NovelToon NovelToon
L.S. Underworld

L.S. Underworld

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bad Boy / Mafia
Popularitas:295
Nilai: 5
Nama Author: ANDIKA,312

Andika pria miskin asal Makassar yg mencoba mengadu nasib di negara Amerika,tepatnya di los Santos,dia berharap menjadi kaya raya dan dapat hidup dengan layak setelah merantau di sana,akan tetapi dia justru terjerumus ke dalam dunia gelap los Santos

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANDIKA,312, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 10

Tanpa membuang waktu satu detik pun, suara napas tersengal dari Andika, Lamar, dan Franklin memecah keheningan Cypress Flats yang beraroma bau darah dan mesiu. Halaman luar gudang tampak bagaikan area pembantaian massal.

"Bantu saya angkat bajingan ini!" seru Lamar sambil mencengkeram kerah jas Shen yang sudah tak bernyawa.

Ketiganya mulai menyeret tubuh Shen dan 25 jasad anak buahnya satu per satu. Misi mereka tidak mudah; melipat dan menjejalkan puluhan jasad manusia ke dalam bagasi, kursi belakang, hingga lantai kabin salah satu sedan Sultan hitam milik Ying Long membutuhkan waktu serta tenaga ekstra. Setelah percobaan bertubi-tubi dan dorongan paksa yang menguras keringat, seluruh jasad tersebut akhirnya berhasil dimasukkan penuh berjejal ke dalam satu mobil yang sama. Suspension belakang sedan itu melesak tebal menahan beban berat di dalamnya.

Franklin menyapu keringat di dahi, menyambar kunci kontak sedan penuh jasad tersebut, dan menatap Andika serta Lamar.

"Saya antar 'paket' ini langsung ke pintu depan Lee Dong," kata Franklin dingin, matanya memancarkan rasa puas yang gelap. "Kalian berdua urus sisanya di sini."

"Hati-hati, Frank!" panggil Andika.

Franklin mengangguk, menginjak pedal gas, dan sedan hitam bersimbah darah itu meluncur tancap gas menuju kawasan Little Seoul.

Hanya butuh waktu beberapa menit bagi Franklin untuk mencapai area markas utama Ying Long. Tanpa mematikan mesin, ia menghentikan sedan penuh jasad itu tepat melintang di depan pintu gerbang utama markas Lee Dong. Franklin melompat keluar, mengarahkan pistolnya ke udara, dan memuntahkan tiga tembakan berturut-turut!

BANG! BANG! BANG!

"Ini hadiah dari kru Cypress Flats, bajingan!" teriak Franklin kencang sebelum berbalik dan berlari secepat kilat menembus gang-gang gelap Little Seoul, menghilang ke dalam kegelapan malam.

Suara tembakan gema itu langsung memicu kegemparan di dalam markas. Lee Dong bersama belasan anak buah tersisanya melompat keluar dengan senjata teracung. Namun, tatapan mata Lee Dong membeku seketika saat mendekati sedan hitam yang terparkir membisu di depan gerbangnya.

Darah kental menetes deras dari celah bagasi dan pintu mobil. Ketika anak buahnya membuka pintu sedan tersebut, tubuh Shen dan puluhan anggotanya menumpuk jatuh secara mengenaskan ke atas aspal.

Wajah Lee Dong pucat pasi, napasnya tertahan. Tangan kanannya yang paling dipercaya beserta seluruh pasukan terbaiknya telah dihabisi dan dikembalikan kepadanya bagaikan sampah.

Sementara itu, kembali ke gudang Cypress Flats.

Andika dan Lamar sibuk mengumpulkan seluruh persenjataan yang ditinggalkan pasukan Shen. Belasan senapan serbu AK-47, belasan MAC-10, hingga puluhan pistol otomatis berkaliber tinggi berhasil dikumpulkan dan ditata rapi ke dalam peti-peti kayu gudang milik mereka. Stok senjata bertambah drastis tanpa perlu mengeluarkan modal sepeser pun.

Selain senjata, masih ada 5 unit sedan Sultan dan Primo milik Ying Long yang terparkir di sekitar lokasi pertempuran—meski beberapa di antaranya mengalami lecet dan lubang peluru tipis, kondisinya masih sangat layak jalan.

"Cok, mobil-mobil ini kalau dibiarkan di sini cuma bikin LSPD curiga," kata Andika sambil menepuk kap mesin salah satu sedan Sultan.

"Tenang, saya punya kenalan," jawab Lamar sambil menyeringai. "Ada orang Vagos namanya El Kuadro. Dia punya lapak penadah barang curian dan chop shop rahasia di El Burro Heights. Dia terima mobil panas apa saja, tidak pakai banyak tanya."

Lamar segera menghubungi El Kuadro, dan tak berapa lama kemudian, tiga orang anak buah El Kuadro datang membawa truk derek serta pengemudi cadangan. Karena status kendaraan yang 'sangat panas' dan penuh jejak kriminal, El Kuadro menawarkan harga obral sebesar Rp150.000.000 tunai untuk seluruh 5 unit sedan tersebut.

Tanpa banyak pikir, Lamar dan Andika menyetujui transaksi cepat itu.

Beberapa saat kemudian, Franklin tiba kembali di gudang dengan selamat setelah naik taksi dari Little Seoul. Di dalam gudang yang kini kembali aman, Lamar menuangkan tumpukan uang tunai hasil penjualan mobil ke atas meja kayu. Uang sebesar Rp150.000.000 itu dibagi rata tiga bagian sama besar.

Plak! Plak! Plak!

Lamar mendorong tiga tumpukan uang kertas bernilai Rp50.000.000 masing-masing ke hadapan Franklin dan Andika.

"Rp50.000.000 bersih untuk masing-masing dari kita," ujar Lamar berseri-seri sambil memasukkan bagiannya ke dalam tas. "Senjata musuh kita kuasai, pasokan amunisi aman, dan Shen sudah jadi bangkai."

Andika menyambar tumpukan uangnya dan menyisipkannya ke balik jaket kulitnya. Meski rasa duka atas kematian L.J. belum sepenuhnya hilang, kemenangan mutlak malam ini dan puluhan juta rupiah di tangannya menegaskan satu hal: mereka baru saja meruntuhkan separuh dari pilar kekuatan geng Ying Long di Los Santos.

Franklin menepuk bahu Andika yang sedang menyisipkan tumpukan uang Rp50.000.000 ke dalam jaket kulitnya. Ia menatap ke luar pintu gudang—tempat di mana Declasse Vigero ZX Matte Black kesayangan Andika biasanya terparkir, yang kini tinggal kenangan setelah dibakar anak buah Shen di pantai Vespucci.

"Omong-omong, Andika," ujar Franklin sambil menunjuk ke arah jalanan sepi. "Kau tidak bisa terus-terusan naik taksi atau menumpang mobil kami. Vigero-mu sudah jadi abu. Kau butuh kendaraan baru secepatnya untuk bergerak di kota ini."

"Betul kata Franklin," sahut Lamar melangkah mendekat. "Uangmu sekarang banyak, homie. Saya punya teman lama bernama Kevin. Dia punya dealer kendaraan bekas dan kustom di daerah La Puerta, dekat area muara dermaga. Barang-barangnya selalu keren dan surat-suratnya dijamin 'bersih' tanpa lurus-lurus urusan sama LSPD."

Andika mengangguk setuju. "Ide bagus. Saya memang butuh kendaraan secepatnya. Ayo antar saya ke sana, Lamar."

"Siap! Naik mobil saya," balas Lamar melambaikan tangan.

Lamar dan Andika meluncur menembus jalanan malam Los Santos menuju kawasan La Puerta. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh melewati sudut-sudut industri sepi, mobil Lamar akhirnya berhenti di depan sebuah bengkel beratap seng dengan papan neon bertuliskan 'Kev's Auto & Custom Garage'.

Di dalam dealer remang-remang yang beraroma oli dan bensin itu, seorang pria bertato di lengan yang sedang mengelap mesin langsung menyapa mereka. Dialah Kevin, pemilik dealer.

"Yo, Lamar! Tumben kau ke sini malam-malam!" sapa Kevin sambil menyalami Lamar, lalu menatap Andika.

"Ini kawan saya, Andika," jawab Lamar. "Mobilnya baru saja 'pensiun' di pantai. Dia butuh kendaraan baru yang garang, dan saya tahu cuma kau yang punya pasokan bagus."

Kevin tersenyum lebar, langsung mengajak mereka berjalan menyusuri deretan kendaraan di dalam dealernya. Sebagai sales handal, Kevin mulai memamerkan beberapa koleksi terbaiknya.

"Buat kawan dari Lamar, saya punya beberapa saran bagus," kata Kevin sambil menunjuk kendaraan satu per satu. "Pertama, saya ada Albany Primo hitam tahun tua yang sudah diperkuat bodi besi-nya—cocok buat aksi tembak-menembak. Kedua, ada Bravado Rumpo Custom, van tinggi dengan ruang bagasi luas kalau kalian mau angkut peti amunisi lebih banyak. Atau kalau mau tetap bergaya muscle car, saya punya Declasse Sabre Turbo merah di sudut sana."

Namun, di saat Kevin sibuk menjelaskan spesifikasi mobil-mobil tersebut, langkah kaki Andika mendadak terhenti. Matanya tertahan di sudut paling dalam dealer yang mendapat sorotan lampu paling terang.

Di sana, berdiri sebuah sepeda motor berotot gagah bertengger di atas stand.

Itu bukan sembarang motor sport atau skutik biasa. Itu adalah sebuah Yamaha Scorpio 225cc yang telah mengalami perombakan total (custom) menjadi aliran Chopper. Tangki bensin kustom berbentuk drop-tear dibalur warna hitam mengkilat (glossy black) yang sangat elegan, dipadu dengan rangka tebal kustom berwarna senada. Stang tinggi bergaya ape hanger, garpu depan yang memanjang gagah, serta jok kulit tunggal bergaya gothic membuat motor itu memancarkan aura dark, keras, dan sangat kalcer—sangat pas dengan identitas Andika yang menggemari subkultur metal/punk dan gaya busana jaket kulit serta boots-nya.

"Cok... itu motor keren sekali," gumam Andika terpesona, melangkah mendekati motor Chopper tersebut.

Kevin tertawa pelan melihat tatapan mata Andika. "Ah, kau punya selera yang tajam, kawan! Itu proyek kustom kesayangan saya. Basisnya Yamaha Scorpio 225cc, mesinnya sudah di-bore up padat, karburator kustom, dan knalpot kustom duals-pipe yang suaranya bisa bikin gertak jalanan. Warna hitamnya pakai clear coat tebal, mengkilat sempurna kalau kena lampu malam."

Andika mengelus tanki hitam mengkilat itu perlahan. "Berapa harganya, Kevin?"

"Buat orang luar, saya lepas Rp45.000.000," ujar Kevin menyeringai. "Tapi karena kau dibawa Lamar, ambil saja Rp35.000.000 pas. Lengkap dengan kunci kustom dan surat-surat aman."

Tanpa ragu sedikit pun, Andika merogoh uang tunai hasil bagi hasil penjualan mobil Ying Long dari balik jaketnya, membayarkan Rp35.000.000 tunai ke tangan Kevin.

"Deal!" seru Kevin gembira sambil menyerahkan kunci kontak.

Andika melompat naik ke atas jok kulit hitam Chopper Scorpio tersebut. Saat ia memutar kunci dan menginjak engkol starter—

BHRRUMMM! BLEGAR-BLEGAR-BLEGAR!

Raungan mesin Scorpio kustom berknalpot blar-blar langsung membahana keras di dalam garage, memantulkan suara V-twin buatan yang padat dan garang!

Lamar tertawa lepas sambil menepuk-nepuk bahu Andika dari atas motor. "Gila! Ini baru gaya kau, Andika! Kau terlihat sepuluh kali lebih berbahaya di atas Chopper hitam ini dibanding waktu bawa Vigero!"

Dengan Chopper Scorpio hitam mengkilat yang baru dibelinya, Andika siap kembali membelah jalanan malam Los Santos dengan penampilan baru yang jauh lebih gahar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!