Kanaya Adistia adalah seorang gadis desa yang super polos, lugu, dan selalu melihat dunia dengan penuh prasangka baik. hidup seorang diri di sebuah rumah tua dan tidak layak di tinggali, ayah dan ibunya telah lama meninggal dan keluarga yang lain tidak ada yang mau menampungnya. Namun, sebuah kecelakaan aneh membuat jiwanya terbangun di dalam tubuh Anaya Alysha Wicaksono, seorang siswi SMA kota yang terkenal nakal, pemberontak, dan sering membuat masalah. Di rumah, Anaya asli dikenal sebagai gadis yang sangat dingin, tertutup, dan enggan berinteraksi dengan keluarganya sendiri. Ia selalu mengurung diri di kamar, menghindari obrolan di meja makan, dan sengaja membangun benteng pembatas yang tinggi dengan orang tua serta kakaknya. Karena nama panggilan mereka sama-sama Naya, orang-orang di sekitar Anaya tidak menyadari bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah tertukar. Lalu bagaimana kelanjutan kehidupan Kanaya Adistia setelah bertransmigrasi ke tubuh Anaya Alysa Wicaksono? Yukkk lanjut baca novelnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23: PESONA DEGEM
“Mmm... nyam nyamm, enakkk!” ucap Anaya di sela-sela kunyahannya, membuat kedua pipi tembamnya bergerak naik turun dengan menggemaskan.
“Telan dulu baru bicara, Adek,” tegur Arka gemas setengah mati.
Jemari kekarnya bergerak mengambil selembar tisu lalu mengusap sudut bibir adiknya yang sedikit belepotan.
Naya langsung mengangguk patuh dengan mulut yang masih menggembung penuh.
“Huum, Abang.”
Setelah selesai menghabiskan seluruh porsi nasi gorengnya tanpa sisa, Anaya mendongak.
Netra jernihnya langsung bergerak menatap ke arah Devan yang sejak tadi ternyata terus memperhatikannya diam-diam.
Merasa tertangkap basah sedang memandangi sang Princess, Devan seketika salah tingkah.
Wajah datarnya langsung memerah padam menahan malu karena kedapatan mencuri pandang.
“Abang Devan sick?” tanya Anaya polos saat melihat perubahan warna di wajah Devan.
Karena tidak kunjung mendapat jawaban, Naya memiringkan kepalanya bingung.
“Why muka Abang Dev merah?” ujarnya lagi.
Mendengar pertanyaan Anaya, seluruh atensi orang-orang yang ada di meja kantin seketika langsung tertuju penuh ke arah Devan.
“Lo kenapa, Van?” tanya Gavin sembari menahan senyum geli, sangat menikmati pemandangan langka di mana teman sebangkunya yang terkenal tembok itu kini mendadak salah tingkah.
“Anjir, muka lo merah banget, Van! Hahaha!” ucap Bintang spontan, tertawa puas menunjuk wajah sang Ketua OSIS.
“Abang Bintang anjir,” sahut Anaya menirukan kata-kata kasar itu dengan wajah super polos.
“Heh?!”
Seruan kaget itu keluar secara serempak dari mulut hampir semua orang yang ada di meja tersebut. Mereka semua melotot syok, tidak menyangka kata-kata mutiara dari mulut Bintang langsung diserap begitu saja oleh si bocil kematian.
“Why?” tanya Anaya kebingungan melihat reaksi tegang para abangnya.
“Adek kecil tidak boleh bicara seperti itu, ya,” ucap Gavin dengan suara yang lembut.
Naya mengedipkan matanya polos sembari mengerucutkan bibir.
“Tapi... tapi Abang Bintang boleh?” ucapnya lucu.
“Karena dia durhaka,” sahut Reno dengan kompornya, memanaskan suasana.
“Abang Bintang Malin Kundang, hihi!” celetuk Anaya lucu sembari terkekeh.
Mendengar dirinya dikatai sebagai Malin Kundang oleh adik sahabatnya sendiri, mata Bintang seketika langsung melotot tak terima. Ia mengelus dadanya pasrah.
‘Wah, ini bocil beneran asal bunyi banget. Bisa-bisanya gue dikata Malin Kundang,’ batin Bintang nelangsa.
“Nah, loh! Malin Kundang enggak tuh!” ujar Reno meledakkan tawa, langsung disambut oleh kekehan riuh dari Arka, Gavin, bahkan Devan yang ikut tersenyum tipis melupakan rasa malunya yang tadi. Meja kantin mereka seketika berubah menjadi sangat ramai berkat kepolosan tingkat dewa milik Anaya.
Skip.
Di sisi lain kota Jakarta,seorang laki-laki paruh baya dengan setelan jas formal melangkah memasuki sebuah restoran mewah.
Dengan gaya yang berwibawa, pria paruh baya itu berjalan menyusuri lorong menuju ke arah sebuah ruangan VIP khusus.
Di dalam ruangan VIP tersebut, ternyata sudah ada seorang pria bermata tajam yang duduk menunggunya sejak tadi.
“Maaf, saya terlambat,” ucap pria paruh baya itu dingin saat melangkah masuk ke dalam ruangan VIP, melepas kancing jasnya lalu duduk di kursi seberang meja.
“Tidak apa-apa, Tuan,” jawab pria di depannya dengan nada penuh hormat.
“Jadi, apa yang ingin Tuan bicarakan?”
Pria paruh baya itu menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Matanya menatap lurus penuh kilatan misterius.
“Saya ingin kau mencari tahu dan menyelidiki tentang seorang gadis.” Ia melempar sebuah berkas tipis ke atas meja.
Pria di hadapannya membuka berkas itu perlahan, menatap sebuah foto lama milik seorang gadis remaja.
“Ingat, lakukan tugas ini dengan sangat hati-hati karena penjagaannya sekarang sangat ketat. Saya mau laporan mengenai gadis itu berada di meja saya secepatnya,” perintah pria paruh baya itu lagi dengan nada yang mutlak dan tidak menerima kegagalan.
“Baik, Tuan. Saya mengerti,” jawab orang bayaran itu dengan anggukan tegas.
“Bagus. Kalau pekerjaanmu rapi tanpa meninggalkan jejak sedikit pun, akan segera kukirimkan bonus besar ke rekeningmu,” ujar pria paruh baya tersebut sembari menyunggingkan sebuah senyuman miring yang tampak sangat licik dan mengerikan.
“Baik, Tuan. Terima kasih banyak atas kepercayaannya,” ucap laki-laki itu patuh, lalu segera merapikan kembali berkas tersebut ke dalam tasnya.
Setelah orang sewaan itu pamit undur diri dan melangkah keluar dari ruangan, keheningan kembali menguasai ruangan VIP tersebut.
Pria paruh baya itu mengepalkan tangannya kuat-kuat di atas meja, menatap kosong ke arah dinding dengan urat-urat leher yang menegang karena menahan gejolak emosi dendam masa lalu.
“Keluarga Wicaksono... tunggu pembalasanku,” gumamnya lirih dengan suara rendah yang sarat akan amarah yang membara.
# HAI GUYSSS ✨#
GIMANA NIH CERITA DI BAB 23..
PASTI SERU BANGET KAN!!
STAY TUNE TERUS SETIAP PAGI DAN MALAM JAM 08.00-09.00 dan 19.00 YA GUYS. KARNA BAB BARU AKAN UP SETIAP JAM 08.00-09.00 dan 19.00😙
JANGAN LUPA YAAA
LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARNA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA.
THANK YOU SUDAH MAMPIR DI KARYA KU🥰🫶
udah bikin satu kelas mikir berjamaah dianya malah anteng anteng aja🤭
Jangan lupa like, komen dan klik favorit yaa🥰
HAPPY READING & HOPE YOU ENJOY GUYSSS💜