NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2.3M
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagi Max, Itu Menantang

Pukul 23.30, Saat pesta mulai mereda, para tamu berhamburan keluar menuju lift. Suasana di ruangan itu perlahan lengang hanya menyisakan orkestra jazz yang masih memainkan lagu penutup dan beberapa orang yang masih asyik mengobrol di balkon.

Maxence dan Clarissa masih duduk di sofa dekat bar. Kini jarak mereka lebih dekat, hanya terpisah beberapa inci.

Maxence bisa mencium wewangian Clarissa. Ia merasa ini saat yang tepat.

“Clarissa,” ucap Maxence pelan, matanya menatap wanita di sampingnya dengan intens. “Pemandangan dari penthouse-ku jauh lebih indah daripada ini. Aku punya koleksi wine yang lebih tua dari Julian, dan ... jujur, aku masih ingin mendengar banyak cerita darimu.”

Ajakan itu jelas. Maxence benar-benar ingin Clarissa datang ke apartemennya, melanjutkan obrolan mereka di ruang yang lebih privat.

Di dalam hatinya, Clarissa mendengar suara yang berteriak, ‘Iya, aku mau!’ Ia benar-benar ingin. Tubuhnya bahkan sudah sedikit condong ke arah Maxence.

Tapi kepalanya yang rasional segera mengambil alih. Ia mengenal tipe pria seperti Maxence, mungkin bukan yang vulgar, tapi tetap saja, jika Clarissa terlalu mudah, maka besok pagi dia hanya akan menjadi wanita semalam yang namanya bahkan mungkin tidak akan diingat.

Clarissa butuh harga diri. Ia butuh dikejar.

“Max,” Clarissa menghela napas, lalu tersenyum manis. “Kau sangat menarik. Sungguh. Tapi aku tidak tidur dengan pria yang baru aku kenal di pesta. Apalagi pria yang mengajakku ke penthouse-nya di tengah malam tanpa janji akan mengantarkanku pulang di pagi hari.”

Maxence tertawa kecil. “Aku pasti akan mengantarmu pulang. Bahkan bisa setiap hari.”

“Candaan yang manis. Tapi jawabanku tetap tidak.”

Clarissa berdiri dengan anggun. Ia merapikan dress burgundy-nya, lalu menoleh ke belakang dengan senyum setengah menggoda. “Sampai jumpa lain waktu, Maxence Kingsford. Semoga kita bertemu lagi.”

Maxence hanya bisa terdiam, setengah kagum, setengah frustrasi. Belum pernah dalam hidupnya seorang wanita menolak tawarannya semudah itu.

Tak lama, Julian muncul dari kerumunan. Tepat saat Maxence masih termenung, bahunya ditepuk dari belakang.

“Max! Di sini rupanya. Aku lihat kau mengobrol serius dengan Clarissa tadi.”

“Kau sudah lama kenal dia?” tanya Maxence berusaha santai.

“Dia teman Jenni. Clarissa itu manajer investasi di Blackthorn, salah satu yang terbaik kata Jenni. Cantik, pintar, dan terkenal susah didekati. Kau berhasil mengobrol hampir sejam, itu sudah pencapaian.”

Maxence tersenyum tipis. “Dia menolak ajakanku ke penthouse.”

Julian tertawa. “Tentu saja! Itu Clarissa. Dia bukan wanita murahan yang langsung kagum melihat nama Kingsford. Justru itu bagus, Max. Kau punya tantangan.”

“Tantangan?”

“Iya, kau kan suka yang susah. Kalau mudah, bosan.”

Julian lalu meraih bahu Maxence dan menunduk ke arah telinga Max.

“Dengar, minggu depan aku akan mengadakan pesta lagi. Kali ini di yacht-ku, Kita akan berlayar ke tengah laut, Clarissa pasti datang karena dia teman Jenni. Kau bisa pendekatan lebih intens lagi.”

Maxence mengangkat alis. “Good idea.”

“Di tengah laut, mau tidak mau kalian akan sering berdua.”

Senyum muncul kembali di wajah Maxence.

“Baiklah. Aku setuju,” jawab Maxence akhirnya. “

Mereka bersulang dengan gelas masing-masing, satu untuk kemenangan bisnis, satu lagi untuk pengejaran wanita yang baru saja dimulai.

JANGAN LUPA LIKE, FAVORIT dan KOMEN YANG BANYAAAAKK yaaak …

1
NaiLa AyUn
🤭🤭
Bunda'Nya Reihan Kusnadi
aahhaayyyy si Abang 😆
happy oktavia
Enzo msh misterius nih
Vera Yuliani
crazy up kak
Vera Yuliani
up lg kak
Farda Nurjannah
widih, ada sinyal-sinyal apa nih!✨
tetep semangatt yaa lyra!🥰
Nazwa Azzahra
lanjut
Herman Lim
nagih jadi bini gpp Enzo 🤪🤪
Una_awa
aku juga akan menagih kak Zarin untuk up lagi 😁
ElHi
prikitiewww😋😋
Septi
selalu dibuat berdebar 🤭
HR_junior
apa si Hugo atau siapa itu yg korupsi trs di pecat bales dendam SM km kyk lyra..km nyari rmh kok jauh amat dr tempat kerja akm ...JD dh lm gak ketemu Enzo ya
HR_junior
eee alah yg di liat lyra trnyta si Valen n Enzo yg LG dansa toh..
Seela New
aku sumringah sendiri
Yayuk Yuhanah
😍
happy oktavia
trima ksh sdh up d sinj kak othor😘
happy oktavia
menagihnya dgn cara apa nih? 😍😍
Fera Susanti
cerita lyra tuh cuma satu bab, satu bab aja Thor...kurang banyak 😬
Syavira Vira
🥰🥰♥️🙏
Nonie Hlm
waaaahhhh kebetulan yg beruntung nih.... ditolongin Nzo ehh rumahnya jg satu arah beda blok jg yeeee bisa bolbal ketemuannya...irit ongkos 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!