hidupnya sendiri.

Setelah Zergan dan Haura berjalan menjauh, Kinara masih berdiri mematung di koridor. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menguatkan hatinya yang baru saja menyaksikan kebahagiaan pria yang pernah menjadi suaminya itu.

​"Nara! Lo ngapain sih di sini berdiri kayak patung?"

​Suara cempreng itu seketika memecah lamunan Kinara. Ia menoleh dan melihat dua orang gadis berjalan cepat ke arahnya sambil menahan tawa. Detik itu juga, mata Kinara melebar, dan dadanya mendadak terasa sesak oleh rasa haru yang luar biasa.

​Mereka adalah Sherly dan Ririn. Dua sahabat terbaiknya semasa kuliah yang di kehidupan lalunya sempat terpisah karena badai nasib yang tragis.

​Sherly berjalan sambil memegangi perutnya, sementara Ririn menggeleng-gelengkan kepala dengan sisa tawa di wajahnya.

​"Gila ya lo, Ra! Bisa-bisanya tidur nyenyak banget di kelas Bu dosen sampai disiram begitu. Muka lo pas bangun tadi epik banget, sumpah!" cetus Sherly sambil tertawa terpingkal-pingkal, mengingat kejadian di kelas tadi.

​Ririn ikut menyenggol bahu Kinara pelan, menyodorkan beberapa lembar tisu. "Nih, keringin dulu muka sama rambut lo. Lagian lo begadang ngapain sih semalam? Tahu sendiri kan Bu dosen itu galaknya kayak gimana."

​Mendengar suara tawa dan omelan ringan dari kedua sahabatnya, air mata Kinara justru mengalir deras tanpa bisa dibendung. Pikirannya langsung melesat ke masa depan—ke kehidupan lalunya yang kelam, di mana akhir hidup kedua sahabatnya ini sangat mengerikan.

​Kinara ingat betul, beberapa tahun ke depan, Sherly yang ceria ini akan hancur total. Sherly akan dijebak oleh pacarnya sendiri, seorang pria manipulatif yang diam-diam merekam video intim mereka saat Sherly tidak mengenakan busana. Pria bajingan itu memanfaatkan video tersebut untuk selalu mengancam Sherly, memeras uangnya, dan menjadikannya budak pemuas nafsu di bawah bayang-bayang ketakutan akan penyebaran video tersebut. Sherly hidup dalam trauma mendalam dan mengurung diri dari dunia luar.

​Sementara Ririn, sahabatnya yang selalu dewasa ini, akan terjebak dalam lingkaran setan penipuan investasi bodong demi membantu ekonomi keluarganya. Ririn tertipu ratusan juta hingga terlilit utang pinjaman online dan rentenir yang terus menerornya setiap hari. Karena tidak kuat menahan tekanan, ancaman, dan rasa malu, Ririn akhirnya memilih jalan pintas yang tragis... dia mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

​Mengingat semua tragedi mengerikan yang akan menimpa orang-orang yang disayanginya, pertahanan Kinara runtuh. Ia tidak ingin kehilangan siapa pun lagi di kehidupan kedua ini.

​"Hei, Ra? Kok lo malah nangis sih?" Ririn panik melihat air mata Kinara yang tiba-tiba tumpah. "Aduh, maaf ya, kita nggak bermaksud ngetawain lo keterlaluan kok—"

​Sebelum Ririn menyelesaikan kalimatnya, Kinara langsung maju dan mendekap tubuh kedua sahabatnya itu dengan sangat erat. Ia memeluk Sherly dan Ririn seolah-olah mereka akan menghilang jika ia melepaskan cengkeramannya.

​"Hiks... Sherly... Ririn..." Kinara menangis sesenggukan, menyembunyikan wajahnya di bahu mereka. Tubuhnya bergetar hebat karena rasa syok dan haru yang bercampur menjadi satu.

​"Eh? Nara, lo kenapa? Kok meluknya kencang banget?" Sherly yang awalnya tertawa kini terdiam, merasa ada kesedihan yang teramat dalam dari pelukan Kinara. Tangannya perlahan bergerak mengusap punggung Kinara yang naik turun karena tangisannya.

​"Aku sayang kalian... Aku kangen banget sama kalian..." bisik Kinara di sela tangisnya yang pecah.

​Ririn dan Sherly saling berpandangan dengan bingung, namun mereka bisa merasakan ketulusan dan rasa takut yang besar dari sikap Kinara. Ririn akhirnya ikut memeluk Kinara erat, menepuk-nepuk bahunya dengan lembut. "Kita juga sayang sama lo, Ra. Ada apa, sih? Cerita sama kita kalau ada masalah."

​Di dalam dekapan hangat itu, di tengah koridor kampus lantai satu yang ramai lalu lalang mahasiswa, Kinara bersumpah di dalam hatinya. 'Tuhan, terima kasih sudah mengembalikan mereka padaku. Di kehidupan kali ini, aku tidak akan membiarkan takdir kejam itu merenggut kalian lagi. Aku akan melindungi Sherly dari pacar bajingannya, dan aku akan menghentikan Ririn sebelum dia terjebak utang itu. Aku akan menyelamatkan kita semua.'

1
si mesteri
semoga kau hidup bahagia kedepan nya kinara oh iya thor ini yg terbagus dalam ending sad bikin haru dan mau aku baca berkali-kali tapi radak nyesek sama endingnya semoga thor nya juga sehat selalu dadah /Smile//Sob/
Uthie
Lagiiii dong 😍
heyyykau
crazy up kak🫰
Dwi Agustina
Allah pasti trlah menyiapkan takdir yg lbh indah utkmu Nara😥💪
heyyykau
crazy up kak, gk sabar liat kinara menghilang dri kehidupan zergan trs kinara jadi sukses sm ada seseorang mencintai kinara dengan tulus dan juga sebaliknyaa🫰😭
Dedi Dahlia
nanti setelah kinara pergi,zergan ingat kembali massa lalu kehidupan pertama, dan menyadari sipat Haura tak seperti yang diharapkan,baru lah sadar hanya kinara gadis yang tulus dan mengerti tapi,sayang terlambat baru menyadarinya,sip di tunggu momennya thorr itu terjadi🙂🙂
Uthie
Saya sihhh paling gak sabar nunggu pas moment Kinara pergi dari Zergan, dan ia baru menyadari siapa yg paling tulus pada nya nanti 😏😏

kayanya Haura ada main di belakangnya, dengan Arsen pula!
Dwi Agustina
Sesakit ini y Nara nyampe kesini😥🤣😂😂
putmelyana
bodoh bukannya menjauh malah masuk kedalam masalahnya bodoh bnget lu kinara
Devi..
harusnya Kinara memastikan dulu gmna hub Haura dg Arsen.. terlalu buru" klo lngsung menghadap Oma..😌
heyyykau
crazy upp kak gk sabar kinara pergi jauh, sukses dan punya pasangan yang menerima dia apa adanya dan yg terpenting mencintai diaa🫰
aku
kenapa nara smpe segitunya sih. bukannya udh ckup smpe haura batal diculik ja? kesannya jd ikut campur bgt. agk kurang respect 🙏 mf cm berpendapat 🙏
Uthie
Sepertinya Kinara malah membuat masalah baru nantinya untuk Zergan... bahwa Haura sebenarnya tidak sebaik yg terlihat!!
ada pengkhianatan sebenarnya...
Uthie
Kalau menurut aku, berubah nya Takdir ini adalah saat Haura batal di culik, dan tidak jadi meninggal tragis...
Namun sesudahnya sebenarnya terkuak hubungan rahasia Haura dan Arsen....
dan itu belum di ketahui oleh Ze 👍

dan...bisa jadi di takdir kedua ini, sebenarnya menghubungkan antara 2 tokoh utamanya 👍😁
Dwi Agustina
Nyesek bngt jd Kinara😥
Uthie
Lagiiii dongggg 😍🙏🙏
Lippe
Kinara malah bikin Zergan jadi tambah beban pikiran 🤣
Uthie
Bagussss... keren tuhhhh pembalasan nya 👍👍😍😍😍
aku
🌹 ayo tor biar semangat 🙏
Yuyun Suprapti
masih kurang kk...
besok² crazy up dong kk thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!