Alicia Harold hanya ingin menikmati malam terakhirnya sebelum menjadi mahasiswa.
Namun karena terlalu bosan di acara keluarga, gadis barbar itu diam-diam mabuk dan berakhir jatuh ke dalam pelukan seorang pria dingin yang paling ingin ia hindari.
Bryan Bright, calon kakak iparnya dan dosen di Imperial College University.
Sejak malam itu, kehidupan Alicia berubah menjadi mimpi buruk. Dosen killer itu seperti bayangan yang tak pernah bisa lepas darinya. Alicia terus berontak, menghindar, dan menjaga batas.
Namun bagaimana jika tanpa sadar batas itu perlahan berubah menjadi perasaan?
"Amit amit, aku tidak mungkin suka si Bryan mulut harimau itu!" kesal Alicia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JDPDK Bab 10 - Aturanku
"Apa? kenapa tiba-tiba ke apartemen?" tanya Alicia, suaranya mulai kembali terdengar tinggi karena ia merasa tidak setuju. Urusan mereka harus selesai di kampus Ini juga, karena jika sudah berada di luar area kampus Alicia benar-benar tidak ingin bertemu dengan Bryan.
Bagi Alicia, Bryan adalah lambang kesialan di dalam hidupnya. Jadi sungguh, ia tak ingin sering bertemu.
Dan pertanyaan Alicia itu membuat Bryan menatapnya dengan tajam, raut wajahnya yang datar memberi kesan dingin yang begitu kuat. Alicia pun membalas tatapan pria itu tanpa mengucapkan sepatah kalimat lagi.
"Sadarlah Alicia, di dunia ini isinya bukan hanya tentang dirimu saja. Kamu tidak sepenting itu," ucap Bryan.
Deg! Jantung Alicia sontak berdenyut nyeri saat mendengar kalimat tersebut, ada bagian di dalam dirinya yang merasa tidak terima.
"Aku memintamu datang ke sini untuk melihat apa kamu paham tentang materi hari ini. Tapi kamu malah mengulur waktu dan Annie sudah menungguku di apartemen," jelas Bryan apa adanya.
Sementara Alicia mendadak terdiam seribu bahasa, mulut Bryan benar-benar terasa pissau baginya.
"Sekarang tidak usah banyak tanya, dan kamu harus ingat aku hanya bicara satu kali," tegas Bryan.
Alicia benar-benar membisu sekarang, bahkan hatinya pun tak mampu mengumpat lagi.
Bryan kemudian menutup pintu dan berjalan pergi dari sana, sementara Alicia seperti tidak punya pilihan lain selain mengikuti pria tersebut dari belakang.
Setibanya di area parkir Bryan pun langsung menuju mobilnya sendiri, sementara Alicia berulang kali melihat ke arah mobilnya sendiri di ujung sana. Alicia berpikir ia harus memesan taksi dulu untuk pergi ke apartemen Bryan, tapi tentu saja butuh waktu. Sementara pria itu terus berjalan seperti tak punya waktu lagi.
Dan masalahnya Alicia juga tak tahu dimana apartemen pria tersebut. 'Benar-benar merepotkan!'
Dan Alicia masih kuat pemikirannya bahwa ia sebenarnya tak perlu pergi ke apartemen pria tersebut. Mereka masih bisa bertemu besok. 'Iih benar-benar menyebalkan,' batin Alicia.
"Pak," panggil Alicia akhirnya, satu panggilannya membuat Bryan berhenti dan urung membuka pintu mobilnya. Bryan berbalik kembali menatap Alicia.
"Bapak bisa mengujiku besok saja tentang materi kuliah hari ini, aku janji besok akan menghadap tanpa terlambat," ucap Alicia.
"Sayangnya waktuku bukan hanya untuk mu saja, besok aku sibuk," balas Bryan. "Sudah kubilang jangan banyak tanya, masuk ke mobilku." titah Bryan tak bisa dibantah.
'Astagaaa!'
Bryan membuka pintu dan segera masuk lebih dulu. Sedangkan Alicia ingin sekali teriak di luar sana. 'Aku benci, aku benci, aku benci, aku tidak bisa sabaaar!!' kesal Alicia. Tapi akhirnya ia pun membuka pintu belakang mobil Bryan, lalu masuk dan duduk di sana.
Bryan melirik sekilas melalui kaca spion, seolah ia adalah supir gadis nakal tersebut. Tapi karena tak ingin berdebat Bryan pun segera menyalakan mesin mobilnya.
Setelah mobil Keluar dari area kampus, barulah Bryan kembali buka suara. " Apa yang kamu tahu tentang manajemen keuangan?" tanya Bryan.
Deg! seketika jantung Alicia benar-benar terasa mau copot. Bagaimana bisa tiba-tiba dia mendapatkan pertanyaan serupa ujian tersebut. Hari ini adalah hari pertamanya kuliah dan tentu saja pertanyaan itu terasa begitu berat bagi Alicia.
Sementara Bryan hari ini telah menyampaikan semua poin-poin penting selama pembelajaran mereka satu semester ini. Pertemuan pertama hari ini hanya berupa pengenalan tentang manajemen keuangan.
Prilly sebenarnya sudah mencatat semua poin-poin penting tersebut di dalam buku Alicia, tapi Alicia memang belum membacanya sedikitpun.
"Jawab, gunakan mulutmu dengan cara yang benar," ucap Bryan lagi karena Alicia terdiam cukup lama.
"Aku tidak tahu jawaban seperti apa yang Bapak mau."
"Jawab."
'Ih,' kesal Alicia. "Manajemen keuangan tentu saja membahas tentang uang."
"Hanya itu yang kamu tahu."
"Iya."
"Parah," balas Bryan dengan begitu jelas, bahkan ucapanya ditekankan. "Sebagai keturunan keluarga Harold kamu benar-benar jauh dari ekspektasiku," timpal Bryan.
Alicia mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, daddanya sudah naik turun menahan emosi. Memang benar bahwa Alicia tidak pernah bisa sabar menghadapi Bryan, tapi jika seperti ini terus maka Alicia yakin dia yang akan lebih dulu terkena serangan jantung.
'Nyenyenye, terserah apa katamu. Aku tidak peduli,' batin Alicia, akhirnya ia memilih cara seperti ini untuk bisa bertahan hidup melawan sang siluman. Alicia akan menganggap ucapan Bryan seperti gonggongan anjjing, masuk ke telinga kanan dan langsung keluar lewat telinga kiri.
"Manajemen bisnis itu luas sekali, dan manajemen keuangan hanya salah satu pilar utama dan kamu sudah menjawabnya dengan begitu remeh," ucap Bryan.
'Nyenyenye, bodo amat.'
"Manajemen keuangan bukan hanya membahas tentang uang, tapi cara mengatur arus kas, menghitung kelayakan investasi, laporan keuangan, akuntansi biaya, nilai waktu uang dan break-even point."
'Aah pusing, terserah mu mau bilang apa.'
"Apa kamu mendengar ku bicara?" tanya Bryan kemudian.
"Dengar, Pak."
"Kalau begitu ulangi apa yang aku katakan."
'Astaga, dia tadi bicara apa?' batin Alicia, seperti masuk ke dalam jebakan pria tersebut.
Sementara Bryan hanya mampu menghela nafas pelan saat Alicia tak mampu langsung menjawab pertanyaannya. Ia pun memiliki seorang adik perempuan bernama Elouis Bright. Dan agar bisa sabar maka Bryan akan menganggap Alicia sebagai adiknya juga. Dan adik seorang Bryan tak boleh bodoh, adiknya harus jadi wanita berpendidikan dan bermartabat.
"Apa kamu mencatat materi hari ini?" tanya Bryan.
"Iya," jawab Alicia bohong, karena Prilly yang menuliskannya.
Bryan menghela nafasnya lagi, ia jelas tahu bahwa kini Alicia tengah membohonginya. Sebab tadi Bryan melihat sendiri saat Prilly yang menulis ulang dibuku Alicia. 'Anak ini lancar sekali saat berbohong,' batin Bryan, benar-benar tak habis pikir.
Lama berbicara akhirnya mobil Bryan pun tiba di gedung apartemennya. Tapi Bryan tidak langsung menuju basement seperti biasa, ia justru menuju lobby utama. Bukannya langsung turun, Bryan kembali mengajukan pertanyaan pada Alicia.
"Kamu masih ingat apa aturanku?" tanya Bryan.
Alicia berpikir sejenak, bingung sejenak dengan pertanyaan itu lagi. Alicia mana peduli dengan semua aturan Bryan. Ia benar-benar tak tahu.
"Aku hanya bicara satu kali, ingat itu," tegas Bryan. "Sekarang katakan apa aturanku?"
"Bapak hanya akan bicara satu kali," jawab Alicia akhirnya.
"Sudah paham apa artinya kan? Gunakan telingamu baik-baik saat aku bicara, dan manfaatkan otakmu untuk berpikir. Paham?"
"Paham, Pak," jawab Alicia, ini pasti gara-gara ia tak mendengar semua penjelasan Bryan tadi. Alicia menghela nafas pelan, benar-benar belum rela jika harus patuh.
"Aku membimbing mu karena permintaan Annie, jika bukan karena Annie aku juga tak akan sudi," ucap Bryan pula. "Dan sekali lagi kamu meremehkan ucapanku, aku akan langsung mengirim video kita pada Tante Aluna."
"Maaf Pak, Saya salah," balas Alicia dengan cepat. Akhirnya kini Alicia benar-benar merasa tak berdaya. Alicia hanya bisa pasrah.
"Turun," titah Bryan kemudian.
"Baik Pak," jawab Alicia patuh.
Mereka turun dari mobil dan segera memasuki hunian apartemen mewah tersebut. Alicia terus mengekori kemanapun langkah kaki Bryan berjalan.
Baru kali inilah dalam hidupnya Alicia merasa tak bisa melawan. Kak Annie meminta Bryan untuk membimbingnya dan Bryan menggunakan kesalahannya malam itu untuk patuh.
Dan malam ini Bryan benar-benar terlihat mengerikan, seperti rumor yang beredar.
"Pak, maaf, tadi Prilly yang menuliskan catatan saya. Jadi saya belum membaca materi hari ini," jelas Alicia kemudian.
"Maaf saja tidak akan berarti apa-apa, besok malam datang ke sini lagi."
"Baik."
dia harus masuk ke kandang harimau 🤣🤣🤣
kalo pak bry tau bisa mulai cemburu dalih disiplin?🤭🤭🤭