NovelToon NovelToon
Ambang Batas

Ambang Batas

Status: tamat
Genre:Saudara palsu / Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:812k
Nilai: 4.9
Nama Author: Moena Elsa

Siang itu Berlian berniat pulang kerja lebih awal, dengan tujuan untuk memberi kejutan pada sang suami. Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke tujuh.
Tapi kenyataan kadang tak sesuai ekspektasi. Niat awal ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang terkejut.
Berlian mendapati sang suami asyik berbagi peluh dengan adik di ranjang miliknya.
Kedua kakinya tak mampu lagi menopang badan, hatinya luruh lantak melihat kenyataan di depan mata.
"Sayang, ini tak seperti yang kamu lihat," alibi laki-laki yang menjadi suami Berlian.

Akankah Berlian tegar menghadapi atau malah hancur meratapi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menantu dan Putri Tunggal

Saat di lorong, Berlian bertemu lagi dengan pengganggu berikutnya.

Berlian tak menanggapi, terus berjalan tanpa peduli.

"Hei... Hei... Mau kemana kakak cantik? Ambil warisan? Selain sok suci ternyata kakak serakah juga yaaa," provokasi Intan membuat Berlian mengepalkan tangannya erat.

Berlian menghentikan langkah.

"Kenapa kak? Benar kan apa yang aku bilang? Kalau tak ambil warisan, ngapain kakak ke sini?"

"Sok-sok an tak butuh, jual mahal. Eh, endingnya tak tahu malu. Jangan bilang kakak mau jilat ludah sendiri ya,"

"Ingat! Ayah sudah coret nama kakak dari daftar warisan. Hanya aku lah pewaris tunggal saat ini," oceh Intan dengan sombongnya.

Berlian membalik badan dan menatap tajam. Ingin meremas mulut berbisa cewek yang selama ini dianggap sebagai adiknya itu.

"Cukup! Kalian lah yang tak tahu malu. Setelah kalian rebut semua milikku, apalagi yang kalian inginkan?" teriak Berlian.

"Kami tak merebut kak, tapi kakak sendiri yang memilih pergi," seru Intan.

Berlian mendekat....

"Apa kak? Mau menampar ku lagi?" tantang Intan. Bertepatan itu Arya datang, dan Berlian tak tahu akan hal itu.

Rasa kesal yang sudah sampai ubun-ubun, reflek Berlian mengangkat tangan.

Saat akan mengayun, tangannya ditahan oleh Arya.

"Stop!" bilang Arya.

"Kasar sekali kamu sekarang," Arya menatap tajam ke Berlian.

"Wah... Wah.... Tuan pembela sudah datang nih," sindir Berlian.

"Kenapa kamu jadi brutal begini sayang?" ucap Arya.

"Tanya saja padanya," sorot mata Berlian beralih ke Intan.

'Drama dimulai, action!!! Gumam Berlian dalam benak.

"Mas Arya, kakak mau nampar aku. Padahal aku cuman nanya, kenapa lama sekali tak datang ke perusahaan," Intan sungguh pintar mengolah kata.

Berlian mencibir. Malas menanggapi mereka selanjutnya.

"Sejak minta pisah, tingkahmu semakin tak terkendali," kata Arya.

"Setuju i saja semua tuntutan aku di pengadilan," bisik Berlian sambil berlalu pergi menjauh.

.

Berlian masuk ruang rapat, dengan semua sorot mata menyambut kedatangannya.

Tanpa rasa gugup sama sekali, Berlian duduk di antara tuan Dominic dan asisten Brian, karena hanya di sana kursi kosong.

Tuan Adrian Kusuma menatapnya tak percaya, putri pertamanya datang saat rapat penting begini dan kini berada di pihak tuan Dominic.

Tak ingin kehilangan wibawa, maka tuan Adrian membiarkan putri sulung nya sementara waktu.

Tuan Adrian melupakan satu hal, Berlian adalah anak buah tuan Dominic.

'Jangan sampai perusahaan ini jatuh ke tangan Berlian. Tapi tak mungkin Tuan Dominic Alexander menyerahkan perusahaan ini cuma-cuma. Apalagi Berlian tak punya jabatan penting di perusahaan milik tuan Dominic.

Tuan Adrian duduk dengan tenang, meski hatinya gundah karena Berlian duduk di sana.

"Bisa kita mulai?" asisten Brian mulai mengeluarkan suara.

"Sebentar, boleh saya gabung?" sela Arya.

"Kapasitas anda sebagai????" tanya Brian.

"Perlu anda ketahui, selain sebagai menantu tunggal keluarga Kusuma saya ada sedikit saham di perusahaan ini," ulas Arya.

'Cih, menantu tunggal,' perkataan Arya membuat Berlian bertambah muak.

"Maaf tuan, saya juga harus hadir selaku pewaris tunggal di keluarga Kusuma," Intan pun ikut-ikut.

"Haisss," desis Berlian, yang masih didengar oleh Dominic.

"Kita mulai!" tegas Dominic dengan tatapan dingin seperti biasa.

"Sesuai harga kesepakatan awal, maka kami datang untuk pengalihan status kepemilikan perusahaan anda tuan," tegas Dominic.

"Kami setuju tuan Dominic. Lebih cepat lebih baik," tukas tuan Adrian.

"Untuk saham yang dua puluh persen, akan kami kurangi di pembayaran. Karena pemilik yang sah tidak bersedia menjualnya kepada kami," jelas asisten Brian.

"Maksudnya?" tanggap tuan Adrian. Menurutnya, semua yang hadir di sana adalah pemilik saham dan semua telah setuju untuk menjual kepada tuan Dominic.

"Berlian Putri Wiranata, adalah pemilik sah saham itu. Dan dia tak bersedia menjualnya," tegas tuan Dominic.

"Berlian meski dia adalah putri kandungku. Dia sudah keluar dari penerima hak waris keluarga kami," jelas tuan Adrian tak terima.

"Betul. Tapi, apa anda ingat nyonya Indah Wijaya? Sebelum meninggal, beliau telah mengalihkan saham atas namanya menjadi Berlian Putri Wiranata. Dan jika perusahaan merugi dan terjual maka staf saya ini berhak atas dua puluh persen saham," kata Dominic.

"Anda pasti tahu dengan jelas hal itu tuan Adrian Kusuma," tandas Dominic.

"Anda selaku pihak pertama, tak berhak untuk mengatur hal itu tuan," sanggah tuan Adrian.

Dominic tersenyum sinis.

"Itu tak berlaku, kalau sang pemilik saham memberi kuasa saya secara langsung," kata Dominic menjelaskan.

Semua arah mata tertuju ke arah Berlian.

Di bawah meja, tangan Intan terkepal erat. Merasa kalah satu langkah dari sang kakak.

"Kalau tidak ada pertanyaan, silahkan tanda tangan," asisten Brian menyodorkan berkas yang tadi dibawa oleh Berlian.

Tanpa banyak kata, tuan Adrian membubuhkan tanda tangan agar pembayaran segera selesai. Toh mempertahankan perusahaan yang merugi tak ada gunanya. Hanya orang bodoh saja yang mau mempertahankan perusahaan.

.

POV Berlian

Setelah selesai lembur dan asisten Brian ngacir duluan, Dominic berbicara serius dengan Berlian.

"Berlian," panggil Dominic.

"Iya tuan Dom,"

"Duduklah," suruh Dominic.

"Saya ngantuk, ingin pulang," Berlian ingin membantah.

"Aku tahu semua masalahmu? Mau ku bantu?" tawar tuan Dominic.

Berlian menatap sang bos, gimana sang bos bisa tahu masalahnya.

"Makanya kalau mabuk jangan meracau macam-macam,"

"Opsss, really? Apa saya tak salah dengar? Anda, beneran mau membantu saya? Anda ngigau kah?" netra Berlian jadi terang kembali saat mendengar tawaran tak masuk akal sang bos.

"Ada udang di balik batu nih, di dunia ini tak ada yang gratis tuan Dom," Berlian terkekeh.

"Terserah. Keputusan ada di kamu. Kalau tak mau dibantu ya sudah. Toh aku tak rugi," Dominic beranjak dari duduknya dan bersiap pulang.

"Beneran tuan? Gratis? Wah, anda bagai malaikat," puji Berlian tulus. Bagaimanapun Berlian tak boleh menolak tawaran menggiurkan sang bos, apalagi tak ada tendensi apapun di dalamnya. Benarkah? Berlian saja yang tak tahu.

"Minggu depan kita ke sana. Siapkan dengan baik," perintah Dominic dijawab anggukan mantab Berlian.

Toh apa salahnya. Berlian tak meminta kok. Batin Berlian bermonolog.

.

Dan disinilah Berlian pada akhirnya. Duduk di antara sang bos dan asisten. Memberi kejutan pada semua yang hadir di sana.

Berlian keluar ruangan dengan perasaan lega, lega karena bisa mempertahankan hak milik ibunya.

Karena bersama dengan tuan Dominic dan asisten Brian maka para pengganggu tadi tak ada yang muncul seorangpun.

"Berlian Putri Wiranata, ingatlah! Bersiaplah lembur selama sebulan," kata Dominic saat mereka bertiga sudah berada dalam mobil.

"What?????" Berlian melotot tak percaya

"Reaksi macam apa itu?" Dominic menyentil kening Berlian.

"Emang ada yang gratis di dunia ini?" tukas Dominic tersenyum.

"Ternyata memang bener, tetep ada udang di balik rempeyek," Berlian cemberut. Membayangkan sebulan penuh lembur dengan pria es balok, itu luar biasa mengesalkan

Asisten Brian tersenyum simpul, 'Itu mah modus, cari kesempatan. Sabar bos, tunggu ketuk palu," monolog asisten Brian dalam hati.

1
Pustanty
Knpa dom,bisa kecolongan seperti itu..?! untung aja berlian dtg...
niktut ugis
blokir aj Napa sich nomor pasangan laknat tuch
Siti Saodah
emang Dominic mau sama jalang ?
Siti Saodah
jangan jangan mama nya berlian belum meninggal
echa purin
👍👍
Mamah Dini11
makasih thor ceritanya bagus keren. dn menghibur , terus berkarya 💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏👍👍👍/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
moenaelsa: mampir karya lain kak... dijamin seru 😍
total 1 replies
Mamah Dini11
pasti anaknya si santoso si william
Mamah Dini11
selamat ya berlian dominic kalian udh jadi ortu bahagia udh kalian punya semoga jagoan2 jdi anak yg pintar cerdas kayak ortu nya pastinya , tpiii tetep hati2 tuan nyonya banyak yg iri pd kalian berdua
Mamah Dini11
kmu kalah sm manusia ular ya dom
Mamah Dini11
alhmdulilah berlian gk apa2 tpii kinara dn si aryA perlu di curigai juga , kenapa juga mereka undang dom. aneh juga
Mamah Dini11
aduh intan2 bkn nya bertobat biar hidupmu damai malah msh mikir untuk jahatin orang , kmu iti udh dapat karma apa msh kurangg hah dasar ular berbisa semoga mulut dn hatimu cepat tertutup lakban biar bungkam gk bisa apa2 , kesel juga ihhh
Mamah Dini11
selamat untuk kalian berdua semoga ke bahagian nya gk putus2 dn pernikahan yg samawA , dan hidup tenang dn nyaman tuan wira dn nyonya martha kaba ke gundahan hati. kalian skarang. terbayar. lunas
Mamah Dini11
jgn berbelit2 ah thor , enakan gercep aja tuan wira udh tua mau drama lari2 mh 🤭😄😄😄😄😄
Mamah Dini11
semoga lancar misimu dom tuan wira cepat berkumpul kalian menjadi kluarga yg utuh ,dan gk ada drama apa2 dari nyonya martha nya .
Mamah Dini11
kenapa harus menghindar bu martha , lbh baik bertemu jadi celar maalahnya mau pengakuan baik atau buruk hadapilah bkn mlh menjauh , gk akan seleai masalah kalau begitu terus , maaf itu saran saya
Mamah Dini11
rasain tuh mau untung malah dapat buntung dan maluuuuuu huuuuuuu orang sibuk kok gitu nguntit terus kerjaan nya , makan tuh ganti rugi😙
Mamah Dini11
ibu berlian kan udh meninggal tuan wira udh jarah ke makam nya
Mamah Dini11
ya ampun di kuntit ternyata sm kayak. si cewe rese slalu nguntit , sekarang 3 naga yg nguntit , tpiii berlu aman ada 3 naga mh
Mamah Dini11
harus kasih pelajaran ni kayaknya ganggu terus ke berli kenapa sih orang rese seperti si kinara bisa di biarkan bebas sm kmu dom , lihat dom istrimu di ganggu terus takutnya di apa2in , eh tunggu kok selalu ngikutin tau dari mana kemari2 dom yg di ikutin sekarang kinara gk ada kerjaan ni cewe geblek selalu di pepet ke mana2 hati2 berli
Mamah Dini11
masih aja mau menggacau udh jelas laki nya gk mau masih saja di akalin dasar si kinara cewe sinting , dn si arya oon emang anak buah dominic diam aja gitu , enggaklah kmu itu arya kinara dlm pantowan anak buah dom , emang setelah jebak dom kmu bebas gitu kinara ,tentu tdk doong enak saja .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!