NovelToon NovelToon
Hanya Ibu Untuk Anakmu, Mas!

Hanya Ibu Untuk Anakmu, Mas!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:80.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Alysia percaya pernikahannya adalah jawaban atas doa setelah bertahun-tahun hidup sendiri. Saat Demian datang melamarnya, dia mengira akhirnya menemukan laki-laki yang memilih dirinya, bukan karena belas kasih, bukan karena keadaan, melainkan karena cinta.

Namun kenyataan yang menunggunya jauh lebih menyakitkan. Demian adalah duda muda dengan seorang anak kecil yang kehilangan sosok ibu. Dan Alysia baru menyadari satu hal setelah resmi menjadi istrinya. Dia tidak pernah benar-benar hadir sebagai perempuan yang dicintai. Dia hanya dipilih karena dianggap paling tepat menjadi ibu bagi anak Demian. Arkhasa.

“Aku menikahimu supaya anakku punya ibu.”
Kalimat itu mengubah segalanya.
Untuk pertama kalinya, Alysia memilih berhenti menunggu dicintai. Dia memutuskan pergi, meski harus meninggalkan anak yang sudah dia sayangi seperti darah daging sendiri.

Namun saat Alysia benar-benar menjauh, Demian mulai menyadari sesuatu yang terlambat dia pahami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alysia 7

Alysia tidak berusaha melepaskan cengkeraman Damian. Diaa justru menatap tangan suaminya yang mencengkeram bahunya dengan pandangan datar, seolah-olah dia sedang melihat benda asing yang tidak relevan.

selama ini bahkan Damian yang sering menghindari sentu-han fisik antara mereka. Kecuali saat mereka berada di dalam acara resmi kantor. Tangan Damian sebenarnya sedikit bergetar saat menyentuh bahu Alysia. Antara marah dan kebingungan dalam dirinya.

"Mas Damian," ucap Alysia tenang.

Namun dia sedikit mendongak, menatap suaminya dengan sorot mata yang begitu jenaka. Seolah-olah Damian hanyalah seorang anak kecil yang sedang tantrum karena kehilangan mainannya.

"Mas, tarik napas," ucap Alysia pelan.

"Kamu gemetar. Kamu berkeringat. Dan nadimu, kencang sekali."

Alysia mengangkat tangannya, perlahan menyentuh punggung tangan Damian yang masih mencengkeram bahunya, lalu menariknya turun dengan lembut namun tegas. Melepaskan dasi bahunya.

"Kamu marah karena aku belanja, atau kamu sebenarnya sedang ketakutan karena merasa kontrolmu atas diriku mulai lepas?" tanya Alysia.

Suaranya tidak menuduh, justru terdengar seperti seseorang yang sedang memberikan diagnosa medis.

Damian tertegun. Dia ingin membantah, ingin berteriak bahwa ini soal harga diri, soal integritas, atau soal rahasia dirinya yang sering di paksa di paksa bertemu Berlian selama ini, tapi lidahnya kelu.

Melihat Alysia yang begitu tenang, begitu asing, membuat Damian tiba-tiba merasa bahwa dia sedang menatap orang asing yang kebetulan tinggal di rumahnya.

"Aku... aku hanya tidak terbiasa dengan kelakuan kamu ini Alysia," desis Damian, suaranya kini kehilangan taringnya.

"Kamu tidak terbiasa melihatku punya keinginan sendiri, kan?" potong Alysia dengan senyum tipis yang getir.

"Jadi, mulai sekarang kamu harus terbiasa dengan sikapku yang berubah. Menjadi istri seperti Yanga lainnya. Apalagi Arkhasa juga sudah sekolah dan aku bertemu dengan banyak ibu mereka. Yang kebanyakan adalah istri pengusaha juga kan? Sepertinya tak masalah kan, mas? Kalau memang masalah, aku minta izin kerja darimu agar aku bisa memenuhi kebutuhan dan keinginanku sendiri!"

Damian mengerutkan kening. Logika itu masuk akal, dan itulah yang membuatnya semakin pening. Kenapa sekarang Alysia jadi lebih cerewet dan pintar bicara? Pikir Damian.

"Lalu kenapa? Kenapa kamu ingin kerja? Kamu pikir uangku tak cukup hanya membelikan kamu barang seperti itu untuk kamu pamerkan kepada istri para pengusaha teman Arkhasa?" tanya Damian hampir berbisik.

"Kenapa kamu malah mengatakan ingin kerja? Apa lagi kalau kamu melakukan ini bukan untuk memancingku?"

"Karena aku bosan," jawab Alysia santai.

Dia melangkah menjauh, duduk di tepi ranjang sambil melepaskan jam tangannya.

"Bosan? Setelah enam tahun kamu bosan? Apa yang membuat kamu bosan Alysia?"

"Memangnya kamu juga tak bosan denganku, Mas? Bahkan kita tak seperti suami istri pada umumnya. Jadi aku pikir kamu juga bosan padaku, dan mungkin saja lebih senang mencari kebahagiaan di luar sana! Kita sama-sama bosan dan jenuh kan, Mas?" jawab Alysia tidak dengan nada tinggi namun mampu menusuk hati Damian.

"Pernikahan kita aneh, Mas! Bahkan aku merasa hanya menjadi pengasuh dan ibu Arkhasa saja. Peranku di sini hanya itu, bukan istrimu. Bahkan bersen-tu-han tangan dan saling tatap lebih dari lima detik saja kamu enggan," tambah Alysia membuat Damian semakin membeku.

Damian terdiam. Dadanya sesak. Dia menyadari sebuah kebenaran yang memalukan, selama ini dia memang tidak pernah menganggap Alysia sebagai istri yang dimemiliki kedalaman emosi. Dia menganggap Alysia sebagai objek yang statis. Dan sekarang, saat objek itu bergerak, dia merasa dunianya runtuh. Dan tak lebih dari sosok ibu sempurna yang di butuhkan oleh Arkhasa.

Alysia menarik napas pelan, lalu sedikit memiringkan kepalanya. Menatap manik Damian yang tiba-tiba melihat ke arah lain. Tak menatap dirinya secara tajam seperti sebelumnya.

"Uang itu tidak ada artinya, Mas. Kamu benar, kamu bisa menghasilkan lebih banyak lagi dalam waktu singkat. Tapi bagiku, transaksi hari ini adalah bentuk apresiasi untuk diriku sendiri yang telah bertahan enam tahun dalam kesunyian ini," lanjut Alysia.

"Bukan untuk menarik perhatianmu, dan bukan untuk mencari keributan. Aku sudah terbiasa tak di perhatikan olehmu, Mas. Aku hanya sedang membelanjakan hakku sebagai istri yang selama ini selalu mengabaikan keinginannya sendiri demi kenyamananmu dan juga Arkhasa."

Alysia menatap tepat ke manik mata Damian, tidak ada rasa takut, tidak ada lagi rasa tunduk.

Pertanyaan terakhir Alysia dilontarkan dengan nada yang begitu santai, namun bagi Damian, kalimat itu terdengar seperti sebuah peringatan. Alysia tahu. Dan cara dia mengatakannya menyiratkan bahwa dia tidak peduli jika Damian tahu bahwa dia tahu.

Damian terpaku. Lidahnya seolah kelu, tertahan oleh pengakuan dingin Alysia dan tatapan yang kini terasa seperti belati yang menusuk ego laki-lakinya. Dia ingin membentak, ingin menginterogasi lebih jauh, namun logika yang tersisa di kepalanya memperingatkan bahwa semakin dia menekan, semakin besar kemungkinan Alysia akan meledakkan bom yang selama ini dia simpan.

"Lain kali..." suara Damian terdengar parau, memecah keheningan yang menyesakkan.

"Kalau kamu pergi malam-malam membawa Arkhasa, kabari aku. Jangan menghilang tanpa kabar begitu saja. Jangan sampai terjadi apa-apa kepada Arkhasa tanpa aku tahu apa-apa!"

Itu adalah kalimat paling lemah yang pernah dia ucapkan selama enam tahun pernikahan mereka. Sebuah perintah yang terdengar seperti sebuah permohonan.

Alysia hanya mengangguk tipis, tanpa emosi, tanpa bantahan, dan tanpa janji kepatuhan seperti biasanya. Tanpa menunggu tanggapan lebih lanjut, dia berbalik dan melangkah pergi dari kamar mereka menuju ke arah lemari mengambil pakaian ganti. Meninggalkan Damian yang masih berdiri di sana.

Damian mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku jarinya memutih, lalu dengan langkah kaki yang berat dan terburu-buru, dia masuk ke dalam kamar mandi.

Klik.

Pintu kamar mandi tertutup, namun tidak mengunci kegelisahannya. Damian berdiri di bawah shower yang sengaja dia nyalakan dengan air dingin, membiarkan air itu mengguyur wajahnya yang kaku. Dia menyandarkan dahi ke dinding keramik yang dingin, napasnya memburu.

Di bawah guyuran air, topeng "suami yang berwibawa" itu akhirnya luruh.

Diaa tidak habis pikir. Bagaimana mungkin wanita yang selama ini hanya menunduk jika ia bicara, yang selalu menyambutnya dengan kopi hangat dan senyum teduh, bisa berubah sedingin es dalam hitungan jam?

Apa mungkin Alysia tahu pertemuannya dengan Berlian tadi? Tapi bagaimana mungkin? Kenapa bisa Alysia ada di sana?

Ketakutan itu kini bukan lagi soal uang atau soal dia membelanjakan setiap hari uang jatahny. Ketakutan terbesarnya adalah kenyataan bahwa Alysia tidak lagi menatapnya dengan rasa takut atau cinta. Tatapan itu tadi adalah tatapan seseorang yang sudah tidak lagi menganggapnya penting.

Damian mencengkeram pinggiran wastafel, menatap bayangan dirinya sendiri di cermin yang berembun. Wajah itu tampak asing, pria yang memiliki segalanya, namun kini menyadari bahwa ia baru saja kehilangan kendali atas aset yang paling berharga dalam hidupnya: ketenangan rumah tangganya sendiri.

Dia mematikan air dengan kasar. Keheningan di luar kamar mandi kini terasa lebih mencekam daripada suara bentakan atau pertengkaran. Damian tahu, malam ini bukanlah akhir dari masalah. Ini hanyalah pembukaan dari permainan baru di mana ia tidak lagi menjadi pemain tunggal yang memegang kendali.

1
Muft Smoker
Mantaap👍👍👍👍
Muft Smoker
waah alhamdullah udh tamat dg ending yg di harap kan ,,
HAPPY ,,
mom zie ,,
makasih buat kerja keras ny sehinggga menghasil kan cerita hebat yg memberi kami para pembaca pelajaran ,,
sukses trus buat mom zie ,,
Dan sehat selalu ,,
sampai bertemu lgi di cerita kk yg baru ,,
luph2 sakebon pak rt ,,
🫰🫰🫰🫰🥰🥰🥰🥰🥰😁😁😁😁
Ambu Rinddiany Thea
Alhamdulillah happy ending maaak ... bahagia dah klo seperti ini mah 🥰🥰🥰
nely_48
happy ending 🥰🥰🥰🥰🥰
terimaksih kk outhor untuk semua karya-karya mu, sukses sll untuk karya baru mu 🥰🥰🥰🥰🥰
nely_48
akhirnya Dimitri sehan kembali, bs hidup bersama dgn Damian n alysia menjaga arkhasya n elano
nely_48
semangat sembuh Dimitri
nely_48
welcome home adik elano
Ambu Rinddiany Thea
Alhamdulillah ya Dimitri udh mau berjuang untuk sembuh total, semoga kebahagiaan terus menyertai kalian semua , d jauh kan dari orang2 yg berniat jahat ... aamiin .🥰🥰
Muft Smoker
cepat sembuuuh Dimitri ,, msh ad arkha yg menunggu km pulang tanpa harus balik lgi ke RSJ ,, 😁😁
Ambu Rinddiany Thea: betul itu
total 1 replies
nely_48
semangat sembuh n kembali normal Dimitri
nely_48
selamat ya alysia atas kelahiran baby boy nya
Muft Smoker
akhirny keluarga mereka kembali utuh ,, meski Dimitri Blum sepenuhny pulih ,, meski tanpa meylan Dan bu chintya yg terlambaat menyadari kesalahan ny ,,
tp melihat mereka saat ini ,, bukan kaah hanya kebahagiaan yg mereka rasakan ,,
nely_48
syukur lah akhirnya Dimitri sembuh n normal kembali
waw alysia mau melahirkan pas lg berkunjung d RSJ tempat Dimitri d rawat,, sing lungsur lancar ya alysia proses melahirkan nya
nely_48
lekas pulih n normal kembali Dimitri
Muft Smoker
Luka seorang anak akibat ke egiosan sang ibu demi ambisi ,,
nely_48
semoga bu cyntiya tenang d alam sana, klau nanti ketemu sm meylin trs gelud d alam sana awas jgn balik lg ya bu cyntiya
Muft Smoker: ok ,, aq juga dukung 1000% kak ,,
😂😂
total 7 replies
nely_48
astaga Dimitri 🤭
Muft Smoker
yaaaaa Rian ,, Ari maneeeh ,, ulah di omongkeun heula atuuh ,,
hoyong di kadek siga na si Rian ,, jdi ngareog kan si Dimitri ,,
buru geura di ais si Dimitri na ku maneh ,,😒😒😒😒😒😒😒😒
Ambu Rinddiany Thea
dih ari s rian weh gawe ath bet ngomng kitu , jempe we nya kedeui ngomng kituna ges nepi rs ..😩
Ambu Rinddiany Thea: dasar mudasir ya mak 🤣
total 4 replies
nely_48
Dimitri km jgn ngamuk d jln,, nanti ngamuk nya pas udh ketemu ibu mu
nely_48: 🤭🤭 kasian sm perawat n Riyan ath ngamuk d jln mh
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!