maaf, untuk sementara karya ini tidak di lanjutkan dulu dikarenakan authornya sedang sibuk, insyaallah, nanti akan saya lanjutkan kembali🙏🙏
apakah sebuah hubungan rumah tangga akan sakinah mawadah warahmah, jika suami dengan tega mengkhianati istri..??
.
kisah kehidupan yang menguras emosi dan air mata..🥀
Dinda harus menerima kenyataan kalau suaminya harus menikah lagi dengan sahabatnya sendiri karena hubungan terlarang yang mereka lakukan.
Dinda harus menjalani hari harinya dengan penuh kesedihan, ambisi Dewi untuk memiliki kekayaan suaminya membuat Dinda selalu disalahkan, Dewi melakukan segala cara untuk menyingkirkan Dinda dari rumah dia sendiri.
bagaimana ceritanya..?
baca yuk..!!
jngn lupa like, comen n votenya
rate ⭐⭐⭐⭐⭐
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawar berduri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kembali pulang
Dinda yang sudah memaafkan Hendra akhirnya bersedia kembali lagi ke rumah yang Hendra berikan sebagai kado pernikahan nya dulu.
Bu Laras tersenyum bahagia melihat putrinya bisa kembali akur dengan suaminya, tubuh yang sakit serasa segar kembali melihat mereka tertawa di tengah masalah yang mereka hadapi.
'' Bu, ibu malam ini nginap di rumah ku aja'' ujar Dinda tersenyum, Dinda sangat khawatir dengan kondisi ibunya yang baru pulang dari rumah sakit, itu sebabnya dinda mengajak ibunya untuk menginap di rumahnya.
'' iya nak, nanti ibu nginap di rumah kamu ya'' ujar Bu Laras membalas senyuman nya.
sebenarnya Bu Laras menginginkan tidur di rumahnya, tapi karena tak enak dengan Dinda dia akhirnya mengiyakan
''Alhamdulillah'' ujar hendra merasa sangat bersyukur akhirnya keluarganya bisa berkumpul kembali
''bibi ko ga di ajak si non'' ujar bi Ijah nyengir mengerutkan keningnya
''oh iya Bi, aku lupa'' ujar Dinda tertawa
'' bi Minah pasti seneng kalo bibi ikut nginap, nanti kn bisa joget joget lagi'' ujar Dinda tertawa sembari memperagakan jaipong kesukaan bi Minah
'' nah itu non yang bibi suka'' ujar bi Ijah tertawa
merekapun tertawa bersama, mengingat kelucuan bi Minah yang selalu membuat mereka terhibur.
pintu yang di biarkan terbuka membuat angin berhembus masuk ke dalam rumah, membuat orang yang berada di dalam rumah merasakan segarnya udara alami.
mereka tidak menyadari kalau Dewi mengintip mereka dari balik pot besar yang berdiri di depan rumah.
Dewi merasa iri dengan keluarga Dinda yang selalu tampak bahagia, dia sangat menginginkan dirinya ada di posisi dinda saat ini.
rasa sedih yang di barengi dengan hawa nafsu membuat Dewi berbalik benci melihat kebahagiaan Dinda.
entah se*** apa yang merasuki Dewi sehingga Dewi begitu membenci Dinda sehingga dia ingin sekali menghancurkan rumah tangga sahabat yang selalu membantunya itu.
Dewi mengepalkan tangannya lalu pergi meninggalkan rumah itu dengan penuh kemarahan,
''sekarang kamu boleh terawa di atas penderitaan ku dinda, tapi kamu liat saja, sebentar lagi kamu akan menderita" batin Dewi menggerutu
...💞💞💞💞💞...
waktu menunjukkan pukul 05.00 Dinda dan keluarganya bersiap untuk pulang ke rumah Dinda yang jaraknya tidak jauh dari rumah Bu Laras.
BI Ijah yang terlihat kerepotan membawa berbagai bekal, menjadi pusat perhatian,
Dinda tertawa sejadi jadinya melihat bi Ijah yang repot seperti ingin pergi berlibur ke jauh.
'' ya Allah bi, bi Ijah mau kemana sih? bawa bekel ko banyak bngt kaya gitu?'' tanya Dinda tertawa masuk ke dalam mobil
'' udah biarin aja'' ujar Hendra berusaha menahan tawa sembari membuka kn pintu mobil untuk iBu mertuanya
'' bibi kan mau ketemu bi Minah non, jadi bawa makanan banyak, sesama teman kn harus berbagi" jawab bi Ijah nyengir.
bi Ijah dan bi Minah sudah kenal lama mereka sudah seperti adik kk.
Hendra Melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, hari yang sudah semakin larut membuatnya ingin segera sampai di rumah, agar bisa melaksanakan shalat Maghrib berjamaah.
karena jarak tempuh dari rumah Bu Laras ke rumah Dinda begitu dekat membuat mereka tak memerlukan waktu yang lama hingga mereka sampai di depan rumah Dinda.
ketika semua orang masuk ke dalam rumah, Dinda tertegun, dia seakan tak bisa melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah, rasanya kaki Dinda begiiitu berat.
jika dia masuk ke dalam rumah itu tandanya dia akan bertemu dengan sahabat yang sudah menghancurkan rumah tangga nya. fikir dinda
Dinda tidak mengetahui kalau Laras sudah pergi dari rumahnya..
'' sayang, kenapa masih berdiri di situ sih, ayo masuk" ujar Hendra tersenyum menghampiri Dinda menggandeng tangannya masuk ke dalam rumah
Dinda hanya diam berdiri di tempat, ketika Hendra menArik tangannya.
'' kenapa sayang? Dewi sudah tidak tinggal bersama kita ko, mas sudah usir dia" ucap Hendra tersenyum, Hendra tau kalau Dinda begitu kecewa dengan sahabatnya itu.
Dinda yang mendengar perkataan itu dia langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, dia masih tidak menyangka sahabat nya tega menggoda suaminya.
tapi sekarang Dinda merasa lebih tenang, kekecewaan nya serasa sudah terobati dengan kehadiran keluarga yang senantiasa selalu ada disampingnya untuk menghiburny.
...Allahuakbar Allahuakbar...
terdengar suara adzan Maghrib berkumandang.
'' ayo sayang kita sholat berjamaah!!'' ujar Hendra kepada Dinda, mengajak istrinya untuk solat berjamaah
'' maaf mas, aku lagi gk solat , mas sholat bareng ibu, bi Ijah sama Bi Minah saja ya, aku mau ke kamar dulu, mau bersih bersih" ujar Dinda kepada Hendra
'' oh ya sudah, kalau gitu mas solat dulu ya" ujar hendra tersenyum mengelus kepala Dinda
'' iya" ujar Dinda membalas senyuman suaminya itu
Hendra pun berjalan menuju musholla yang terletak di belakang rumahnya untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah, sedangkan Dinda berjalan menuju ruang atas untuk membersihkan badannya.
Dinda melangkahkan kakinya melewati satu demi satu anak tangga dengan mata yang berkaca-kaca.
dia tak kuasa menahan air matanya ketika mengingat kembali apa yang telah suaminya lakukan bersama sahabatnya.
Dinda perlahan membuka pintu kamar dengan air mata yang jatuh membasahi pipi.
dinda masuk dengan perasaan kesal, ingin sekali dia marah dan berteriak sekencang kencangnya untuk melampiaskan kekesalan dalam dirinya.
aaaaaarrggg
teriak Dinda melempar bantal yang tersusun rapi di atas ranjangnya menangis histeris.
sekuat apapun dia menahan luka tapi tetap saja hatinya kembali sakit ketika dia mengingat semua kejadian itu. kejadian yang membuat hatinya hancur sehancur hancurnya.
"kenapa ini bisa terjadi kepada ku tuhan?" batin Dinda
Dinda bangkit melangkahkan kakinya untuk mengambil handuk yang tersimpan rapi di dalam lemarinya.
tangannya yang mulus nan putih itu mencoba membuka lemari, Dinda mencoba membuka laci yang berisi berkas penting dan perhiasan miliknya kado pernikahan dari orang tua Hendra yang selalu dia simpan rapi sebagai kenang kenangan.
ketika lacinya di buka terlihat berkas yang masih tersusun rapi, tapi Dinda tidak melihat perhiasannya satupun.
Dinda kaget, dia langsung mencari ke tumpukan baju karena dia takut lupa menyimpannya.
dengan perasaan khawatir, sedih dan marah Dinda mengobrak Abrik tumpukan bajunya untuk mencari perhiasan peninggalan mertuanya itu, tapi tak nampak satupun.
Dinda sudah berjanji akan menjaga perhiasan itu dengan baik, tapi dia mlh menghilangkan nya.
dengan tubuh yang gemetar Dinda duduk bersandar di ranjang menangis sejadi jadinya.
..."cobaan apa lagi ini ya Allah..? batin dinda merintih...
'' ya Allah, kamu kenapa sayang?" tanya Hendra yang baru saja masuk ke dalam kamar, Hendra kaget melihat baju Dinda yang berserakan dimana mna
Dinda langsung memeluk suaminya menangis histeris.
" ada apa sayang? kenapa nangis?'' tanya Hendra khawatir dengan istrinya yang terus menangis, tak terasa hendrapun menjatuhkan air matanya
" perhiasan ibu mas, perhiasan yang ibu kasih buat aku hilang, semuanya gak ada mas" jawab Dinda terisak
" mungkin kamu lupa nyimpennya sayang, udah gak usah nangis, nanti kita cari lagi ya" ujar hendra menghapus air mata Dinda
" tapi aku gak lupa naro mas, aku ingat perhiasan itu aku simpan di laci, gimana ini mas, gimana kalau perhiasannya hilang, di perhiasan itu ada mas kawin yang dulu mas kasih buat aku" ujar Dinda yang terus menangis
" udah gak pp, nanti biar mas ganti semuanya kamu gak boleh nangis lagi ya" ujar Hendra memeluk Dinda mencoba menenangkan nya
...bersambung...
bagaimana kalau masalah yang Dinda hadapi terjadi dalam kehidupan kita..?
apa yang akan kita rasakan?
🌾🌾jawab pertanyaan ana ya🙏🙏
jngn lupa like n vote nya sahabat..
semoga Allah memberikan rizki yang melimpah untuk para leader yang memberikan vote n like nya🤲🤲
....itu pembantunya hendra...suruh peka dikit lah.....jgn oon2 amat....
yg ambilnperhiasan Dinda blum tau emg rumah org kaya gk da cctv