NovelToon NovelToon
Aroma Harapan Di Balik Loyang Kue

Aroma Harapan Di Balik Loyang Kue

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Single Mom / Tamat
Popularitas:449
Nilai: 5
Nama Author: erinaCalistaAzahra

Setiap hari sebelum fajar menyingsing, dapur kecil itu sudah mengepulkan asap. Di sana, seorang ibu bergelut dengan tepung, mentega, dan panasnya oven tua untuk menciptakan ribuan keping kue. Bagi orang lain, itu hanyalah camilan manis, namun bagi sang ibu, setiap loyang adalah taruhan untuk masa depan anaknya.

tangan yang melepuh terkena minyak panas, punggung yang semakin membungkuk karena beban keranjang, dan jam tidur yang dikorbankan demi recehan rupiah. Melalui sudut pandang sang anak, kita diajak melihat bagaimana sebuah pengorbanan tanpa pamrih perlahan-lahan merajut mimpi yang mustahil menjadi nyata. Sebuah kisah melankolis tentang cinta yang dipanggang dalam kesabaran dan ketulusan yang tak bertepi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erinaCalistaAzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tokoh kue Alana

Alana mendorong pintu kaca tokonya. Bunyi denting lonceng menyambutnya, diikuti aroma mentega dan kayu manis yang memenuhi udara. Hari ini adalah hari pertama ia mencoba resep baru, sebuah croissant cokelat yang terinspirasi dari rasa kopi pahit yang pertama kali ia minum bersama Satria.

Saat ia sedang sibuk menata etalase, pintu kembali berdenting. Alana tidak menoleh, mengira itu adalah pegawainya. "Tolong ambilkan nampan perak di dapur, ya," ujarnya sambil fokus merapikan kue.

Bukannya langkah kaki menuju dapur, ia justru merasakan sepasang lengan melingkar di pinggangnya dari belakang. Aroma parfum maskulin yang familiar seketika membuatnya tersenyum.

"Sepertinya aroma kue ini lebih menggoda daripada aroma cat di galeri," bisik Satria di telinganya.

Alana berbalik, masih dengan tangan yang sedikit berlumuran tepung. "Kamu bolos kerja lagi?"

Satria terkekeh, lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya. Bukan kotak perhiasan, melainkan sebuah stempel kayu buatan tangan dengan logo The Sweet Chapter yang digabungkan dengan ilustrasi buku kecil di sudutnya.

"Aku merancangnya semalam. Untuk menandai setiap bungkus kue yang keluar dari sini. Sebagai tanda bahwa ini adalah cerita milikmu," kata Satria bangga.

Alana terdiam, menatap stempel itu lalu menatap pria di hadapannya. Pertemuan tak terduga di kafe saat hujan itu kini telah tumbuh menjadi dukungan yang nyata di setiap sudut hidupnya.

Di toko kue ini, Alana tidak hanya menjual rasa manis, tapi juga merayakan betapa indahnya memiliki seseorang yang selalu percaya pada setiap langkahnya.

*******

Hari itu ternyata menjadi hari yang paling sibuk sejak toko kue itu dibuka. Alana hampir tidak punya waktu untuk bernapas, sementara antrean pelanggan mulai mengular hingga ke trotoar.

Melihat Alana yang mulai kewalahan, Satria tidak tinggal diam. Ia melepas kemeja flanelnya, menyisakan kaus hitam polos, dan menyingsingkan lengan bajunya. Tanpa instruksi, ia melangkah ke belakang meja kasir.

"Selamat siang, selamat datang di The Sweet Chapter. Mau pesan apa?" suara berat Satria menyapa seorang pelanggan yang tampak terkejut melihat 'kasir' yang begitu tampan dan sigap.

Alana tertawa melihat pemandangan itu. Seorang arsitek perfeksionis kini sibuk membungkus roti dan menghitung uang kembalian. Satria ternyata sangat cekatan; ia mengatur alur antrean dengan ketenangan yang sama saat ia menggambar sketsa bangunan.

Di sela-sela kesibukan, mata mereka sesekali bertemu. Ada kekompakan yang tak perlu diucapkan. Saat toko mulai agak sepi di sore hari, Satria mendekati Alana yang sedang menyeka keringat di dahi.

"Ternyata jadi asisten toko kue lebih berat daripada menghitung struktur bangunan," keluhnya sambil bercanda, namun tangannya dengan lembut merapikan rambut Alana yang terkena tepung.

"Tapi kamu hebat," puji Alana tulus. "Kamu baru saja menyelamatkan hari pertamaku."

Satria mengambil sebuah kue sisa di nampan, membaginya menjadi dua, dan memberikan separuhnya pada Alana. "Kita tim, kan? Galeri kamu, toko kue kamu, itu juga prioritasku."

Mereka duduk di kursi tinggi dekat jendela, tempat favorit mereka, menikmati hasil kerja keras hari itu. Toko kue itu bukan sekadar bisnis bagi Alana, tapi saksi bagaimana Satria selalu siap menurunkan ego dan kenyamanannya demi mendukung mimpinya.

**********

Saat matahari mulai tergelincir dan jam operasional toko berakhir, Alana membalik tanda di pintu menjadi Closed. Keheningan yang menenangkan kembali menyelimuti ruangan beraroma vanila itu.

Satria menyandarkan tubuhnya di konter kayu, mengamati Alana yang sedang membersihkan sisa-sisa tepung. Tiba-tiba, ia menyalakan pemutar musik di sudut ruangan. Lagu jaz lembut mengalun, mengisi ruang kosong di antara rak-rak kue yang sudah hampir habis.

"Satu tarian untuk merayakan kesuksesan hari ini?" ajak Satria sambil mengulurkan tangannya.

Alana tertawa, melihat tangannya sendiri yang masih kusam karena kerja keras. "Aku kotor, Satria. Penuh gula dan mentega."

"Justru itu bagian terbaiknya," jawab Satria santai, menarik Alana lembut ke tengah ruangan.

Mereka berdansa pelan di antara meja-meja kosong. Tidak ada penonton, hanya bayangan mereka yang memanjang di lantai kayu. Di momen itu, Alana menyadari bahwa pria ini telah menjadi lebih dari sekadar pelindung dari hujan atau asisten kasir dadakan. Satria adalah rumah tempatnya pulang.

"Alana," bisik Satria di tengah tarian mereka.

"Terima kasih sudah membiarkanku menjadi bagian dari semua ini. Dari hujan di kafe itu, sampai tepung di toko ini."

Alana menyandarkan kepalanya di bahu Satria, menghirup aroma kopi dan kayu yang selalu menenangkannya. "Aku yang berterima kasih, Sat. Karena kamu tidak pernah pergi saat hujan reda."

Malam itu, di toko kue kecil mereka, Alana tahu bahwa bab-bab kehidupan ke depannya mungkin akan menantang, tapi selama Satria ada di sana untuk membantu membalik halamannya, semuanya akan terasa manis.

___________

Saat mereka bersiap untuk benar-benar pulang, Satria mendadak berhenti di depan pintu kayu toko yang baru saja ia kunci. Ia merogoh saku jaketnya, tapi kali ini bukan stempel atau kunci motor yang ia keluarkan.

Satria menyerahkan sebuah kunci tua dengan gantungan kayu berbentuk miniatur buku klasika—buku yang Alana baca saat pertama kali mereka bertemu.

"Apa ini?" tanya Alana bingung. "Ini bukan kunci toko."

"Buka saja besok pagi," jawab Satria dengan senyum penuh rahasia. "Itu kunci untuk ruang kecil di lantai atas kantor arsitekku. Aku sudah merenovasinya menjadi studio lukis pribadi untukmu. Jadi, saat kamu lelah dengan adonan kue, kamu punya tempat untuk kembali ke kanvas dan warna tanpa perlu diganggu siapa pun."

Alana tertegun. Ia selalu mengeluh tidak punya ruang privat untuk melukis sejak galeri dan toko kuenya menyita seluruh tempat. Satria ternyata mendengarkan setiap keluhan kecilnya, bahkan yang hanya ia ucapkan sambil lalu.

"Satria, itu terlalu banyak..."

"Tidak ada yang terlalu banyak untuk seseorang yang membuat hidupku terasa lebih hidup," potong Satria lembut. Ia mendekatkan wajahnya, mengecup kening Alana dengan penuh kasih. "Ayo pulang. Besok adalah hari besar lainnya."

Mereka berjalan menuju motor klasik Satria, membelah malam kota yang tenang. Di bawah cahaya lampu jalan, Alana menggenggam kunci itu erat-erat. Pertemuan singkat karena hujan itu kini telah membuka begitu banyak pintu dalam hidupnya, dan ia tidak sabar untuk melihat pintu mana lagi yang akan mereka buka bersama.

Cerita ini mencapai akhir yang sempurna.

santri mengantar Alana untuk pulang , dengan kendaraan masing-masing, Alana bahagia bisa bertemu dengan satria di bumi ini , mungkin , jika bukan santri pasti ada seseorang lain , mereka belum menjadi pasangan tapi hari-hari mereka selalu bersama, siapa pun yang melihat mereka berdua , pasti mengira sepasang kekasih , haha haha , lucu bukan , tapi itulah kenyataannya

1
falea sezi
lo uda end kah
falea sezi
ini MC nya cwek apa cowok
erin: izin cewe kak 🙏
total 1 replies
falea sezi
seru moga bagus ampe ending q ksih hadiah biar g kosong
erin: semoga menikmati yah kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!