NovelToon NovelToon
Joni Fighter

Joni Fighter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Game
Popularitas:951
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia telah berubah sejak terbukanya Arcane Nexus—sebuah celah dimensi misterius yang menghubungkan bumi dengan dunia monster yang ganas. Demi bertahan hidup, umat manusia mendirikan tiga akademi elit untuk melatih para petarung faksi (Brawler, Swordsman, Archer, dan Shaman) agar mampu menyelaraskan getaran energi Ki mereka, yang dikenal sebagai sistem RAN (Resonance of Arcane Nexus).
​Joni, seorang mahasiswa baru faksi Brawler di Kampus Sacred Gate, awalnya hanya ingin fokus berlatih demi meneruskan jejak mendiang ayahnya. Namun, ia justru terseret ke dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan kekuatan korporasi raksasa, militer kampus saingan, hingga ambisi berbahaya yang mengancam kestabilan dinding dimensi. Di tengah ancaman duel hidup-mati melawan rivalnya yang menggunakan kekuatan terlarang, Joni harus menjalani penempaan ekstrem di kedalaman wilayah tak bertuan untuk membangkitkan resonansi murni tubuhnya dan mengungkap kebusukan yang terstruktur di puncak kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Ruang kelas teori Faksi Brawler pagi itu terasa lebih panas dari biasanya, bukan karena suhu udara, melainkan karena keheningan yang dipaksakan. Di depan kelas, Master Johan sedang berdiri tegak dengan tangan terlipat di depan dada, menjelaskan strategi formasi Iron Wall yang krusial untuk menghadapi dungeon tingkat menengah.

"Jadi, kunci dari frontliner adalah bukan hanya soal seberapa keras kulit kalian, tapi seberapa cepat kalian bisa mengalihkan target serangan monster agar tidak mengenai healer di belakang..." suara berat Master Johan bergema di seluruh ruangan.

Namun, di baris kedua, tepat di sebelah Gondrong, sebuah suara asing mulai merusak konsentrasi.

KROOOOKKK... PFFT... KROOOOKKK...

Awalnya pelan, tapi lama-kelamaan ritmenya stabil dan berbunyi seperti gergaji mesin yang sedang memotong kayu jati. Seluruh mahasiswa tingkat satu yang tadinya fokus menatap papan hologram, perlahan mulai menoleh. Mereka berusaha mati-matian menahan tawa sampai bahu mereka berguncang hebat.

Joni, si Level 17 yang digadang-gadang jadi bintang baru, kini sedang tertidur pulas dengan kepala miring di atas meja. Mulutnya sedikit terbuka, dan ada tetesan air liur yang nyaris membasahi buku catatannya yang kosong melompong.

Gondrong, yang duduk di sampingnya, sudah menutupi wajah dengan kedua tangannya. Dia benar-benar ingin menghilang dari peradaban saat itu juga. Dia menyikut rusuk Joni sekuat tenaga, tapi yang disikut malah menggumam, "Sate... kambing... Mak... jepitan..." sebelum kembali mendengkur lebih keras.

Master Johan berhenti bicara. Dia memutar tubuhnya perlahan, menatap Joni dengan alis yang terangkat tinggi. Suasana kelas mendadak hening total, seolah-olah baru saja ada bom waktu yang siap meledak.

"Gondrong," panggil Master Johan dengan suara yang tenang namun menusuk.

"I-iya, Master?" Gondrong hampir melompat dari kursinya.

"Teman sebangkumu ini, apakah dia sedang melakukan meditasi tingkat lanjut untuk menyerap energi lewat mimpi, atau dia baru saja pulang dari medan perang antah berantah?"

"E-e... itu, Master..." Gondrong gagap, wajahnya sepucat kertas. "Semalam... ada... eh... renovasi rumah dadakan yang... cukup intens, Master. Joni kelelahan."

Para mahasiswa di belakang mulai cekikikan. Seseorang membisikkan sesuatu, "Renovasi? Apa dia ngerobohin tembok pakai kepala lagi?"

Master Johan tidak langsung marah. Dia melangkah mendekat ke meja Joni, lalu mengambil sebuah penggaris besi panjang dari meja dosen. Alih-alih memukul Joni, dia mengetukkan penggaris itu tepat di samping telinga Joni.

TANG! TANG! TANG!

"BANGUN, JONI!" suara Master Johan meledak bagai halilintar di dalam ruang kelas.

Joni tersentak bangun sampai dia terjungkal dari kursi. Dia langsung memasang kuda-kuda Tokkan Punch sambil berteriak, "SIAPA?! SIAPA YANG NYURI SATE EMAS GUE?!"

Satu kelas pecah. Tawa meledak begitu keras sampai kaca jendela kelas bergetar. Gondrong sudah tidak kuat lagi, dia meletakkan kepalanya di meja sambil tertawa sampai mengeluarkan air mata.

Joni yang masih setengah sadar, mengedipkan matanya berkali-kali. Dia melihat sekeliling, melihat teman-temannya yang tertawa terpingkal-pingkal, lalu melihat Master Johan yang berdiri tepat di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Master Johan menarik napas panjang, lalu menyunggingkan senyum tipis yang sangat jarang terlihat. "Strategi party yang bagus, Joni. 'Menipu lawan dengan kepura-puraan tertidur' adalah taktik klasik yang cukup efektif, meskipun kurasa lawanmu akan lebih bingung melihatmu mengigau soal sate daripada melihatmu menyerang."

Master Johan berjalan kembali ke depan kelas, lalu menuliskan sesuatu di papan hologram.

"Karena kau baru saja memberikan demonstrasi 'ketenangan di tengah situasi genting', kurasa kau sudah siap untuk memimpin latihan tanding tim nanti siang. Jangan sampai aku melihatmu tidur di arena, atau aku sendiri yang akan memastikan kau tidak bisa tidur selama seminggu penuh."

Joni mengusap tengkuknya yang terasa panas karena malu. "Siap, Master!"

Gondrong menatap Joni dengan tatapan ngeri. "Jon, gila lo ya. Lo tidur di depan Master Johan? Lo mau cari mati atau emang mau jadi legenda?"

Joni cuma bisa menyengir tanpa dosa sambil merapikan bajunya yang kusut. "Setidaknya gue dapet rest dua jam, Ndrong. Lagian... gue mimpi bapak gue lagi ngajarin gue satu teknik rahasia. Mungkin ini tandanya gue harus mulai lebih serius."

Di balik kesialannya hari itu, Joni tidak sadar bahwa apa yang dia lihat di dalam mimpinya tadi bukanlah sekadar bunga tidur, melainkan fragmen dari memori lama yang mulai bangkit seiring dengan naiknya level Ki di tubuhnya.

Setelah penderitaan di kelas teori berakhir dengan Joni yang sukses menjadi bahan tertawaan satu angkatan, jam istirahat siang pun tiba. Joni dan Gondrong berjalan menuju area lapangan tanding luar ruangan dengan langkah yang sedikit lebih santai, walau Joni sesekali masih menguap lebar.

"Hehehe... Jon, asli lo ya. Mulai hari ini nama lo bakal tercatat di prasasti Faksi Brawler sebagai 'Si Raja Sate Pemimpi'. Berani-beraninya lo ngorok pas Master Johan lagi nerangin taktik makro," ledek Gondrong sambil menyenggol pundak Joni.

Joni mendengus kesal sambil merapikan pelindung tangannya. "Gue kan udah dibilang, Ndrong. Efek pasif dengkurannya Emak semalam itu setara sama debuff pengurangan fokus lima puluh persen. Ditambah si Paman Remon ngajak ngobrol serius sampai subuh, ya jebol pertahanan mata gue."

"Kak Joni! Bang Gondrong!"

Sebuah suara feminin yang familier memanggil mereka dari arah bangku penonton di tepi lapangan. Laras berjalan mendekat dengan seragam Qigong putih bersihnya yang melambai ditiup angin sore. Di tangannya, dia membawa tiga kotak susu kotak dingin.

"Eh, Laras. Kebetulan banget," Joni langsung semringah, rasa kantuknya mendadak hilang entah ke mana.

Laras menyerahkan susu kotak itu kepada mereka berdua, lalu menatap Joni dengan dahi berkerut, menahan tawa. "Aku udah denger lho, Kak. Berita tentang Kak Joni yang nyari sate emas pas kelas teori Master Johan udah menyebar sampai ke Jurusan Qigong."

Joni hampir tersedak susu kotak yang baru saja disedotnya. "Buset... cepet amat itu gosip menyebar? Pasti kerjaannya anak-anak Swordman yang lewat depan kelas tadi."

"biarin aja, Jon. Yang penting kan nanti siang lo dapet panggung buat ngebuktiin kalau lo tidur bukan karena malas, tapi karena mengumpulkan energi," celetuk Gondrong tanpa dosa.

Laras duduk di bangku panjang, lalu membuka catatan spiritual di jam tangannya. "Tapi serius, Kak. Habis ini kan ada sesi latihan tanding antar kelompok mahasiswa baru tingkat satu. Master Johan sengaja bikin ini buat pemanasan sebelum Exhibition Match senin depan. Dan tebak siapa yang bakal jadi lawan kelompok kita?"

Joni menghentikan sedotannya, matanya menajam. "Siapa, Ras?"

"Kelompok binaan Faksi Ninja tingkat satu. Dan ketuanya... adalah sepupu langsung dari Kak Tian. Namanya Rian, dia faksi Ninja tipe Critical Assassin, Level 16," urai Laras dengan wajah serius. "Mereka sengaja minta dipasangkan sama kita karena denger kabar kalau Kak Joni udah Level 17."

Mendengar nama faksi Ninja, Gondrong langsung meludah ke samping (untung kagak keluar ingusnya). "Hehehe... rupanya sisa-sisa lalat hijau kemarin masih belum kapok ya. Kakaknya gak berani maju di luar arena, sekarang nurunin adek sepupunya buat ngetes kita."

Joni perlahan berdiri, meremas kotak susu kosong di tangannya hingga kempes, lalu membuangnya ke tempat sampah dengan akurasi seratus persen. Energi Ki di dalam tubuhnya yang sempat terganggu karena kurang tidur, kini kembali bergejolak hangat, dipicu oleh rasa tertantang yang membakar dada.

"Level 16 tipe Critical, ya?" Joni menyeringai tipis, memasang kembali rompi kulit badak tanah usangnya yang penuh goresan. "Pas banget. Kemarin Tokkan Punch gue baru dicoba ke binatang. Sekarang, gue pengen tahu gimana rasanya nabrak ninja yang hobinya loncat-loncat di atas pohon."

Laras berdiri di samping Joni, memegang tongkat spiritualnya yang mulai memancarkan pendaran cahaya merah muda Haste. "Aku bakal mastiin pertahanan Kakak nggak bakal jebol dari belakang."

"Hehehe... dan gue bakal pastiin pergelangan kaki mereka retak biar kagak bisa kabur," tambah Gondrong seraya membunyikan sendi-sendi jarinya.

Dari kejauhan, Master Johan meniup peluit perak panjangnya, menandakan area arena tanding tengah telah dibuka penuh. Pertarungan resmi pertama mereka di bawah nama party baru saja dimulai.

1
Semoli Ginon
eh asa bruise jr. 👍
Semoli Ginon
wkwkwkw keluarga koplak🤣
Semoli Ginon
wahahah. ngenes amat nasib lo jon😄
Semoli Ginon
oke seru juga lanjut👍
Semoli Ginon
uhuyy 😄
Semoli Ginon
ini kan faksi2 di game ran online jadul ya?
Semoli Ginon
🤭🤭🤭
Semoli Ginon
adub baru mulai udah mirip gua 🤭
Boqin Changing
jelek. masa MC nya namnya , joni
👁Zigur👁: lah ya suka2 ku lah..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!