NovelToon NovelToon
Simpanan Sang Aktor

Simpanan Sang Aktor

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Di depan layar dia adalah milik semua orang, tapi di belakang layar, dia hanya milikku. Kamila.

Seharusnya 3 tahun lalu, Kamila tidak mengambil keputusan ini. Menemui seorang aktor terkenal, memohon agar dia memberinya pekerjaan. Salahnya dia memilih untuk menyetujui perjanjian pada malam itu. Hingga akhirnya dia terjebak dengan Razka Aditama Fernandez, seorang aktor terkenal yang semua orang tahu.

Hanya menjadi seorang simpanan, apa yang bisa dia harapkan? Cinta? Hubungan serius? Apa itu mungkin dalam kehidupannya ini?

"Hubungan ini hanya sebatas saling menguntungkan antara aku dan kamu"

Kalimat itu menjadi pembatas atas perasaannya, seharusnya memang seperti itu. Tapi nyatanya, Kamila telah melewati batas dirinya sendiri. Hidup bersama selama 3 tahun, membuatnya perlahan melihat sisi lain dari Razka.

Tapi, apa mungkin Razka mempunyai perasaan yang sama atau dia tetap menganggapnya sebagai seorang simpanan saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Pernah Menyetujui Perjodohan

Malam ini keduanya tidur saling berpelukan, tapi suasana terasa berbeda. Tidak terasa hangat seperti sebelumnya, justru Kamila hanya merasa kegundahan di setiap helaan napas. Entah apa yang di rasakan Razka saat ini juga, tapi yang jelas pria itu hanya tidur memeluknya tanpa banyak berkata-kata.

Ketika pagi datang, Kamila terbangun saat merasa seseorang di sampingnya sudah tidak ada. Ruang di sampingnya kosong. Kamila tertegun, ternyata Razka pergi sebelum dirinya terbangun. Entah apa maksud pria itu, atau mungkin dia memang sedang menghindar berbicara dengan Kamila. Soal masalah kemarin, tentunya akan menjadi hal serius untuk hubungan keduanya.

Kamila segera bersiap, meski suasana hatinya tidak begitu baik, tapi dia tetap harus bekerja sebagai bentuk tanggung jawab ketika dia masuk ke Perusahaan itu. Masalah pribadi dan pekerjaan harus di pisahkan.

Saat dia keluar dari kamar, Kamila melihat semangkuk bubur di atas meja dan secarik kertas di sampingnya bertuliskan sebuah kalimat. 'Aku pergi dulu, ada syuting pagi ini. Sudah pesankan bubur untuk kamu sarapan. Makanlah sebelum pergi bekerja'.

Kamila menghela napas pelan, padahal dia sudah menyiapkan diri untuk berbicara dengan Razka saat pagi datang. Tapi pria itu malah pergi lebih dulu sebelum dirinya terbangun.

Kamila menarik kursi dan duduk di sana, mulai memakan bubur yang di siapkan oleh Razka. Kamila membuka ponselnya, menghubungi Razka, semalam mereka tidak sempat mengobrol apapun. Dan seharusnya pagi ini bisa menjadi waktu mereka berbicara, namun Razka yang pergi duluan sebelum Kamila terbangun, dan sekarang Kamila ingin berbicara dengan Razka meski lewat telepon saja.

"Hallo Sayang, ada apa? Kau sudah makan buburnya?"

Kamila tersenyum, menatap semangkuk bubur di depannya yang baru dia makan beberapa suap saja. Masih terisi lebih dari setengahnya dari mangkuk itu.

"Kenapa kamu pergi sebelum aku bangun?"

"Ah, maaf ya. Aku harus pergi syuting pagi sekali. Jadi tidak sempat membangunkan kamu dulu"

Kamila menghela napas pelan, mencoba untuk mengendalikan perasaannya sendiri. "Soal konferensi pers itu, apa benar?"

Baiklah, seharusnya Kamila tidak bertanya lewat telepon. Seharusnya mereka bicara bersama, saling berhadapan dan membahas hal ini dengan serius. Tapi nyatanya tidak ada waktu untuk hal itu, sementara Kamila ingin segera tahu kebenarannya.

"Sayang, nanti aku jelaskan saat sudah sampai di rumah ya. Hari ini aku benar-benar sibuk, dan maaf belum bisa menjelaskan apapun padamu. Sudah dulu ya, aku sudah di panggil"

Tut... Sambungan telepon terputus, Razka benar-benar tidak memberikan penjelasan apapun. Membuat Kamila semakin bingung di buatnya.

Dan hari ini Kamila pergi bekerja dengan pikiran yang tidak sepenuhnya fokus. Saat jam makan siang, Randy mengajaknya untuk pergi makan di luar Kantor.

"Bagaimana? Apa kamu sudah berbicara dengan Razka?"

Kamila menggeleng pelan, bahkan Randy saja ikut penasaran dan khawatir akan keadaannya karena konferensi pers itu. Tapi, Kamila belum menemukan jawaban yang sebenarnya. Razka belum memberitahu apa yang sedang terjadi.

"Aku akan menunggu malam ini, Razka akan pulang malam ini. Semoga saja dia akan menjelaskan semuanya malam ini"

Randy menghela napas pelan, dia memegang tangan Kamila yang berada di atas meja. Menatapnya dengan lekat. "Mil, jika kamu butuh bantuanku tentang apapun itu. Beritahu saja, aku akan membantumu"

Kamila tersenyum, perlahan di menarik tangannya dari genggaman Randy. "Terima kasih ya, Ran. Kamu selalu menjadi temanku dan membantuku dalam segala hal sejak dulu"

"Kita adalah teman, aku ingin kau juga menemukan kebahagiaan"

Kamila mengangguk sambil tersenyum, setidaknya masih ada seseorang yang menganggapnya sebagai teman di saat semua orang tidak pernah peduli akan kehadirannya. Ketika keluarganya terjerat kasus korupsi, maka satu persatu orang menghilang, bahkan orang-orang yang sering di bantu Ayahnya pun, perlahan pergi tanpa pamit. Sehingga Kamila hanya merasa sendiri selama ini.

Namun sekarang, adanya Randy yang selalu menganggapnya sebagai teman. Kamila bersyukur akan itu. Dirinya tidak benar-benar sendirian jika suatu saat harus berpisah dengan Razka.

*

"Ini tidak adil, aku belum menyetujui perjodohan itu. Kenapa kalian langsung mengambil keputusan?"

"Razka, ini sudah yang terbaik buat kamu. Keluarga Victoria juga sudah setuju dengan perjodohan ini" ucap Paman Leon.

"Tapi, aku belum setuju. Pa, Paman, aku tidak pernah mengatakan iya tentang perjodohan ini. Tapi, kalian malah menyebarkan berita ini tanpa sepengetahuanku. Apa ini adil?"

"Razka, foto yang tidak sengaja tersebar itu akan memengaruhi semuanya. Termasuk dengan reputasi Perusahaan jika tahu yang bersama denganmu adalah seorang simpanan" ucap Papa Jo.

Razka menatap mereka semua dengan dingin, bahkan tatapannya menunjukan kebencian yang besar. "Dia kekasihku sekarang, wanita yang aku cintai. Jadi, berhenti menyebutnya simpanan!"

"Mau apapun, dia tetap seseorang yang tidak pantas denganmu. Papa tidak akan setuju!"

"Aku juga tidak akan pernah mau menikah dengan wanita pilihan Papa!"

Razka keluar dari ruangan Ayahnya, membanting pintu dengan keras. Dia berjalan cepat menuju lift, namun ketika lift terbuka, Razka tertegun ketika melihat Ayah Victoria berada di dalam lift, mungkin memang berniat untuk datang menemui Papa Jo.

"Loh Razka, kenapa sudah mau pergi lagi? Apa masih sibuk syuting? Ah iya, Vicky juga masih belum selesai syuting. Sangat sibuk"

"Iya Om, saya permisi dulu"

Tidak ingin terus berbasa-basi, akhirnya Razka memilih segera pergi. Tidak ingin tahu apa yang akan di bicarakan Ayahnya Victoria dan Papa Jo.

Kembali ke lokasi syuting saat siang hari, karena sebenarnya dia pergi pagi sekali untuk menemui Ayahnya dan Paman Leon di Perusahaan. Razka ingin berusaha bernegoisasi agar perjodohan di hentikan. Namun nyatanya semua itu tidak mudah.

Victoria menghampirinya, duduk di samping Razka saat ini. "Razka, kamu darimana tadi? Kenapa datang terlambat?"

"Ada urusan"

Jawaban yang dingin beserta dengan tatapan mata yang tajam. Sebenarnya Razka benar-benar tidak suka dengan kehadiran Victoria, bukan karena orangnya, tapi karena dia sudah membuat semuanya kacau.

"Vicky, aku ingin bicara denganmu nanti"

"Boleh, dimana?" tanya Victoria dengan semangat.

"Nanti tunggu aku di parkiran saat syuting selesai"

Victoria mengangguk dengan antusias, dapat di pastikan hatinya bahagia karena Razka yang ingin berbicara berdua dengannya. Tanpa Victoria ketahui apa yang sebenarnya ingin Razka bicarakan dengannya.

"Aku akan berusaha mendapatkan hatimu, karena aku sudah jatuh cinta padamu, Razka" Gumamnya pelan.

Bersambung

1
Susma Wati
razka ingin menyelidiki kematian orang tua karmila, mungkinkah kecelakaan itu hanya modus, yang sebenarnya orangtua karmila di bunuh untuk menutupi suatu masalah di perusahaan tempat angga bekerja, hingga papa jo menentang kedekatan razka dan karmila?
Naufal Affiq
aku takut kau sakit hati kamila,kalau razka gak pulang ke rumah di waktu kau hamil,apa lagi orang tua nya tidak merestui hubungan kalian
Naufal Affiq
makanya razka cari tau dulu tentang,apa masalah orang tuamu sama orang tua kamila,bukan diam aja
Naufal Affiq
semoga lancar segala masalah yang kau hadapi razka
Naufal Affiq
lanjut kak
@alfaton🤴
ceritanya bagus👍👍👍
@alfaton🤴
seandainya ortunya Razka tau untuk apa uang seratus juta yang Angga korupsi.......dan sudah dikembalikan....uang itu untuk biaya berobat anaknya Angga....Dena ....tuan.....masihkah ada belas kasih tuk anak anaknya yang sekarang yatim piatu 😭😭😭
@alfaton🤴
kenapa kamu ga pergi menjauh dari Razka La ......rejeki Allah yang mengatur La......dari pada hidup diantara orang tua yang membenci mu......sambil menguji Razka masih maukah dia mengejar cintanya
@alfaton🤴
hanya authornya yang tahu......mau dibawa kemana cinta kalian RaMila. 😭😭😅😅
Mia Camelia
huhuuu, yah dikit banget thor😂
Naufal Affiq
Ditunggu kelanjutannya kak
Naufal Affiq
semoga ada jalan keluar yang masuk akal untuk pernikahan mu razka,jangan ada tersakiti untuk hubungan kalian,
Naufal Affiq
Rencana aneh banget buat hati kamila sakit,kalau aku saran kan terus terang aja sama kamila razka,biar di satu pihak tidak terlalu lama berharap untuk bersama
Nanik Arifin
sepertinya papa Razka sebenarnya orang baik. Seandainya dia tahu alasan Angga korupsi untuk biaya pengobatan kanker anaknya, masihkah ada kebencian ??
Sastri Dalila
🤗🥳👍🥳🥳🤗
Sastri Dalila
🤗🤗🤗
Sastri Dalila
💪💪
Sastri Dalila
👍👍
Sastri Dalila
🥺🥺
Mia Camelia
semoga Kamila gak kaget, klo nanti CEO baru nya tuh razka🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!