Dia adalah Kezia Putri Ramadhan – CEO muda berusia 25 tahun yang menguasai bisnis tekstil keluarga dengan tangan besi. Hidupnya penuh dengan rapat bisnis, target penjualan, dan tanggung jawab berat hingga dia tak punya waktu untuk cinta. Namun, semuanya berubah ketika keluarga dihadapkan pada kehancuran keuangan yang hanya bisa dihindari dengan satu cara: menikahi putra keluarga Wijaya.
Yang tak disangka, calon suaminya adalah Rizky Wijaya – seorang anak SMA berusia 18 tahun yang baru saja lulus ujian masuk kampus, suka bermain game, ngemil keripik, dan masih sering lupa menyetrika baju!
Tanpa pilihan lain, mereka menjalani pernikahan yang tak diinginkan. Di rumah besar Kezia, tingkah lucu Rizky tak pernah berhenti: memasak yang malah membuat kompor berasap, menempelkan stiker kartun di laptop kerja istri, hingga menyuruh asisten perusahaan memanggilnya "Mas Rizky". Tapi bukan hanya kelucuannya yang menghiasi kehidupan mereka – rasa cemburu sang suami muda yang masih dibawa umur ju
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kepahiang Martin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERJALANAN YANG PANJANG
Suatu pagi yang sangat cerah, Rizky terbangun dengan wajah yang penuh dengan campuran emosi. Tadi malam dia menerima surat resmi dari rumah sakit dan pihak pemerintah bahwa dia harus segera pergi ke Jepang untuk menjalankan tugas khusus dalam bidang kedokteran. Dia berdiri perlahan, mengambil tas kecil yang sudah dia siapkan dengan hati-hati.
"Kak Kezia... aku harus pergi ya," ucap Rizky dengan suara penuh kesedihan sambil melihat ke arah Kezia yang sedang merapikan barang-barangnya. "Aku sudah siap untuk pergi tapi aku sangat tidak ingin meninggalkan kamu dan Rania Kak Kezia."
Kezia meraih tangan Rizky dengan lembut. "Sayangku... kamu harus pergi ya. Tapi ingat – jangan pernah terburu-buru dalam hidup ya! Selesaikan tugasmu dengan baik dan pulang dengan selamat ya."
Rizky hanya bisa tersenyum melihat wajah Kezia yang penuh cinta. "Aku akan selalu ingat nasihatmu Kak Kezia. Jangan pernah terburu-buru dalam hidup ya – terutama dalam hal besar seperti menikah atau punya anak sebelum kamu benar-benar siap secara pendidikan dan finansial."
Pada saat itu, Rania yang sedang bermain dengan mainan kayu yang Rizky buat sendiri tiba-tiba berlari ke arah mereka. "PAPA JANGAN PERGI NIH!" teriak Rania dengan suara kecil tapi jelas, membuat Rizky langsung menangis haru.
"Sayangku... Ayah harus pergi ya. Tapi Ayah akan selalu cinta kamu dan Ibu ya," ucap Rizky dengan suara penuh cinta sambil mencium dahi Rania yang sedang menangis pelan.
BAGIAN 2: KEBERANGKATAN KE JEPANG
Pada hari keberangkatan, Rizky berdiri dengan penuh rasa takut tapi juga semangat. Dia membawa tas kecil yang berisi buku catatan dan beberapa alat medis yang sudah dia pelajari dengan baik. "Kak Kezia... aku sudah siap untuk pergi," ucap Rizky dengan suara penuh semangat.
"Sayangku... kamu harus pergi ya. Tapi ingat – jangan pernah terburu-buru dalam hidup ya. Selesaikan tugasmu dengan baik dan pulang dengan selamat ya," ucap Kezia dengan suara penuh cinta.
Rizky mengangguk dengan penuh kesadaran. "Aku akan selalu ingat nasihatmu Kak Kezia. Jangan pernah terburu-buru dalam hidup ya – terutama dalam hal besar seperti menikah atau punya anak sebelum kamu benar-benar siap secara emosional dan finansial."
Saat itu, teman-teman kuliah Rizky datang mengantarinya dengan membawa makanan dan buku-buku pendidikan untuk Rania. "Kak Rizky, kita bawa makanan buat kamu nih!" ucap salah satu teman dengan suara ceria.
Rizky langsung menangis haru melihat mereka yang datang dengan penuh cinta dan perhatian. "Terima kasih teman-teman. Jangan pernah terburu-buru dalam hidup ya – selesaikan pendidikanmu dulu sebelum mengambil keputusan besar seperti menikah atau punya anak."
BAGIAN 3: DI JEPANG
Setelah tiba di Jepang, Rizky langsung mulai bekerja dengan penuh semangat. Dia membantu banyak orang dengan ilmu kedokteran yang dia pelajari dengan baik. Suatu hari, dia bertemu dengan seorang anak kecil yang sedang sakit.
"Kakak... aku sakit nih," ucap anak kecil itu dengan suara penuh kesedihan.
Rizky langsung merawatnya dengan penuh cinta. "Jangan khawatir ya nak... kakak akan membantu kamu dengan sepenuh hati."
Anak kecil itu langsung tersenyum melihat wajah Rizky yang penuh perhatian. "Terima kasih kakak... kamu sangat baik ya."
Nasehat untuk Pembaca
"Jangan pernah terburu-buru dalam hidup ya! Selesaikan pendidikan dan pekerjaanmu dengan baik sebelum mengambil keputusan besar seperti menikah atau punya anak. Karena setiap langkah dalam hidup membutuhkan persiapan yang matang, bukan hanya karena cinta semata. Jadilah orang yang tanggung jawab dan selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk diri sendiri dan orang-orang terkasih."
CATATAN: Cerita ini dibuat dengan tujuan untuk menyampaikan pesan penting tentang pentingnya persiapan dalam hidup, terutama dalam hal pendidikan dan tanggung jawab sebelum mengambil keputusan besar seperti menikah atau memiliki anak. Semoga cerita ini bisa memberikan inspirasi dan pelajaran berharga bagi semua pembaca.